
^^^Happy Reading readers πΌπΌπΌ^^^
^^^Jangan lupa like dan komentarnya yaπ»π»π»^^^
^^^Terima kasih atas semua dukungannya πΈπΈπΈ^^^
...β’β’β’β’β’...
Pagi tadi, pria itu mengingatkannya untuk pulang cepat atau setidaknya pergi ke kantornya. Tapi, Grizella melupakan hal tersebut. Gadis itu malah pulang sendiri ke rumah bersama anak-anak. Sampai akhirnya ponselnya berdering dan ia mendapatkan panggilan masuk dari Jaxton.
"Hallo. Ada apa? " tanya Grizella.
π : Apa kamu sudah selesai mengajar? " tanya Jaxton.
"Sudah. Ini sudah berada di rumah. " balas Grizella santai.
π : Kamu tidak mau ke kantorku. Bukannya aku sudah mengatakan padamu tadi! " terdengar suara Jaxton yang memelas.
"Maaf. Aku lupa.Β Apa aku ke kantormu sekarang saja? " tanya Grizella. Di seberang sana ingin menjawab ' ia ' tapi ia tidak mau gadis itu kelelahan. Ia pun mengurungkan niatnya untuk menyuruh gadis itu ke kantor.
π : Tidak perlu. Kamu istirahatlah di rumah. Aku akan segera pulang. " balas Jaxton datar. Grizella pun merasakan bahwa pria itu sebenarnya sedang kesal. Grizella pun tidak ingin memperpanjang masalah. Grizella hanya bisa menjawab 'iya'
"Kalau begitu aku akan menunggumu di rumah. Bye, bye, sayang. " ucap Grizella yang membuat orang di seberang sana tersenyum. Setidaknya, panggilan sayang Grizella kepadanya bisa membuatnya kembali tersenyum. Dan tentunya, Jaxton tidak marah lagi padanya.
π : Aku akan memelukmu sebentar lagi. Tunggu aku di rumah. Jangan lupakan hal itu juga. " ucap Jaxton yang membuat orang di seberang mengulum senyum. Merasa bersalah tapi bahagia juga karena di sayang oleh pasangannya.
Jaxton pun keluar dari area kantornya. Saat berada di loby kantor. Tiba-tiba ia bertemu dengan Bianca. Teman masa kecilnya.
"Jax. Tunggu sebentar. " ucap Bianca yang melihat Jaxton dari kejauhan. Jaxton pun menghentikan langkahnya. Membalikkan badannya ke belakang. Bianca pun menyusul Jaxton. Wanita itu berlari ke arahnya dengan cepat.
Hup.
Tiba-tiba Bianca memeluk erat tubuh Jaxton. Jaxton terdiam. Tidak membalas atau pin menolak pelukan tersebut.
"Kamu kenapa? Lepaskan, Bi. Ini tempat umum. " ucap Jaxton yang tidak di gubris oleh wanita itu.
"Aku sedang senang kali ini. Biarkan aku memelukmu sebentar saja. Dan aku ingin membagi kebahagiaanku kepada orang yang aku cintai. " balas Bianca. Tapi, dengan cepat Jaxton mendorong tubuh Bianca agar menjauh. Kalau sekedar berpelukan, jadilah.Β Tapi, ini sudah lama ia berpelukan. Dan Jaxton tidak ingin terjadi kesalahpahaman nantinya. Apalagi, dia tidak sendirian lagi saat ini. Dia sudah memiliki istri yang sangat ia cintai.
__ADS_1
Mendengar ucapan Bianca. Ia takut wanita itu berbuat nekat nantinya. Jaxton sadar. Bianca orangnya pantang nyerah sebelum mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Maaf. Aku harus pergi. Jangan pernah kamu melakukan hal seperti ini lagi. Aku sudah tidak sendiri lagi. Kamu ingat itu. " ucap Jaxton. "Ingat! Jangan peluk-peluk aku seperti tadi. Apalagi ini di kantorku. " ucap Jaxton mengedarkan pandangannya. Dilihatnya para karyawan tengah memperhatikannya.
"Tapi kenapa? Aku dari dulu sudut seperti ini padamu? " tanya Bianca. Bianca tidak terima alasan Jaxton yang mengatakan dia tidak sendiri lagi sekarang. Dia membenci alasan tersebut.
