
Grizella di dorong tubuhnya oleh Merci. Pengawal Jaxton hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua. Dia menutup mulutnya agar tidak di lihat oleh kedua wanita itu. Dia mengikuti 2 wanita di depannya sampai akhirnya ia sudah berada di samping pintu mobil Jaxton. Jaxton sendiri saat ini masih di dalam mobilnya. Dia masih belum membuka pintu mobil.
Pengawal Jaxton langsung membuka pintu tengah mobil lalu mempersilahkan Grizella untuk masuk ke dalamnya. Jaxton menyambut Grizella dengan senyuman di bibirnya. Dia mengeser tempat duduknya lalu mempersilahkan gadis itu untuk masuk ke dalam mobil. Menepuk tempat duduk yang di persilahkan untuk Grizella karena gadis itu tidak kunjung duduk dan malah mematung di dekat pintu mobil.
"Duduklah. Kenapa hanya mematung saja di sana. " seru Jaxton kembali menepuk tempat yang akan di duduki oleh Grizella.
"Ahh. Kelamaan. Sini duduk. Tidak enak jika kamu terus berdiri di sana. " Jaxton menarik tangan Grizella hingga gadis itu terduduk tepat di samping Jaxton. Tubuh mereka menempel tapi dengan cepat Grizella mengeser duduknya. Jaxton yang melihatnya pun hanya bisa tersenyum lalu menyuruh supirnya untuk menjalankan mobil setelah pengawal Jaxton ikut masuk ke dalam mobil.
"Kamu mau membawaku kemana? " tanya Grizella bingung. Jaxton hanya menunjukkan senyumannya tanpa menjawab pertanyaan Grizella. Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah Mall. Jaxton membantu membukakan pintu mobil untuk Grizella. Grizella hanya diam tanpa berucap apapun pada Jaxton.
"Kenapa kamu membawaku kesini? " tanya Grizella lagi.
"Aku mau makan kue tart yang kamu bikin untuk anak-anak kemarin. " Jaxton menoleh ke arah Grizella. "Mereka bahkan tidak berbagi sedikit pun padaku. Karena itu kamu buatkan khusus untuk aku, ya. Aku akan membelikan bahannya dan aku akan menemani kamu membuatnya. " seru Jaxton tersenyum. Grizella mengernyitkan keningnya.Β
Di dalam hatinya Grizella berkata sambil menatap wajah Jaxton. Kenapa dia dengan gampang begitu menyuruh orang. Emang aku pembantunya apa. Baiklah, karena dia orang baik maka aku akan membuatkan apa yang dia minta.
Grizella mengikuti langkah kaki Jaxton sampai akhirnya mereka tiba di tempat penjualan bahan kue tart.
Selang tidak lama Grizella sudah memilih bahan-bahan yang dia butuhkan untuk membuat kue. Grizella menoleh ke arah Jaxton yang mana pria itu sedang memegang troli dorong di tangannya. Pria itu selalu mengikuti arah kaki Grizella karena dia tidak mau gadis di sampingnya kelelahan mendorong trolinya.
"Sepertinya itu sudah cukup untuk membuat kue yang kamu inginkan. Kalau begitu aku akan membuatnya sendiri di rumah dan ketika sudah selesai aku akan membawakannya untukmu. " seru Grizella. Jaxton pun menoleh ke arah Grizella.
Jaxton mengelengkan kepalanya. "Tidak, kamu akan ikut aku ke rumah ku. Kita buat bersama-sama. " balas Jaxton.
"Tapi.... " ucap Grizella menggantung karena Jaxton sudah duluan jalan. Jaxton mengeluarkan kartu rekeningnya lalu membayar belanjaannya.
Setelah selesai membayar, Jaxton membawa bahan yang ia beli dan memasukkannya ke dalam mobil. Grizella mengikutinya dari belakang. Mereka tidak bicara sedikit pun sampai akhirnya mobil Jaxton sudah beradadi depan mansion nya.
Jaxton kembali membawa 2 kantong bahan kue tadi dan membawanya ke dapur yang ada di mansion nya. Dia meletakkannya di meja yang ada di dapur. Grizella hanya diam dan mengikuti Jaxton sampai akhirnya pria itu berbalik dan menatap Grizella.
"Aku akan ganti pakaian dulu. Kamu duduk saja dulu. Biarkan aku membantumu hari ini. " seru Jaxton lembut. Grizella pun menganggukkan kepalanya. Jaxton tersenyum melihatnya dan mengusap kepala Grizella karena dia membuat Jaxton gemes dengan wajah Grizella yang imut menurutnya.
"Kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa memanggil Clara. Dia adalah pelayan di sini. " seru Jaxton melihat Clara yang ada di belakang mereka dengan ekor matanya. Clara yang sedang di bicarakan hanya menatap datar wajah Grizella.
__ADS_1
Jaxton pun masuk ke dalam kamarnya. Mengganti jasnya dengan pakaian santainya.
Grizella menoleh ke arah Clara. Dia tersenyum namun hanya di balas dengan wajah datar oleh Clara.
Sepertinya dia tidak menyukaiku. Kalau begitu aku akan menyiapkan dulu bahan yang akan di gunakan. Gumam Grizella dalam hatinya. Grizella melihat-lihat lemari gantung yang ada di dapur itu. Bermaksud mencari wadah atau semacamnya yang bisa ia gunakan untuk meletakkan bubuk tepung untuk membuat kue. Saat Grizella hendak mengambil wadah stainless. Grizella sedikit berjinjit. Tinggi badannya tidak menyampai ketika tangannya hendak mengambil barang-barang yang ia butuhkan di lemari gantung tersebut. Clara yang seharusnya bisa membantu hanya berdiam diri di sana sambil menatap Grizella yang kesusahan sendiri.
