
"Heh, gue gak ada di rumah bukan berarti lu gak jagain Apple, Pineaple, Bubble, Marble dan Isabel, ya. Lu udah kasih mereka makan belum???" Omel Iskandar pada Dita di telepon.
"kooceeng terooos..., " sindir Nia yang jalan melewati Iskandar.
"berisik, nih Kak Nia!" kata Iskandar. Ia lalu kembali ke teleponnya,
"jangan lupa, hari ini mereka harus ke salon kucing, mereka juga butuh perawatan." kata Iskandar.
"langsung kayak emak-emak dia kalo udah ngomong tentang kucing, ck,ck..," kata Ori sambil mengelus Kupung, Kucing abu-abu miliknya.
"lu sama aja, woy..," kata Nia lalu pergi ke dapur.
Ori mendatangi Iskandar yang baru saja memutus teleponnya.
"sabar, Papah Iska, aunty Dita pasti ngurusin Apple, Pineaple, Buble, Marble dan Isabel." ledek Ori.
"hadeeh..., otak gue selalu kebagi dua kalo mau ujian." kata Iskandar mengacak-acak rambutnya lalu pergi ke ruang makan.
"woy.., adik-adik gue, makan dulu gih, sebelum zuhuran. udah gue masakin, nih...," kata Nia yang sudah menyiapkan berbagai hidangan di atas meja.
Ori segera datang ke meja makan,
"waah..., kalo ada perempuan makanan gue terselamatkan yaa...," kata Ori.
"siapa dulu, kak Nia." kata Nia membanggakan diri.
"tapi, Sorry ya kak Nia, kita gak bermaksud ngasih pujian loh." kata Iskandar sambil mengambil nasi ke atas piringnya.
"iih.., yang ini songong banget, sih, yang satu tukang ngedumel, yang satu songong! Duuh.., untung gue sayang sama kalian berdua." kata Nia berusaha menghibur diri.
*
Rin memperhatikan dengan seksama cara mengerjakan soal statistik yang diajarkan Keisha,
"udah paham belum lu?" tanya Keisha.
"hemm.., ya,ya.., udah,kok." kata Rin.
"lagian, ngapain juga lu belajar statistik, sih Rin? kan itu pelajaran semester satu." kata Liska.
"nah, itu,tuh pak Dwi, emang. Katanya ada soal rahasia kisi-kisinya materi semester satu. ewh.., kebiasaan tuh wali kelas gue sok misterius."
"intinya mah lu suruh belajar semua, hahaha...," kata Keisha.
"Darling..., I'm coming !!!" tiba-tiba dari luar ada suara orang berteriak.
"Assalamualaikum Babe !" lanjut orang itu.
"yah, itu pasti si jambul cetar membahana datang." kata Rin malas.
"Liska, dia kalo Dateng ke sini emang heboh gitu? gak dimarahin sama Babe lu?" tanya Keisha.
"yah.., Babe bahkan suka lupa kalo anaknya itu gue, bukan Roger." kata Liska.
"uhmm.., paham, paham...," kata Rin dan Keisha bersamaan.
"Hai semuanya !!" bukannya Roger yang menampakkan diri malah seorang perempuan yang datang ke tempat mereka belajar di ruang tengah,
"Emalia? dia Emalia,kan anak IIS B, temen sekelasnya Liska." batin Rin langsung mengenali perempuan itu.
__ADS_1
"Halo gadis-gadis cantik...," sapa Roger yang baru datang sambil membawa segelas jus jeruk.
"eh, gue tau, dia Roger, terus lu siapa?" tanya Keisha.
"gue Emalia, temen sekelasnya Liska." kata Emalia lalu duduk di samping Yura yang dari tadi serius latihan soal.
"ooh.., iya, juga ya, di sini anak IPA semua. kalo gitu kenalin gue__,"
"Keisha. lu Keisha,kan? semua orang kenal sama lu. di kelas gue banyak loh yang suka sama lu." kata Emalia.
"ooh.., iya..," kata Keisha.
"eh, gue gabungnya abis zuhuran, ya, Babe udah ngajak, tadi pas gue Dateng." izin Roger.
"terserah jambul lu, dah!" kata Liska.
"ya ampun, Neng Liska, jangan ngambek gitu, dong sama Babang Rohman. Nanti cantiknya berkurang." kata Roger gombal lalu meminum jus jeruknya.
"ckck.., udah, lu siap-siap gih, Zuhuran." kata Rin.
"siap ! Rin Boncel." kata Roger lalu beranjak.
"ugh.., sabar, Rin.., Sabar." batin Rin.
