Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Full of regret


__ADS_3

"Sampai kapan kita akan menjadi seperti ini, kak ? " tanya Arion kepada kakaknya, Aksa.


"Sampai kita memiliki seseorang di samping kita. " balas Aksa.


"Seseorang? Siapa? " tanya Arion.


"Hai guysss. " sapa seseorang yang tengah bersama rombongannya. Mereka terdiri dari 3 orang. 1 laki-laki dan 2 diantaranya perempuan. Termasuk perempuan yang menyapa tadi. Sapa saja mereka Rina perempuan yang menyapa Arion dan Aksa. Lalu, ada Ben dan Puja di belakangnya.


Arion dan Aksa pun menoleh ke sumber suara. Mereka langsung bernafas lega. Pasalnya keberadaan 3 orang itu seperti angin segar untuknya. Seketika Arion dan Aksa melepaskan pelindung wajah mereka.


3 orang yang baru datang tadi tertawa melihat pergerakan Arion dan Aksa setelah mereka datang.


"Jangan ketawa lo. Gerah tahu pakai beginian. " menunjuk ke arah pelindung wajah yang ia pakai barusan.


"Siapa yang menyuruh kalian memakai begituan di situasi saat ini. Udah panas, yang pasti akan membuat kalian gerah. " ucap Rina yang memilih duduk di tengah-tengah Arion dan Aksa.


Arion dan Aksa memutar bola matanya. Jengah dengan perempuan yang ada di sampingnya.


"Ngapain lo duduk di sini? " Aksa malas ada di dekat Rina. Perempuan yang memiliki dandanan yang super wow. Meski mereka masih SD tapi keberanian untuk tampil beda sudah melekat pada dirinya. Apalagi perempuan satu ini. Membuat Aksa bergidik malas melihatnya.


"Emang kenapa? Aku bebas duduk di manapun yang ada di kantin ini. Lo nggak boleh larang-larang gue. " balas Rina yang tidak mau kalah.


"Kamu.... "


"Bibi, 2 piring gado-gado, minumannya satu lemon tea dan satu jeruk nipis ya, Bik. " ucap salah seorang gadis yang berhasil membuat Aksa menoleh ke sumber suara. Ucapan malas terhadap Rani terpotong karena suara merdu dan kecil itu. Suara yang mampu membuat dirinya menjadi tenang lagi. Arion yang melihat kakaknya diam pun menegakkan kepalanya. Lalu, menoleh ke arah yang di pandang oleh kakaknya. Arion pun ikut terdiam ketika melihat orang yang di pandang oleh kakaknya tersebut.


Rani, Ben dan Puja pun bingung dengan diamnya Arion dan Aksa. Mereka pun ikut melihat arah pandang Arion dan Aksa.


"Sepertinya mereka murid kelas 1. " ucap Ben.


"Sepertinya begitu. Lihatlah gayanya yang kampungan. Nggak aku banget deh. " sindir Rani. Sindiran Rani terhadap si kembar berhasil membuat Arion dan Aksa menoleh ke arahnya. Menatap tajam ke arah Rani. Rani pun di buat takut olehnya.


"Ngapain kalian menatap gue seperti itu? Biasa aja kali. Kayak tidak kenal gue aja. " ucap Rani salah tingkah. Dan takut juga melihat tatapan dingin dari dua pemuda tersebut.


"Kalau begitu saya tunggu di sana ya, Bik. " ucap anak perempuan yang tidak lain adalah Chloe. Chloe menunjuk salah satu meja yang ada di sana. Meja kantin yang telah di duduki oleh adiknya, Zoe. Zoe duduk terlebih dahulu karena di suruh Chloe untuk mencari tempat duduk.

__ADS_1


"Baiklah, Nak. " balas Ibu kantin. Chloe pun memilih untuk menemui adiknya. Saat akan pergi menyusul adiknya. Secara tidak sengaja kedua bola mata Chloe memandang 2 bola mata seseorang. Seseorang itu tersenyum kepadanya. Chloe pun berusaha untuk tersenyum dan memberikan rasa hormatnya sebagai junior yang baik. Chloe pun menyapa dengan penuh hormat.


"Misi, Kak. " ucap Chloe ketika melewati meja yang di duduki oleh Aksa. Aksa yang duduk di kursi yang berada di pinggir otomatis membalas sapaan Chloe. Chloe pun tersenyum dan berlanjut ke arah Zoe. Aksa tidak melepaskan pandangannya sedikit pun. Begitu juga dengan Arion yang terus memperhatikan Zoe di mejanya.


"Kalian kenapa sih. Lihat orang kayak lihat bidadari jatuh dari langit saja. " ucap Rani kesal.


"Mereka adalah bidadari khusus untuk kami. " secara tidak sengaja Aksa mengucapkan ucapan tersebut.


"Sepertinya ada yang diam-diam naksir seseorang nih. " sindir Ben. Puja yang ada di sampingnya hanya bisa tersenyum saja.


