Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 47


__ADS_3

AUTHOR POV


Ting


Tong


Yura memencet bel rumah Ori dengan gembira. Ori tadi tiba-tiba menelponnya dan memintanya untuk menemaninya karena dia sendirian di rumah. Yura bahkan baru bangun tidur setelah menginap bersama di rumah Keisha.


"Yura...," Suara Ori membuat jantungnya berdebar semakin kencang, Yura langsung tersenyum lebar,


"Ori, Yura bawa cemilan..," kata Yura.


Ori tersenyum sambil mengelus-elus kucingnya, Kupung,


"ayo masuk." katanya.


*


Yura mengikuti Ori yang membawanya ke ruang tengah sambil melihat ke sekeliling. Ini pertama kalinya Yura masuk ke rumah Ori. Suasana rumah ini begitu sepi.


"Ori bener-bener sendirian? gak ada siapa-siapa?" tanya Yura.


"iya..,"


"asisten rumah tangga pun?"


"gak ada. Semenjak gue SMP udah gak make asisten rumah tangga. Semua gue lakuin sendiri."


"bersih-bersih rumah sendiri?"


"iya."


"masak?"


"sendiri juga."


"nyuci baju?"


"kalo itu laundry. Gak sempet kalo sendiri."


"ooh...,"


"tapi kadang Abang gue sama istrinya suka Dateng, cuman sekarang katanya mereka lagi sibuk. Sorry,ya.., bikin lu jadi harus liburan sama gue di sini...," kata Ori lagi.


"gak apa-apa..., Yura seneng banget,kok. Yura malah pengen setiap hari sama Ori."


Ori tersenyum lalu melepaskan Kupung dari gendongannya,


"Yura tunggu di sini aja...," kata Ori lalu mengambil kantong cemilan yang dibawa Yura.


"Gue siapin cemilan dulu, hey, Kupung, temenin cewek gue,ya...," kata Ori berbicara pada kucingnya lalu pergi ke dapur.


Kupung tanpa rasa canggung langsung naik ke pangkuan Yura dan meminta dielus,


"ya ampun.., kamu manis banget, sih..," kata Yura lalu mengelus-elus Kupung.


Ting


Tong


Tiba-tiba Bel rumah Ori berbunyi lagi,


"kayaknya ada tamu lagi. Kupung, kamu mau ikut sama aku?" tanya Yura.


"meong!" kata Kupung seolah mengatakan iya pada Yura.


"Ori.., Yura bukain pintu dulu,ya...," kata Yura agak berteriak.


"iya !!" jawab Ori.


Yura dengan riangnya berjalan ke pintu dan membuka pintunya,


"Surprise !!!" Teriak seorang perempuan membuat Yura kaget,


"eh?" kata perempuan itu yang sebenarnya adalah Nia dan melihat Yura berekspresi kaget sambil menggendong Kupung,


"meong !!" sambut Kupung bahagia lalu langsung loncat ke arah Nia,


"eeh?" kata Nia kaget tapi tetap bisa menggendong Kupung,


"kamu.., "


"Nia? kenapa gak masuk?" tiba-tiba ada seorang laki-laki berkacamata di belakangnya.

__ADS_1


*


Keisha mengelap wajahnya yang penuh air mata,


"Rin.., kok sedih banget, sih dramanya.., huhu..., gue gak kuat.., gue gak kuat...," kata Keisha yang akhirnya menyerah ikut nonton drama Korea koleksi Rin.


"Apaan, sih? itu semua,kan karena dia anak di luar nikah, biasanya juga emang gitu...,"


"tapi meskipun begitu, dia,kan gak salah.., yang salah ayah ibunya..., kenapa dia harus dikucilkan dengan saudara-saudaranya juga??? huhuhu...," Kata Keisha.


"ya ampun.., padahal ini drama lama...,"


"lu tuh, berhati dingin banget, sih? Dia,kan masih kecil..,"


"tapi pada dasarnya dia itu anak sulung. Emang ini kelakuan adik-adik kurang ajar aja...," kata Rin.


"kalo itu adek gue, udah gue pites-pitesin !!!" kata Keisha penuh dendam.


Rin menghela napas,


"sayangnya kita ini anak tunggal, Kei...,"


"oh,iya lu bener..., huhuhu...," kata Keisha lalu memeluk Rin.


Ting !


Ting !


tiba-tiba ponsel Keisha berbunyi,


"Kei.., Kei.., itu hape lu, tuh.., berisik !!!" kata Rin yang berusaha melepas pelukan Keisha.


"eh,iya.., notif apa,ya?" tanya Keisha lalu melepas pelukannya dan mengambil ponselnya. Ia membaca notifikasi yang ada di ponselnya.


"gue lanjutin,ya..," kata Rin.


