
Ori cemberut di acara ulang tahun Yura. Bagaimana tidak, tiba-tiba ada seorang laki-laki datang dan bergabung. Laki-laki itu tidak henti-hentinya mendekati Yura.
"woy.., cewek lu direbut, tuh...," sindir Rin.
"ck, berisik !" kata Ori.
Keisha datang menghampiri Rin dan Ori,
"Ori..., masa lu diem aja, sih cewek lu dideketin cowok lain. Dia siapa lagi?"
"Dion Mahendra. Anak kelas dua belas IIS B." kata Rin.
"ya ampun.., kenapa, sih anak IIS B itu sukanya ngerebut pacar orang!" kata Keisha kesal.
Ori langsung menoleh,
"Apa dia otak dari segalanya? Tapi masa, Rin gak nyegah sama sekali,sih...,"
"eh, Ori.., jadi cowok tuh gak boleh loyo.., sana tegaskan ke Dion kalo lu cowoknya Yura. Gak boleh sembarangan deketin Yura...," kata Keisha.
Ori mengambil napas,
"Oke !" kata Ori lalu mendatangi Dion dan Yura yang sedang bercanda bersama.
*
"lu ngerasa, gak sih kalo sebenernya Iskandar suka sama gue?" kata Emalia.
Liska langsung menoleh,
"Hah???" kata Liska kaget sampai terduduk.
"kenapa, sih? gue salah ngomong?" tanya Emalia santai dan duduk juga.
"ya iyalah..., Gak mungkin Iskandar suka sama elu !! dia itu,kan tunangannya Rin !!" kata Liska.
"apa? Tunangannya Rin ???!!!" kata Emalia tambah kaget.
"UPS!" kata Liska, ia sudah berjanji pada Rin untuk merahasiakannya.
"kok bisa?? kapan tunangannya??"
"uhm.., udah, lupakan. gue asal ngomong." kata Liska lalu membuka buku soal tadi.
"iih.., cepetan.., kasih tau gue. Apa faktanya? mereka beneran tunangan?" tanya Emalia.
"duuh.., uhm.., gimana,ya?"
"atau gue tanya langsung ke Iskandar nya?" tanya Emalia.
"eh, jangan-jangan..., uhm.., iya.., emang sebenarnya Iskandar sama Rin itu udah tunangan dan mereka itu tunangannya pas kita liburan semester." kata Liska.
"terus kenapa bisa anak-anak gak tau dan elu kayaknya nyembunyiin gitu?"
"itu permintaannya Rin. Ya.., lu tau,kan dia itu orangnya gimana. Iskandar itu,kan cukup populer, dia khawatir kecipratan gara-gara orang-orang tau kalau dia tunangan sama Iskandar." kata Liska.
"ooh...," kata Liska. Ia terdiam,
"tapi.., bisa aja,kan sebenarnya dia suka sama gue dan terpaksa tunangan sama Rin?"
Liska menaikkan alis sebelah,
__ADS_1
"ya.., meskipun mereka emang dijodohin,sih..., tapi...,"
"berarti mungkin,kan. Duuh.., sayang.., gue fallin in love-nya sama Juan bukan sama Iskandar...," kata Emalia.
"haduh.., udah-udah.., lanjut kerjain yuk.., abis lu sama Iskandar kalo dia balik. hiiy...,"
"tenang.., dia itu,kan suka sama gue, mana mungkin dia ngomelin gue..," kata Emalia lagi.
"siapa yang gak bakalan gue omelin?" Tiba-tiba sebuah suara berat yang mengintimidasi terdengar di belakang Emalia.
Liska langsung sok-sokan mengerjakan soal.
Emalia berbalik sambil tersenyum,
"Iskandar.., kalo lu suka sama gue, harusnya lu bilang aja.., gak usah modus kayak gini...,"
"kalian udah selesai berapa soal?" tanya Iskandar mengabaikan perkataan Emalia.
"gue dua belas." kata Liska.
"nih, minum dulu Boba lu. gue yang traktir." kata Iskandar sambil memberikannya pada Liska.
"Iskandar.., punya gue?" tanya Emalia manja.
"lu udah berapa soal?" tanya Iskandar.
Emalia senyum-senyum sambil mengeluarkan lima jarinya.
"selesaikan dulu lima soal lagi jadi totalnya sepuluh, baru gue kasih. Lagian ini pake uang gue, hak gue mau ngasih ke elu atau enggak." Tegas Iskandar.
