
Rin mengeringkan rambutnya setelah mandi. Ia merasa hari ini sangat gerah setelah berolahraga bersama suaminya. Sejak menikah, lari di car free day menjadi rutinitas barunya, padahal biasanya ia hanya menghabiskan waktu di rumah menjadi anak perempuan rumahan, tetapi kesehariannya menjadi lebih aktif sejak menikah.
"HAP !" kata Iskandar sambil memeluk Rin dari belakang.
"Iskandar...,"
Iskandar langsung menghisap leher Rin,
"kamu wangi sekali...," katanya.
Blush !
Wajah Rin langsung memerah,
"apaan, sih??" kata Rin malu.
Iskandar lalu menyenderkan dagunya di bahu Rin dan kedua tangannya ia lingkarkan di pinggang Rin,
"Rin...,"
"hm?" tanya Rin yang pasrah dengan tingkah suaminya yang tiba-tiba jadi manja ini.
"kamu kira-kira kapan hamilnya?" tanya Iskandar sambil mengelus-elus perut Rin.
"ha,hamil??" tanya Rin, ia makin heran dengan pertanyaan Iskandar,
"kenapa dia tiba-tiba sekali? kita,kan baru sekali? apa iya sekali bisa langsung jadi? hemm.., tanggal datang bulanku juga sudah lewat.., apa aku benar-benar hamil??" batin Rin.
Iskandar lalu melepas pelukannya,
"sudah, jangan dipikirkan.., ayo kita turun ke bawah.., nanti Mami pasti ngeledekin kita kalo lama-lama di kamar...," kata Iskandar sambil membelai rambut istrinya lalu keluar kamar duluan.
"jangan dipikirkan??? Justru elu yang bikin gue kepikiran !!!" umpat Rin agak kesal.
*
Ting !
Bunyi timer oven yang menandakan kuenya sudah matang,
Friska lalu mengambilnya dan mencium aroma manis spons cake bikinannya,
"hmm..., ini pasti enak. Aromanya pasti akan buat selera makan meningkat...," katanya bicara sendiri.
"aroma apa ini?" tanya Yoyo yang tiba-tiba muncul di dapur,
"eh, Papi..., Mami bikin kue, kata Awan, Adiba mau datang ke rumah, sekalian menyambut dia yang baru pulang dari Maroko." kata Friska.
Yoyo yang tadinya hanya mengambil minum langsung berjalan mendekati istrinya, ia lalu mendekatkan mulutnya ke telinga Friska,
"kalo cuman berdua, panggilnya Mas Yoyo aja..," bisik Yoyo iseng.
Blush !
wajah Friska langsung memerah,
"ih, Papi apaan, sih?? udah tua, juga.., masih aja suka ngegombal ajaa...," kata Friska jual mahal.
"siapa juga yang ngegombal.., Ge-er aja kamu dek..," kata Yoyo.
"Papi, shuut...," kata Friska heboh sendiri sambil meletakkan telunjuk di depan bibir suaminya.
Yoyo tersenyum,
"ya udah, Papi ke depan dulu,ya...," kata Yoyo tidak lupa dengan gelasnya.
__ADS_1
Friska langsung menutup wajahnya,
"aduuh.., padahal udah nikah tiga puluh tahun, kok masih aja deg-degan...,"
*
Iskandar pergi ke ruang keluarga dan di sana ia menemui Yoyo yang sedang senyum-senyum sendiri sambil menonton televisi.
"ehem !" Iskandar menegur ayahnya itu, wajah Yoyo seketika berubah,
"ehem, kamu.., kapan datangnya?" tanya Yoyo lalu meminum air yang tadi ia ambil.
"barusan, Pi..., uhm.., Papi kenapa senyum-senyum sendiri? Apa belut laut itu terlihat menggemaskan?" tanya Iskandar yang melihat layar televisi, Papinya sedang menonton film dokumenter hewan, namun kali ini seekor belut laut.
"ah, kamu aneh aja.., mana ada belut yang menggemaskan?" kata Yoyo jadi salah tingkah.
Iskandar hanya geleng-geleng sambil mengambil semangka potong di atas meja.
*
Rin menghias spons cake yang dibuat Friska,
"Welcome to Indonesia Adiba.., Hem.., Adiba itu siapa, Mi?" tanya Rin setelah berhasil menulis kata sambutan itu di atas spons cake yang sudah dilapisi krim itu.
"Hem.., sebenarnya Mami maunya Awan nikah sama dia.., tapi friendzone mulu mereka berdua dari SMA." kata Mami.
"friendzone? ada rasa, dong Mi namanya..., tapi kok mas Awan pacaran sama cewek sana-sini?" tanya Rin yang kekepoannya mulai bangkit lagi.