"Rin !!" kata Keisha setelah membaca notifikasi di layar ponselnya.


"apa??"


"Gawat, Rin !"


"gawat apaan?"


"oh, Iskan___, Apa??!!!"


"iya, dia bilang lima menit lagi nyampe!!"


"duuh.., gue gak mau ketemu dia !! gue lagi bete sama dia !!" kata Rin malah kelabakan.


"eh, tapi ini pesan lima menit lalu__,"


Ting


Tong


"******, dia udah sampe !"


"Duuh.., gue di kamar aja, ya..., lu aja yang menghadapi dia !!" kata Rin.


"ih,ogah.., dia bilang, dia ke sini mau ketemu lu. Gue gak mau mencampuri urusan rumah tangga lu...," kata Keisha.


"iih..., kok dia tau gue di sini..., ah, pasti Bunda!"


Tok


Tok


tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Keisha,


"Non.., ada tamu, tuh.., Den Iskandar...," kata Bi Dahlia, asisten rumah tangga Keisha.


"kok Bi Dahlia kayak udah kenal gitu sama Iskandar?" batin Rin


"Iya, Bu !!" kata Keisha.


"Rin, ayo temuin laki lu tuh !!" kata Keisha.


"Iih.., ogah, lu aja yang ke bawah nanti gue nyusul...," kata Rin.


"beneran? awas lu,ya.., Iskandar itu bisa mendeteksi kebohongan gue, loh.., jadi gue gak bisa bohong di depan dia...,"


"iya, iya...,"

__ADS_1


*


Wandi memperhatikan Yura yang duduk tegak di hadapannya. Ori dan Nia sedang menyiapkan hidangan yang dibawa olehnya tadi.


"lu beneran ceweknya adek gue?" tanya Wandi.


"i,iya.., kak..," kata Yura.


"sejak kapan?"


"udah lebih dari sebulan..,"


"ooh.., baru sebentar..," katanya lalu meminum tehnya yang tadi disajikan oleh Nia,


"lu yang suka adek gue atau adek gue yang suka lu duluan?" tanya Wandi.


"aku,kak..,"


"uhuk !!" Wandi sangat kaget mendapat fakta itu.


"apa ada yang salah,kak?" tanya Yura.


"enggak.., enggak.., uhuk.., uhuk..,"


"duuh.., aku ambilin air,ya Kak.., tunggu sebentar...," kata Yura lalu berlari ke dapur.


*


Di dapur,


Ori memindahkan brownies yang baru saja ia potong ke atas piring,


BLETAK !


tiba-tiba Nia menjitaknya,


"ih, Kakak ! apaan, sih ! sakit tau !" kata Ori kesal.


Nia malah tersenyum melihat keimutan adik iparnya itu lalu ia mencubit pipi Ori,


"uunch.., manis banget sih elu.., tapi gue gak nyangka ternyata udah punya cewek..., padahal ngakunya bukan waktu itu...,"


Ori mengambil tangan Nia lalu melepaskannya dari pipinya,


"kak.., jangan kayak gini lagi...," kata Ori.


"apa?"


"kakak.., jangan pura-pura gak tau kalo Ori itu suka sama kak Nia...," kata Ori.


"uhm.., maaf...," kata Yura yang tiba-tiba sudah ada di sana. Nia langsung menarik tangannya dan menyimpannya,


"uhm.., ada apa Yura?" tanya Nia ramah.


"kak Wandi minta air...," kata Yura, tapi matanya menatap Ori yang memalingkan wajahnya.


"ooh..., biar kak Nia yang mengambilkannya." kata Nia lalu mengambil gelas dan mengisinya dengan air dan pergi.


"uhm.., Yura...," kata Ori setelah Nia pergi.


Yura tidak meresponnya dan hanya menunduk,


"Yura...," kata Ori memanggilnya sekali lagi.


Yura lalu mendongakkan kepalanya dan memaksa senyumnya pada Ori,


"ya.., Yura.., Yura masih akan berjuang untuk buat Ori menyukai Yura...,"


"Yura..,"


"uhm.., sepertinya Ori gak kesepian lagi.., Lebih baik Yura pulang,kan?" kata Yura lalu pergi begitu saja.


"Yura....," belum sempat mengatakan isi hatinya, Yura sudah pergi dari hadapannya. Ori langsung memukul meja dapur,


"sial !" umpat Ori yang tidak bisa melakukan apa-apa.


*


Iskandar sudah duduk sambil menikmati jus jeruk yang diberikan Bi Dahlia,


"Iskandar?? lu bener-bener ada di rumah gue ??" kata Keisha yang excited sambil menghampiri Iskandar di ruang tamu.


Iskandar menoleh,

__ADS_1


"iya.., Rin mana?" tanya Iskandar tanpa basa-basi.


__ADS_2