
Air mata tidak dapat terbendung. Langkahnya terus bergerak ke depan. Tangannya menutup mulutnya yang terisak. Semua mata yang ada di sana menatap wanita yang sedang berlari sembari menangis itu.
Seila terus berlari. Berlari semampunya. Langkahnya tak tahu arah. Kini Seila sudah berada di trotoar jalan.
"Ahhh, apa salahku! Kenapa kau melakukan ini padaku, By? Kenapa! " lirih Seila histeris.
Bruk.
Seila menabrak seseorang yang juga berjalan di trotoar jalan. Tasnya dan buku yang dia pegang orang yang telah ia tabrak ikut terjatuh.
"Maaf, Bibi. Aku tidak sengaja. " seru Grizella yang juga sedang berada di sana. Grizella pun menoleh ke arah orang yang telah ia tabrak.
"Mommy! Apa yang terjadi pada Mommy? " tanya Grizella terkejut karena orang yang ia tabrak adalah Seila. Grizella juga khawatir melihat Seila yang sedang menangis .
Seila pun mendongakkan kepalanya ke arah Grizella.
"Grizella! Emm, Mommy tidak apa-apa kok. " jawab Seila menyeka air matanya.
"Tidak mungkin. Apa Mommy ada masalah? Apa Grizella bisa menjadi tempat curahan Mommy? " tanya Grizella.
"Maaf, sayang. Mommy terburu-buru, kalau begitu Mommy pergi dulu. " ucap Seila yang langsung mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Grizella. Seila tidak mau Grizella tahu dengan masalah keluarganya.
Grizella menatap kepergian Seila.
"Apa yang terjadi pada Mommy? " lirih Grizella yang masih menatap kepergian Seila.
"Apa yang kamu lakukan di sini ? " tanya Jaxton yang turun dari mobilnya. Mendekati Grizella. Jaxton pun membantu Grizella memungut bukunya yang berserakan.
Grizella pun mendongakkan kepalanya ke atas. Melihat Jaxton ikut memungut bukunya.
"Ahhh. Aku tidak sengaja menjatuhkan bukuku tadi. " jawab Grizella.
"Apa yang kamu lakukan sampai berjalan tidak lihat - lihat? " tanya Jaxton yang sudah selesai membantu mengumpulkan buku Grizella yang berserakan di lantai.
"Aku tidak sengaja saja tadi. Tidak melihat jalan sampai akhirnya aku tersandung dan menjatuhkan bukunya. " Grizella tersenyum kikuk.
"Apa kamu mau pergi ? Biar aku antar. " seru Jaxton.
"Emm. Aku ada urusan di sekolah. Makasih atas tawarannya, aku bisa pergi sendiri kok. " ucap Grizella. Tiba-tiba Grizella di panggil Smith yang sudah berada di belakangnya.
"Gigi. " panggil Smith. Grizella pun menoleh ke belakangnya.
"Smith! Apa yang kamu lakukan di sini? " tanya Grizella.
Kebetulan sekali ada Smith. Aku harus menanyakan apa yang telah terjadi pada mommy. Gumam Grizella.
"Apa kamu ada waktu? Bisa kita bicara sebentar? " tanya Grizella. Smith pun menoleh ke arah Jaxton.
"Baiklah. Apa kamu akan pergi ke sekolah? " Smith melihat Grizella membawa buku di tangannya. " Aku akan mengantarmu. " Smith mengambil buku di tangan Grizella. Grizella pun menoleh ke arah Jaxton. Grizella merasa bersalah karena sudah menolak ajakan Jaxton tadi.
"Maaf ya. Aku ada urusan dengannya sebentar. Kalau begitu, aku pergi dulu. " ucap Grizella kepada Jaxton. Jaxton pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Setidaknya dia tidak melupakan aku ada di sini pikir Jaxton.
