Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 27


__ADS_3

Yura memandangi Ori yang sangat serius menonton anime di ponselnya.


"woy...," kata Ori yang matanya masih fokus ke layar ponselnya.


"hm?"


"lu mau nonton anime apa nonton gue nonton anime?" tanya Ori lalu menghentikan anime yang tadi dia putar dan menoleh ke arah Yura.


Blush!!


wajah Ori langsung bersemu merah,


"sial !!! Deket banget!!" batinnya malah salting sehingga ia membeku.


Yura malah menatapnya intens lalu tangannya perlahan menyentuh pipi Ori dan menariknya,


CUP!


Tiba-tiba Yura mengecup bibir Ori. Ori yang sadar langsung menjauh, Ia langsung menoleh ke arah pintu kelas, di sana sudah ada Iskandar dan Keisha yang terpaku melihat adegan barusan,


"Ori....," kata Yura memanggil namanya.


"diem lu !!!" kata Ori panik. Ia langsung pergi keluar menerobos Iskandar dan Keisha.


Iskandar lalu menoleh ke arah Keisha,


"tadi adegan macam apa?" tanya Iskandar polos.


"hah? Apaan, sih lu Iska? kayak bocah aja pertanyaan lu. hahaha...," kata Keisha lalu masuk dengan santai ke dalam kelas.


"Yura.., kamu gece juga,ya, haha...,' kata Keisha menghampiri Yura.


"gak, ini gak bener. Yura, lu ngapain barusan ??" kata Iskandar dengan suara agak tinggi.


"nyium pacar aku." kata Yura enteng.


"lu__, haduuh. bisa diputusin lu saat ini juga sama Ori." kata Iskandar.


"ih, aneh deh temen culun lu itu. masa dicium pacar cantik kayak Yura malah diputusin. ck,ck...,"


"maka dari itu.., karena dia culun, karena lu pacar pertamanya..., gue jamin dia pasti shock tadi !!" kata Iskandar panik.


"sepolos itu,kah ?" kata Keisha.


"kayaknya Iska bener. Aku rasa tadi dia agak marah." kata Yura mulai merasa bersalah.


"wah.., parah, dia bisa demam karena shock." kata Iskandar panik sendiri.


"lu kenapa, sih Iska, reaksi lu lebay banget, deh." kata Keisha.


"LU GAK USAH SOK TAU KALO GAK KENAL SAMA ORI !!!!" bentak Iskandar marah lalu keluar, namun tiba-tiba terhenti. Kini di hadapannya ada Rin yang juga kaget karena mendengar bentakan Iskandar,


Iskandar? dia kenapa? lukanya udah baikan, tapi, mukanya khawatir. ada apa?" batin Rin berusaha menganalisis.


"misi, Rin." kata Iskandar dengan suara lirih. Rin lalu mundur satu langkah untuk memberikan jalan pada Iska, tanpa berkata apa-apa, Iskandar langsung pergi.


Rin masuk dengan kebingungan, di dalam ia menemukan Yura yang sedang menunduk kecewa dan Keisha yang berusaha menenangkannya.


"hey...," kata Rin menghampiri mereka.


"ini ada apa? kenapa Iska keluar dengan wajah khawatir dan di sini Yura juga ?" tanya Rin sambil duduk di bangkunya. Ia lupa bahwa tujuannya ke kelas hanya ingin mengambil flashdisk nya saja untuk menyalin drama Korea yang sedang mereka tonton.


"uhmm..., Yura bersalah...," kata Yura.


"bersalah?" kata Rin bingung.


"udahlah, Yura. Jangan teralu dianggap serius. Ori pasti gak marah. kamu,kan pacarnya dia...," kata Keisha berusaha menghibur.


"emangnya Yura ngapain sampe Ori harus marah?" tanya Rin.


"Yura cuman nyium Ori aja." kata Keisha.


"nyium? nyium ini?" tebak Rin sambil menunjuk bibirnya.