"Karena kita berdua adalah orang dewasa. Sudah seharusnya menjaga jarak aman. Kamu wanita. Harusnya kau tau dengan hal itu. Jangan tunjukkan kecantikanmu pada mereka yang sudah memiliki istri. " nasehat Jaxton yang hanya di sepele oleh Bianca. Masuk telinga kanan dan langsung keluar di telinga kirinya. Bianca bodo amat dengan semua itu. Yang ingin dia lakukan sekarang adalah bagaimana cara mendapatkan Jaxton. Dan menyingkirkan wanita yang ada di sisi Jaxton saat ini.
Jaxton pun pergi melangkahkan kakinya ke arah mobilnya yang sudah stand di depan loby kantornya. Bianca pun menatap kepergian pria itu. Menatap nanar mobil hitam mengkilap tersebut.
"Aku adalah wanita pertama yang ada di sampingmu. Aku sudah melihat dan merasakan suka dan duka yang kamu alami. Maka, aku juga yang akan menjadi wanita di sisimu selamanya. Aku akan membuat wanita itu menjauh darimu dan aku akan memilikimu secepatnya. " lirih Bianca. Bianca pun menoleh ke samping kirinya. Di lihat nya seorang pria berpakaian serba hitam. Dengan topi dan masker di hidungnya. Pria itu menunjukkan jempolnya. Dan Bianca pun tersenyum.
Bianca mengeluarkan ponselnya.
"Aku akan mengirimkan tambahannya. Kirimkan kepadaku fotonya sekarang. " ucap Bianca menatap pria yang berada di samping kirinya tersebut.
π : Oke. Aku akan menunggu perintahmu yang selanjutnya. " balas pria di seberang. Bianca pun tersenyum penuh arti dan tanda tanya tersendiri bagi orang yang melihatnya. Entah apa yang telah wanita itu rencanakan kedepannya.
Di tempat lain di waktu yang sama. Jaxton tengah berada di dalam mobilnya. Sebentar lagi ia akan sampai di kediamannya. Ia sudah tidak sabar lagi memeluk istrinya yang manis itu. Istrinya yang tengah menunggunya di rumah.
"Siang sayang. Diaman Mommynya? " tanya Jaxton mencium pipi kedua keponakannya.
"Mommy di dapur, Dad. Emm, sepertinya Daddy jangan mendekati Mommy dulu saat ini. Mommy sedang marah dengan seseorang. Nanti Daddy jadi pelampiasannya loh. " Chloe mengingatkan Daddynya agar masalah tidak terjadi. Jaxton yang mendengar hal itu tentu bingung. Jaxton pun melihat ke arah dapur yang ada di ujung pandangannya. Dilihatnya Grizella sedang mencuci piring yang sudah bersih, sepertinya. Karena para pelayan seperti biasa akan mencuci piring pagi-pagi sekali. Apalagi setiap selesai memasak. Para pelayan ataupun koki akan membersihkan lagi piring ataupun perabotan yang mereka gunakan. Jadi, kemungkinan tidak ada piring kotor saat ini. Hal itu membuat Jaxton bingung. Benar kata Chloe. Grizella saat ini sedang marah pikiran Jaxton. Jaxton pun melangkahkan kakinya ke arah dapur.
"Daddy jangan kesana dulu. Nanti Mommy marah pada Daddy. " kini Zoe yang menahan tangan Jaxton untuk melangkah. Ketika Jaxton melihat ke arah Zoe. Gadis itu mengelengkan kepalanya. Seolah berkata 'Jangan kali ini, Dad. Jangan dekati Mommy. ' seperti itu kurang lebih gelengan kepala Zoe. Jaxton pun tersenyum.
"Tidak apa-apa. Daddy akan menenangkan Mommy kalian. Kalian pergilah ke kamar. Buatlah tugas sekolah kalian. Ayuk ke kamarnya. " perintah Jaxton dengan suara hangatnya. Si kembar terdengar mendesah. Lalu mereka pun pergi ke kamar mereka. Jaxton pun tersenyum melihat tingkah dua anak itu.
