Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 96


__ADS_3

Bella menunggu dokter memeriksa keadaan Rin,


"sudah bisa pulang,ya hari ini...," kata Dokter.


"terimakasih, Dokter..," kata Rin. Lalu dokter keluar diikuti oleh perawat yang mendampinginya.


"baguslah.., kamu udah bisa pulang,Rin..," kata Bella.


"lagipula gue,kan cuman pingsan doang. Mami aja lebay pake gue dibawa ke ruang VIP gini...," kata Rin.


"yah, mau gimanapun keadaan kamu kemarin itu mengkhawatirkan. Meskipun kata dokter kemarin kamu pingsan karena shock." kata Bella menjelaskan.


"jadi aku pingsan selama satu hari?"


"iya. kemarin aku udah sempet jenguk kamu dua kali. ini yang kedua." kata Bella.


"ya ampun...,"


"tapi aku senang kamu sekarang udah baik-baik aja." kata Bella sambil tersenyum dengan senyum manisnya.


"oh,iya, Bel.., lu tau siapa yang bawa gue ke rumah sakit?" tanya Rin.


"tau. Keisha sama Juan. Mereka kemarin juga ada di lokasi pas kamu diculik." kata Bella lagi.


"berarti dua orang yang aku lihat itu kemungkinan Juan dan Keisha...," batin Rin.


"terus.., Emalia sama Dion gimana?" tanya Rin.


"mereka dibawa ke kantor polisi. Sebenarnya kemarin Iskandar didampingin polisi pas datengin kamu." kata Bella lagi.


"oh, pantesan..., gak mungkin lah Iskandar bisa ngelawan dua puluh orang.,.," kata Rin.


"hah? ngelawan dua puluh orang? Bella gak tau kalo itu...," kata Bella.


"apa Iskandar gak bilang apa-apa?" batin Rin.


"yah.., lagipula Bella denger ceritanya dari Idho. Idho juga ada di lokasi soalnya kemarin." kata Bella lagi.


"pasti Idho juga ngebantuin...," batin Rin.


"oh,iya.., apa Iskandar sempet pingsan atau dirawat juga? kenapa dia kelihatannya baik-baik aja?" tanya Rin.


Bella menggeleng,


"sebenarnya Iskandar gak baik-baik aja. Dia punya beberapa luka di tubuhnya termasuk di punggungnya yang sempat tertusuk ujung pisau." cerita Bella.


"APAA ???!!!" Kata Rin kaget. Ternyata Iskandar benar-benar tertusuk.


Cklek !


Lagi-lagi pintu terbuka,


"RIIIIN ..!!!!!" Rin sangat mengenal suara jeritan ini.


"Liska?" katanya kaget.


Liska segera mendatangi Rin dan memeluknya,


"maafin Liska, Rin.., huhu..., Liska jahat udah sempet berpikiran negatif tentang Rin, musuhin Rin.., Liska emang bukan sahabat yang baik, huhuhu...," kata Liska.


Rin membalas pelukan Liska,

__ADS_1


"gue yang salah, Liska. Gue yang jahat. Gue yang harusnya minta maaf ke elu, huhu...," kata Rin.


"Liska janji, Liska gak akan ninggalin Rin.., seharusnya Liska percaya sama Rin kalau Rin orang yang baik...," kata Liska lagi.


"Liska.., harusnya gue yang makasih karena elu masih percaya gue...," balas Rin.


"akhirnya mereka bisa baikan..," kata Roger yang mengantar Liska datang.


Bella menoleh ke arah Roger,


"menyenangkan melihat perdamaian, kan?" kata Bella.


"iya..,"


"loh? ada banyak orang di sini?" tanya Friska yang tiba-tiba datang.


Liska langsung melepaskan pelukannya dengan Rin,


"hallo, Tante.., saya Liska, temannya Rin dari SMP." kata Liska menyapa.


"hallo, Liska. Makasih, ya udah mau jenguk Rin." kata Friska.


"oh,iya, Mi, tadi kata dokter Rin udah boleh pulang..," kata Rin.


"ya ampun? secepat itu? Pemulihan kamu cepat,ya..," kata Friska.


"eh, kok jadi rame?" tanya Iskandar yang datang bersama Idho dan Odi.


"iya, Mami juga kaget, ternyata banyak yang mau jenguk Rin, padahal Rin udah mau pulang." kata Friska.


