
"Kalau kamu gak suka sama Rin, seharusnya kamu menolaknya saja....,"
"Tidak bisa, Pi..,"
"Ya, Papi tau."
"Papi tau?!!"
"hahaha..., reaksi kamu itu berlebihan," kata Yoyo sambil tertawa.
"jadi Papi gak tau?" tanya Iskandar penasaran.
"Taulah. Alasan yang sama seperti waktu Papi dijodohin sama Mami kamu."
"hah?"
"meskipun Mami kamu itu jauh lebih muda dari Papi, tapi Papi itu sudah mencintainya sejak kecil."
"itu karena saat itu Papi baru pubertas dan cuman kenal Mami doang, ya kan?" tebak Iskandar.
"ya ampun anak ini..," umpat Yoyo agak kesal.
"hah.., tapi Papi gak salah juga." kata Iskandar lagi.
"dasar, Gengsian!" kata Yoyo sambil mengacak-acak rambut keriting putranya itu.
"Tapi, Pi...," Kata Iskandar tiba-tiba sambil merapikan rambut keritingnya yang berantakan.
"Apa?"
"Iskandar punya permintaan untuk yang ketiga kalinya."
Yoyo mengernyitkan dahinya, tiba-tiba saja jantungnya berdebar, "apa itu?"
*
Hari Senin,
Keisha, Rin dan Yura duduk di meja yang sama di kantin.
"oke, apa kamu sudah menyelesaikan tugas kamu, Rin?" tanya Keisha.
"ya." kata Rin lalu memberikan buku catatan kecilnya,
"Bella itu aktif di klub teater sekolah. Dia dekat dengan kak Restu, mantan ketua teater. Terus dia juga Deket sama Mahmud, karena sering jadi pasangan. Selain itu juga sama Loli karena sering mewakili sekolah dalam lomba story telling."
Keisha membacanya,
"lu nulis di sini, dia juga Deket sama Juan."
"itu karena dia sekelas dan sering sekelompok." kata Rin.
"dibanding mereka semua, dia paling klop sama Idho dan Odi. mereka bukan cuma Deket, tapi mereka sering shopping dan ke salon bareng buat perawatan."
"ya ampun..., mereka cowok benar-benar melakukan perawatan di Salon??" tanya Yura yang salah fokus.
"ya.., itu karena salon kecantikan langganan mereka adalah salon kecantikan milik sepupunya Odi." kata Rin.
"ya ampun.., lu bahkan tau sejauh itu."
"yah.., dia paling malam pulang sekolah jam tujuh malam jika ada latihan intens dari teater. seperti akhir-akhir ini untuk pentas persiapan di class meeting nanti."
"oh iya!! berati Minggu depan kita Ujian Akhir semester!!!" kata Yura.
__ADS_1
"sial!! Yura bener." kata Keisha.
"emangnya apa yang mau lu lakuin?" tanya Rin.
"yah.., harus belajarlah." kata Keisha sambil cengengesan.
"Emangnya lu mau ngapain?" Selidik Rin sambil memicingkan matanya, ia tidak yakin kalau Keisha menjawab pertanyaan dengan benar.
"Yah.., mau.., main-main aja." Kata Keisha.
Rin memicingkan matanya, "lu gak berniat melakukan sesuatu ke Bella,kan?" Tebak Rin.
"Hah? Melakukan sesuatu? Ngapain juga?" Tanya Keisha sambil membuang mukanya.
"Emangnya Keisha mau ngelakuin apa juga?" Kata Yura.
"Ya ampun, Yura, asal lu tau, Keisha ini adalah manusia yang harus selalu diawasi !" Kata Rin.
"Kenapa?" Tanya Yura.
"Dia ini suka melakukan hal-hal yang ada di luar akal!!" Kata Rin.
"Ah, lebay kamu Rin." Kata Keisha sambil cengengesan.
"Iya, kamu berlebihan Rin..., Keisha itu orang baik,kan. Iya,kan?" Tanya Yura.
"Iya..., Hahaha...,"
*
Waktu istirahat akan segera berakhir, namun kelas XI MIA C sudah dipenuhi oleh para siswa dan semua fokus pada layar proyektor,
Tok
Tok
Tok
"Yaaah...," Kata mereka semua serempak. Lalu mereka menengok ke arah pintu, pasti kedatangan orang itu yang membuat seseorang menghentikan video yang sedang terpasang di layar proyektor.
