Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 82


__ADS_3

"apa senyumnya juga semenyeramkan itu?" kata Juan.


"ayo kita keluar dan tanya dia." kata Iskandar tidak menjawab pertanyaan Juan.


Laki-laki itu menatap Iskandar sambil tersenyum,


"Apa kamu temannya Yura juga?" tanya laki-laki itu.


"bisa dibilang seperti itu." kata Iskandar.


"lalu mau cari Yura juga?" tanyanya lagi.


Rin dan Keisha buru-buru keluar,


"kak Yuga!" kata Keisha.


"oh, hai Keisha, hai Rin...," kata Yuga.


"apa Ori sudah ke sini?" tanya Iskandar.


"Ori?"


"iya, kak Yuga, apa Ori sudah ke sini? dan kenapa kakak ada di luar?" tanya Keisha lagi.


Yuga tersenyum lagi, Ia lalu memandang wajah Iskandar yang menantikan jawabannya lalu ia menatap Keisha dan Rin,


"dia sudah pulang sambil menangis...," kata Yuga masih dengan senyum lebarnya.


"me,menangis? kenapa?" tanya Iskandar jadi khawatir.


Senyum Yuga makin lebar mendapati respon Iskandar,


"begini ceritanya...,"


*


*flashback on


Yuga mendengar cerita Ori tentang alasannya putus dengan Yura. Yuga menggosok-gosok dagunya,


"sebenarnya adikku juga salah di sini...," kata Yuga.


"eh?" Ori malah bingung.


"kamu sama sekali tidak merasa adikku bersalah?" tanya Yuga.


"entahlah..., Saya merasa menjadi penghalang Yura, toh dari awal saya juga tidak punya perasaan apapun sama dia..,"


"awalnya memang tidak punya, lalu bagaimana sekarang?" tanya Yuga lagi. Pertanyaan membuat Ori tertohok. Tiba-tiba ia merasa jantungnya berdegup kencang.


"kamu bahkan datang ke sini untuk memberikannya catatan untuk ujian, bahkan sempat merindukannya, Jika aku adalah kamu, aku tidak akan pernah merindukan wanita yang aku putusin....," kata Yuga.


"hubunganku dengan Yura memang sudah putus..., tapi kami masih berteman__,"


"apalagi berteman. Melihat saja aku tidak Sudi." kata Yuga lagi.


Ori terdiam.


"Yura bilang kalau kamu menyebut hubungan kalian tidak jelas karena hanya Yura yang menyukaimu.., tapi kalau menurutku jelas kau itu hanya cemburu...," kata Yuga.


"Sa,saya? cemburu?" tanya Ori sambil menunjuk dirinya.


Yuga tersenyum lagi,

__ADS_1


"baiklah.., atau begini saja, karena kamu tidak mempercayai siapapun termasuk aku, coba kau tanya pada dirimu sendiri, apa perasaanmu terhadap adikku Yura." kata Yuga.


"perasaan gue sama Yura..," batin Ori. Tiba-tiba airmatanya menetes,


"waduh.., aku bahkan tidak mengharapkan kamu...,"


Ori lalu menatap Yuga,


"Yuga..., jika aku mencintai Yura, apakah kamu akan marah padaku?" tanya Ori masih dengan air mata yang menetes.


"marah? kenapa aku harus marah? Yura mencintaimu, dia mengatakan hidupnya jadi lebih seru ketika bersamamu, jadi mana mungkin aku marah?"


Ori lalu berlutut,


"kalau begitu.., apakah Yuga mau mengizinkan saya untuk bersama Yura?"


*flashback off


.


.


"lalu kakak jawab apa???" tanya Keisha yang antusias.


"bukankah sudah bisa ditebak dari jawaban pertanyaan sebelumnya?" tanya Yuga.


"tapi.., bisa saja jawabannya tidak sesuai dengan jawaban pertanyaan sebelumnya!!" kata Rin yang jiwa penasarannya mulai bangun.


"Aku hanya ingin Yura bahagia. Itu saja. Lagipula jika dia benar-benar ingin pacaran dengan adikku, dia harus menghadapai ayahku dulu. Jika dia memang berani, aku rasa...,"


"APAA??!!" tanya Keisha dan Rin kompak.


"yah.., sesuai yang kalian harapkanlah..," kata Yuga.


"jawabannya masih tidak.jelas...," keluh Rin.


"ya ampun, kamu cukup bijaksana juga...," komentar Yuga.


"setidaknya gue lega karena gak ada pertengkaran di sini...," kata Juan.


