Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 69


__ADS_3

"Idho, kok lu yang angkat, sih???" tanya Rin kesal.


"shuut.., mamah Rin, jangan berisik...," kata Idho agak berbisik.


"kenapa emangnya?" tanya Rin dengan suara pelan.


"Iskandar lagi menginterogasi Ori, tapi gara-gara hape ini bunyi terus Idho jadi gak ikut dengerin interogasinya, deh..," kata Idho kecewa.


"interogasi? interogasi apaan?" tanya Rin.


"yeh.., mamah Rin gak tau? Ori kayaknya lagi berantem sama Yura...," kata Idho. Rin lalu memasang mode loadspeaker,


"cepet kasih tau apa aja interogasi yang lu denger..," kata Rin.


"lu lagi sama Yura,ya? terus ini di-loudspeaker,ya..," tebak Idho.


"iih.., cepet gak Idho !!" kata Rin.


"duuh..., iya, deh.., mamah Rin, nih sama galaknya kayak papah Iska. Anak Idho jadi tatuut..." ledek Idho.


"Idho !!"


"iya,iya.., jadi gini.., tadi Ori bilang dia lagi kesel sama Dion anak IIS B. Soalnya ngedeketin Yura terus...," kata Idho.


"lah? jadi dia gak marah sama Yura?" tanya Keisha tiba-tiba nimbrung.


"mana sanggup dia marah sama Yura..., Lu emang gak lihat apa dari matanya kalo ngeliat Yura tuh beda. kayak penuh cinta gituuuh...,"


"ih, tapi Ori tadi pagi marah-marah tau sama Yura...," kata Rin.


"eh? sumpah demi apa??" tanya Idho kaget.


"iya.., makanya Yura sekarang lagi nangis-nangis di rumah gue..," kata Keisha nimbrung.


"hemm.., gue gak denger sampe dia marah ke Yura, sih. Tapi gue yakin seratus persen Ori, tuh lagi jealous...," kata Idho.


"yah, iyalah.., mana ada, sih cowok yang gak jealous di saat ceweknya dideketin cowok lain." kata Keisha.


"yah, elu aja belum jadian udah di jelousin, ya, hahaha...," ledek Idho pada Keisha.


"ih, berisik lu!" kata Keisha kesal.


"sorry my Queen..," kata Idho sambil cengengesan.


"lanjut, Dho..," kata Rin.


"apa yang mau dilanjutin, Rin? Gue cuman tau segitu doang. Oh,iya! Mereka lagi diem-dieman,ya?" kata Idho lagi.


"Iya, Idho.., Ori bilang mau diem-dieman sama Yura..," kata Yura yang ikut dalam obrolan ini.


"ini Yura,ya?" tanya Idho.


"iya..,"


"Yura.., lu siapin mental aja abis ini." kata Idho tiba-tiba.


"kenapa emangnya Idho??" tanya Yura khawatir.


"nih, gue kasih tau ke elu, ya.., Selama delapan tahun gue kenal Ori.., dia itu terbiasa mengalah, terutama untuk menghindari masalah...," kata Idho.


"terus?" tanya Rin dan Keisha kompak.


"kalo Yura gak jaga jarak dari Dion ada kemungkinan kalo Ori bakalan menyerah sama hubungannya...," kata Idho.


"What ???!!" teriak Rin dan Keisha.


"woy.., budek, nih kuping gue !!" protes Idho.


"lu lagian ngomong sekate-kate aja!!" kata Keisha tak terima, sedangkan Yura berusaha menahan air matanya lagi.


"yah.., makanya, kalo Ori sampe marah ke Yura berarti itu kode keras." kata Idho.

__ADS_1


"Dho.., please buat Ori mau ngomong sama Yura.., gue gak tega, nih ngeliat Yura bersedih Hati...," kata Keisha.


"iya,iya..., tenang aja lu pada.., kan ada papah Iskandar.., curhat dong Pah...," kata Idho.


"ngomong sama siapa lu, Dho?" tiba-tiba terdengar suara Iskandar.


"wah.., Iskandar udah kelar noh.., gue tutup dulu,ya.., bye." Tiba-tiba telpon putus.


"Rin.., Keisha.., bagaimana ini...," kata Yura lirih. Keisha dan Rin langsung memeluk Yura.


"tenang aja, Yura..., positif thinking aja, yah..," kata Rin.


*


Sementara itu,


Dion memutar-mutar cangkirnya. Malam ini ia janjian dengan seorang gadis di sebuah cafe salah satu mall besar,


"ternyata gak salah minta bantuan lu...," kata Emalia sambil tersenyum puas.


Dion tersenyum lalu meletakkan Coffee latte nya di atas meja,


"terlalu cepat kalau puas sekarang....," katanya.


"hah? maksudnya?" tanya Emalia.


"gue itu bukan cuman berniat ngasih mereka masalah.., tapi gue berniat ngerebut Yura.., kalo dilihat-lihat, kayaknya Ori bukan lawan yang sulit...," kata Dion.


