Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 37


__ADS_3

Telinga Rin sudah mulai panas. Bahkan Jus mangga yang tadi sengaja ia pinta es batunya lebih banyak kini jadi terasa panas. Ia benar-benar salah memilih tempat ini sebagai tempat duduknya,


"hwaaa..., gimana dong, Rin. Pengumpulannya sebentar lagi. Tapi gue buntu. tolongin gue please...," dari tadi yang keluar dari mulut Keisha hanya itu.


"haduuh.., lu beneran gak ada yang bisa dipintain tolong apa???" tanya Rin mulai gerah. Masalahnya ia bahkan tidak mendapatkan mata pelajaran pilihan Sosiologi. Di kelasnya mata pelajaran pilihan adalah Ekonomi.


"satu-satunya temen gue gak mau nolongin gue, heuheu...,"


"Iska?" tebak Rin.


"Iya..., hwaaaa...," rengek Keisha.


"kenapa Keisha ini bergantung banget, sih sama Iska. Apa Iska yang bikin Keisha bergantung sama dia ?" batin Rin.


"Rin..,"


"eh, iya?"


"lu kesel, ya?" tanya Keisha.


"eh? kesel kenapa?" tanya Rin.


"soalnya gue deket-deket sama tunangan lu."


"ah..., gak___, Apa tadi lu bilang?" tanya Rin.


"gue deket-deket sama tunangan lu. Iskandar Radjamuda Utama tunangan lu, kan?" tanya Keisha lagi.


"what__," mendengar itu Rin benar-benar tak bisa berkata-kata.


"yang bener baru calon tunangan, woy. Gue belum resmi tunangan sama dia !!!!" teriak Rin dalam hati.


"kenapa? gue salah? itu gossip doang, ya? tapi masa iya?"


"nih anak tau darimana lagi??" batin Rin lagi.


"Idho! kemaren Idho tau kalo gue sama Iska__, ck, sial !"


"Rin..," panggil Keisha.


"udah, mending lu kerjain tuh tugas remed lu !" kata Rin.


"duuh.., tapi gimana? gue udah buntu. tolongin gue, dong...," Keisha langsung pusing lagi begitu diingatkan tentang tugasnya.


"meskipun nih anak nyebelinnya tujuh keliling, tapi kasian juga kalo lagi kesulitan gini...,"


"semangat Keisha ! Keisha pasti bisa !!" kata Keisha lalu fokus pada laptopnya lagi.


"oh iya!" kata Rin tiba-tiba.


"kalo lu mau ninggalin gue kayak Iska, mending gak usah ngomong." kata Keisha mulai bete.


"gak, Kei. Ide gue ini judulnya Menyelam sambil Minum Air...,"


"please, Rin. Ngomong yang jelas. Otak gue lagi gak bersedia buat mencerna kalimat tersirat kayak gitu."


"oke, oke. ehm.., gini, Kei.., kenapa lu gak minta bantuan Juan. Dia itu anak IIS A. Dan asal lu tau, dia itu juga sering jadi kandidat buat lomba. Intinya dia itu anak-anak pinter di kelas IIS A. gimana??"


"Juan?" mendengar nama itu senyum Keisha langsung mengembang,

__ADS_1


"That's good idea !! Gue bisa berduaan sama dia dengan alasan ngerjain remed ! Cemerlang !!"


"pinter,kan gue...," kata Rin membanggakan dirinya.


"semenjak lu jadi tunangan Iskandar makin pinter lu ya." kata Keisha.


"ya iyalah__, eh?"


"jadi itu bukan cuman gosip?? congrats ya...," kata Keisha.


"**** lu Rin..., mulut lu gak bisa dikontrol apa??" batin Rin.


"Hem.., tapi gimana caranya,ya Rin? lu punya kontaknya?" tanya Keisha.


"uhm..., punya, sih...,"


"tapi kita,kan gak Deket sama dia. Aneh banget kalo tiba-tiba minta tolong....," kata Keisha.


"ehm..., hello guys!" tiba-tiba ada yang menyapa Keisha dan Rin. Mereka berdua menoleh,


"hai, uhmm.., kalian lihat Idho dan Odi, gak?" tanya perempuan itu yang sebenarnya adalah Bella.


Rin dan Keisha saling memandang. Seolah memiliki pemikiran yang sama,


"uhmm.., sebenarnya kita gak lihat tuh...," kata Keisha.


"duuh.., aku gabung di sini ya.., mau istirahat dulu." kata Bella lalu duduk di samping Rin.


