Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 70


__ADS_3

"Riiin !!!" Yura yang menangis sejadi-jadinya berlari ke arah Rin dan langsung memeluknya, Iskandar bahkan sampai melotot karena kaget. Wajah Yura berubah menjadi merah karena menangis.


Rin mengusap-usap punggung Rin, ia benar-benar tidak tega melihat keadaan Yura,


"Yura.., udah.., udah.., nanti kamu capek kalo gini terus...," kata Rin.


"Ori jahat..., Ori jahat !!! Ori mutusin Yura !!!" kata Yura di sela-sela tangisnya.


"Ori bilang putus karena gak pernah suka sama Yura..., Ori bilang pacaran sama Yura.., hiks! pacaran sama Yura adalah hubungan yang gak jelas..., hwaaa !!!!" kata Yura menangis sekencang-kencangnya.


Iskandar mengernyitkan dahinya,


"Gak.., kalau Ori gak pernah suka sama Yura, gak mungkin dia__, ck.., Ori, kenapa lu ngelakuin kebodohan yang sama untuk kedua kalinya?" Batin Iskandar. Iskandar dan Rin tidak bisa berbuat apa-apa.


Beberapa saat kemudian,


Yura bersender di pundak Rin sambil terus menangis, tetapi tangisannya sudah mulai mereda.


"Iskandar..., coba lu bilang ke Ori.., dia tega banget, sih..., masa semudah itu dia mutusin Yura..., Dia pikir Yura apaan??" kata Rin sambil mengusap-usap punggung Yura.


Iskandar menghela napas. Ia benar-benar baru pertama kalau melihat gadis yang patah hati, Dulu teman SMP-nya, Dinda (episode 9) pernah patah hati karena dia tolak cintanya, namun tidak pernah sampai seperti ini. Dinda hanya tidak mau bertemu dengannya selama dua Minggu lalu keadaan kembali seperti semula.


"Yura.., gue gak maksa lu buat gak dendam sama Ori..," kata Iskandar, di dalam lubuk hatinya ia juga tidak rela kalau Yura dan Ori putus.


Rin langsung menatapnya tajam,


"uhm.., tapi kalau menurut gue, Ori itu cuman kurang percaya diri untuk ngebalas perasaan lu...," kata Iskandar lagi.


Yura mengangkat kepalanya,


"kenapa? kenapa gak percaya diri? Yura itu cuman suka Ori !!!" kata Yura lagi.


"uhmm.., yang mau gue bilang adalah__,"


"Iskandar, jangan beri harapan palsu sama Yura !!" potong Rin.


"Yura.., please kasih Ori waktu buat menyadari perasaannya dan menyadari arti diri lu buat dia..," kata Iskandar lagi. Ia benar-benar tahu seperti apa perasaan Ori yang sebenarnya pada Yura.


"tapi sampe kapan, Iskandar??" tanya Rin. Entah kenapa ia juga bisa merasakan sakit yang dirasakan oleh Yura.


"Gue gak bisa jamin sampe kapan, tapi gue akan bantu..., Biar gue yang bicara sama Ori...," kata Iskandar serius.


"kok kalimat Iskandar kayak de Javu.., tapi yang dia gak ucapin ke gue waktu itu adalah gue akan bantu..., apa karena sebenarnya dia suka sama Yura,ya? gak, Rin.., ini bukan waktunya lu jealous! Yura lagi sedih.., gue juga harus bantu dia supaya gak sedih lagi." batin Rin.


*


Kelas XII MIA C sunyi karena sedang dilakukan pretest Biologi. Bu Daisy menghitung jumlah siswa di sana,


"siapa satu orang yang tidak masuk?" tanya Bu Daisy.


"Yura, Bu.., dia sakit, jadi izin pulang lebih cepat." kata Teguh selaku ketua kelas.

__ADS_1


"ooh.., begitu.., kalau begitu apa kamu bisa antarkan soal ini padanya? Soal-soal ini mungkin akan keluar di UTS nanti, sayang jika dia tidak bisa mempelajarinya." kata Bu Daisy.


"baik, Bu..," kata Teguh.


*


Saat pulang,


Rin mendatangi meja Teguh,


"Teguh..., Lu mau ke rumah Yura?" tanya Rin.


