
Idho berlari keliling lapangan sambil menggendong Iskandar di atas punggungnya,
"putaran ke empat , satu kali lagi !!" kata Idho.
"ternyata digendong gini enak juga ya..., pantesan lu nemplok di punggung gue Mulu." kata Iskandar.
"Sialan, lu !! Abis ini juga kelar, Wee...,"
"siapa bilang? lu kalah main tebak nama-nama pahlawan Indonesia, hukuman buat lu kan lari sambil gendong gue lima kali dan gendong Loli, Teguh, Odi, Rhama, Bang Ami satu kali." kata Iskandar mengingatkan.
"berisik lu !!!" kata Idho lalu mempercepat larinya.
*
Saat sampai di lapangan Bella langsung menemukan Odi,
"Odi !!!" panggil Bella lalu melepas gandengannya dengan Rin dan memeluk Odi.
"ada apa?" tanya Odi sambil melepas pelukan Bella,
"iih, aku,kan nyariin kalian berdua, tega ih.., aku ditinggal sendirian. Ngabarin, kek !" kata Bella sambil melipat tangannya.
"ya ampun.., maaf, ya Bel.., kita lupa soalnya tadi seru banget main tebak-tebakan di sini, heheh...," kata Odi.
"Oh,iya Idho dimana?" tanya Bella.
"Tuh, lagi dihukum...," kata Odi sambil menunjuk lapangan.
Bella dan Rin reflek melihat ke arah lapangan,
"ya ampun, kasihan banget my cute boy !" kata Bella.
"Kebanyakan gaya, sih tuh anak...," kata Teguh.
"ketua kelas ada di sini?" batin Rin.
"kalian ini lagi ngapain? nontonin doang?" tanya Bella sambil memeluk pinggang Odi.
"kita lagi ngantri buat digendong sama Idho. Dia tadi sok-sokan kalo misalnya kalah dia bakalan gendong Iska lima kali dan kita masing-masing satu kali. eh malah beneran dia yang kalah. hahaha...," kata Teguh sangat puas.
"Kepercayaan diri bisa mengantarkanmu pada kemenangan, tetapi kesombongan akan mendorongmu masuk ke dalam jurang kematian." kata Loli yang tiba-tiba muncul.
Rin memperhatikan sekeliling. Ia kenal dengan semua anak-anak ini.
"apa mereka semua temen-temennya Iska? Kalo ada Rahma itu wajar, mereka,kan sekelas, dan di sini ada Idho, Odi, Teguh, Loli, para anggota boyband dadakan. Itu wajar karena Iska emang temenan sama Idho, otomatis yang lainnya ikut, tapi kenapa di sini ada Fahmi anak IIS A??? Dan tadi dipanggilnya Bang Ami??"
"woy.., ngapain lu liatin Bang Ami, Mulu?" tanya Teguh tiba-tiba pada Rin.
"eeh?"
"enggak,enggak..," kata Rin langsung memalingkan muka.
"finish!!!" kata Idho yang baru selesai menggendong Iska.
"eh, Rin kok ada di sini?" tanya Iska yang langsung sadar dengan keberadaan Rin.
"iya, tadi Iska, tunangan kamu ini nyariin kamu looh...," kata Bella.
Mata Rin terbelalak,
"Bella mulut ember!!" teriaknya dalam hati.
"HAH?? TUNANGAN???" kata semua orang di sana kompak.
"lu udah tunangan, Iskandar??" tanya Rhama.
__ADS_1
"sejak kapan lu tunangan?? wah, parah gak ngundang-ngundang kita...," kata Teguh.
"Apalah arti persahabatan, Jika kabar baik hanya disimpan sendiri?" tanya Loli.
"tenang-tenang.., bukannya tunangan memang biasanya mengundang keluarga inti saja?" kata Bang Ami.
"iya, deh gak apa-apa, emang rencana nikahnya kalian kapan?" tanya Teguh.
"ah.., begini..., sebenernya kita belum tunangan." kata Iska.
"ya ampun.., akhirnya...," batin Rin bersyukur.
"lalu?" tanya Odi.
"kita baru mau tunangan. Lagi proses. Mungkin dua bulan lagi." jelas Iska.
"ooh...," kata mereka semua kompak.
"dua bulan lagi? yaah..., lama banget." kata Odi.
"iya, jangan lama-lama. Minggu depan aja gimana?" tanya Teguh.
"udah,udah.., kalo gitu gue cabut dulu, ya, Kalian lanjutin aja mainnya." kata Iska lalu langsung menggandeng tangan Rin,
"oh,iya request lagu berikutnya dong, The Boys dari SNSD." Kata Iska.
"what the??? Dia fanboy kah??" batin Rin kaget.
"kalo gitu gue pergi,ya, daah...," kata Iska lalu membawa Rin pergi.
"yaah.., papah Iska...," kata mereka semua kompak.
*
Rin dan Iska berjalan sambil bergandengan tangan. Rin tidak henti-hentinya memandang Iska.
"Rin..," ketika mereka sampai di taman sekolah, Iska berhenti dan memanggilnya.