*
Iskandar mengoreksi jawaban Ori,
"hemm.., delapan puluh persen bener." kata Iskandar lalu memberikan buku Ori.
"Iskandar...," kata Ori sambil mengambil bukunya yang berisi sedikit coretan merah.
"hm ?" kata Iskandar yang sibuk membaca bukunya.
Iskandar lalu terhenti. Ia lalu meletakkan bukunya.
"kenapa tiba-tiba lu__,"
Ori tersenyum, "soalnya tadi ada yang jealous..," sindir Ori.
Iskandar terdiam, "gue percaya sama lu, Ori..., tapi..., Rin...,"
"hubungan gue sama Rin itu kayak hubungan lu sama Keisha. Tenang aja. Gue akan selalu ada di pihak lu apapun yang terjadi." kata Ori sambil meninju pelan dada Iskandar.
Iskandar tersenyum.
"lanjutin tuh, soal berikutnya !" kata Iskandar.
*
Yura berdiri di depan kelas ujiannya dan membaca daftar anak yang ujian di kelas yang sama dengannya,
"hm.., gak ada nama Ori. ya pastilah, aku ini anak baru, abjad namaku bahkan huruf Y."
"hei, Yura, gak masuk?" sapa Teguh, ketua kelas XI MIA C.
"hai Teguh. Kita seruangan, ya." kata Yura.
"iya, ini Ujian pertama elu,ya sejak jadi murid di sini?" tanya Teguh.
__ADS_1
"iya."
"kalo gitu, semangat, yaa..," kata Teguh lalu masuk ke kelas.
"Kamu semangat juga !!" teriak Yura.
"Weh.., Semangat Ujiannya Yura !" kata Roger yang tiba-tiba datang dari belakang,
"iya, Roger. Kamu juga Semangat. Jangan dilupain rumus kemarin." kata Yura.
"haah.., kenapa juga di hari pertama harus matematika. Biasanya,kan Matematika itu di hari Rabu. harusnya hari pertama itu Agama dan bahasa Indonesia." keluh Roger.
"untuk uji adrenalin, kali." kata Yura.
"waduh, bener juga, hahaha..., kalo gue mah yang ada serangan jantung, hahaha...," kata Roger sambil tertawa.
"kamu ada-ada aja, hahaha..," kata Yura ikut tertawa.
Ori yang ruang kelasnya tak jauh dari situ diam-diam memperhatikan Yura dan Roger,
"masih bisa senyum, heh?" gumam Ori sambil mendengus lalu masuk ke kelasnya.
"Ori culun !!!!" sapa Bella saat Ori masuk membuat Ori berhenti melangkah.
"ke,kenapa lu..,"
"oh,iya, dia anak IIS. kenapa juga digabungnya sama kelas ruangan gue?" batin Ori.
"ya ampun, Ori, Bella khawatir loh, kata Iska, Ori sakit." kata Bella sambil menyenderkan sikunya di bahu Ori.
"ehm !"
"eh, sorry, hehe...," kata Bella lalu menarik sikunya,
"tapi Ori, kasian tau cewe kamu, yang harusnya dia bersemangat karena mau menghadapi ujian, tapi dia malah sediih, terus." kata Bella.
"lu emang tau, siapa cewek gue?" tanya Ori lalu masuk ke dalam kelas dan mencari bangkunya.
Bella mengikutinya dari belakang,
"yah, tau lah, My cute boy alias Idho, kan sumber segala gossip di sekolah ini."
"jurus nyinyirnya dikeluarin, keh...," kata Ori yang tak sanggup berkata-kata.
"tapi dia sedih pasti karena khawatir sama kamu, atau kalian punya masalah lain?"
"jangan sok tau." kata Ori cuek.
"lagian, Ori, kamu, tuh kalo jadi cowo pengertian sedikit, dong sama cewek. Hem.., kalo punya masalah jangan malah lari. sekuat-kuatnya seorang cewek, hatinya itu tetap lembut. Kamu lupa sama teori cewek, apa yang ada di hati beda dengan yang dikatakan."
DEG !
Tiba-tiba Ori mengingat tawa Yura bersama Roger.
"mungkin ia tertawa, tapi menangis menangis keras. "
"culun tuh, boleh, tapi sikap kamu sama cewek kamu tetap harus gentle." kata Bella.
Ori terdiam mendengar semua kata-kata Bella, Cewek berisik yang suka sok Deket dengan hampir semua orang di sekolah ini.
__ADS_1
"mendingan kita fokus ujian dulu." kata Ori.
"iya, iya, tau, deh yang teladan." kata Bella.