Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 52


__ADS_3

Rin cemberut kesal melihat para adik kelas songong yang tiba-tiba sok akrab dengan Iskandar.


"dia tunangan gue, woy...," teriaknya dalam hati. Hal yang paling mengesalkan lagi adalah Iskandar bahkan tidak mengusir mereka dan malah meladeni mereka.


"dasar ! kalo mau pamer dirinya populer, gak usah di depan gue, kek...," batinnya lagi.


"apa kalian sudah mengerti?" tanya Iskandar setelah menjelaskan panjang lebar peraturan mendasar yang harus diketahui dan ditaati.


"mengerti !!" kata mereka kompak,


"jelas-jelas mereka gak dengerin dan cuman caper aja ke Iskandar...," batin Rin.


"gue harap kalian di sini gak menyia-nyiakan waktu kalian. Kalau kalian gak keberatan menyia-nyiakan waktu kalian, setidaknya kalian tidak menyia-nyiakan waktu gue buat jelasin." kata Iskandar dingin.


wajah para anak perempuan tadi yang tersenyum langsung berubah khawatir,


"uhmm.., maksud kakak?" tanya salah satu dari mereka.


"gue gak akan ngulang, dan hadapi konsekuensinya kalo kalian emang gak sengaja melakukan kesalahan. Deal?" tanya Iskandar.


Mereka semua terdiam. Sedangkan Rin Diam-diam tersenyum puas,


"belum tau aja lu Iskandar busuknya kayak apa...," kata Rin dalam hati.


"oke, semua diam, berarti akan dianggap setuju. jadi, sekarang urusan kalian udah selesai,kan? kalian boleh pergi." kata Iskandar sambil memaksakan senyumnya.


"i,iya.., ayo kita pergi..," kata salah satu dari mereka mengajak teman-temannya pergi.


"pft...," Rin benar-benar puas dengan sikap Iskandar.


"ada yang lucu?" tanya Iskandar dingin.


"hah? enggak,enggak...," kata Rin berusaha mengerem tawanya.


"anak-anak kayak mereka itu merepotkan." kata Iskandar lalu menyuap mie ayamnya yang mulai mekar.


"terus ngapain diladenin?" tanya Rin.


"udah tugas gue." jawab Iskandar.


Rin hanya memandang Iskandar.


"jadi komdis itu sulit,ya ternyata....,"


"woy.., lu hati-hati,ya..., katanya kamar mandi di dekat lapangan ada yang pintunya rusak, agak macet, nanti lu kekunci lagi...," kata Iskandar.


DEG !


Entah kenapa kalimatnya itu membuatnya tertohok,


"uhuk.., uhuk...," Rin malah terbatuk. Sepertinya menjadi orang jahat bukan keahliannya.


"minum.., kan gue udah kasih minuman gue ke elu..," kata Iskandar. Rin lalu segera meminum es teh yang tadi Iskandar berikan padanya,


"Juan, mana, Sih? katanya mau beliin gue minuman." keluhnya.


Tiba-tiba ada segelas es teh yang baru di hadapan mereka, Rin mendongak untuk tahu siapa yang datang,


"hai Rin...," dihadapannya ada Emalia yang sedang memeluk lengan Juan.


"uhuk.., uhuk...," lagi-lagi Rin terbatuk-batuk dan minuman Iskandar tadi baru saja habis,

__ADS_1


"haduh..., minum aja tuh minuman gue...," kata Iskandar agak kesal. Tanpa pikir panjang Rin segera mengambilnya lalu meminumnya lagi.


"Juan, beliin gue minuman lagi, dong...," pinta Iskandar.


"idiih.., ogah. Minta aja tuh bang Ami. dia juga katanya mau ke sini abis urusan sama Pak Solihin kelar." kata Juan lalu duduk di hadapan Rin dan Iskandar, Emalia juga duduk di sampingnya.


"bang Ami tuh siapa?" tanya Emalia.


"Fahmi, ketua Rohis...," kata Juan,


"di kelas dia dipanggil bang Ami, biar cute, hehehe..," kata Juan.


"ooh.., " mata Emalia langsung berpindah pada Rin,


"oh,iya, kok Rin bisa duduk berduaan sama ketua komdis? lagi pedekate,ya...," ledek Emalia.


"pedekate ??? mereka itu__,"


"Juan.., mendingan lu beliin gue minuman sana !" kata Iskandar buru-buru.