__ADS_1
"Baiklah. Kalau begitu, aku pergi duluan. Hati-hati di jalan ya. Aku pergi dulu. Dah." seru Jaxton memberikan buku Grizella yang ada di tangannya.
Grizella melihat kepergian Jaxton sampai mobil Jaxton tak terlihat lagi. Dan Smith melihat Grizella yang tidak berpaling dari Jaxton.
"Apa Kita bisa pergi sekarang? " tanya Smith.
"Terima kasih, aku bisa pergi sendiri. Aku langsung saja ke intinya. Apa yang terjadi pada mommy? Aku lihat tadi mommy sedang bersedih. " seru Grizella. Smith pun terkejut mendengar ucapan Grizella.
"Maksudmu? Aku tidak mengerti! " seru Smith.
"Aku tahu kita tidak memiliki hubungan lagi. Tapi, mommy sudah aku anggap sebagai mommy ku sendiri. Aku ikut sedih melihat mommy sedih seperti tadi. Apa ada masalah di rumah sehingga mommy bersedih? " tanya Grizella.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi! Aku akan memeriksa keadaan mommy sekarang. Kalau begitu, aku pergi dulu. " ucap Smith. Smith sangat khawatir terhadap Mommynya. Smith sangat menyayangi mommy nya tersebut meskipun kelakuannya di luar sana sangat beja*. Tapi cintanya pada Seila sebagai anak tetap terjaga. Smith dengan segera pergi ke rumahnya. Mencari keberadaan Mommynya.
"Mom, dimana kamu, Mom? " tanya Smith yang mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut rumahnya. Smith pun pergi ke kamar Mommynya. Dilihatnya Seila yang sedang mengemaskan barangnya.
"Apa yang Mommy lakukan? Mommy mau kemana? " tanya Smith khawatir melihat Mommynya bersedih.
"Mommy mau pergi dari sini. Bawa mommy keluar dari sini. Mommy mohon. " ucap Seila memohon pada anaknya.
"Tapi kenapa Mom. Apa yang terjadi sebenarnya? " tanya Smith.
"Mommy tidak punya waktu untuk menjelaskan. Tolong bawa mommy pergi dari sini dulu. " lirih Seila.
"Bagaimana dengan daddy? " tanya Smith.
"Mommy tidak peduli dengannya. " jawab Seila.
"Yank! Apa yang kamu lakukan? Apa kamu akan meninggalkan ku? " tanya Edison mendekati Seila. Smith yang paham dengan situasi, memilih untuk keluar dari kamar Mommynya.
"Lepaskan tanganmu. Aku tidak ingin tinggal di sini lagi. Aku ingin berpisah darimu. " ucap Seila sedikit berteriak.
"Tidak akan hubby lakukan. Hubby tidak mengizinkanmu pergi dari sini. " ucap Edison mengambil koper Seila dan mengeluarkan semua isinya. Memasukkan kembali ke tempatnya.
"Jangan lakukan ini, By. Aku tidak akan sanggup untuk tinggal di sini lagi. Aku tidak akan sanggup untuk itu. " lirih Seila melorot ke lantai. Bersandar di pinggiran kasur. Edison pun menatap Seila dengan penuh rasa penyesalan. Edison mendekati Seila. Memeluk sang istri dengan sangat erat.
"Maafkan hubby. Maafkan hubby, yank. " ucap Edison. Seila tidak melawan. Dirinya sudah sangat lelah dan letih hari ini. Seila pun pingsan di pelukan Edison. Edison yang tidak mendapat perlawanan dari Seila akhirnya melirik wanita itu. Edison terkejut karena sudah melihat Seila tak sadarkan diri.
"Yank! Bangun yank. Jangan buat hubby takut. " ucap Edison menepuk pelan pipi Seila. Edison pun mengendong Seila ke kasur. Membaringkan nya di sana. Edison dengan cepat menelpon dokter keluarganya.
"Pergi ke rumahku sekarang. Istriku pingsan. " ucap Edison.
