Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 92


__ADS_3

Hari Minggu. Rin sungguh sangat sibuk semenjak Mami pulang. Sekarang Rin, Mami dan Dita sedang berada di dapur untuk menyiapkan makanan para lelaki yang tiba-tiba datang dan berkumpul di rumah Iskandar.


Di ruang Tengah,


"sial.., seru juga nih drama...," kata Iskandar.


"nah,kan.., apa gue bilang, drama Korea itu gak melulu cinta-cintaan yang melow-melow...," kata Idho lalu mengambil kacang tanah goreng.


"Dho.., bukannya nanti lu jerawatan,ya kalau makan kacang?" tanya Odi yang juga ada di sana.


"Oh my God ! I forgot !! Thanks, ya my brother...," kata Idho yang tidak jadi memasukan kacang tanah itu ke mulutnya.


"kalo jerawat emangnya kenapa?" tanya Ridwan yang juga ada di sana lalu mengambil kacang tanah goreng juga.


"yah.., nanti gue gak ganteng lagi gimana?" kata Idho.


Ridwan hanya memutar bola matanya.


"eh, Iskandar.., hape lu bunyi tuh..," kata Ori.


"hah? mana?" tanya Iskandar langsung beranjak dan mengambil ponselnya.


Ia mengernyitkan dahi saat melihat nama yang ada di layar ponselnya,


"Bunda Amanda?" katanya lalu ia mengangkatnya,


"assalamualaikum Bunda..," tanya Iskandar lalu pergi ke ruang sebelah,


"wa Alaikum salam, Iskandar. Uhm.., di sana kabar Rin baik-baik saja,kan?" tanya Amanda.


"Alhamdulillah Baik, Bun. Bunda sama Ayah juga baik?" tanya Iskandar.


"baik.., uhm, gini Iskandar.., bisa minta tolong kasih teleponnya ke Rin, gak? Bunda mau ngomong sama dia, tapi ditelpon gak bisa-bisa. Kamu lagi sama dia,kan sekarang?" pinta Amanda.


"iya Bunda, tapi Rin lagi masak, mungkin gara-gara itu jadi gak diangkat..," kata Iskandar membela Tunangannya. Iskandar mulai berjalan ke arah dapur.


"oh.., gitu..,"


"Tunggu sebentar, ya Bunda.., Iskandar lagi datengin Rin." kini Iskandar sudah ada di dapur. Ia menjauhkan ponselnya,


"Rin, ada telpon dari Bunda..," kata Iskandar yang menemukan Rin sedang memindahkan makanan ke mangkok saji. Rin langsung buru-buru menuangkan makanan itu lalu mencuci piringnya.


"nih..," kata Iskandar memberikan ponselnya pada Rin.


"hallo Bunda !!" kata Rin lalu pergi ke ruang makan.


"Rin.., ya ampun.., Bunda kangen banget loh sama kamu..," kata Amanda melepas rasa rindunya.


"Rin juga kangen, Bunda...," kata Rin.


"ah, jangan bohong kamu. Kesenangan,kan kamu serumah sama Iskandar...," ledek Amanda.


"ih, Bunda, mah !!" kata Rin malu.


"haha.., tapi kamu baik-baik aja,kan sayang?" tanya Amanda.


"baik, kok Bunda...," kata Rin.


"oh,iya sayang.., tapi Bunda punya kabar gak enak, nih..," kata Amanda.


"kabar gak enak gimana, Bun?"


"Bunda sama Ayah baru bisa pulang hari Kamis depan...," kata Amanda lagi.

__ADS_1


"yaah.., Bunda..," kata Rin kecewa.


"hemm.., kamu sok-sokan kecewa, tapi sebenarnya seneng,kan?" kata Amanda masih meledeknya.


"ih, Bunda apaan, sih..., Rin kan kangen sama Bunda dan Ayah...," kata Rin.


"ya udah. kamu baik-baik di rumah Mami Friska,ya.., hitung-hitung latihan jadi mantu, hihi...,"


"Bunda !!"


"haha.., ya udah.., balikin nih hape tunangan kamu, Bunda mau ngomong sama dia." kata. Bunda.


"iya-iya." Rin langsung memberikan ponsel Iskandar yang dari tadi duduk di hadapannya. Rin langsung memberi kode kalau ia harus pergi. Iskandar hanya menganggukkan kepalanya.


"hallo Bunda?" kata Iskandar.


"Iskandar.., Bunda mau bilang terimakasih sama kamu dan Mami kamu karena sudah menjaga Rin...,"


"Bunda, kami,kan memang mengambil tanggung jawab itu. Sudah seharusnya membuat Rin baik-baik saja." kata Iskandar.


"kalau begitu Bunda tutup dulu,ya.., pasti kamu sedang menikmati akhir pekan,kan?"


"ah, i,iya Bunda."


"daah menantuku..," telepon langsung ditutup.


"ah.., ya ampun Bunda..," kata Iskandar sambil menutup setengah wajahnya yang memerah.


