Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 63


__ADS_3

Aku berlari di belakang Keisha menuju ruang tamu. Aku tidak peduli Iskandar datang dengan siapa. Aku benar-benar ingin melihatnya. Bahkan jantungku saat ini berdebar-debar.


Keisha langsung berhenti sebelum sampai ruang tamu. Ia sudah bisa melihat punggung orang yang datang bersama Iskandar,


"Juan..., Dia Juan...," kata Keisha.


"kalau begitu, ayo kita temui...," kataku.


"gak.., gue malu...," kata Keisha malah berjongkok di tempatnya berdiri.


"malu kenapa, Kei...,"


"dia pasti udah tau betapa jahatnya gue. Pasti Iskandar udah bilang semuanya ke dia." kata Keisha.


"Kei..., terus kenapa dia datang ke sini kalo bukan buat ketemu elu?" tanyaku. Apa mungkin Iskandar juga ke sini hanya untuk menemui Keisha. Kenapa aku merasa iri,ya?


"lu bener juga, Rin...," kata Keisha lalu berdiri lagi.


"ayo datang dan temui dia." kataku membujuknya. Meskipun sebenarnya aku punya tujuan lain.


*


"Ada apa kalian datang ke sini?" tanya Keisha begitu tiba di pintu menuju ruang tamu, sedangkan aku masih berdiri di belakangnya. Dua laki-laki itu memandang ke arah Keisha.


"gue mau kasih lu beberapa nasihat..., tapi cowok ini maksa mau ikut. Jadi lebih baik kalian ngobrol berdua dulu aja...," kata Iskandar. Ternyata dia datang ke sini benar-benar ingin menemui Keisha.


"Ju,Juan?" tanya Keisha tak percaya.


"ya..., kalian ngobrol lah berdua di sini..," kata Iskandar beranjak, lalu matanya itu langsung menemukan mataku yang diam-diam sedang memandangnya.


"gue juga mau bicara sama tunangan gue dulu...," katanya.


Deg !


kata-katanya itu berhasil membuat debaran jantungku semakin kencang. Iskandar lalu berjalan ke arah Keisha, Ia lalu memegang pundak Keisha,


"cepetan sana! ungkapin apa yang mau lu ungkapin!" bisiknya, tapi aku masih bisa mendengarnya. Iskandar lalu mendorong Keisha sehingga membuat Keisha terlempar dan jatuh tepat di Sofanya.


"Iskandar....," kata Keisha kesal.


Iskandar lalu menggandeng tanganku.


"ngomong dari hati ke hati...," katanya pada Keisha. Aku lalu memandang tangannya yang menggandeng tanganku. Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. Aku benar-benar bingung dengan apa yang terjadi padaku.


*


Author POV


Keisha duduk di sofa, tempat ia jatuh tadi. Juan juga hanya memandanginya tanpa berkata apapun.


"uhm..," mereka bergumam bersamaan.


"Lu duluan,Kei...," kata Juan mengalah.


"enggak.., Juan aja duluan...," kata Keisha.


Juan lalu menghela napasnya dan tersenyum,

__ADS_1


"dasar...," kata Juan bicara sendiri.


"Da,dasar? maksudnya?" tanya Keisha bingung. Juan lalu pindah ke sofa tempat Keisha duduk. Ia duduk di samping Keisha.


"Kei..., gue kemaren denger berita bahagia dari Iska...," kata Juan.


"berita apa?"


"berita kalo lu ngebully lagi__," tiba-tiba Juan berhenti.


"kenapa dia bisa bahagia kalo gue ngebully?" batin Keisha bingung.


"Kata Iskandar lu ngebully Emalia...,"


"iya...,"


"kata Iskandar juga alasan lu ngebully Emalia karena lu suka sama gue? Apa emang itu alasan lu? Apa segitunya lu mau gue gak deket sama cewek lain?" tanya Juan.


Keisha mematung mendengar kata-kata Juan. Ia bingung harus jawab apa. Apakah harus jawab iya, tapi nanti Juan membencinya, kalau jawab tidak berarti ia menyangkal fakta yang diungkapkan Juan barusan.


"iya...," jawab Keisha.


"iya maksudnya?" tanya Juan lalu memegang punggung tangan Keisha dengan telapak tangannya.