Smith yang masih berada di luar dan mendengar kalau Seila pingsan. Ia pun langsung masuk ke dalam.
"Apa yang terjadi sebenarnya ini, Dad? Apa yang telah Daddy lakukan pada Mommy? " ucap Smith yang mengkhawatirkan keadaan Mommynya. Smith pun duduk di samping Seila. Edison terlihat mengelengkan kepalanya.
"Maafkan Daddy. Semua ini karena kesalahan Daddy. Daddy menyesal karena telah melakukan ini pada Mommymu. " ucap Edison yang Tidak berpaling sedikit pun dari Seila.
Di tempat lain Jaxton terlihat duduk di dalam mobilnya. Jaxton mendapatkan panggilan masuk dari Mommynya.
"Anak tengik. Apa yang kamu lakukan. Pulang ke rumah sekarang juga. Mommynya pulang malah tidak di sambut sedikit pun. " teriak Jenny di seberang sana.
__ADS_1
"Iya, Mom. Ini baru mau pulang. Jaxton akan datang sebentar lagi ya. " jawab Jaxton.
"Buruan. Mommy mau menanyakan sesuatu padamu. " ucap Jenny yang langsung mematikan ponselnya tanpa menunggu balasan dari Jaxton. Jaxton sampai menjauhkan ponsel tersebut dari telinganya karena Jenny yang berbicara dengan suara 5 oktafnya.
"Buruan, paman. Mommy sudah marah sekali hari ini. " ucap Jaxton pada supirnya.
"Baik, Tuan. " jawab supir Jaxton yang bernama Metly itu.
Selang tidak lama. Mobil Jaxton sudah terpikir di depan mansionnya. Jaxton bergegas masuk ke dalam. Sudah bersiap-siap mendengar Mommynya yang cerewet itu. Jaxton merapikan jasnya sebelum masuk ke dalam. Lalu menarik nafasnya pelan-pelan.
"Ingat! Cukup jawab iya dan anggukan kepalamu. Semua yang di katakan oleh wanita tersayang adalah benar. Dan mereka akan selalu menang. " lirih Jaxton sebelum masuk ke dalam mansionnya.
"Dasar anak tengik. Sepenting apa sampai kamu tidak menjemput menunggu kehadiran mommy? " tanya Jenny duduk di sofa sembari menyilangkan tangannya di dada. Terlihat Jaxton menghela napasnya. Johan yang ada di sana hanya bisa tersenyum lalu menggelengkan kepalanya kepada Jaxton. Mengisyaratkan untuk tidak melawan ucapan Jenny. Jaxton pun membalas dengan anggukan kepala.
"Mommy ku sayang. Selamat datang di rumahku. Apa yang telah mommy lakukan hari ini? " tanya Jaxton memeluk Mommynya. Menyandarkan kepalanya di bahu wanita itu.
"Jangan coba-coba mengoda mommy. Jika kamu ingin selamat maka pertemukan mommy dengan gadis itu. Gadis yang bernama Grizella.
Jaxton pun membulatkan matanya dengan sempurna.
"Dari mana Mommy tahu dengannya? " tanya Jaxton.
"Jadi, kamu ingin menyembunyikannya dari Mommy. Menjauh lah. Mommy marah padamu. " ucap Jenny.
"Haih Mommy ini. Aku tidak bisa meminta dia untuk datang ke sini seenaknya. Aku tidak punya keberanian untuk itu. " ucap Jaxton memeluk erat Jenny.
"Ehem, menjauh lah. Tidak ada yang boleh lama-lama menyentuh Mommymu. Dia hanya milikku. " ucap Johan menarik Jenny kepelukkannya. Membuat Jaxton bersungut kesal.
"Cih, dengan anak sendiri cemburu. " Jaxton menyilangkan tangannya di dada.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙
By : Nadila Sizy
#Grizella&Jaxton_LFR
__ADS_1