"iya.., udah tanggung jawab Teguh ngasih catatan hari ini dan soal ini ke Yura..," kata Teguh.


"lu gak tau,kan rumahnya di mana? Biar gue tujukin..," kata Rin.


"eh?"


"iya.., naik mobil Keisha aja..., kita berdua juga mau ke sana." kata Rin.


"oke.., lumayan tumpangan gratis...," kata Teguh.


"iya__," Rin berhenti ketika mendapati Ori yang sedang berdiri di hadapan mereka.


"lu ngapain, Culun berdiri di situ?" tanya Rin.


"uhm.., gue.., gue...," kata Ori bingung.


"uhm__,"


"lu mau ikut? masih punya muka lu di depan Yura?" tanya Rin.


"Yura sakit apa?" tanya Ori tak memedulikan kata-kata Rin.


"sakit hati ! Gara-gara elu !!" kata Rin ketus.


"eeh? jangan bercanda, Rin. Masa iya sakit hati sampe izin? haha..," tawa Teguh yang tidak mengerti situasi sebenarnya.


"gue bisa kasih catatan gue buat dia. Gue boleh titip,kan?" tanya Ori.


Rin mengernyitkan dahinya,


Ori yang tak digubris langsung memberikannya pada Teguh,


"kasih aja catatan ini buat dia, gue udah salin di buku gue yang lain,kok. Dan bilang sama dia, dia gak perlu sedih lama-lama...," kata Ori memutus kalimatnya.


"dia juga gak boleh stress.., sebentar lagi,kan UTS..," kata Ori lagi.


Rin membuang mukanya karena saking kesalnya dengan sikap Ori.


"Teguh.., gue minta tolong,ya..," pinta Ori dengan wajah memelas.

__ADS_1


"siap!" kata Teguh sambil tersenyum.


"kalo gitu.., makasih.., gue balik duluan,ya..," kata Ori lalu pergi.


Rin lalu melipat tangannya sambil menghela napas,


"Rin, kenapa elu kelihatannya kesel gitu,sih?" tanya Teguh sambil memasukkan catatan Ori ke dalam tasnya.


"ketua kelas, asal ketua kelas tau aja, Ori sama Yura itu udah putus!" kata Rin.


"oh, udah put__, Apa???!!! Gak mungkin !!!' kata Teguh kaget.


"ck, makanya, jelas-jelas masih perhatian gitu, ngapain juga pake putus? ckckck...," kata Rin.


"ya ampun...," kata Teguh sambil geleng-geleng.


"udah ayok, Keisha pasti udah nungguin." kata Rin sambil keluar kelas, namun ia tiba-tiba berhenti,


"Lu.., Arini Kalista,kan? temennya Yura?" tanya seorang laki-laki yang baru saja mau masuk ke kelasnya.


"iya, lu ada perlu apa?" tanya Rin.


"gue denger Yura sakit, lu mau jenguk dia,kan?" tanya laki-laki itu.


"ya ampun.., ini dia biang keroknya...,"


"iya, kita mau jenguk Yura. Uhm.., elu..," kata Teguh yang tiba-tiba nimbrung,


"gue Dion, calon pacarnya Yura...," kata Laki-laki itu yang sebenarnya adalah Dion.


"eeh??" kata Teguh kaget, dari cara Dion memperkenalkan diri, ia langsung tahu penyebab Yura dan Ori putus.


"Teguh.., ayo buruan..," kata Rin lalu pergi melewati Dion.


"eh,iya,iya..," kata Teguh sambil mengikuti Rin.


Dion yang merasa diabaikan hanya bisa tersenyum dan mengikuti mereka dari belakang.


*


Ori berjalan sendirian menuju gerbang sekolah. Tiba-tiba langkahnya terhenti karena seseorang mencegatnya. Ori mengangkat kepalanya,


"Iska?" kata Ori.


Iskandar tersenyum,


"Ori.., firasat gue mengatakan kalo lu mau membicarakan sesuatu sama gue..," kata Iskandar.


Ori tersenyum, tapi matanya malah mengeluarkan air mata.


"Ori yang rapuh.., dia benar-benar gak bisa pura-pura kuat...," batin Iskandar.

__ADS_1


"ayo, kita ngobrol sambil jalan.., " kata Iskandar lalu jalan duluan.


__ADS_2