Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 18


__ADS_3

Keisha menggosok-gosok dagunya,


"bagaimana kesempurnaan bisa jadi kelemahan? Idho itu aneh," gumam Keisha.


"gue harus memecahkan kasus ini dulu!" kata Keisha.


"kasus apa yang mau lu pecahkan?" tanya Iskandar yang tiba-tiba muncul di belakang Keisha.


"WAA..!!!" kata Keisha kaget.


"se,sejak kapan lu di situ??!" kata Keisha.


"baru lewat. Apa ada tugas matematika dadakan lagi?" tanya Iskandar.


"enggak, kok. gak ada. Gue abis main tts, hahaha..., " kata Keisha berbohong.


Iskandar lalu memicingkan matanya, "hemm.., yah.., setidaknya lu gak bakalan ganggu gue." kata Iskandar lalu pergi meninggalkan Keisha.


setelah memastikan Iskandar pergi Keisha lalu mengelus dadanya, "fiuh..., hampir aja..,"


*


Iska berjalan menuju kelasnya,


"Papah Iska!!!" tiba-tiba ada yang memanggilnya. Iska menoleh,


"Hiyaat!!" Idho, orang yang memanggilnya langsung loncat ke atas punggung Iskandar, untungnya Iskandar langsung menggendongnya.


"ngapa lu!" kata Iskandar sambil menengok ke belakang.


Idho lalu menyenderkan dagunya ke pundak Iskandar, "Lu ada masalah apa dah sama Keisha?" tanya Idho.


"hah? ga ada masalah apa-apa." kata Iskandar.


Idho lalu turun dari punggung Iska.


"hemm.., aneh." kata Idho.


"kenapa emangnya?" kata Iska.


"tadi dia dateng ke gue, dia nanya tentang kelemahan lu. Lu bukannya Deket sama dia?" tanya Idho.


"kelemahan gue? Dia tepat nanya sama elu. Elu yang paling tau kelemahan gue."


"iya,iya.., tapi gue gak ngasih tau segampang itu..," kata Idho.


"lu ngasih tau apa?" tanya Iska.


"kesempurnaan lu itu kelemahan lu."


Iska tersenyum, "gue jadi penasaran, gue bakalan diapain?" kata Iska.


"ih, sok lemah lu! jijik gue kalo lu mulai gini." kata Idho.


"kadang kita harus pura-pura lemah untuk menyerang balik, iya,kan?" kata Iska.


"as always." kata Idho lalu pergi meninggalkan Iskandar.


"inilah untungnya punya temen yang gak bisa jaga rahasia." kata Iskandar tersenyum.


*


saat istirahat kedua,


Keisha memasang matanya di antara kerumunan para murid yang kelaparan di kantin.


"huh.., katanya Rin ada di kantin.., tapi gak kelihatan sama sekali." keluh Keisha.


"Keisha!" tiba-tiba ada yang memanggilnya, Keisha berbalik,


"Yura!!" kata Keisha heboh, ia langsung memeluk Yura yang sedang membawa segelas jus Jambu.

__ADS_1


"ehehe.., aku gak nyangka reaksi kamu bakalan gini." kata Yura.


"ih, kamu tuh ya, sibuk pacaran apa, jarang aku tuh ngeliat kamu...," kata Keisha.


"enggak kok, kan Keisha tau sendiri hobi aku apa." kata Yura.


"eh, anime yang waktu itu kamu kasih seru, tau. Aku minta season berikutnya dong...," kata Keisha.


"sabar, masih tahun depan baru ada. di Jepangnya juga belum diproduksi." kata Yura.


"Oalah, Oh,iya, kamu mau makan siang bareng Ori,ya?" tanya Keisha.


Yura menggeleng, "Ori lagi sama Iskandar. jadi aku makan siang sama Rin." kata Yura.


"wah, kalo gitu aku nimbrung,ya..,"


"boleh."


Keisha pun mengikuti Yura.


*


Yura mengantar Keisha ke mejanya, di sana sudah ada Rin yang sibuk menikmati es campur.


"heh, enak ya lu, makan es campur, sedangkan gue nyari-nyari elu...," kata Keisha.


Rin hanya meliriknya lalu melanjutkan makannya lagi.


"ih, lu mengabaikan gue???" kata Keisha tak terima.


"cepetan, katanya lu mau ngasih gue infonya." kata Rin.


"info?" tanya Yura heran.


"iya, Yura, aku sama Rin lagi main detektif-detektifan." kata Keisha.


"hah?"


"itu baru kegiatannya hari ini, nanti kalo lu mau tau, tunggu sampe Minggu depan. Dan untuk kedekatannya sama Juan, sampe istirahat pertama tadi dia gak berhubungan sama Juan. Tapi gak tau setelah ini." kata Rin.


