
Happy Reading readers πΌπΌπΌ
Jangan lupa like dan komentarnya yaπ»π»π»
Terima kasih πΈπΈπΈ
β’β’β’β’
Ahhh. Bodoh kau Jaxton baru juga dia menerimamu masa langsung renggang di hari pertama kami jadian. Gumam Jaxton memukul kepalanya. Mencoba memikirkan cara untuk menghentikan langkah kaki Grizella yang hendak keluar.
Ting.
Tiba-tiba saja Jaxton memiliki ide di otaknya. Jaxton pun tersenyum dan mulai melangkah. Jaxton pun merintih kesakitan. Memegang pinggangnya. Pura-pura kesakitan dengan memasang tampang memelas.
"Auuh. " Jaxton mengucapkannya dengan volume yang menyampai ke telinga Grizella. Grizella pun menghentikan langkahnya. Jaxton pun tersenyum dan kembali memasang tampang memelas ketika melihat Grizella membalikkan badannya.
"Aku tidak akan termakan lagi oleh kebohonganmu. " ucap Grizella yang ragu-ragu. Ada rasa khawatir ketika melihat Jaxton meringis di depannya.
"Aku serius. Aahhh. " Jaxton kembali duduk di tempat duduknya. Memegang kuat sandaran kursinya. Melihat itu Grizella refleks mendekati Jaxton. Grizella menundukkan badannya. Mencoba melihat pinggang Jaxton.
"Coba aku lihat dulu. " Grizella terlihat khawatir. Grizella tersadar karena Jaxton refleks mengangkatnya tadi dan Grizella berpikir luka Jaxton kembali terbuka. Jaxton yang melihat gadis itu terlihat khawatir dia pun tersenyum tanpa di sadari oleh Grizella. Jaxton berusaha menahan senyumnya agar Grizella tidak kecewa dengannya.
__ADS_1
"Astaga. Sepertinya lukamu kembali terbuka. Ayuk, aku akan mengobati lukamu. " ucap Grizella menarik tangan Jaxton agar mengikutinya. Jaxton pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Jaxton pun membiarkan Grizella menarik tangannya. Jaxton merasa bahagia Grizella memegang tangannya. Ada kehangatan yang di rasakannya. Dadanya bergetar kencang. Ingin sekali rasanya Jaxton memeluk gadis itu tapi dia urung karena saat ini Jaxton ingin gadis itu melupakan kebohongannya tadi.
"Kamu tunggu sebentar. Aku ambilkan kotak P3k dulu. " ucap Grizella. Jaxton pun memelas dan menganggukkan kepalanya. Ketika Grizella keluar. Jaxton pun melihat lukanya yang ada di pinggangnya. Memang benar lukanya kembali terbuka. Jaxton akui dia tidak merasakan rasa sakit di lukanya karena terlalu senang bahwa Grizella menerimanya tadi dan dia beruntung sekali karena bisa menjadikan lukanya sebagai alasan agar Grizella tidak marah kepadanya.
Menunggu beberapa saat. Grizella pun datang dengan membawakan obat yang di butuhkan oleh Jaxton. Grizella duduk di samping Jaxton. Mereka duduk di samping tempat tidur Jaxton.
Grizella langsung melepaskan perban di pinggang Jaxton. Membukanya dengan sangat hati-hati. Jaxton pun tersenyum melihat Grizella yang mengobati lukanya. Jaxton pun memperhatikan segala pergerakan tangan Grizella. Dan hal itu di sadari oleh Grizella. Grizella pun mendongakkan kepalanya ke atas. Menatap Jaxton yang juga sedang menatapnya.
"Apa yang kamu lihat?" Tanya Grizella ketus karena belum terima di bohongi oleh Jaxton.
"Aku minta maaf karena sudah membohongimu. Tapi ini benar-benar sakit sekali. Aku hanya bahagia tadi karena kamu sudah menerima perasaanku terhadapmu. Aku terlalu senang sehingga tidak menyadari lukaku tadi. Kamu tidak marah padaku lagi kan? " tanya Jaxton menatap lekat gadisnya.
"Emm. Aku tidak apa-apa. Aku tidak marah lagi padamu. Tapi, jangan lakukan lagi hal seperti ini. Aku sangat benci di bohongi. " ucap Grizella menunjukkan senyumannya. Jaxton pun tersenyum dan memajukan wajahnya. Memberikan kecupan lembut di bibir mungil Grizella.
"Emm. I-itu aku sudah siap. Aku mau meletakkan ini dulu. " ucap Grizella gugup. Berdiri dan meninggalkan Jaxton di kamarnya. Jaxton yang melihat Grizella gugup dia pun tersenyum geli. Jaxton tahu Grizella tidak biasa diperlakukan seperti itu. Tapi, dia senang melakukannya.
"Gadis ku benar-benar mengemaskan. Sungguh manis sekali. " lirih Jaxton ketika Grizella sudah menghilang dari kamarnya. Jaxton pun memutuskan untuk pergi ke ruang ganti pakaiannya. Mencari baju ganti karena bajunya tadi sudah kena darahnya.
Saat Grizella masuk lagi ke kamar Jaxton. Grizella tidak menemukan sosok pria itu. Grizella memanggilnya tapi tidak di indahkan oleh si empu pemilik nama. Grizella pun mendekat ke arah ruang ganti dan memanggil nama Jaxton tapi tidak ada sahutanΒ dari dalam. Grizella pun memutuskan untuk masuk ke dalam dan betapa terkejutnya Grizella.
"Ahhh. " teriak Grizella menutup matanya sendiri dengan kedua telapak tangannya. Jaxton yang melihatnya tersenyum lalu mendekati gadisnya itu.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Bersambung.
INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME π
IG : gx_shi7
Ikuti IG ku yah. Akan ada tampilan visual dari para pameran utama dan pendukung novel ku.
Terima kasih ππ
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan ππ
__ADS_1
By : Nadila Sizy
#Grizella&Jaxton_LFR