
Keesokan paginya,
Alarm jam weker Iskandar membuat Rin terbangun dari tidurnya. Ia benar-benar kelelahan untuk pengalaman malam pertamanya. Ia merasa tubuhnya tidak bisa bergerak leluasa dan ternyata Iskandar masih memeluknya. Kini tubuh mereka berdua hanya dibalut oleh selembar selimut.
Ia melihat ke sekeliling kamar, baju mereka berserakan dimana-mana karena permainan semalam.
"Iskandar...," bisik Rin berusaha membangunkan suaminya itu.
"hm?" tanya Iskandar yang masih malas untuk bangun.
"ayo bangun dan mandi..., sepertinya kamar ini berantakan...," kata Rin.
"apa kamu tidak lelah?" tanya Iskandar malah memeluk Rin semakin erat, sekarang kulit mereka benar-benar bersentuhan.
"ehm.., uhmm.., Iskandar...," kata Rin lirih berusaha melepas pelukan suaminya itu.
"jam berapa sekarang?" tanya Iskandar.
"jam setengah empat pagi...," kata Rin.
"jam setengah empat?" kini Iskandar membuka matanya dan memandangi wajah istrinya yang jaraknya benar-benar dekat dengan wajahnya.
"ugh.., sepertinya kita harus mandi, Iskandar..," kata Rin.
"iya.., kamu bau...," ledek Iskandar.
Rin dengan sisa kekuatannya langsung mencubit pinggang Iskandar,
"Awww !!" Rintih Iskandar.
"kamu juga bau !!!" kata Rin tak mau kalah.
Iskandar tersenyum, meskipun baru saja dicubit oleh istrinya,
"kalau begitu bangun dan mandi." kata Iskandar lalu beranjak, ia mencari celananya,
"ah.., sial.., kenapa dilempar begitu jauh...," kata Iskandar.
"sudah, pergi ke kamar mandi sana, aku akan menutup mataku !!" kata Rin sambil memejamkan matanya.
"kenapa kamu harus menutup matamu? ah..., terserahlah...," kata Iskandar lalu bangun dari tempat tidur dan langsung pergi ke kamar mandi.
*
Hari ini semua anggota keluarga hadir di sarapan pagi keluarga Utama, bahkan Awan yang sering absen datang pagi-pagi sekali hanya untuk sarapan bersama.
"apa ini? dari tadi Mami perhatikan wajah pengantin baru kita terlihat berkilau seperti ada bunga-bunga di sekelilingnya...," kata Friska.
Yoyo hanya tersenyum mendengar ledekan istrinya itu.
"apalagi kalau habis latihan keras..," kata Dita menimpali.
"heh, anak kecil diam saja !!" kata Mas Awan.
"Mas Awan, Umur Dita ini sudah sembilan belas tahun ! sudah bukan anak-anak lagi !!' Tegas Dita.
"hey.., sudah-sudah.., tidak baik berteriak di meja makan." kata Yoyo menengahkan.
__ADS_1
"oh,iya.., Iskandar.., kapan lu sama Rin mau honeymoon?" tanya Mas Awan.
"ah.., itu mungkin setelah kami berdua mendapat libur." kata Iskandar.
"ya.., kemanapun kalian ingin honeymoon, akan Papi biayai.., anggap saja hadiah dari Papi...," kata Yoyo.
"Papi.., kenapa Papi mencuri hadiah Awan.., biarkan Awan yang membiayai honeymoon mereka.., lebih baik Papi belikan saja mobil atau rumah untuk mereka..," kata Mas Awan.
"hey.., Awan yang mencuri hadiah Papi.., kenapa Papi harus mencari hadiah lain?" tanya Yoyo tak mau kalah.
"sudah-sudah.., Iskandar akan menerima apapun hadiah dari kalian...,"
"TIDAK BISA !!!" kata Awan dan Yoyo kompak membuat Iskandar kaget.
"ah.., bagaimana kalau Iskandar dan Rin honeymoon sekaligus pergi berlibur. Mami perhatikan, mereka ini sangat sibuk akhir-akhir ini. Pasti sangat penat.." kata Friska berusaha menengahkan.
"lalu, bagaimana rumahnya? bagaimana mobilnya?? mereka tidak akan selamanya di sini,kan?" tanya Awan.
"biarkan kami yang memikirkan itu, Mas Awan.., Mas Awan tidak perlu memusingkan hal-hal seperti itu." kata Iskandar.
"akhir-akhir ini Mas Awan kita begitu menunjukkan kasih sayangnya pada Mas Iska, cie...," ledek Dita.
"apa??" kata Awan malah malu.
"Hem..., ya.., Iska juga merasa begitu.., akhir-akhir ini Mas Awan sering menunjukkan sikap manisnya...," kata Iskandar sambil tersenyum.