"kalau begitu, bukankah urusan kalian sudah selesai? sekarang kalian bisa pulang. Terimakasih sudah sangat mempedulikan adikku." kata Yuga agak membungkuk lalu masuk ke dalam rumahnya.


"ya ampun.., bukankah barusan kita diusir?" kata Keisha.


*


Liska tiduran di pangkuan Roger yang sedang fokus pada layar ponselnya. Sedangkan Liska sedang menonton tutorial make up di Utube.


"Abaang...," panggil Liska.


"hm?" tanya Roger.


"Abang.., Eneng bete masa...," kata Liska lalu mematikan ponselnya karena bosen.


"bete kenapa, Neng?" tanya Roger.


"gak tau ah.., bete aja !!!" kata Liska lalu berguling ke samping menghadap kaki Roger.


"yah.., gimana Abang tau, kalo eneng aja gak tau?" kata Roger.


Liska telentang lagi,


"Abaang...," kata Liska kesel.

__ADS_1


Roger tersenyum lalu mengelus kepala Liska lembut,


"kenapa, sih Eneng?" katanya lembut tapi matanya masih fokus ke ponsel.


"Eneng.., Eneng...," Liska ragu untuk mengungkapkannya.


"Eneng mau ngomong apa, sih?" tanya Roger lagi sambil mengelus-elus kepala Liska.


"Abang.., Eneng masa kangen sama Rin...," kata Liska.


"ya udah.., ajak ketemuan lah...," kata Roger enteng.


Liska langsung bangun,


"Abang.., Abang di kelas masih sebangku sama Rin?" tanya Liska.


"iya..,"


"dia gimana? Dia jauhin Abang gitu,gak?" tanya Liska lagi.


"enggak. Biasa aja."


"Dia gak ngomongin Liska gitu?"


"gak, tuh..," kata Roger lagi masih fokus ke ponselnya.


"terus gimana, coba, Bang.., Liska mau baikan sama Rin.., Emang Rin itu kemaren udah keteraluan.., dia udah ngejebak Emalia, dia juga selingkuh sama Ori. Ewh..,"


"selingkuh? Eneng percaya gossip di grup itu?" tanya Roger.


"maunya gak percaya, tapi kalo diperhatiin, mereka emang sering berduaan...," kata Liska.


"terus, kalo Abang duduk bareng Rin tiap hari namanya selingkuh?" tanya Roger.


"ih.., Abang..., kok kesannya kayak Abang,tuh belain Rin, sih? Pacar Abang,kan Eneng !" kata Liska kesal sambil melipat tangannya.


"Siapa juga yang belain Rin.., Abang,kan selalu ada di pihak Eneng..," kata Roger yang malas membujuk Liska karena permainan di ponselnya sedang seru.


"itu,itu..., ngapain sama-samain sama Abang.., uugh.., nyebelin !!" kata Liska sambil cemberut, tapi tak digubris oleh Roger.


"iih.., Abang !!! Abang ngapain, sih !! main hape Mulu !! jangan - jangan selingkuh,ya !!" kata Liska langsung merebut ponsel Roger.


"eits ! Eneng ! Abang itu__," Roger tak sanggup berkata-kata.


Liska melotot melihat layar ponsel Roger,


"Abang lagi main catur online?" tanya Liska lalu membaca lawan mainnya.


"Babe Abdurohim..., Lah? ini,kan Babe Eneng !" kata Liska.


"emang Abang lagi main sama Babe Eneng..," kata Roger sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"ih.., Abang sama Babe kebiasaan, nih, main catur Mulu, udahannya Eneng dikacangin. Siapa lagi, nih yang ngajarin Babe main catur online gini??" kata Liska lalu melanjutkan permainan Roger.


"Eneng.., jangan sampai kalah,ya.., Nanti Abang gak boleh jadi mantu Babe lagi..,"


"ih, apaan, sih Bang Rohman.., sempat-sempatnya gombal..," kata Liska sambil senyum-senyum sendiri.


.


.


.

__ADS_1


**Kepada pembaca yang aku cintai, mohon maaf hari ini updatenya terlambat dan hanya satu episode karena author disibukkan oleh persiapan lebaran, tapi author akan update setiap hari. Semoga kalian gak bosan-bosan baca cerita ini sampai tamat,ya.


Kalau kalian mau memberi kritik dan saran, dipersilahkan di kolom komentar dan jangan lupa like dan vote nya. Saranghe**♥️♥️


__ADS_2