Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 76


__ADS_3

Rin masuk ke kamarnya setelah menjalani hari yang sangat berat hari ini. Tanpa mengganti baju dulu, ia langsung membanting tubuhnya di atas kasur.


"kenapa malah jadi kacau.., padahal gue mau bantuin Yura balikan sama Ori...," gumamnya sambil memandang langit-langit kamarnya. Ia lalu mendesah dan berguling ke samping, Lagi-lagi teringat di kepalanya bagaimana Yura memeluk lengan Iskandar. Rin lalu mengambil bantang dan melemparnya,


"ugh..., nyebelin !!!!" katanya marah.


"kenapa di saat begini gue malah jatuh cinta sama Iskandar dan jadi cemburu !!!" kata Rin lagi.


Ia lalu telentang lagi,


"sekarang gue jadi canggung sama Yura..., huuh !!" keluhnya lagi.


"Ah, bodo ah !! Gue pusing !!" kata Rin lalu lama-lama ia tertidur.


*


Keesokan harinya,


Ori kaget ketika sampai di kelas, tiba-tiba teman sebangkunya kembali seperti semula.


"uhm.., gue akan pindah...," kata Ori lalu hendak berbalik,


"gak perlu !" kata Yura.


"gak perlu? lu gak apa-apa?" tanya Ori.


Yura menggeleng tanpa menatap Ori.


"oke kalo gitu...," kata Ori lalu duduk di bangkunya.


"Ori juga gak apa-apa duduk sebangku sama Yura???" tanya Yura.


"ah.., gak apa-apa...," kata Ori.


"apa.., apa mungkin..., ah, Ori,kan sukanya sama Rin...,"


"jangan ngaco!!" kata Ori buru-buru.


"hah?"


"Yura, biar gue perjelas, sekalipun di dunia ini perempuan cuman Rin, gue gak akan pernah suka sama dia. Itulah perasaan gue ke Rin. Jadi, jangan marah lagi sama dia,ya?" pinta Ori.


Yura mengernyitkan dahinya,


"bukankah barusan Ori menunjukkan kalo Ori membela Rin?" tanya Yura.


"ya ampun.., keras kepalanya muncul..," batin Ori.


"lagipula, sekalipun Ori gak suka Rin, tapi Rin suka sama Ori !" kata Yura.


"enggak Yura.., Rin itu sukanya sama Iskandar...," kata Ori sambil tersenyum. Entah kenapa ia sangat bahagia mendengar ini. Setidaknya cinta terpendam sahabatnya selama dua belas tahun ini terbukti terbalaskan.


"hah? serius?" tanya Yura.

__ADS_1


"yah.., buktiin aja sendiri kalo lu gak percaya." kata Ori.


Yura mengernyitkan dahi karena heran dengan reaksi Ori yang bahagia sambil mengatakan Rin suka pada Iskandar, ini jelas menandakan kalau Ori tidak memiliki perasaan apapun pada Rin.


"kalau bukan Rin..., siapa orang yang Ori suka?" tanya Yura.


Ori terdiam. Ia hanya bisa memandang wajah Yura yang mengharapkan jawaban.


"gue belum bisa jawab sekarang..,"


"kapan? kapan bisa jawab?" tanya Yura.


"Yura.., kita lebih baik fokus ujian dulu..," kata Ori mengalihkan pembicaraan.


"Ori, dengar. Yura gak akan menyerah untuk menyadarkan Ori kalau Yura satu-satunya perempuan di hati Ori !" Tegas Ori.


Diam-diam Ori tersenyum.


"seperti biasa, sangat percaya diri...," batin Ori.


*


Suasana antara Rin dan Yura masih canggung. Rin belum bisa memaafkan kejadian kemarin.


"gue jadi paham, kenapa Keisha bisa senekat itu cuman gara-gara Juan..., ternyata rasa cemburu itu berbahaya !!" kata Rin berbicara sendiri di taman sekolah.


Rin lalu bertopang dagu,


"tapi tadi Yura dan Ori duduk sebangku. Mereka bahkan tidak canggung sedikitpun...," kata Rin bicara sendiri.


"gue jadi canggung sama Ori, gue jadi canggung sama Yura dan gue jadi canggung sama..., sama Iskandar..., emangnya gue seakrab itu,ya sama Iskandar...," kata Rin lalu memandang telapak tangannya,


"rasanya mau peluk...," katanya.


"aah !!! kenapa, sih seorang Rin harus jatuh cinta !!! Nyebelin!!!" kata Rin mengacak-acak rambutnya lagi.