Rin memandang Iskandar, ia lalu tersenyum tipis karena lega,


"ta,tapi...,"


"sana !!!" kata Iskandar mendorong Juan pergi untuk beli minuman untuknya.


"oh,iya..., jadi udah sejauh mana kedekatan kalian?" tanya Emalia penasaran.


"kita gak Deket !" kata Rin.


"terus?"


"dia makan sendirian di sini. Gue khawatir dia dikucilkan....," kata Iskandar.


"ya kurang lebih begitu." jawab Iskandar singkat. Rin menoleh ke arah Iskandar. Ia bahkan bisa merasakan suasana canggung ini.


"Oh, iya..., Keisha mana,ya?" tanya Rin berusaha mencairkan suasana sekaligus berusaha mengusir Emalia.


Wajah Emalia langsung khawatir, Rin diam-diam tersenyum,


"meskipun tadi Keisha yang nolongin dia, dia pasti khawatir kalau Keisha ada di sini. Karena di sini juga ada Juan...," batin Rin.


"Dia diculik Mr. Andrew...," kata Iskandar.


Rin menoleh. Diculik Mr. Andrew? Sudah bisa dipastikan itu sama saja dia akan sangat sibuk. Ini malah akan mengacaukan rencana mereka.


Juan lalu datang dengan membawa es teh buat Iskandar,


"awas lu, ngutang ke gue dua gelas !" kata Juan lalu duduk di samping Emalia.


Rin lalu melirik ke arah Juan, tatapannya langsung menajam,


"Juan ngapain, sih deket-deket sama Emalia...," batinnya malah makin kesal.


"diculik Mr. Andrew? Oh..., apa dia bakalan ikut Speech Contest?" tebak Emalia lalu ia tersenyum, hal itu tak luput dari pandangan Rin.


"bisa dibilang begitu."


"siapa yang diculik Mr. Andrew???" tanya Juan sambil memakan bakwannya.


"Keisha !" kata Rin berusaha membuat reaksi pada Juan.

__ADS_1


"Ratu Keisha???" kata Juan panik. Emalia langsung meliriknya dengan khawatir.


"gak usah panik..., Dia cuman disuruh ikut Speech Contest, tapi tadi sempet nolak, dan Mr. Andrew memaksanya. Sampai akhirnya mau juga. Jadi dia bakalan ikut pelatihan selama sebulan." jelas Iskandar.


"pelatihan sebulan??" kata Rin reflek.


"lu udah sedeket itu,ya sama dia Rin, sampe gak rela dia ikut pelatihan selama itu?" tanya Iskandar.


"apa itu berarti dia bahkan gak akan muncul saat istirahat selama sebulan?" tanya Juan.


"ya begitulah...,"


Juan menghela napas,


"yah.., mau gimana lagi, moga aja dia bisa menang lagi, deh." kata Juan.


"dia emang berbakat...," kata Iskandar.


Rin langsung melirik ke arah Emalia, ia lalu tersenyum. Wajah Emalia benar-benar kesal, tapi dia berusaha menahannya.


"entah kenapa gue sangat puas melihatnya. Tenang Emalia, bakal banyak hal yang akan menimpa lu setelah ini, gue gak akan kehilangan akal untuk ngasih lu pelajaran...," batin Rin.


*


Rin 🧐


@Queen Keisha Lu ikut Speech Contest???


Yura


Hah?? Keisha ikut Speech Contest. Selamat, Kei..., Semoga kamu menang 👊👊


Rin 🧐


Duuh..., Yura, bukan saatnya lu ngasih selamat. Ini bahaya !!


Yura


aah.., iya, apa kita gak bisa ngelakuin rencana kayak kemarin?


Rin 🧐


That's Right


Yura


kalau gitu kita harus jalanin plan B..,


Rin 🧐


Plan B?


Yura


Hem.., nanti Yura jelasin. eh,tapi @Queen Keisha kayaknya belum On ya?


Rin 🧐


Dia pasti dibuat sibuk habis-habisan sama Mr. Andrew.


Rin lalu mengernyitkan dahinya. Ia membaca sekali lagi pesan yang baru saja ia kirim,

__ADS_1


"dibuat sibuk habis-habisan? kenapa tiba-tiba aku merasa merinding,ya?" kata Rin bicara sendiri. Ia berpikir, apa yang aneh dengan kalimat itu.


"jangan-jangan...,"


__ADS_2