"ah.., kenapa jadi gue yang dipojokkan? baiklah, Awan gak akan berdebat. Awan liburannya, Papi honeymoon nya...," kata Awan mengalah.
Rin hanya mengernyitkan dahi, ia sungguh tidak mengerti apa yang terjadi pada kakak Iparnya yang sangat menyebalkan ini, bukankah dia sangat membenci Iskandar?
*
"wajahmu mengatakan kalau ada yang sedang mengganjal di hatimu? Apa kejadian semalam tidak sesuai ekspetasimu?" tanya Iskandar.
Wajah Rin langsung memerah,
"uhm.., Bu, bukan.., kenapa malah membicarakan itu?" kata Rin jadi salah tingkah.
"lalu?"
Rin menghadapkan tubuhnya ke Iskandar,
"Iskandar..., menurut kamu..., kenapa Mas Awan tiba-tiba jadi baik sama kamu? Dia gak ada niat tersembunyi,kan?" tanya Rin curiga.
Iskandar malah tersenyum,
"ya ampun.., kenapa kamu bisa-bisanya mencurigai Mas Awan? Dia itu tulus,kok...," kata Iskandar sama sekali tidak menjawab pertanyaan Rin.
"Iskandar.., bukannya begitu, tapi dia itu dari dulu,kan gak suka sama kamu, sering jelek-jelekin kamu, tapi tiba-tiba...,"
"mungkin dia sadar kalau aku sayang sama dia." kalimat Iskandar malah membuat Rin tak sanggup berkata apa-apa.
"sa,sayang?" tanya Rin makin heran.
"begini ceritanya...,"
-flashback on-
__ADS_1
Awan hanya bisa memejamkan matanya ketika wanita di hadapannya menyiram dirinya dengan air putih setelah ia mengatakan putus padanya,
"kamu..., Dasar playboy !! selama ini aku kasih kamu segalanya !!! Aku kasih waktu aku buat kamu, aku kasih hati aku buat kamu, aku kasih perhatian aku buat kamu, selama dua tahun !!! kamu janji mau nikahin aku, tapi kamu malah minta putus ????!!!!"
Awan hanya menghela napas,
"sudah selesai ngomongnya?" tanyanya agak malas.
"ugh, dasar laki-laki gak tau diri !!!!"
BRAKK !!
"GUE ??" Awan lalu berdiri dan menunjuk wanita itu dengan telunjuknya.
"YANG ADA ELU YANG GAK TAU DIRI !!! Asal lu tau, kalo lu mau ngebahas tentang apa yang udah gue kasih ke elu, bisa-bisa lu telanjang keluar dari sini !!!" kata Awan membuat wanita itu tidak bisa berkata-kata.
"harusnya elu yang sadar..., bilang lu cinta gue, tapi apa, lu masih punya lelaki lain,kan?"
"aku...,"
"udah gue selidiki hubungan lu sama karyawan bank itu !! Gak sulit buat kalian untuk merebut harta orang dan menjadikannya harta kalian. Masih untung gue cuman minta putus sama elu, gak gue tuntut apa yang lu dan pacar lu berusaha lakuin !!!" kata Awan mengeluarkan semua uneg-unegnya.
"gue harap, gue gak ngeliat wajah lu lagi." katanya lalu meninggalkan wanita itu sendirian.
Tak jauh dari situ rupanya Iskandar sedang menunggunya, Awan menepuk pundaknya.
"thanks ya, Bro...," kata Awan.
Iskandar tersenyum,
"harusnya lu pilih calon istri yang selalu setia di samping lu, bukan yang manfaatin lu apalagi selingkuhin elu...," kata Iskandar.
"gue emang gak pinter milih cewek...," kata Awan.
Iskandar lalu memeluk abangnya itu,
"lihatlah dengan teliti seperti elu melihat peluang bisnis...," ledek Iskandar.
"dasar lu...," kata Awan sambil membalas pelukan Iskandar.
-flashback off-
"kamu buktiin kalo cewek itu jahat ke mas Awan?"
"uhm...,"
"hemm..., kapan? kok aku gak tau?"
"sebelum hari pernikahan kita." kata Iskandar enteng.
PLAK !
"ih, dasar !!! kamu gagalin pernikahan Abang kamu, untung kita gak batal nikah!!" kata Rin panik.
"duuh.., enggak mungkinlah sayang...," kata Iskandar lalu mencubit pipi Rin lembut .
"tapi.., tapi..., apa iya semua cewek di sekeliling mas Awan kayak gitu semua?" tanya Rin malah kepo.
__ADS_1
Iskandar tersenyum,
"enggak juga...,"