Tanpa ia sadari Keisha dan Juan memperhatikannya,


"kayaknya dia masih butuh waktu sendiri,deh, Kei..," kata Juan.


"uhm..., perasaannya masih kacau...," kata Keisha sedih.


"hey..," kata Juan lalu mengusap pipi Keisha.


"jangan sedih gitu, dong.., Aku juga jadi sedih..," kata Juan.


"entah kenapa aku ngerasa kalau pertengkaran mereka itu terjadi karena aku, Juan.., jelas-jelas ada orang yang sengaja bikin gossip abal-abal itu.., aku curiga kalau ini semua rencana Emalia buat balas dendam.., tapi aku bahkan gak bisa bertindak apa-apa...," kata Keisha malah menangis.


"shhuut.., tenang, baby...," kata Juan lalu memeluk Keisha dan mengusap punggungnya lembut,


"hati aku rasanya sakit ngeliat mereka begini, Juan...," lirih Keisha.


"Kei.., tenang.., pasti mereka bisa baikan lagi..,"

__ADS_1


"iya, tapi kapan?" kata Keisha sambil menatap wajah Juan.


"ehm.., prediksi Juan pasti sebelum wisuda..,"


"ih.., lama banget...,"


"udah.., kamu jangan sedih.., kita semua bakal sama-sama memperbaiki semua hubungan ini...," kata Juan lagi.


"emang aku gak salah jatuh cinta,ya.., kamu emang cowok Ter-the best !!" kata Keisha lalu memeluk Juan erat.


*


Saat pulang, Iskandar menunggu Rin keluar. Ia benar-benar tidak bisa menungggu lagi jika harus berdiam diri. Ia sangat ingin menginterogasi Rin tentang perasaanya.


"Rin !!" katanya begitu melihat Rin lewat di hadapannya namun dengan sangat cepat Rin berjalan keluar sekolah.


"Rin.., tunggu !!" kata Iskandar mengejarnya.


Rin berjalan terus tanpa mempedulikan Iskandar,


"Rin.., lu masih marah sama gue?" tanya Iskandar sambil berjalan di samping Rin.


"marah? emangnya gue berhak marah sama lu?" tanya Rin ketus. Sekarang hatinya sedang terbagi dua, sebenarnya ia sangat ingin bertemu Iskandar dan memeluknya, namun ingatan kejadian kemarin masih terngiang di kepalanya dan membuatnya marah. Sayangnya kemarahannya lebih mendominasi dirinya saat ini, apalagi ketika melihat seorang Iskandar.


"Rin.., Yura sama gue itu gak ada hubungan apa-apa..., gak ada perasaan apa-apa. Kemarin itu cuman bentuk cemburu Yura karena elu membagi kesedihan lu sama Ori...," kata Iskandar berusaha menjelaskan.


Rin lalu berhenti,


"gue tahu perasaan Yura terhadap Ori gak akan berubah, tapi perasaan lu.., Lu suka,ka. sama Yura !!!" kata Rin sambil menunjuk dada Iskandar.


"apa? suka sama Yura?" kata Iskandar heran.


"iya.., lu bilang.., ada cewe yang lu sukain dan cewe itu satu sekolah sama kita..., kalo bukan Yura, siapa lagi??"


"ELU, RIN !!!" teriak Iskandar dalam hati.


"siapa? lu gak bisa jawab,kan!!" kata Rin lalu pergi meninggalkan Iskandar.


Iskandar lalu mengejarnya,


"Rin.., apa lu suka sama gue???" tanya Iskandar.


Rin berhenti. Tiba-tiba matanya berkaca-kaca.


"iya !!! gue suka sama elu.., gue mau lu jadi milik gue satu-satunya...," batin Rin.


"Rin?" tanya Iskandar yang semakin mendekat.


"STOP !!!" Kata Rin. Kini wajahnya sudah basah dengan air mata.


"Rin.., please jawab pertanyaan gue..," pinta Iskandar.


"jawab sekarang juga gak ada gunanya !!" kata Rin lalu berlari meninggalkan Iskandar.

__ADS_1


Iskandar terdiam, ia tidak bisa bergerak sama sekali. Kata-kata Rin seolah mempengaruhi tubuhnya untuk tetap diam dan tak bergerak. Ia hanya bisa memandang punggung Rin yang lama-kelamaan hilang dari pandangannya. Tangan kanannya lalu memegang dadanya yang sebelah kiri,


"kenapa rasanya sesak.., sakit sekali rasanya..," lirih Iskandar.


__ADS_2