"Sebentar deh. Sepertinya mereka berdua naksir si kembar itu deh. " lanjut Ben menoleh ke arah si kembar. Rani pun menatap ke arah si kembar.


"Cih. Hanya perempuan tengil saja. Bahkan, mereka belum bisa membersihkan kotoran di hidungnya. Apanya yang cantik coba. " ucap Rani. Lagi-lagi Arion dan Aksa tidak suka dengan ucapan Rani. Mereka berdua pun memutuskan untuk berdiri dari duduknya.


"Kita pindah duduk saja. Ada cucu nenek lampir di sini. " ucap Aksa. Arion dan Aksa pun memutuskan untuk pergi dari sana.


"Ben, Puja. Kami pindah dulu ya. " ucap Arion. Ben dan Puja pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Arion dan Aksa pun pindah duduk di kursi si kembar. Sebelum itu mereka minta izin terlebih dahulu. Lalu, si kembar pun mengizinkannya.


"Emm, kami memesan gado-gado, Kak. " balas Chloe. Arion terlihat manggut-manggut. Tapi, kedua matanya terfokus ke arah Zoe. Sedangkan, Aksa kedua matanya terfokus ke arah Chloe. Si kembar merasa risih di buatnya. Tapi harus bagaimana lagi. Pria di depannya adalah senior mereka. Tidak mau membuat masalah juga karena bersikap cuek kepada seniornya.


"Oh iya, kita belum kenalan. " ucap Aksa. Meski mereka sudah saling kenal tetapi untuk nama mereka belum berkenalan. Karena itu, Aksa mengambil kesempatan ini untuk mengenali gadis kembar di depannya.


Chloe dan Zoe saling beradu pandang. Lalu, tangan mereka menerima uluran tangan kedua pria di sampingnya.


"Saya Chloe, Kak. " ucap Chloe yang menerima lebih dulu jabat tangan Aksa.


"Saya Zoe, Kak. " ucap Zoe yang menerima lebih dulu jabat tangan Arion. Dan berlanjut seterusnya.


Kedua pria itu tersenyum setelah saling berkenalan. Sebenarnya mereka sudah tahu nama si kembar. Tapi, mereka ingin berjabat tangan dengan si kembar.


"Oh iya, kalian ini kembar kan. Apa ada hal yang membedakan kalian? " tanya Arion basa-basi meski sudah tahu cara membedakan si kembar. Yaitu, dengan perasaan mereka.


"Emm, gimana ya. Soalnya tandanya hanya ada di tempat yang tertutup. Dan hal itu tidak mungkin kakak lihat kecuali orang tua kami. " ucap Zoe. Arion dan Aksa pun terlihat manggut-manggut.

__ADS_1


"Meskipun demikian. Kami tahu kok cara yang membedakan kalian. " ucap Aksa. Si kembar mengernyitkan keningnya. Maksudnya apa pikir si kembar.


Aksa dan Arion yang melihat si kembar bingung. Mereka pun tersenyum sembari menutupi mulutnya.


"Hehehe. Ini hanya kami yang tahu. Kalian tidak perlu memusingkannya. " Si kembar hanya angkat bahu. Mencoba untuk tidak memusingkannya.


Dan tidak lama setelah itu, pesanan si kembar pun datang.


"Kakak tidak ikut makan? " tanya Chloe menoleh ke arah Aksa.


"Tidak, kita hanya duduk saja. Memperhatikan wajah kalian sudah membuat kami kenyang. " balas Aksa.


"Maksudnya apa ya? " tanya Zoe. Zoe pun menoleh ke arah Arion. Arion pun tersenyum.


"Kak Aksa memang begitu. Sebenarnya kami sudah makan tadi.  Jadi, kalian bisa lanjutkan makanya. " ucap Arion. Si kembar pun terlihat manggut-manggut. Lalu, mereka pun melanjutkan makannya.


Di meja lain. Rani terlihat geram dengan si kembar karena sudah mengambil perhatian 2 pria tampan itu. Bagi Rani, Aksa dan Arion hanya boleh bersamanya. Perhatian Aksa dan Arion hanya boleh tertuju padanya.


Rani yang kesal pun memilih untuk pergi dari sana. Ben dan Puja hanya bisa mengangkat bahunya. Malas juga untuk menanyakan apa yang telah terjadi pada gadis itu. Mereka memilih untuk memesan makanan untuk diri mereka sendiri.


Di tempat lain di waktu yang sama. Grizella sudah berada di kantor suaminya. Gadis itu sendirian di ruangan Jaxton karena pria itu pergi meninggalkannya untuk meeting. Sudah hampir 2 jam lamanya ia ditinggalkan. Grizella pun memutuskan untuk mencari kesibukan dengan chatingan dengan sahabatnya.


Beberapa saat setelah itu. Jaxton datang dengan raut wajah yang penuh penyesalan karena meninggalkan istrinya sendirian. Saat ia tiba di dalam ruangannya. Jaxton langsung di suguhkan oleh tawa....


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2