__ADS_1


Yura dan Keisha mengangguk,


"ya ampun..., Uhmm..., sepertinya Ori bakalan marah besar." kata Rin.


"tuh, kaan..., duuh Yura benar-benar bodoh, huhu..., padahal Yura gak mau kehilangan Ori, tapi malah gini jadinya...," kata Yura makin sedih.


"duuh.., Rin, lu tuh harusnya menenangkan Yura. Lagian kalo sama-sama suka kenapa juga pake ngambek gara-gara dicium doang ??" kata Keisha.


"kamu salah, Keisha." kata Yura tiba-tiba.


"eh? apa yang salah?" tanya Keisha.


"Ori sebenarnya gak suka sama aku. Yang nembak juga sebenarnya aku....," kata Yura.


"Eeeh..??? Kalo Ori gak suka sama kamu, ke apa dia mau pacaran sama kamu??" tanya Keisha.


"itu.., karena sebenarnya salah paham." kata Yura.


"hah? salah paham?" kata Rin bingung.


"uhm.., Ori gak sengaja bilang mau, dia udah menjelaskan kalau dia gak mau pacaran sama aku, tapi aku yang maksa, jadi.., Akhirnya dia menyerah karena gak mau pusing. Aku juga mohon sama dia buat coba dulu..., kalo dia gak suka sama aku sampe satu bulan, dia boleh mutusin aku ...,"


"ya ampun. kamu sesuka itu sama si culun itu, sayang?" tanya Keisha. Yura mengangguk.


Rin hanya bisa diam saja. Ia masih mencerna situasi yang sedang menimpa Yura dan Ori.


"Seharusnya Yura tidak perlu melakukan itu, dia tahu kalau Ori bukanlah orang yang keras kepala dan memanfaatkan itu...," batin Rin.


"selain itu ini udah satu bulan aku pacaran sama dia. Kayaknya bener, deh kata Iskandar, kalo aku bakalan diputusin...," kata Yura sedih.


"uugh.., jangan sedih sayang...," kata Keisha lalu memeluk Yura, berusaha menenangkannya.


Rin diam-diam keluar.


"gue harus cari Ori buat konfirmasi juga. Duuh.., kenapa mau ujian malah muncul masalah gini, sih??" batin Rin.


*


"duuh..., kemana lagi tuh anak? kalo sendiri bisa bahaya...," kata Iskandar panik.


"Iskandar !" tiba-tiba ada yang memanggilnya. Iskandar menoleh, seorang gadis mungil berkacamata mendatangi nya,


"Rin?" kata Iskandar agak kaget. Kenapa tiba-tiba seorang Rin memanggilnya dan bahkan mendatanginya.


"uhm...," Rin malah bingung mau mulai darimana.


"kakiku lu udah baik-baik aja?" tanya Iskandar membuka percakapan.


"uhm.., iya..., kalau luka lu_,"


"udah mendingan." kata Iskandar. Mereka berdua terdiam lagi.


"uhm..," Rin berusaha membuka percakapan lagi,


"oh,iya, kenapa? Sorry, gue gak bisa lama-lama ngobrol sama elu. Gue mau nyari Ori dulu." kata Iskandar.


"gue juga nyari Ori !" kata Rin.


"hah?"


"iya.., gue harus tau jelasnya gimana, sebenarnya apa yang terjadi..,"


Iskandar terdiam, Ia seolah sedang berpikir, "uhm.., lebih baik sekarang gak usah tanya dia apa-apa dulu. Kalau lu mau tau, gue bisa ceritain semuanya ke elu." kata Iskandar.


"aneh, kayaknya Iska tau sesuatu tentang Ori." batin Rin.


"dia masih Shock sama apa yang dilakukan Yura tadi. Semoga aja dia gak demam atau melakukan hal aneh." kata Iskandar.


"hah? apa? demam? ngelakuin hal aneh?" kata Rin heran.


"nanti kita ngobrol lagi, gue harus cari Ori." kata Iskandar lalu pergi.