"yah.., terserah lu, deh.., yang pasti gue mau mereka satu persatu hancur..," kata Emalia dengan senyum liciknya.


"wait.., kayaknya lu masih belum paham,ya?" kata Dion.


"belum paham apanya?"


"gue cuman mau Yura. Sisanya lu pikirin aja sendiri..," kata Dion lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi.


"apa__, Dion !!! ck.., sial.." kata Emalia tak sanggup berkata-kata. Namun tiba-tiba ia teringat sesuatu dan membuka galeri di ponselnya,


"hemm.., kayaknya gue punya sesuatu yang bakal ngancurin dua orang sekaligus...," kata Emalia.


*


Yura duduk di hadapan Ori sambil menunduk. Ia tidak sanggup menatap wajah Ori yang sedang marah padanya,


"Ori.., aku seneng kamu mau ajak aku bicara. Aku kira kamu gak mau bicara sama aku__,"


"Yura..," potong Ori.


"hm?" tanya Yura lalu mengangkat kepalanya, Ia mulai berani menatap wajah Ori karena Ori memanggilnya dengan lembut.


"Ori udah instrospeksi diri semalaman...,"


"ya.., lalu?"


"Ori juga udah memikirkan semuanya. Tentang Yura dan tentang Ori...," kata Ori lagi.


"lalu ?"


"Ori rasa.., hubungan kita ini kesalahan...," kata Ori lagi.


Yura sempat terdiam,


"uhm..., maksud Ori kesalahan?" tanya Yura lirih karena mulai khawatir.


"Yura tau.., Ori itu gak sengaja Nerima Yura jadi pacar Ori__,"


Yura langsung menutup kedua telinganya,


"gak..., Yura gak mau denger kelanjutannya...," kata Yura.


"Yura..," Ori melepaskan kedua tangan Yura yang menutup telinganya,

__ADS_1


"Ori sadar kalau Ori gak pernah membalas perasaan Yura dengan benar...," kata Ori lagi.


"lalu?" tanya Yura yang masih berharap.


"mungkin Dion bisa__,"


"gak !! Gak ada yang bisa !!" potong Yura.


"Yura...,"


"cowok yang Yura suka itu cuman Ori. Ori satu-satunya. The one and only!!!" kata Yura keras kepala.


"Yura.., tapi kita pacaran ini gak bener. Ori gak mau Yura terus-terusan bertepuk sebelah tangan...," kata Ori lagi.


"bertepuk sebelah tangan? Yura?" tanya Yura.


"ya.., cinta Yura bertepuk sebelah tangan karena Ori gak pernah suka sama Yura. Ori gak pernah punya perasaan apa-apa sama Yura...," kata Ori lalu ia menggigit bibir bawahnya.


Yura menggelengkan kepalanya,


"Ori.., apa karena Yura udah menjebak Emalia makanya Ori cari-cari alasan?" tanya Yura.


Ori menggeleng,


"gak Yura.., bukan karena itu. perasaan lu ke gue emang dari awal udah gak ada harapan..., gue gak bisa sama elu.., "


"Ori...," kata Yura mulai menitikkan air mata. Ori langsung membuang mukanya. Ia bahkan tidak sanggup jika harus melihat Yura menangis.


"Yura.., gue cuman berusaha jujur sama elu.., Gue gak mau lu berada di hubungan yang gak jelas..., Gue cuman memperjelasnya..," kata Ori lagi.


"Ori...," rengek Yura.


"udah Yura !!" bentak Ori.


Yura bungkam dengan wajah yang sudah dibasahi air mata. Ori menatap wajah Yura tajam. Ia lalu menelan ludahnya,


"kita putus !!!"


*


Sementara itu di Kelas XII MIA C,


Iskandar memandang lurus pada Rin yang duduk di hadapannya,


"apa?" tanya Rin.


"kemaren lu nelpon gue?" tanya Iskandar.


"iya...," kata Rin lalu fokus kembali ke buku catatannya.


"kenapa?" tanya Iskandar.


"kalo lu penasaran, harusnya lu langsung telpon balik !!!" kata Rin.


Iskandar mengerjap-ngerjapkan matanya,


"akhir-akhir ini sikap Rin sepertinya berubah...," batinnya.


"sorry.., tapi gue udah denger semua dari Idho...," kata Iskandar lagi lalu melirik tas yang tergantung di meja sebelah tempat duduk Rin,


"Yura duduk di sebelah lu, ya sekarang?" tanya Iskandar.


"iya.., aura Ori katanya masih belum berubah...,"


Iskandar menghela napas,


"yah..., sekarang mereka sedang bicara..., dalam hal ini gue gak bisa maksa Ori untuk ambil keputusan...," kata Iskandar.


"hah? maksudnya apa?" tanya Rin.


"yah.., bisa jadi Yura bakalan jadi temen sebangku lu selamanya...," kata Iskandar lagi.

__ADS_1


"apa??!! berarti maksudnya__,"


"RIIIIN !!!!" Tiba-tiba Yura datang dengan wajah yang tidak karu-karuan.


__ADS_2