Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 73


__ADS_3

Aku kembali ke kelas bersama Ori. Setelah membicarakan dengannya, entah kenapa aku sedikit merasa lega. Sayangnya aku kembali tidak tenang karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi dan aku belum menyelesaikan tugas dari Pak Dwi.


Saat aku sampai di kelas, lagi-lagi aku dibuat kaget,


"Keisha?? Juan??" kataku yang mendapati dua sejoli ini lagi nonton video bareng di bangku depan tempat dudukku.


"oh,hai kakak ipar..," sapa Juan santai. Tunggu, kenapa dia memanggilku kakak ipar?


"akhirnya lu balik juga, udah ketemu Iskandar?" tanya Keisha.


Aku menggeleng lalu duduk di bangkuku dan mencari buku tugasku di laci meja.


"tuh anak kemana, sih?" kata Keisha kesal.


"palingan lagi refreshing ke kandang kelinci peliharaan sekolah. Akhir-akhir ini tugas dia banyak..," kata Ori sambil duduk di bangkunya.


"eeh?? buku tugas gue kemana???" tanyaku panik.


"udah gue kumpulin..," kata Keisha enteng.


"loh??? kok dikumpulin??? kan belum selesai!!!" kataku makin panik.


"udah gue selesain. tenang...," kata Keisha lagi.


"Keisha....," kataku terharu.


"udah-udah gak usah sampe terharu gitu, deh...," kata Keisha lagi.


"Oh,iya.., tapi Rin.., lu sama Ori gak bener-bener ada something,kan?" tanya Juan yang menghancurkan suasana haru ini.


"NGGAKLAH!!" Kataku dan Ori kompak.


"duuh.., jadi ini beneran gossip. Aneh, deh.., kayak sengaja gitu gossip ini disebar." kata Juan lagi.


"kamu juga mikir gitu, Beib?" tanya Keisha.


"iya.., gak apik mainnya. gak seru..," kata Juan. malah komentar permainan si penyebar gossip.


"oh, terus harus belajar dari kamu dulu gitu biar apik mainnya, Beib???" tanya Keisha emosi.


"ehehe.., aku gak maksud gitu loh, sayangku.., Rin.., Ori.., gue di pihak lu pada,kok.., suwer...," kata Juan.


"iya, iya..., gue percaya..," kata Ori yang membuatku kaget. Bukankah dia hanya berhubungan baik dengan Iskandar.


"Kei..," kata Ori lagi.

__ADS_1


"eh? tumben lu manggil gue, kenapa, Ori?" tanya Keisha.


"please, tolong tetap ada di sisi Yura..., gue khawatir dia malah marah sama Rin dan menghancurkan pertemanan kalian...," kata Ori lagi.


"pertemanan?" tanya Keisha. Ya, aku juga mempertanyakan kata itu. Otakku lagi-lagi mulai menganalisis situasi aneh yang terjadi ini. Dan akhirnya hasilnya keluar. Jika memang pertemanan kami bertiga yang ingin dihancurkan, bukankah ini seperti bentuk balas dendam seseorang yang pernah dirugikan karena pertemaman antara aku, Keisha dan Yura?


"please.., tenangkan Yura dan buat dia mengerti...," kata Ori lagi.


Juan malah tersenyum mendengarnya,


"gue mau kasih saran aja, nih Ori...," kata Juan.


"apa?" tanya Ori.


"mending abis lulus SMA ini lu nikahin dah tuh Yura.., gak apa-apa kali, banyak juga kok orang yang nikah sama mantan..," kata Juan. Sepertinya dia juga menyadari bagaimana seorang Ori perhatian pada Yura.


"aduuh.., Bebeb..., mulai aneh, deh ngomongnya...," protes Keisha sambil mencubit lembut pipi Juan. Benar-benar tontonan yang menyebalkan. Kalau aku melakukan itu pada Iskandar.., Tidak Rin, Iskandar pasti langsung menangkis tanganku dan menatapku tajam, dan akhirnya aku terbunuh dengan tatapannya. Aku langsung menggeleng-gelengkan kepalaku untuk menghilangkan kehaluanku barusan.