Bahkan sampai sekarang dia tidak membantuku. Apa aku pernah buat salah dengannya ?. Grizella menatap Clara dengan ekor matanya. Dilihatnya gadis itu hanya diam tanpa berniat membantu sedikit pun. Sedangkan jemari mungil Grizella sudah berusaha menjangkau wadah stainless yang ada di sana namun dia masih belum berhasil menjangkaunya. Sampai akhirnya di belakang punggungnya Grizella merasakan otot kekar seseorang. Grizella berbalik dan wajahnya menempel tepat di dada Jaxton. Yah, Jaxton sudah selesai mengganti pakaiannya. Ketika diaΒ ke dapur dia melihat Grizella yang sedang kesusahan. Dan dia juga melihat kalau Clara hanya diam tanpa berniat membantu Grizella. Jaxton geram melihat Clara mengacuhkan Grizella dan untuk sementara Jaxton membiarkan dulu masalah itu. Jaxton tidak mau Grizella berpikir buruk kepadanya.
"Kenapa kamu sudah mulai duluan. Kan aku sudah bilang akan membantumu. " seru Jaxton ketika dia sudah selesai mengambil wadah stainless dan memberikannya kepada Grizella. Dilihatnya wajah gadis itu sedang merona dan berpaling darinya. Jaxton tersenyum melihatnya.
Jaxton melangkahkan kakinya ke meja dapur. Yang mana dia mau mengambil bahan-bahan untuk membuat kue yang ia inginkan. Jaxton diam sesaat lalu melihat ke arah Clara.
"Kau keluarlah. Aku mau berduaan dengannya. " seru Jaxton dingin kepada Clara. Posisi Jaxton membelakangi Grizella. Sehingga gadis itu tidak melihat wajah geram dan dingin Jaxton. Clara hanya diam namun lirikan Jaxton berhasil membuatnya bergidik ngeri.
Clara pergi dari sana. Jaxton pun berbalik dan melihat Grizella yang masih diam di tepat ia tadi.
"Kenapa masih berdiam di sana. Apa kamu tidak mau membantuku membuat kuenya? " tanya Jaxton menatap wajah Grizella. Grizella tersadar lalu mendekati Jaxton.
Jaxton dan Grizella sudah mulai membuat bahan kue. Dia melihat ke arah Jaxton. Pria itu terlihat serius. Grizella tersenyum melihat kening Jaxton terkena tepung. Jaxton yang merasa di perhatikan. Dia pun menoleh ke arah Grizella. Jaxton melihat bahwa Grizella tersenyum melihat dirinya. Dia pun berjalan mendekati Grizella.
Sial, kenapa dia mengemaskan. Ahhh. Jaxton.
Jaxton tidak tahan melihat wajah Grizella yang sangat mengemaskan itu. Apalagi Grizella berjalan mendekatinya. Membuat dirinya menegang. Dilihatnya tangan Grizella terangkat ke atas. Tepat ke arah kepalanya. Jaxton memperhatikan pergerakan tangan Grizella. Jaxton membulat matanya karena Grizella mengusap keningnya.
"Ada tepung di keningmu. Apa kamu juga akan membuat kue di sana. " seru Grizella menahan tawanya. Tanpa melihat kegugupan Jaxton ketika wanita itu mendekatinya. Jaxton memalingkan wajahnya dari Grizella. Jaxton melangkahkan kakinya keluar dan bersembunyi di balik dinding dapur.
Hah. Jika saja dia istriku. Pasti aku sudah mencium bibirnya itu. Tapi, karena hal kemarin membuatku harus menahannya. Aku tidak mau dia membenciku nantinya. Gumam Jaxton dalan hatinya. Sembari menyentuh dadanya yang berdetak kencang.
Ada apa dengannya?Β Kenapa dia main pergi begitu saja. Gumam Grizella. Grizella pun melanjutkan pekerjaannya. Tanpa mempedulikan lagi tingkah aneh Jaxton
Beberapa menit setelah itu Jaxton kembali lagi ke dapur. Dilihatnya Grizella tengah serius membuat kue. Jaxton mendekat sambil berdehem.
"Ahem. Aku teringat sesuatu tadi. Jadi, aku keluar sebentar. " seru Jaxton beralasan. Grizella hanya menanggapinya dengan anggukan kepala.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, akhirnya kue yang mereka buat selesai juga. Grizella meletakkan di lemari pendingin. Grizella pun mendekati Jaxton. Pria itu sedang duduk di kursi yang ada di dapur.
"Emm itu. Kenapa aku tidak melihat anak-anak. Apa mereka tidak ada di rumah? " tanya Grizella.
Jaxton menoleh ke arah Grizella.
"Ini adalah hari mereka berlatih balet. Jadi, mereka akan pulang sore nanti. " balas Jaxton tersenyum.
"Hobi mereka sama dengan kakakku. Kakakku dulunya adalah seorang balet profesional. Jadi,Β hal itu menurun kepada mereka. " lanjut Jaxton lirih. Grizella melihat kesedihan di mata pria di sampingnya. Grizella pun menepuk lembut punggung Jaxton. Memberikan kekuatan untuk Jaxton. Jaxton tersenyum. Dia senang kalau Grizella perhatian padanya.
"Terima kasih. " lirih Jaxton.
"Yang berlalu biarlah berlalu. Jangan terus membuat dirimu seperti ini. Kakakmu pasti tidak ingin melihat adiknya meratapinya. Dia sudah bahagia di atas sana. Maka, kita juga harus menunjukkan bahwa diri kita juga bahagia di sini. " seru Grizella tersenyum kepada Jaxton.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih ππ
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan πππ
By : Nadila Sizy
__ADS_1
#Grizella&Jaxton_LFR