"Uhm.., permisi...," Kata Orang itu yang ternyata Iskandar.
"Iskandar?? Di,dia..., Muka dia babak belur???" Batin Rin, salah satu dari para siswa tadi.
"Ada Idho, gak di sini? Tadi gue ke kelasnya katanya dia ada di sini." Katanya.
"Kenapa ?" Tanya Idho di antara kerumunan siswa yang merasa dirinya dipanggil.
"Oh, ternyata lu di situ. Nanti pulang, gue mau ngomong sama elu. Di tempat biasa,ya." Kata Iskandar.
"Mau ngomong?" Idho mengernyitkan dahinya, "mukanya babak belur gitu, pasti abis duel sama Papi." Batin Idho,
"oke." Kata Idho lagi.
"Kalo gitu gue balik dulu,ya..," katanya berbalik, tapi tiba-tiba berhenti, ia berbalik lagi,
"kalian...," Kata Iskandar membuat semua orang di situ menatapnya lagi,
"Jangan sampe telat masuk kelas dan sebaiknya fasilitas sekolah digunakan untuk pembelajaran, ya. Permisi." Katanya lalu pergi.
"Wah !! Gila! Ini kita ketawan komdis apa gimana? Apa proyektor kelas MIA C bakalan dicabut? Enggak,kan???" Tanya Dhea panik.
"Yah...., Sumpah gue masih penasaran kelanjutan drama koreanya...," Rengek Hilda.
__ADS_1
"Enggak, kok tenang, kan Iskandar gak lagi tugas. Dia ke sini mau ketemu gue." Kata Idho menenangkan.
"Ya udah, play lagi!!" Kata Dion tak sabar.
"Oke, gue play,ya." Kata Feby yang duduk di depan laptop.
KRIIING....!
Tiba-tiba bel berbunyi,
"Yaah.., kagak jadi lanjut dah!" Protes Dion.
"Udah, besok lagi kita nobarnya. Di kelas MIA B aja ya." Kata Idho.
"Iya,iya..," kata mereka kecewa dan kembali ke kelas.
"Idho!!" Panggil Rin, membuat Idho terhenti.
"Kenapa?" Tanya Idho.
"Lu.., lu tau kenapa Iska babak belur?" Tanya Rin dengan wajah khawatir.
Hal itu tak luput dari perhatian Idho, "uhmm.., mungkin. Tapi kayaknya mau dia omongin nanti. Jadi gue belum bisa mastiin kenapa dia babak belur." Kata Idho.
"Gi,gitu,ya...," Kata Rin.
"Ya udah, gue balik dulu,ya." Kata Idho diikuti dengan anggukan Rin.
"Mami sama Papi mungkin cekcok karena keputusan gue...,"
Tiba-tiba terngiang Kalimat Iskandar kemarin.
"gak mungkin,kan gara-gara pertemuan kemarin?" Batin Rin.
Perhatiannya lalu teralihkan pada Ori. Ia lalu mendatangi Ori.
"Ori !" kata Rin.
"apa?" tanya Ori.
"kenapa muka kamu khawatir gitu, Rin?" tanya Yura yang sedang duduk di sebelah Ori.
"lu pasti tau sesuatu,kan...," kata Rin.
"tau apa?" tanya Ori lagi.
"lu pasti tau,kan kenapa muka Iska babak belur ??" tanya Rin sambil menatap tajam ke arah Ori.
Ori menaikkan alisnya sebelah,
"oh.., paling berantem." kata Ori enteng.
"berantem?? berantem sama siapa???" tanya Yura panik.
"gue juga gak bisa mastiin, sih. tanya aja Napa langsung ke orangnya!" kata Ori.
"ta,tapi..., pasti lu tau, kan Ori?"
"gue gak sehebat itu sampe bisa tau segalanya." kata Ori.
"udah, balik badan lu, duduk yang manis di bangku lu." kata Ori.
Rin mendengus, "duuh..., dugaan gue gak mungkin bener,kan??" batin Rin
__ADS_1
"Gue harus ikutin mereka!"