"udah boleh pulang? Cepet banget, kayak Iskandar aja lu kalo sakit sebentar doang. Apa ini efek karena udah tunangan?" tanya Idho mulai ngawur.


"hadeeh.., Idho-Idho...," kata semua yang ada di situ kompak.


*


"Riiin !!!" kata Amanda langsung memeluk putrinya.


"maafkan Bunda,ya sayang..., Bunda teralu lama ya perginya...," kata Amanda.


Harry juga memeluk Putri dan Istrinya,


"maafkan ayah, ya Sayang.., andaikan Ayah tidak sibuk...,"


"Ayah sama Bunda kenapa, sih? Ini lagian bukan salah Ayah sama Bunda..," kata Rin.


"hah?" tanya suami istri itu heran lalu melepas pelukannya dan memandang wajah Putri mereka satu-satunya.


"yah.., salah Rin juga, sih waktu itu udah jahat sama temen Rin. Rin bisa paham rasa sedihnya. Rin sekarang baik-baik aja,kok." kata Rin berusaha agar kedua orangtuanya tidak khawatir.


"kamu..., kamu gak trauma sayang?" tanya Amanda.


"trauma?" tanya Rin. Lagi-lagi yang muncul di kepalanya adalah saat Iskandar mau ditusuk.


Rin langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.


"kenapa sayang?" tanya Ayahnya sambil membelai kepala Rin.


"Iskandar.., Iskandar hampir mati gara-gara Rin, Bunda...," kata Rin dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iskandar hampir mati?" tanya Harry dan Amanda bersamaan.

__ADS_1


"Tidak juga. Iskandar itu tidak mudah dikalahkan. Ayah dan Bunda bisa lihat,kan kalau Iskandar baik-baik aja?" kata Iskandar yang datang sambil membawa minuman dan meletakkannya di meja belajar Dita.


Harry segera beranjak lalu memeluk Iskandar.


"terimakasih banyak, Iskandar.., terimakasih...," kata Harry lirih.


"Ayah.., Iskandar yang akan menyesal kalau gak bisa nyelamatin Rin waktu itu. Sasaran mereka itu memang Iskandar. Iskandar yang harusnya minta maaf karena melibatkan Rin...," kata Iskandar.


Rin menggeleng,


"sasaran mereka memang kita, Iskandar..," kata Rin.


"sudah-sudah.., yang penting kalian semua selamat sekarang...," kata Amanda lalu memeluk putrinya lagi.


*


"buka mulut kamu..," kata Iskandar sambil menyodorkan sesendok Bubur pada Rin.


"Iskandar..., aku ini udah baik-baik aja. Gak perlu sampe disuapin...," protes Rin.


"setelah ini kamu,kan pulang ke rumah.., setidaknya aku mau melakukan sesuatu untuk kamu..,"


"gak perlu, Iskandar. Lagian yang masih ada luka-luka itu,kan kamu.., lihat, wajah kamu..., lukanya kok bisa cuman di sudut bibir doang, sih?" tanya Rin sambil memperhatikan wajah Iskandar.


"yah.., karena emang kemarin gak sengaja ketonjok di situ doang. lagian besok juga baik-baik aja...," kata Iskandar.


"Iskandar..,"


"hm?"


"boleh peluk?" tanya Rin minta izin. Wajahnya langsung memerah,


"A,apaan, sih Rin ? kenapa tiba-tiba minta peluk?" tanya Iskandar.


"taro dulu mangkok buburnya..," kata Rin sambil mengambil mangkok buburnya dan meletakkannya di nakas,


"duduklah di sampingku...," pinta Rin.


"baiklah...," kata Iskandar lalu duduk di samping Rin dan merentangkan kedua tangannya. Rin langsung memeluknya,


"apa sakit ?" tanya Rin.


"uhm.., sedikit...,"


"gimana luka di punggung kamu?"


"uhm.., udah mulai kering,kok." kata Iskandar lagi.


Rin lalu melepas pelukannya, Ia memandang wajah Iskandar yang kebingungan dengan sikapnya.


"pasti kamu lelah,ya...," kata Rin sambil memegang kening Iskandar dengan punggung tangannya. Iskandar langsung mengambil tangan Rin dan menatapnya dengan intens,


"Rin..,"


"hm?"


"apa kamu juga menyukaiku?" tanya Iskandar.


Rin terbelalak mendengar pertanyaan Iskandar, Ia menelan ludahnya,


"aku..,"

__ADS_1


"Riiin !!!!"


__ADS_2