"emangnya mereka kemana? dan buat apa lu nyariin mereka?" tanya Keisha.


"mau refreshing lah.., mereka tuh curang!!" kata Bella.


"ooh.., Tapi Bel.., Rin bisa bantuin lu nyari mereka." kata Keisha lagi.


"hah? Rin?" Bella langsung melihat ke arah Rin. Bella memperhatikan Rin dengan seksama,


"oh, Rin pacarnya Iska?" kata Bella.


"pacarnya Iska? bukan, bukan mereka itu udah tunangan." kata Keisha.


"aish, Keisha duduk di hadapan gue, susah deh nutup mulutnya...," batin Rin.


"tunangan?? Ya ampun.., congratulation yaa...," kata Bella lalu memeluk Rin.


"gue dipeluk?? Duuh.., Lidah.., katakanlah kalo lu sama Iska belum tunangan...," Batin Rin.


"oh,iya kamu beneran mau bantuin aku nyari dua anak itu?" tanya Bella.


"itu...,"


"iya ! tapi lu bisa tolongin gue,gak?" tanya Keisha.


"tolongin apa?" tanya Bella.


*


Rambut Juan acak-acakan. Semua pelajaran IPSnya unggul, tapi kalo hal-hal tentang Sains, ia benar-benar buta. Kini Ia harus mengerjakan tugas remedial Biologinya.


"apes banget gue..., kenapa juga gue doang yang diremed?" kata Juan.

__ADS_1


Drrt...,


tiba-tiba ponselnya berdering di saat dia sedang sibuk-sibuknya berselancar di internet,


"uugh... Si Bella ganggu gue aja..., eh? video call lagi gila nih anak!!" kata Juan hendak mereject nya.


"Hello Beib...," tiba-tiba keluar suara cempreng dari ponselnya,


"laah?? sialan, gue angkat lagi...," umpat Juan.


"Bebeb Juan..., kamu masih sibuk,ya??" tanya Bella.


"lu mau apa? Kalo gak penting gue tutup !!" kata Juan.


"wait.., wait.., jangan Doong...," kata Bella.


"ehm.., gini Juan.., ada yang lagi butuh bantuan kamu, nih...," kata Bella.


"siapa?" tanya Juan.


Bella segera mengarahkan kameranya pada Keisha.


"nih.., Keisha kesayangan kita semua lagi butuh bantuan kamu. Bantuin dia, ya...," kata Bella.


Juan hanya bisa terbelalak, ia benar-benar tak percaya ada wajah Keisha di layar ponselnya, Selama ini ia hanya berani memperhatikannya diam-diam dari kejauhan,


"mau,ya..., kasian loh dia..., atau mungkin kamu mau minta bantuan dia buat remed biologinya? yah.., barter lah.., Keisha mau,kan?" tanya Bella. Keisha yang sebenarnya juga salting melihat Juan hanya bisa mengangguk pelan..


"mau!!" kata Juan buru-buru, Mata Keisha langsung terbelalak. Ia tidak menyangka kalau Juan langsung mau membantunya.


"Keisha sekarang dimana? gue Dateng ke sana!" kata Juan.


"di kantin...," kata Keisha.


"tunggu gue lima menit !" kata Juan lalu langsung menghentikan video call nya dan pergi ke kantin.


*


Bella berkedip-kedip, Ia tak percaya kalau Juan se-antusias ini.


"wah.., gampang banget,ya." kata Rin.


"hemm.., itu pasti karena Keisha anak sebelas MIA A. Dia juga lagi butuh bantuan soalnya." kata Bella.


"uhm.., Bel..," kata Keisha.


"iya?"


"thanks,ya...," kata Keisha.


"iya, aku juga seneng kalo bisa bantu kamu, Kei." kata Bella.


"ya ampun.., bener dugaan gue, Juan sama Bella cuman temenanaja. Bella ini ternyata orangnya baik. Semoga Keisha bisa mengerti kalo Bella bukan saingannya. Jadi gue terbebas dari rencana-rencana di luar nalarnya." batin Rin.


"Bella !!" tidak ada lima menit Juan sudah sampai di kantin dan bisa menemukan keberadaan Keisha, meskipun nama Bella yang terucap di mulutnya.


Wajah Keisha yang tadi kusut langsung berubah menjadi bersinar.


"Juan.., ini gak mimpi,kan kalo gue bisa berduaan sama Juan?"

__ADS_1


__ADS_2