*


ISKANDAR POV


"uugh.., Elizabeth..., kenapa, sih kamu imut bangeeet???" Aku benar-benar tidak tahan dengan keimutan kelinci putih peliharaan sekolah ini, apalagi mata merahnya membuat dia semakin imut dan terlihat cantik.


"ehehe.., sorry..," kataku.


"ketua kalo lagi sama kelinci langsung beda auranya...," kata Anna, pengurus kelinci peliharaan sekolah lainnya.


"soalnya kalau sama kelinci langsung dia buka topeng sangarnya, Anna..., kalo enggak, nanti kelincinya ngira mau dimangsa lagi, hahaha...," si Teguh ini sering meledekku begini, tapi yang dia bilang memang tidak salah.


"ya udah-ya udah..., sini Elizabeth nya.., udah mau masuk, nih ketua..," kata Anna.


"yah..., masih belum mau pisah...," rengekku.


"ih, ketua kayak anak kecil aja.., nanti kalo ketua komdis kena hukuman telat masuk kelas, kan jadinya gak lucu...," kata Anna. Perkataannya juga tidak salah.


"haduh.., baiklah..," kataku lalu memberikan Elizabeth pada Anna.


"Ketua.., apa masalah di grup chat cukup bikin ketua sedih?" tanya Teguh seolah bisa baca isi hatiku.


"loh? kenapa bisa sedih?" tanya Anna yang tidak jadi memasukkan Elizabeth ke kandang karena mendengar perkataan Teguh.


"uhm.., boleh kasih tau Anna, kan Ketua?" tanya Teguh.


Aku terdiam untuk berpikir sejenak. Lagipula Rin tidak mau menyembunyikan hubungan kami lagi,

__ADS_1


"apa yang tidak boleh Anna tahu?" tanya Anna lagi.


"Rin tunangan gue..," kataku mengaku.


"ooh.., Rin__, Rin yang lagi diomongin sama grup???!!" tanya Anna kaget.


Aku mengangguk,


"bukan cuman tunangan..., tapi Rin juga satu-satunya cewek yang gue suka...," kataku mengakui lagi. Mudahnya mengakui ini pada orang lain, tapi kenapa sulit,ya mengakuinya pada Rin?


"Apaa??!!!" tanya Anna makin kaget.


Teguh tersenyum lalu mengambil Elizabeth yang ada di pelukan Anna,


"Mommy.., Elizabeth nya mau istirahat dulu.., sini Ayah yang antar." kata Teguh pada Anna yang memulai drama keluarga bahagia dengan kelinci sebagai anak-anak mereka.


"iih.., Teguh.., Anna,kan lagi kaget...," protes Anna.


"jangan lama-lama, dong.., ketua komdis di sini,nih.., posisi Teguh sebagai anak beasiswa nanti jadi sulit." kata Teguh lalu memasukkan Elizabeth ke kandangnya.


Aku tersenyum mendengar perkataan Teguh,


"ya ampun.., baper amat lu...," sindirku.


"gue gak mau,ya posisi gue sebagai anak paling teladan selama dua tahun berturut-turut digeser..," kata Teguh lagi.


"ketua, ketua gak apa-apa,kan? Ketua.., percayalah, itu semua cuman gossip, pasti yang di foto itu cuman kebetulan aja...," kata Anna berusaha menghiburku.


Aku lalu menatapnya yang sedang khawatir padaku,


"iya.., gue juga berharapnya begitu..,"


"ketua, ketua gak boleh menyerah untuk mengejar cinta Ketua !! Teguh aja gak pernah nyerah !! iya,kan, Guh?" kata Anna.


"Aaah..., Iya...," kata Teguh.


"tunggu.., bukannya kalian pacaran,ya?" tanyaku membuat wajah mereka berdua pucat, sepertinya itu hanya kabar burung saja.


"NGGAKLAH !!!" kata mereka berdua kompak.


Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku.


Ting !


Tiba-tiba ada notifikasi di ponselku. Bukan notifikasi dari grup chat angkatan, melainkan orang lain. Ya, orang itu adalah Yura.

__ADS_1


__ADS_2