Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Hubby still wants it


__ADS_3

Beberapa saat setelah itu. Jaxton datang dengan raut wajah yang penuh penyesalan karena meninggalkan istrinya sendirian. Saat ia tiba di dalam ruangannya. Jaxton langsung di suguhkan oleh tawa istrinya. Jaxton pun mengernyitkan keningnya. Apalagi istrinya itu tidak menyadari kehadirannya. Sampai akhirnya, Jaxton sudah mendudukkan tubuhnya di samping sang istri.


"Sibuk apaan sih? Aku datang saja sampai tidak sadar. " tanya Jaxton menoleh sebentar ke arah ponsel Grizella. Grizella pun sampai terperanjak karena Jaxton datang secara tiba-tiba. Bahkan, ia baru sadar setelah pria itu menoleh melihat ke arah ponselnya.


"Kapan hubby datang? " tanya Grizella meletakkan ponselnya ke dalam sling bag nya.


"Hubby sudah datang dari tadi. Tapi, kamu acuh dan tidak menyadarinya. " balas Jaxton menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Memejamkan matanya karena kelelahan. Grizella pun manggut-manggut.


"Kalau begitu aku pulang ya. Tidak ada juga yang aku lakukan di sini. Bikin aku tambah bosan saja. Apalagi hubby meninggalkan aku sendirian di sini. " ucap Grizella bangun dari duduknya. Meski matanya sudah terpejam sebentar tadi tapi secepat kilat iya membuka matanya setelah mendengar ucapan sang istri.


"Maafkan hubby. Kalau begitu hubby akan menemanimu seharian. Jadi, jangan pulang ya. " ucap Jaxton memegang lembut pergelangan tangan kanan Grizella.


"Emang hubby tidak ada kerjaan lagi? " Tanya Grizella. Jaxton pun tersenyum lalu mengelengkan kepalanya.


"Yaudah, kalau begitu kita cari makanan yuk. Aku lapar. " ucap Grizella. Jaxton pun berdiri lalu meletakkan satu tangannya di pinggang ramping Grizella dan satu tangannya lagi di bahu Grizella.


"Yaudah, istriku mau makan apa? Suamimu ini akan membelikannya. " ucap Jaxton.


"Aku mau keluar. Kita cari saja nanti makanannya. " balas Grizella. Jaxton pun tersenyum.


"Yaudah, ayuk. " balas Jaxton.


Setelah beberapa saat. Pasangan itu sudah berada di dalam mobilnya. Kali ini Jaxton memutuskan untuk memakai jasa sopir. Jaxton ingin menghabiskan perjalanannya dengan bermesraan dengan sang istri. Grizella sampai di buat risih olehnya.


"Udah, By. Malu dilihatin supirnya. Bagaimana jika nanti dia tidak konsentrasi menyetirnya. " ucap Grizella menjauhkan bibir Jaxton dari wajahnya. Menahan bibir pria itu dengan kedua tangannya karena kekuatan Jaxton terlalu kuat untuknya. Jaxton pun tersenyum mendengar ucapan istrinya. Ia pun angkat suara.


"Pak Joss, apa kami membuatmu terganggu? " tanya Jaxton tanpa berpaling dari sang istri.


"Tidak, Tuan. Silahkan lanjutkan apa yang ingin Tuan lakukan. " balas Pak Joss. Sopir pribadi Jaxton. Jaxton pun tersenyum mendengarnya.


"Kamu dengarkan. Pak Joss tidak merasa di ganggu. Kami saja yang tidak mau aku cium. " ucap Jaxton memalingkan wajahnya dari Grizella. Pura-pura bangih dengan sang istri. Grizella menghela napasnya kasar.


"Iya, iya. Hubby bebas melakukan apapun padaku. " ucap Grizella memeluk erat tubuh suaminya tersebut. Menyandarkan kepalanya di dada kekar Jaxton. Jaxton pun tersenyum lalu memberikan kecupan di pucuk kepala Grizella. Tangannya mulai nakal. Pria itu tidak mau menghilangkan kesempatan bermesraan dengan istrinya.


"Tapi jangan itu juga. Nanti Pak Joss liat bagaimana? " tanya Grizella ketika Jaxton hendak menyibakkan baju Grizella ke atas. Jaxton pun terlihat berpikir. Benar juga kata istrinya. Meski Pak Joss tidak menoleh ke belakang. Tapi, pasti ada kemungkinan Pak Joss melihat perut putih mulus istrinya. Jaxton pun menatap tajam kepada pak Joss. Memicingkan matanya kepada Pak Joss.

__ADS_1


"Jika kamu sampai berani menatap istriku. Kamu akan tahu akibatnya. " ancam Jaxton kepada Pak Joss.


"Baiklah, Tuan. Saya hanya akan fokus ke depan. Saya tidak akan menoleh sedikitpun ke belakang. " balas Pak Joss. Grizella pun geleng-geleng kepala mendengarnya.


"Tapi aku tidak mau hubby melakukannya di sini. " ucap Grizella. Jaxton pun tersenyum lalu mengusap lembut pipi Grizella. Dan kecupan lembut ia berikan di pipi mulus Grizella.


"Yaudah, hubby akan melakukan hal yang lain. " Jaxton pun mulai mencium bibir istrinya.


Setelah melewati proses yang panjang. Akhirnya mereka tiba juga di sebuah restoran terkenal di kota A. Sebuah restoran yang biasanya hanya di datangi oleh elit-elit kota. Seperti pejabat-pejabat dan kalangan artis.


Grizella baru pertama kali datang ke sana. Bahkan, ia sempat mengagumi restoran itu karena harga dari makanan yang ada di sana.


