
RIN POV
"maksudnya ini?" tanya Iska sambil menunjuk sebuah kotak kecil yang sudah ada di atas meja.
"dia juga dapet?" batinku.
"kok lu dapet Iska??" tanya Keisha.
Iska lalu mengambil sekeping cookies dan memakannya dengan santai,
"ah, dia lagi belajar bikin cookies gitu, jadi makanya suka bagi-bagi. Gue dapet karena tadi udah nemenin dia pas pagi-pagi sendirian di kelas."
"jadi mereka sempet berduaan?" batinku.
"enggak, yang gue heran, kok lu bisa akrab sama dia?" tanya Keisha lagi. Aku tersenyum mendengarnya, Kerja bagus, Keisha.
"dia itu sering di-bully akhir-akhir ini gara-gara ada gosip kalo dia itu PHO. Makanya, di setiap kesempatan yang ada gue selalu nolongin dia, tapi malah jadi akrab." kata Iska sambil tersenyum.
Aku menggigit bibir bawahku, dia berani-beraninya tersenyum saat sedang membicarakan perempuan lain di depanku__, tunggu, kenapa aku harus kesal?
"kalo orang itu, kenapa dia dapet?" tanya Keisha.
"Ori maksudnya?" tanya Iska.
"iya."
"kalo Ori dapet karena dia udah mau bekerja sama dengan baik sama Idho di tim mading. meskipun Bella dan Idho suka berdebat, tapi Bella itu sahabat Idho yang paling peduli sama Idho. Idho udah kayak adiknya sendiri." jelas Iska.
"ya ampun, sama si imut Idho? si personil boyband dadakan??" kata Keisha tak percaya.
"ah, gitu,ya julukan Idho...," kata Iska agak kaget.
"Oh,iya, gue ada urusan sebentar,ya." kata Iska tiba-tiba lalu beranjak.
"lu mau kemana?" tanya Keisha.
"pendekatan...," kata Iska lalu pergi.
"pendekatan??" gumamku bingung.
Iska lalu pindah ke meja lain, dia duduk dengan Indra dan kawan-kawannya.
"dia ngapain?" tanyaku.
"yah.., pendekatan ke anak-anak yang bermasalah.., dia sering gitu." kata Keisha.
"maksudnya?"
"tugas ketua komdis gak cuman mendisiplinkan anak-anak aja, tapi juga melakukan pendekatan agar anak-anak nakal itu gak mengulangi kesalahannya lagi." jelas Keisha.
__ADS_1
"hemm.., gue baru tau..," batinku sambil memandang Iska yang berbicara di Antara anak-anak itu sambil tersenyum, tapi mereka semua menatap Iska tajam.
"pasti capek jadi dia,ya..," kataku.
"ehem.., ciee..., mulai perhatian, kemarin cemburu, sekarang mulai peduli. Ada benih-benih cinta nih mulai tumbuh...," si Keisha ini gak ada puasnya menggoda aku terus.
"mendingan lu mikirin tuh, si Juan, dia juga kayaknya Deket gitu sama Bella." kataku.
"haah??! kok lu gak bilang, sih?"
"itu barusan gue bilang."
"ugh.., kata Iska gosip doang si Bella itu PHO. nyebelin, deh...," kata Keisha sambil melipat tangannya,
"oh,iya! mendingan kita lihat pertandingan my bebeb Juan yuk..,"
"cepet banget keselnya ilang..., haduuh...," batinku.
"uhm.., i,iya."
"yes! ayo!!" kata Keisha lalu menarikku lagi.
*
kini kami ada di pinggir lapangan. seperti biasa banyak sekali siswi-siswi di sini berkumpul untuk melihat permainan anak-anak cowok yang hobinya main di lapangan setiap istirahat.
"uhm..., seharusnya ada Juan..., Itu dia!" kata Keisha heboh.
"ya ampun...," keluhku sambil memutar bola mataku. orang yang sedang jatuh cinta itu aneh,ya.
"Awas!!!" tiba-tiba banyak orang yang berteriak, membuat aku menoleh, ada sebuah bola basket yang terlempar ke arah Keisha!
"hap!" tiba-tiba bola itu berhenti tepat di depannya,
Keisha masih terpaku atas apa yang terjadi,
"woy...! Kalo ngelempar bola ke orang yang main, jangan ke penonton!!" kata Juan yang tadi menangkap bolanya.
Juan? menangkap bolanya? Bukannya tadi waktu datang ke sini dia ada di sisi lapangan yang jauh dari tempat kita berdiri. Geraknya cepat juga. Dia juga cukup peka..., tunggu, Apa jangan-jangan Juan memperhatikan kehadiran Keisha? Aku segera meneleh ke arah Keisha. Dia masih tersipu karena baru saja diselamatkan oleh orang yang disukainya.
"apa jangan-jangan Juan juga punya perasaan yang sama kayak Keisha? ah, enggak, mungkin emang dia aja yang sadar kalo bola itu dilempar ke arah yang salah. Dia bahkan gak menatap Keisha tadi seharusnya kalau dia suka Keisha, dia mengambil kesempatan itu atau___, dia malu?" mulai banyak dugaan yang berputar-putar di kepalaku.
"ya ampun.., my Hero...," kata Keisha Pasih terpesona dengan kejadian tadi.
KRIIING...,
Padahal belum lama nonton pertandingan basket ini. Aku lalu melihat jam tanganku,
"Keisha, ayo balik." ajakku.
__ADS_1
"ugh..," Keisha malah diam saja.
"ada ap__," aku melihat Juan sedang tertawa lepas dengan Bella.
"saingan...," kata Keisha.
"waduh..., gawat, nih, mending gue kabur aja kali,ya??" batinku sambil diam-diam berjalan mundur.
"Rin!" panggil Keisha membuatku otomatis berhenti, ya ampun kaki, kenapa, sih gak mau bekerjasama di saat seperti ini??
Keisha lalu menoleh dan memandangku,
"Rin, cari informasi tentang hubungan mereka! atau kalo perlu kita kasih dia pelajaran!!!" kata Keisha.
"ya ampun, kalo udah gini, Keisha ini menyeramkan." batinku.
"Rin!!" panggil Keisha lagi.
"iya,iya...," kataku menyerah.
"Iskandar, please amankan temen lu yang satu ini.., aduuh..," batinku lagi. Tunggu, kenapa juga aku malah kepikiran tentang Iskandar.
*
Author POV
Ori berjalan di samping Yura. berkali-kali Yura memandang Ori.
"ada lagi yang mau lu omongin??" tanya Ori yang risih.
"umm.., mu,mulai sekarang, Yura akan percaya sama Ori. Apapun yang terjadi."
"gak usah. mau berprasangka buruk sama gue itu hak lu. Mau nampar atau nyiram gue pake air, itu juga hak lu. Jangan terlalu mudah percaya sama orang. Apalagi orang kayak gue." kata Ori lagi.
Yura menggeleng, "Meskipun begitu, Ori adalah orang yang bikin Yura jatuh cinta lagi." kata Yura.
Blush!
"sial, omong kosong apa, sih yang dia bilang!" keluh Ori dalam hati.
"kalo lu kayak gini, bisa-bisa lu ditipu orang dan mudah disakitin." kata Ori.
"kan ada Ori yang jagain Yura." kata Yura lagi.
"terserah deh, lu mau ngomong apa." kata Ori memilih menyerah dan berjalan lebih cepat lalu meninggalkan Yura.
Yura menarik napas panjang,
"semangat Yura. Kamu gak boleh menyerah." kata Yura menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1