"i,iya..," kata Rin reflek.
"maaf,ya." kata Iska lalu memutar badannya sehingga menghadap Rin.
"maaf, gue tadi pagi udah bentak-bentak elu. Elu pasti tertekan." kata Iska.
"hah? tertekan?"
"iya.., soalnya tadi pagi lu langsung kabur gitu. Gue gak pernah bermaksud mau bikin lu takut sama gue. Gue cuman gak bisa ngendaliin emosi gue tadi pagi." kata Iska.
"uhm.., kalo sampe takut.., gue emang takut,sih. Tapi gak sampe tertekan, kok." kata Rin.
"apa?" Iska yang tadinya menunduk kini berani menatap wajah Rin.
"uhm.., tapi kalo boleh jujur, lu itu emang nakutin, sih kadang-kadang." kata Rin.
"maaf, maaf..," kata Iska buru-buru.
"uhm.., kenapa lu langsung minta maaf, sih? jadi canggung tau suasananya." kata Rin.
"jadi harusnya gue ga usah minta maaf?" tanya Iska lagi.
"udah, udah.. apaan, sih!" kata Rin lalu membuang muka.
"gue dari tadi padahal bingung setengah mati, harus minta maaf ke elu gimana lagi. Gue bener-bener bingung harus menghadapi lu gimana, eh tapi ternyata elu malah cariin gue, hahaha...," kata Iska.
"ya ampun.., kesalahpahaman ini harus diluruskan!!" batin Rin.
__ADS_1
"si,siapa juga yang nyariin elu?? ge-er!!" kata Rin lalu melipat tangannya.
"jadi lu gak nyariin gue? Ya ampun, hahaha...," kata Iska sambil menutup matanya karena malu.
"gue cuman bantuin Bella nyari Idho dan Odi, eh malah ketemu sama elu." kata Rin lagi.
"ooh, gitu. Tapi baguslah. Kesalahpahaman kita bisa diluruskan." kata Iska.
Rin lalu melirik ke arah Iska, "tapi tadi thanks, ya."
"thanks? untuk apa?"
"tadi lu udah bilang kalo kita belum tunangan. Meskipun gue gak tau darimana kabar kita mau tunangan itu tersebar."
"oh, itu.., tapi menurut lu siapa yang nyebarin?" tanya Iska lagi.
"Idho. Dia itu mulutnya kan kayak ember tumpah." kata Rin.
"Idho? tapi tadi dia doang loh yang gak komen tentang pertunangan kita. Menurut gue ini pasti ketidaksengajaan." kata Iska.
"iya,juga...,"
"lagian kalo Idho yang nyebarin, Odi sama Bella pasti udah tahu duluan." kata Iska lagi.
"terus..., oh !! si culun!!!"
"hah? Ori maksudnya?"
"iya.., dia bilang kita pasangan yang mau tunangan, dan di sana ada Yura. Gue baru sadar kalo tadi Keisha yang bilang ke Bella kalo kita mau tunangan. Pasti kabar ini berawal dari Yura." kata Rin.
"hm.., bisa jadi."
"duuh.., ternyata si culun bisa juga comel, ya??"
"maaf,ya..., jadi elu yang repot ya?" kata Iska.
"maaf karena keegoisan gue, lu harus jadi terlibat sama gue...," batin Iska.
"harusnya kalo lu nyesel, jangan Nerima perjodohan ini. Dari awal gue gak mau dijodohin sama lu karena lu teralu dikenal banyak orang. Otomatis gue juga bakalan dikenal. Padahal biasanya orang-orang itu gak akan tertarik mau kenal sama gue." kata Rin.
"gue akan ngelindungin elu."
Deg!
"gue juga gak mau merebut kebebasan lu gara-gara hubungan ini." kata Iska.
"Iska..,"
"gue sayang sama lu, Rin." batin Iska sambil memandang wajah Rin.
"lu.., lu gak usah sampe kayak gitu!!" kata Rin lalu memalingkan wajah.
"kenapa dia tatapannya kayak gitu, sih??" batin Rin.
"gu,gue denger lu suka berantem karena banyak yang gak suka sama elu.., lu gak usah nyakitin diri lu demi gue. Urusin aja urusan lu." kata Rin sambil berkaca-kaca,
"tunggu.., kenapa tiba-tiba gue bahas itu? kenapa dada gue sesak? kenapa mata gue berair?" batin Rin.
"iya." kata Iska tiba-tiba, membuat Rin menoleh,
"gue gak akan nyakitin diri gue sendiri, kok. Tenang. Lagian kalo berantem gue juga gak luka, tuh. Pertahanan gue ini cukup bagus. Jadi santai aj__, Aawww....," tiba-tiba Rin mencubit pinggang Iska.
"sakit woy!!!"
"dasar sombong!! sok jagoan!!" kata Rin lalu pergi.
__ADS_1
"waduh? gue salah lagi?" kata Iska bingung.
"Rin.., gue belum selesai ngomong!!" kata Iska lalu mengejar calon tunangannya itu.