"apa???" kata Emalia tak percaya.
"ya ampun.., gue lupa kalo dia ketua komdis...," umpat Emalia.
"makasih ya Allah..., untung Liska udah menyelesaikan dua belas soal..," kata Liska sombong. Emalia cuman bisa cemberut.
*
Keisha menyetir mobilnya menuju rumah Iskandar,
"lu emang gak bisa apa sekali aja gak Dateng ke rumah Iskandar?" Tanya Keisha.
"gak bisa, Kei.., durhaka nanti gue sama nyokap gue..," kata Rin.
"tapi gak apa-apa, sih.., kan bisa ketemu ayangnya.., ciee....," kata Keisha malah menggoda.
"ish.., lu mah..,"
Tiba-tiba ada sebuah motor yang menyalip mobil Keisha,
"eh, loh? bukannya tadi barusan motornya Iskandar??" tanya Keisha.
"apa? mana?" tanya Rin yang tidak menemukan apa-apa.
"ah, perasaan gue,kali..," kata Keisha.
*
Rin langsung disambut oleh Mami Friska sesampainya di rumah Iskandar.
"ya ampun, sayang.., kamu sampai repot-repot bawain Mami kue..,"
__ADS_1
"tadi sekalian lewat,kok Mi.., lagian Rin udah lama juga gak ketemu Mami....," kata Rin.
"ya ampun.., Mami emang gak salah pilih menantu." kata Friska.
"eh, tapi Iska belum pulang..," kata Friska lagi.
"belum pulang? belum pulang dari rumah Isabel?" tanya Rin agak meledek.
"no.., tadi Iska bilang dia mau belajar bareng sama temennya."
" belajar bareng temennya? siapa, Mi? Idho?" tanya Rin.
"gak mungkin Ori.., soalnya tadi Ori masih di rumah Yura waktu semua anak pulang..," batin Rin.
Friska geleng-geleng lagi,
"cewek..., Liska sama Emalia. iya itu namanya. Katanya Iska mau mendisiplinkan mereka. Misi rahasia gitu." kata Friska lagi.
Rin menelan ludahnya,
"kok perasaan gue gak enak,ya?" batin Rin.
"tapi tenang, Rin.., Iska itu orangnya setia, dia gak akan tergoda,kok sama cewe lain. Kamu adalah satu-satunya perempuan yang dia sukain,kok." kata Friska lagi.
"iya,Mi..," kata Rin.
"Mami gak tau aja sikap dia gimana. Gak mungkin kalau gue yang disukain sama Iska." batin Rin.
"ya udah,ya.., Mami mau beresin kue ini dulu.., Rin tunggu aja Iska dulu, dia sebentar lagi juga sampai...," kata Friska lalu pergi ke dapur. Rin lalu pergi ke ruang tengah untuk menunggu Iskandar, ya meskipun sebenarnya dia juga enggan, tapi demi Mami Friska bahagia.
Tak lama kemudian seorang laki-laki dengan hoddie merah maroon menghampirinya,
"Rin?" katanya.
Rin yang tadinya fokus pada ponselnya menoleh ketika merasa namanya dipanggil, ia melihat Iskandar datang sambil membawa dua piring kue yang tadi ia belikan untuk Mami Friska.
"Iskandar...,"
"gue kira lu bakalan sibuk sama ultahnya Yura." kata Iskandar lalu meletakkan kue di tangannya dan duduk di sebelah Rin.
"yah.., gue denger Mami udah balik. Kata Bunda gue harus mengunjungi Mami. Tapi Mami ngiranya gue mau ketemu elu." kata Rin jujur.
"ooh..., tapi beneran gak mau ketemu gue?" tanya Iskandar lagi.
"ish ! lu kenapa, sih? akhir-akhir ini?" kata Rin yang sebenarnya bingung.
"nanya aja. kok lu langsung sewot,sih?" kata Iskandar lagi.
"soalnya...,"
"soalnya apa?"
wajah Rin kini sudah memerah karena menahan kalimat yang ingin ia ungkapkan,
"soalnya nanti gue bisa salah paham !!!"
"salah paham? maksudnya?"
"gimana kalo nanti gue kira lu...," tiba-tiba lidah Rin kelu. Ia tidak bisa mengungkapkan kata-kata yang sudah jelas muncul di kepalanya.
"lu ngira gue apa?"
__ADS_1