*


Hari-hari berjalan seperti biasanya, bedanya Iskandar Radjamuda Utama bukanlah seorang ketua komdis lagi.


Di kantin, Ori dari tadi hanya memandang Iskandar yang sedang asyik makan bekal buatan Tunangannya,


"iri lu sama gue?" sindir Iskandar.


"yah.., gak juga sih...," kata Ori.


"salah lu sendiri, punya cewek kayak Yura malah lu putusin..," sindir Iskandar.


"jangan bahas itu, Napa..," kata Ori.


"hahaha..., oke, oke.., gue percaya, semua orang itu pasti punya target dan rencana. Saran gue, jangan kelamaan, nanti keburu diambil orang..," kata Iskandar lagi.


Deg !


"pengalaman, ya?" sindir Ori. Ia dengan dari Odi cerita beberapa hari yang lalu di rumah Iskandar antara Idho dan Rin.


"heh, itu gak sengaja. Jangan ungkit-ungkit lagi..," kata Iskandar.


"tapi dibanding gue, elu itu lebih parah, sih..," kata Ori.


"parah gimana?"


"yah.., gue belum mengungkapkan perasaan gue ke Yura, tapi posisi gue,kan bukan siapa-siapanya Yura, sedangkan elu, status lu ke Rin itu udah tunangan, tapi masih aja mendem perasaan...,"


"ck.., itu..,"


"Iskandar.., kemungkinan dia balas perasaan lu itu ada. Kenapa lu gak coba cari tahu dengan lu ungkapin perasaan lu?"


"bener juga, sih..,"


"yah.., jangan sampai hubungan kalian yang udah merembet sampai keluarga jadi kacau balau, sih. Semua harus segera diperjelas." kata Ori.

__ADS_1


Iskandar tersenyum,


"menasihati orang itu ternyata sangat mudah, tapi diri sendiri yang menjalaninya itu cukup sulit...," katanya.


"lu nyindir gue atau gimana?" tanya Ori.


"gak..., nyindir diri gue sendiri sekalian nyindir elu, hahaha..," kata Iskandar.


"emang dah elu,ya..," kata Ori.


*


Tanggung jawabnya menjadi ketua komisi kedisiplinan memang sudah usai, namun bukan berarti Iskandar jadi memiliki waktu luang. Beberapa materi yang belum sempat dibahas, langsung dikejar, alhasil tugas mereka sangat banyak, ditambah lagi tingkat kesulitan tugas mereka yang lebih tinggi dibanding kelas lain karena nilai kelas mereka memang di atas rata-rata.


***Iskandar**


Sorry, Rin.., Gue gak bisa pulang bareng elu.., Gue harus nyelesain tugas dulu, anak-anak kelas gue juga belum pulang*.


Rin membaca pesan dari Iskandar. Ia hanya menghela napas kecewa. Memang, pulang sendiri atau dengan Iskandar sama saja, sama-sama naik kendaraan umum. Tapi jika pulang dengan Iskandar, entah kenapa lebih tenang dan pasti akan muncul suasana-suasana romantis. Rin langsung menggelengkan kepalanya,


"huuh.., Yura juga udah pulang.., Keisha.., pasti dia juga sibuk. Gue udah janji lagi sama Mami mau pulang cepet buat nyoba resep baru. Kalau besok, gue mau ada kerja kelompok..., cuman bisa hari ini...," kata Rin berbicara sendiri.


"oke, fix ! gue bakalan pulang sendiri. Lagian sejak kapan seorang Rin jadi cewek manja !!" kata Rin menyemangati dirinya sendiri.


Ia lalu berjalan keluar gerbang sekolah. Ia memang harus berjalan sedikit untuk sampai di tempat angkutan umum ke rumah Iskandar berhenti.


Tap


Tap


Tap


Tiba-tiba ada langkah yang seirama dengan langkahnya. Rin langsung tersenyum,


"mungkinkah itu Iskandar?" gumamnya. Rin lalu berjalan lagi dengan langkah yang besar, namun langkah itu semakin lama semakin mendekat.


Rin tersenyum licik,


"ini pasti Iskandar...," batin Rin.


"gue kagetin, ah..," mulai ide licik di kepalanya.


"satu, dua...,"


Rin langsung berbalik,


"KETA__, mmph !!!"


Tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulutnya dengan kain.


"apa ini?!?? Iskandar !! lu dimana?"


Tiba-tiba pandangan Rin menjadi gelap.


.


.


.


**Kepada para pembaca Singa VS Kucing terimakasih banyak yang sudah memberikan dukungan kepada mama Uzda lewat like, komen, dan vote ♥️♥️♥️


maaf 🙏🙏 karena Minggu kemarin yang updatenya agak berantakan, tapi Minggu ini mama Uzda akan update seperti semula, makanya ikutin terus ya cerita ini. Sambil nunggu episode berikutnya boleh juga mampir ke cerita mama Uzda yang terbaru "Prince Charming and The Beast"

__ADS_1


semoga kalian suka ♥️♥️😘🥰**


__ADS_2