"kalian ngomongin siapa?" tanya Yura.


"Bella." kata Keisha.


"Bella? yang waktu itu ngasih cookies??" tanya Yura.


"uhm.., dia yang ngasih cookies." kata Rin lagi.


"kalian mau stalkerin Bella?" tanya Yura.


"iya, soalnya dia mengkhawatirkan, bisa-bisa dia merebut Juan sebelum Juan bisa jadi milik aku, Yura." kata Keisha.


"hey.., sekarang giliran lu. apa info yang lu dapet?" tanya Rin.


"huh.., Idho ngasih teka-teki...," kata Keisha.


"teka-teki?" tanya Rin.


"ya, yang gue tau, Idho itu Rival Iskandar dari kecil, dan dia cuman ngasih tau satu kelemahan Iska." kata Keisha.


"tunggu, kalo Bella, aku paham masalahnya, tapi ada apa dengan Iska? dia itu teman yang baik." kata Yura.


"Yura, di sinilah ungkapan don't judge by the cover berlaku. lu mungkin liat dia baik, tapi belum tentu dia orang baik." kata Rin serius.


"oke..,"


"oke, gue lanjutin, lu tau,kan, kalo Iska itu Perfect?" tanya Keisha.


"bahkan dia punya roti kasur di perutnya__, tunggu, lu mikir apa, sih Rin???" batin Rin lalu menggelengkan kepalanya.


"iya, kata lu,kan dia Perfect." kata Rin.

__ADS_1


"kata Idho. Itulah kelemahannya." kata Keisha.


"hah? bagaimana bisa kesempurnaannya menjadi kelemahannya???" tanya Rin heran.


"kok kayak de Javu,ya?" kata Keisha.


"hey, Keisha, apa maksudnya?" tanya Rin.


"entahlah, Idho cuman bilang, bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, makanya kesempurnaan yang dimiliki Iska adalah kelemahannya." kata Keisha.


"hah? aneh..," kata Rin.


"bukannya udah jelas." kata Yura tiba-tiba.


"jelas apanya??" tanya Keisha dan Rin bersamaan.


"sekarang logikanya begini, ketika ada suatu pentas boneka menjadi pentas yang sempurna, itu penyebabnya apa?" tanya Yura.


"itu karena ada yang memainkan boneka itu..., gak mungkin, itu teralu kejam...," kata Keisha.


"kejam? maksudnya?" tanya Rin.


"maksud Yura kesempurnaan yang dimiliki Iska itu semuanya udah di atur??" tanya Keisha.


"hah?" Rin semakin bingung.


"kalo dari petunjuk Idho harusnya begitu." kata Yura.


"*gue gak bisa mencegah perjodohan ini...,"


"bunda nyuruh gue jemput elu...,"


"lu gak bisa berharap sama gue*...,"


tiba-tiba terngiang semua kata-kata Iska di telinga Rin.


"iya, Yura..., lu bener...," kata Rin.


"tapi gimana caranya gue bisa menggunakan kelemahannya ini buat menggagalkan perjodohan?" batin Rin.


"oke, jadi gue udah bayar ya, sekarang tinggal elu yang ngasih tau semua info tentang Bella ke gue." kata Keisha bangga.


"tapi.., siapa orang yang udah bikin Iskandar jadi bonekanya? Bukannya ini teralu jahat? apa dia jadi komdis juga karena perintah orang itu? atau__,"


"Rin!!" panggil Keisha,


"hah? apa?" tanya Rin setelah tersadar dari lamunannya.


"jangan lupa, stalkerin Bella." kata Keisha.


"iya,iya. gampang. lu tunggu aja hasil semuanya Minggu depan." kata Rin. Ia lalu beranjak dan pergi tanpa pamit.


"loh? Rin.., kamu mau kemana?" tanya Yura, tetapi diabaikan oleh Rin.


Keisha tersenyum, "udah aku duga, Rin itu sebenarnya suka sama Iska. pasti dia shock denger kelemahan Iska." kata Keisha.


"bukannya Iska yang suka sama Rin?" tanya Yura.


"hah?"


"coba kamu perhatikan kalo Iska lagi sama Rin, Iska suka ngapain." kata Yura.


"suka ngapain?" Keisha malah makin bingung.


*


Rin berjalan sendirian,


"gue tau kelemahannya, tapi kelemahannya itu gak bisa ditunjukkan begitu aja__, tunggu, masih ada cara lain," batin Rin.


"gue bisa bikin dia benci sama gue!!!" kata Rin bersemangat, tiba-tiba ia sudah berhadapan dengan dada seseorang, Rin lalu mendongak dan orang itu menunduk sambil memandang wajah Rin.

__ADS_1


"I,Iska...," lirih Rin.


__ADS_2