"Iskandar !! gue ikut !!" kata Rin lalu mengejar Iskandar.

__ADS_1


*


Ori tiduran di ruang UKS. Kepalanya saat ini benar-benar pusing. Ia masih ingat jelas bagaimana seorang Yura menatapnya dan mengecup bibirnya,


Ori langsung menggelengkan kepalanya. Ia memegangi kepala yang sakit saat ingatan itu muncul.


"Ori.., lu di sini?" Tiba-tiba terdengar suara Iskandar. Ori yang mendengarnya bahkan tak sanggup menjawab. Hingga akhirnya Iskandar menemukannya dan langsung mendekatinya.


"Ori... lu...," Iskandar tak sanggup berkata-kata,


"apa yang lu rasain?" tanya Iskandar. Sedangkan Rin hanya berdiri di belakangnya.


"pusing...," kata Ori lirih.


"lu mau pulang?" tanya Iskandar.


"entahlah. Gue mau istirahat dulu." kata Ori lalu memejamkan matanya.


"kenapa Ori bisa sampe segininya. Aneh. baru kali ini gue ngeliat dia kayak gini. Mana Ori yang licik kayak biasanya?" batin Rin.


"Hari ini gue nginep di rumah lu. Lu istirahat aja di sini dulu. Tenangin pikiran lu." kata Iskandar.


"ya...,"


"kalau gitu, gue balik ke kelas dulu,ya."


"hm..,"


Iskandar lalu keluar, Rin langsung mengikutinya.


Iskandar berjalan ke kelasnya, Rin mengejarnya dari belakang,


"Iskandar !" panggil Rin.


"apa?" tanya Iskandar lalu berhenti membuat Rin menabraknya dan hampir terjatuh,


"HAP !" Untungnya Iska berhasil menangkapnya,


"sorry...,"


"i,iya...," kata Rin kikuk. Iskandar lalu mengajak Rin duduk di kursi dekat tempat mereka berdiri tadi.


"uhmm.., lu kenapa manggil gue?" tanya Iskandar.


"itu.., sebenarnya gue cuman mau tau, uhmm.., apa yang sebenarnya terjadi sama Ori. Kenapa dia bisa sampe segitunya?"


"Hem.., Ori sebenarnya menderita gangguan kecemasan. dia bisa tiba-tiba sakit atau melakukan hal buruk seperti melukai dirinya sendiri. bahkan dia sempet menganggap dia gak pantes untuk hidup." kata Iskandar.


"mm.., lu tau penyebab dia kayak gini?" tanya Iskandar.


"dicium Yura?"


"iya.., kalo gue jadi dia, gue juga bakalan kaget."


"hah?"


"tapi itu akan mereda setelah dia agak tenang. Gangguannya itu gak separah dulu. Setidaknya dia sekarang udah mau menerima dirinya itu pantas hidup."


"hiks...,"


Iskandar lalu menoleh ke arah Rin,


"Rin? lu nangis?" tanya Iskandar.


"gue.., gue gak nyangka kalo Ori punya gangguan kayak gitu..., hiks!" kata Rin.


"Ori yang gue kenal adalah Ori yang percaya diri, licik dan kepo. Meskipun orang-orang suka ngatain dia culun, tapi dia tetep pede sama dirinya, tapi ternyata....," Rin mengusap matanya yang tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata.


"jadi lu sepeduli itu,ya sama Ori. Gue baru tahu hal ini. Ternyata kalian Deket bukan sekedar teman,ya..," batin Iskandar.


"udah.., lu tenang aja. Gue akan berusaha supaya Ori baik-baik aja. Gue juga gak mau dia kenapa-kenapa." kata Iskandar.


"sebenernya apa yang harus gue rasain sekarang? kecewa atau seneng? Ada orang yang sepeduli itu sama Ori. Tapi kenapa harus lu Rin yang peduli sama Ori, sahabat gue sendiri?" batin Iskandar.

__ADS_1


__ADS_2