Setelah melihat si kembar pergi. Jaxton pun mendekati Grizella. Berjalan di belakang gadis itu. Ingat! Grizella belum tersentuh secara suami istri oleh Jaxton. Jadi, masih gadis ya. Belum cocok di sebut wanita pada umumnya.
Jaxton langsung melingkarkan tangannya di pinggang ramping Grizella. Memeluknya dari belakang. Meletakkan dagunya di bahu gadis itu.
"Sayang. Kenapa kamu yang cuci piringnya. Biarkan pelayan saja ya. Kamu pasti kelelahan bekerja seharian di sekolah. " ucap Jaxton. Jaxton pun menoleh ke rak piring. Dilihatnya semua piring sudah bersih. Jaxton pun tersenyum karena tahu bahwa saat ini istrinya sedang kesal atau mungkin marah. Dan dia melampiaskan kemarahannya dengan mencuci piring yang sudah bersih itu.
"Dan lihatlah. Piringnya sudah bersih begitu masih saja di cuci. Kamu temani aku ke kamar saja ya. Ayuk. " Jaxton mencoba menarik tangan Grizella.
"Kenapa piringnya seperti ini? Pelayan disini pasti tidak becus membersihkan nya. Tidak profesional sekali. " ucap Grizella yang membuat Jaxton menghentikan langkahnya untuk membawa Grizella ke kamar. Dan lihatlah. Sekarang pelayan yang tidak bersalah juga di salahkan. Jelas-jelas dia yang marah tidak menentu dan sembarangan menyalahkan orang lain.
__ADS_1
"Sudah ya. Piringnya sudah bersih kok. Kamu biarkan saja. Kita ke kamar ya. " ucap Jaxton mencoba menenangkan gadis itu.
"Pergilah sana. Aku mau membersihkan ini dulu. " balas Grizella tanpa tau bahwa Jaxton tengah kebingungan dengannya.
Jaxton pun menghela napasnya. Lalu, melipat lengan bajunya sampai ke siku. Berdiri tepat di samping Grizella. Jarak yang membuat Grizella bisa mencium wangi mint di tubuh Jaxton.
"Kalau begitu aku akan menemanimu. Aku tidak akan berhenti sebelum kamu berhenti. " ucap Jaxton. Grizella pun menoleh ke sampingnya. Menatap kesal pria itu. Sedangkan, Jaxton. pria itu malah tersenyum pepsodent kepadanya. Tanpa merasa bersalah sedikit pun kepada gadis itu. Jaxton tentu tidak tau apa yang telah terjadi kepada istrinya. Dan siapa yang salah di sini sebenarnya. Jaxton pun memilih untuk tetap berada di samping istrinya tersebut.
"Iih. Aku ingin melakukannya sendiri. " Grizella memukul lengan Jaxton. Sehingga, lengan baju Jaxton jadi kotor karena sabun cuci piring. Dengan wajah masih menatap kesal pada pria di depannya.
"Sayang. Hati-hati. Nanti kamu terjatuh. " Jaxton langsung memeluk gadis itu. Merangkulnya ke dalam pelukannya. Hingga Grizella tidak bisa bergerak lagi.
"Lihatlah, lantainya jadi basah begini. Bagaimana jika kamu jatuh dan kepalamu penyot, hem? " tanya Jaxton menundukkan kepalanya agar bisa menatap wajah manis istrinya. Dilihatnya mata gadis itu sudah berkaca-kaca. Jaxton pun kembali memeluk tubuh kecil Grizella.
"Sudah ya. Aku minta maaf bila aku melakukan kesalahan. Maafkan aku ya, sayang. " Memeluk erat gadis itu. Tidak peduli lagi pakaiannya yang kotor karena tangan Grizella yang masih ada busa sabunnya. Jaxton dengan sabarnya mengusap punggung gadis itu dengan lemah lembut.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Aku percepat nih doble upnya. Semoga tergugah untuk kasih aku like yaπ
Nanti siang kelanjutannya yaπ
Oh iya, mau bilang. Visual Grizella sudah ada ya. Lihat di eps 26. Jangan lupa kasih likenyaπ
Jangan lupa tekan jempolnyaπππ ya. Agar Uni bisa beli kuota untuk Update nih novel.πππ
TERIMA KASIH
__ADS_1