Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 48


__ADS_3

"Rin mana?" tanya Iskandar membuat Keisha merinding. Ia lalu segera duduk di samping Iskandar,


"ahahaha..., ada kok.., lagi siap-siap dia..," kata Keisha.


"beneran siap-siap? bukan kabur diam-diam?"


"ahaha.., mana mungkin..., lagian, kenapa lu menyeret gue dalam masalah lu, sih?"


"Dia yang lari ke elu dan melibatkan elu." Iskandar lalu tersenyum miring,


"kayaknya hubungan kalian baik...,"


"ya iyalah...," kata Keisha bangga.


"tapi gue harap hubungan baik kalian tidak menimbulkan masalah...," kata Iskandar mulai serius.


"Maksud lu Apa???!!!" tanya Keisha tersinggung.


Iskandar malah tersenyum,


"semoga lu bisa jadi lebih baik lagi, Kei.., Gue gak pernah lupa sama apa yang lu lakuin waktu kelas sepuluh."


"gue.., gue udah dihukum dan masalah itu udah selesai." kata Keisha yang agak tertohok.


"kenapa instingnya tajam banget, sih?" batin Keisha.


"gue cuman mengingatkan temen gue. Biasa aja kali...," kata Iskandar.


"apa dia lagi berusaha memancing gue?"


"Rin !" tiba-tiba perhatian Iskandar teralihkan karena kehadiran Rin.


"baguslah ! Rin datang di saat yang tepat !"


Rin berjalan menghampriri Iskandar dan Keisha.


"Rin...,"


"Gue udah maafin elu.., elu gak perlu nyariin gue sampe sini...," kata Rin tanpa menatap Iskandar.


Iskandar terdiam.


"ehehe.., sorry, tapi gue ke belakang dulu,ya...," kata Keisha sambil beranjak dan langsung pergi.


Suasana sesaat canggung.


"uhm.., ya udah.., gue ke sini sebenarnya mau ngasih tau elu kalo seminggu ke depan lu gak perlu repot-repot lagi nemuin gue..,"


"hah? kenapa?"


"Rin bodoh !! ngapain nanya kenapa?"


"Gue mau kemah sama temen-temen gue. Bisa jadi ini bakalan jadi kemah terakhir, soalnya kalo udah kelas dua belas,kan susah cari waktu luangnya." kata Iskandar sambil tersenyum.


"kayaknya lu bahagia banget...," kata Rin.


Iskandar malah heran dengan reaksi Rin,


"uhm.., lu sekarang lagi gak cemburu,kan?" tanya Iskandar.


Rin langsung menatap wajah Iskandar,

__ADS_1


"cemburu??? cemburu darimananya, coba???"


"yah.., biasanya cewek itu suka kesel kalo cowoknya main sama temen-temennya....," ungkap Iskandar dengan wajah berharap. Ia berharap Rin cemburu.


"Iskandar, seharusnya lu yang paling tau. Kita sekarang emang tunangan. Tapi gue gak suka elu, dan seharusnya lu juga gak suka sama gue !!" kata Rin.


Deg !


Iskandar mengepalkan tangannya. Ia berusaha menahan rasa kesalnya karena mendengar ungkapan Rin.


"oke.., kalo gitu, semoga lu menikmati liburan semester ini. kalo gitu gue pergi." kata Iskandar beranjak.


"Oh,iya...," kata Iskandar sebelum pergi.


"apa? Apa lagi???"


"Gue harap lu masih jadi anak teladan di tahun depan." kata Iskandar lagi lalu ia pergi.


Kalimat nya itu malah membuat Rin terpaku. Tiba-tiba ia merasa merinding.


"Keisha !!! Kita harus bicara !!!" teriak Rin.


*


Keisha menggosok-gosok dagunya setelah mendengar cerita Rin,


"Iskandar itu emang instingnya sangat tajam. Kayaknya itu kemampuan yang dimiliki semua ketua komdis, deh...," kata Keisha.


"lu harus berlatih, Kei !" kata Rin.


"berlatih apa?"


"sekalipun begitu, kita gak tau apa yang ada di pikirannya, keahlian dia itu juga tidak mengungkapkan apa yang seharusnya diungkapkan."


"benar juga....,"


"lu tau,kan yang waktu elu hampir dihukum karena bawa rokok ke kelas...," kata Keisha.


"iya..,"


"sebelum jam istirahat pertama, dia itu udah ngumpulin bukti siapa pelaku sebenarnya. Dan asal lu tau, yang bawa rokok itu bahkan ngejual, adalah kak Robi dari kelas XII MIA B." kata Keisha.