"Apa hubby yakin ingin makan di sini? " tanya Grizella dengan berbisik-bisik dengan suaminya tersebut. Jaxton pun tersenyum lalu mengikis jarak di antara mereka dengan mendekatkan tubuh istrinya ke tubuhnya.


"Hem, sekarang kamu ikuti saja hubby, ya. Jangan jauh-jauh dari hubby. Entar kamu nyasar pula. " ucap Jaxton menahan tawanya. Melihat istrinya yang sangat mengemaskan itu.


Grizella hanya bisa mengikuti langkah kaki Jaxton yang terus mengandeng nya. Sampai akhirnya, mereka tiba di sebuah ruangan privat yang terletak di lantai 7. Di ruangan itu kita bisa melihat pemandangan tengah-tengah kota. Grizella pun melangkahkan kakinya ke arah dinding yang terbuat dari kaca anti pecah. Jaxton pun tersenyum melihat istrinya yang tengah mengagumi keindahan kota A. Jaxton pun berjalan mendekati istrinya tersebut. Memeluk tubuh sang istri dari belakang. Meletakkan dagunya di bahu gadis itu. Memberikan kecupan lembut di leher Grizella. Hal itu berhasil membuat Grizella menegang. Grizella pun menjauhkan bibir Jaxton dari lehernya.


"Hubby kebiasaan deh. Geli tahu. " ucap Grizella menjauhkan kepalanya dari mulut Jaxton. Jaxton pun tersenyum lalu kembali mendekatkan kepalanya di bahu kanan Grizella. Kali ini ia memeluk erat sang istri agar tidak menjauh lagi.


"Jangan di lepaskan. Hubby hanya ingin memelukmu. " Jaxton pun memutuskan untuk memejamkan matanya. Dari pada jauh-jauh dari istrinya. Lebih baik ia memejamkan matanya agar bisa memeluk istrinya tersebut. Grizella pun mulai diam. Lalu, kembali fokus ke pemandangan kota. Karena tidak merasakan pergerakan suaminya. Grizella pun menoleh ke arah suaminya. Dilihatnya wajah latin tersebut. Proporsi wajah yang sempurna. Hidung mancung. Bibir tebal di bawahnya dan kecil di atas. Alis mata yang tebal dan hitam. Rahang yang keras dan kuat. Dan sedikit bulu-bulu halus dan lembut di dekat area rahang.


Wajah suaminya itu berhasil membuat Grizella kagum dengannya. Secara tidak sadar Grizella membelai wajah tampan itu.


"Tampan. " satu kata yang terucap dari mulut manis Grizella. Jaxton yang sebelumnya menutup kedua bola matanya dan bibirnya yang tertutup tiba-tiba langsung tersenyum. Perlahan Jaxton membuka kedua kelopak matanya. Semakin mempererat pelukannya. Grizella terperanjak karena Jaxton yang tiba-tiba membuka matanya.


"Sudah puas menatap hubby, sayang? " tanya Jaxton.


"Eh, iya. Eh bukan begitu. " ucap Grizella gelagapan. Jaxton pun tersenyum. Menuntun istrinya itu ke sebuah sofa yang ada di sana.


Jaxton mendudukkan tubuh istrinya di sana. Lalu, menyanga tangannya di kedua sisi tubuh istrinya. Posisinya masih berdiri. Sehingga, Grizella berada di bawah kukungannya. Bibir Jaxton sudah tidak bisa di ajak kompromi. Bibirnya mulai mencumbu mesra sang istri. Dan di saat asik-asiknya tiba-tiba pintu VVIP itu di ketuk dari luar. Grizella pun mendorong tubuh sang suami. Jaxton sampai terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh istrinya itu.


"Kenapa kaget begitu. Mereka tidak akan berani masuk sebelum hubby mengizinkannya. " ucap Jaxton menyelipkan rambut Grizella ke belakang telinga.


"Aku hanya malu saja jika mereka masuk dan melihat kita berduaan, gimana. " ucap Grizella merapikan pakaiannya. Jaxton pun tersenyum.

__ADS_1


"Yaudah, hubby akan mempersilahkan mereka masuk ke dalam. " ucap Jaxton.


Setelah beberapa saat. Makanan pun telah terhidangkan. Jaxton duduk di samping  Grizella. Dilihatnya gadis itu tengah mengagumi hidangan di depannya. Jaxton pun tersenyum melihatnya.


"Makanlah, sayang. Makan yang banyak. " ucap Jaxton mengiriskan daging panggang di depannya. Lalu, memberikannya kepada istrinya tersebut.


"Makasih, hubby. " satu kecupan di berikan oleh Grizella secara tiba-tiba tanpa di minta oleh pria itu. Kecupan lembut yang di berikan Grizella tanpa di minta oleh Jaxton membuat hati pria itu berbunga-bunga. Dan acara makan pun tertunda beberapa saat.


"Iya, iya. Kita makan sekarang, ya. " ucap Grizella menjauhkan bibir suaminya yang betah nempel di wajahnya.


"Hubby masih menginginkannya. " ucap Jaxton.


"Nanti, aku lapar, By. " ucap Grizella memelas. Menunjukkan mata kucingnya yang amat mengemaskan menurut Jaxton.


Sial. Istriku sangat mengemaskan. Gumam Jaxton. Jaxton pun menghela napasnya.


"Baiklah. Kita makan sekarang. Tapi, nanti hubby akan meminta hal lebih dari ini. " ucap Jaxton yang membuat kedua bola mata Grizella berputar malas. Grizella pun membiarkan apa kata suaminya. Yang penting sekarang adalah perutnya terisi. Bodo amat dengan nanti. Toh, ia bisa memikirkannya nanti juga.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Alhamdulillah. Selesai juga Updatenya. semoga rasa rindu kalian terobati, ya^^


...WARNING...


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA ^^...

__ADS_1


__ADS_2