"tau..., udah Mami suruh lamar aja Adibanya, eh Mas Awan malah bilang Adiba ngetawain dia, terus gak lama Adibanya berangkat ke Maroko."
"itu kapan, Mi?"
"kalo gak salah dua tahun lalu...,"
"iya makanya, dia seneng banget Adiba pulang ke Indonesia, pake mau langsung dijemput di bandara segala, ckck...,"
"jadi mas Awan bener-bener jemput kak Adiba sekarang yang baru pulang dari Maroko???" tanya Rin.
"iya..,"
"terus, gak pulang ke rumahnya dulu?"
"enggak, nanti sore baru pulang di antar Mas Awan lagi ke Tasikmalaya." kata Friska.
"hemm..., entah mengapa gue jadi kepo sama kak Adiba ini." batin Rin.
*
Saat jam makan siang,
"Awan lama banget, katanya Adiba sampe jam sembilan..," gerutu Friska.
"makan dulu aja, Mi...," kata Yoyo yang sudah hampir menghabiskan makanannya.
"tapi Mas Awan belum makan...,"
"Assalamualaikum Mami Papi...," tiba-tiba terdengar suara Mas Awan yang baru muncul, semua orang langsung menatap ke arahnya.
"mana Adibanya?" tanya Friska.
"kayaknya emang deket banget, dari Mas Awan SMA, sih." batin Rin.
"assalamualaikum Mami, Papi....," tiba-tiba seorang wanita berkerudung sepanjang pinggang muncul dengan senyumnya yang sumringah, seolah melepas rindu kepada kedua orang tuanya.
"Adiba sayang...," kata Friska langsung memeluk Adiba.
__ADS_1
"Mami.., Adiba kangen...," kata Adiba lagi.
"Mami juga sayang...," kata Friska.
"udah, udah.., kalian berdua cuci tangan sana, terus makan, Mami udah lama nunggu kalian, tuh...," kata Yoyo.
*
Mas Awan tidak bisa berhenti menceritakan semua pengalaman menakjubkan dari seorang Adiba yang tadi ia dengar selama di perjalanan, jelas sekali ada kebahagiaan dari matanya. Ia bercerita seolah pengalaman itu juga miliknya, sedangkan Adiba hanya tersenyum sambil sesekali memandang Awan yang sumringah.
"haduh-haduh..., Awan dan Adiba..., kira-kira kapan kalian akan menikah?" tanya Yoyo tiba-tiba membuat semua orang terdiam.
"uhm..., itu...,"
"Papi.., Awan itu cuman bercanda.., jangan dianggap serius...," kata Adiba yang kata-katanya berhasil membuat Awan pundung.
"hmph..., kalo gitu, Rin dan Iskandar, kapan kalian mau bulan madu? ini udah hampir sebulan kalian menikah.., kapan memberikan cucu pada kami...," tanya Yoyo yang langsung menyerang anak keduanya.
"mungkin dua Minggu lagi, Pi.., soalnya kebetulan magang Rin selesai Minggu depan, dan ujian prakteknya Iskandar dua Minggu lagi baru selesai."
"lalu sudah menentukan mau kemana bulan madunya?" tanya Yoyo lagi.
"Paris!"
"Seoul!"
Iskandar langsung menatap istrinya yang memiliki tujuan berbeda,
"Seoul?" tanya Iskandar. Rin menatap Iskandar balik dengan tajam seolah tak mau kalah.
"haduh.., perselisihan rumah tangga ronde satu dimulai..," kata Awan memanaskan suasana.
Friska langsung mencubit paha putra pertamanya.
"sudah-sudah..., lebih baik diskusikan dulu..," kata Yoyo berusaha menengahkan.
Iskandar dan Rin langsung membuang muka.
Friska mencolek pinggang suaminya,
"Papi, sih...," katanya pelan.
*
Sesuai janjinya, setelah sholat Ashar, Awan langsung mengantar Adiba ke rumahnya di Tasikmalaya,
"Adiba...," kata Awan yang mengejar Adiba yang sudah sampai pintu duluan,
"apa?" tanya Adiba.
"perkataan Papi jangan dianggap serius,ya..," kata Awan.
"perkataan yang mana?" tanya Adiba.
"yang kapan kita menikah...," kata Awan agak malu mengatakannya.
"kapan kita menikah?"
"iya.., lu tau,kan Papi sama Mami suka banget sama elu, makanya__,"
"kalau kamu gimana?" potong Adiba tiba-tiba.
"gue gimana? Maksudnya?"
"uhm.., perasaan kamu gimana sama aku?"
__ADS_1