"kok lu tau ?"


"karena gue juga sempet buka-buka data punya Iskandar, ya meskipun ujung-ujungnya ketawan, hehe...," kata Keisha.


"soalnya gue penasaran, siapa orang jahat yang udah fitnah temen gue...,"


"te,temen?" diam-diam Rin tersenyum,


"jadi Keisha bener-bener nganggep gue temennya..," batin Rin.


"tapi gak tau, deh hukuman buat kak Robi apa, gak sempet lihat lagi setelah kejadian itu." kata Keisha lagi.


Rin terdiam,


"apa yang harus gue lakuin supaya Iskandar mau mengungkapkan apa yang dia sembunyikan? di antara orang-orang yang gue temuin, emang pikirannya itu yang paling susah ditebak, tapi...., akhir-akhir ini kok kayaknya dia kayak menunjukkan kalau dia itu su__, ah, gak mungkin! Jelas itu pencitraan dia. Dia itu,kan penurut...,"


Tiba-tiba Rin teringat kejadian di rumah Isabel, ia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya cepat.


"Rin, lu kenapa?" tanya Keisha.

__ADS_1


"ah, enggak.., Gak kenapa-napa...,"


"hemm.., gak kenapa-napa, tapi muka lu merah kayak kuah seblak jeletot...," kata Keisha.


"hah? merah?" kata Rin sambil memegang kedua pipinya.


"Hem.., gue tau, pasti lu mengalami masa-masa romantis dengan Iskandar barusan...,"


"ih, masa-masa romantis apaan, sih?? jijik gue dengernya !!" kata Rin.


"iya, deh.., tapi lu harus inget, Rin, Iskandar adalah orang yang bisa menggagalkan rencana kita, lu jangan terjebak dengan keromantisan dia...,"


"dia itu gak romantis, dan gue juga gak akan terjebak dengan keromantisan dalam bentuk apapun !! ewh...," kata Rin cemberut.


"iya, iya, tau, deh...," kata Keisha masih meledek.


"udah, lanjutin yuk Drakornya...," pinta Rin.


*


RIN POV


Iskandar bilang dia tidak ada di rumah selama seminggu, tapi kenapa aku harus datang ke rumahnya di saat dia tidak ada.


"Hey, adik ipar...," Mas Awan, kakak laki-laki Iskandar tiba-tiba menyapaku yang hanya duduk sambil memegang gelas berisi sirup merah. Aku hanya memberikannya senyuman,


"nah, gitu, dong..., lu cemberut Mulu..., sedih, ya tunangannya gak ada?" dia berusaha meledekku.


"enggak !" tegasku.


"terus kenapa, dong kalo bukan karena kangen Iskandar? Atau hubungan kalian itu sebenarnya gak baik, ya?" Kenapa tebakannya itu tepat.


"gak juga..," kataku tak mau mengaku.


Ia malah tersenyum,


"kalo gitu, mau main sama Mas Awan sebentar,gak? biar gak bete?"


"uhm...,"


"udah, mau aja...," katanya langsung menarik tanganku.


Awanda Dewasatria Utama. Dia adalah kakak laki-laki Iskandar. Aku ingat, kata Ayah dia itu playboy, tapi bukannya dia sebentar lagi akan menikah? Sayangnya, bahkan aku gak pernah ketemu sama calon istrinya. Dibandingkan dengan Iskandar yang berwajah sangar, Mas Awan ini wajahnya lebih manis, sikapnya juga ramah. Sepertinya aku mengerti kenapa dia bisa jadi playboy, dikaruniai wajah yang manis juga sifat yang ramah pada semua orang, siapa yang tidak tergila-gila dengannya.


Dia membawaku ke taman di komplek rumahnya,


"mau ngobrol sambil duduk atau jalan-jalan?" tanyanya ramah.


"uhm.., jalan-jalan aja..," kataku. Seperti ini saja aku merasa tidak nyaman, apalagi duduk berduaan, tapi entah kenapa aku tidak bisa menolaknya.


"hey, Rin..., lu gak nyaman,ya? khawatir tunangan lu cemburu?"


"cemburu? cemburu kenapa?"


"woah..., gile..., gue kira lu masih suka sama Iskandar..., ternyata udah enggak, ya?"


"apa? masih suka?"


Mas Awan malah tersenyum,


"lu mau gue kasih tau sebuah rahasia, gak?"

__ADS_1


__ADS_2