"iya.., semua pertanyaan lu jawabannya iya. gue ngebully Emalia karena gue gak suka Emalia deket banget sama lu dan lu gak risih akan hal itu dan iya alasan gue ngelakuin ini semua karena gue suka sama lu...," kata Keisha lirih. Ia benar-benar tidak sanggup mengungkapkan kejahatannya sekaligus perasaannya. Keisha langsung mengambil tangannya yang dipegang Juan. Juan sempat terhenyak karena hal itu.


"sekarang lu udah tau,kan semuanya. Gue emang cewek jahat yang gak pantas dapet perasaan lu." kata Keisha sambil membuang mukanya dan melipat tangannya.


"Kei..," panggil Juan, tapi Keisha tidak menoleh sama sekali.


Kini Juan benar-benar bisa melihat wajah Keisha, tapi Keisha masih belum bisa menatap wajah Juan.


"Kei.., sorry...," kata Juan. Kata itu berhasil membuat Keisha memandang mata Juan yang sedang menatapnya,


"akhirnya lu mau lihat gue...,"


"kenapa lu bilang sorry?" tanya Keisha.


Juan malah tersenyum,


"sorry gue ini cowok bodoh yang mungkin gak pantas buat lu...," kata Juan.


"cowok bodoh? maksudnya apa?" tanya Keisha yang kini menghadapkan tubuhnya pada Juan.


"Gue ini cowok bodoh karena udah tahu lu jahat, tapi gue masih aja suka sama lu...,"


"apa?" kata Keisha tak percaya.


"Keisha..., Gue Juanda Thomas Nasution suka sama lu...," kata Juan sambil menatap mata Keisha yakin.


Keisha membalas tatapan mata Juan tak percaya,


"jadi_, mmmmhh...,"


Tiba-tiba Juan menarik tengkuk Keisha lalu mencium langsung bibirnya.


*

__ADS_1


Iskandar diam saja dari tadi tanpa sepatah katapun. Dia hanya asyik mencicipi cemilan yang disediakan Bu Dahlia. Rin meliriknya berkali-kali


"Apakah harus gue yang menyapanya duluan?" batinnya.


"sorry, Rin...," katanya tiba-tiba. Rin langsung menoleh,


"sorry buat apa?" tanya Rin yang benar-benar senang karena akhirnya dia bicara.


"akhir-akhir ini gue sibuk, jadi gak bisa nemuin lu sama Bunda...," katanya.


"ooh..,"


"laporan pertanggungjawaban gue jadi makin panjang gara-gara lu tau,gak...," katanya sambil terkekeh.


"Hah?"


"jangan sok merasa gak bersalah !"


"iya,iya..., gue tau, gue salah. Jangan dipojokkan gitu, dong...," kata Rin cemberut.


Ia lalu menoleh ke arah Rin,


"tapi lu baik-baik aja,kan?" tanyanya lagi.


Mendengar itu dengan reflek Rin tersenyum,


"Apa dia sedang mengkhawatirkan gue lagi?" Batin Rin.


"iya.., baik-baik aja."


"baguslah...," katanya. Ia lalu terdiam.


"uhm.., kayaknya Juan udah selesai ngomong, deh.., mending kita samperin, yuk...," kata Iskandar.


Tiba-tiba ada rasa yang mengganjal di hati Rin,


"Apa secepat ini gue harus berpisah lagi dengannya?"


"i,iya...," kata Rin yang saat itu tidak bisa mengungkapkan apa yang ia inginkan.


Rin berjalan di belakang Iskandar menuju ruang tamu, namun belum sampai masuk ke ruang tamu, Iskandar berhenti. Tiba-tiba Wajahnya merah lalu langsung bersembunyi di dinding. Rin yang penasaran langsung pergi ke ruang tamu dan Rin benar-benar menyesalinya.


"bukankah ini seperti menonton adegan drama Korea romantis secara live." batin Rin terpaku. Rin langsung bersembunyi di samping Iskandar.


"Rin.., lebih baik kita pergi aja dulu. Mereka sepertinya benar-benar butuh waktu berdua...," kata Iskandar sambil berbisik.


"pergi ke mana? pulang?" tanyanya.


"tidak bisa.., Gue ke sini nebeng sama Juan. Kunci ada di dia." kata Iskandar.


"ya ampun..., Anak Jendral satu ini...," batin Rin.


"kita pergi ke tempat lain aja. Kalo gak salah di komplek rumah Keisha ada taman." kata Iskandar.


"apa tidak apa-apa?" tanya Rin.


"seharusnya tidak apa-apa..," kata Iskandar lalu menggandeng tangan Rin dan membawanya pergi bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2