Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 66


__ADS_3

Waktu Istirahat kali ini Roger bela-belain untuk tidak ikut permainan di lapangan karena Liska memintanya untuk menemaninya makan bersama di kantin.


"Bang Rohman...," kata Liska yang galau.


"iya, Eneng...," kata Roger ramah.


"Bang Rohman, kan sekelas sama Rin..,"


"iya, sebangku malah..," kata Roger yang masih sibuk dengan makanannya.


"uhmm., berarti bang Rohman tau, dong...," kata Liska menggantung kalimatnya.


"tau apa, sayang?" tanya Roger lagi.


"tau, bener atau enggak kalo Rin itu ikut kelas pendidikan moral atau enggak di gedung Utara?" tanya Liska.


pertanyaan Liska berhasil membuat Roger berhenti makan,


"itu.., uhm.., itu..,"


"Bang Rohman.., kamu gak lagi berusaha buat bohong,kan?" tanya Liska.


"enggak, kenapa Bang Rohman harus bohong?"


"terus yang tadi Eneng tanya, bener atau enggak?" tanya Liska.


Roger menghela napas,


"iya bener__,"


"kenapa? karena fitnah Emalia?" tanya Liska.


Roger bungkam. Ia tahu bahwa dirinya penyebab hubungan Liska dan Rin merenggang. Jika ia bilang, maka ia akan menjadi penyebab hubungan Liska dan Rin putus. Tapi jika ia tidak jawab, bisa-bisa hubungannya dengan Liska yang putus.


"bang Rohman !! Jawab !!!" kata Liska.


"duuh, sorry banget Rin..," batin Roger.


"Abang..., kalo Abang gak jawab__,"


Roger langsung mengangguk.


"iya, bener..," katanya.


*


"mu,mulai sekarang.., bilang sama orang-orang kalau..., uhm.., kalau..,"


"kalau apa?" tanya Iskandar.


"kalau kita tunangan !!" kata Rin.


"hah? serius?" tanya Iskandar tak percaya.


"la, lagian Pak Jamil juga tahu, otomatis semua guru pasti juga tau.., se, selain itu anak-anak kelas sepuluh keganjenan tadi juga bakalan jauhin elu karena tau elu udah punya tunangan...," kata Rin.

__ADS_1


Iskandar memandang Rin. Mungkin telinganya merah saat ini. Rin yang seperti ini benar-benar terlihat manis,


"oke.., logis juga alasan lu..," kata Iskandar lalu melanjutkan makannya sambil tersenyum.


Rin memejamkan matanya. Ia benar-benar malu karena perkataannya barusan. Darimana juga dorongannya untuk mengatakan hal seperti itu ?


"Rin !!" tiba-tiba ada yang memanggilnya, tapi bukan Iskandar. Rin membuka matanya, ia kenal betul ini suara Liska,


"Liska, ada apa?" tanya Iskandar.


"urusan gue bukan sama lu, Ketua !!" kata Liska marah. Di belakangnya ada Roger yang berusaha mencegahnya, tapi tidak sanggup.


"Rin, gue mau bicara berdua sama elu !!!" kata Liska sambil menatap Rin tajam.


Iskandar memandang mata Rin, dan Rin hanya menganggukkan kepalanya,


"oke, bicaralah kalian berdua, ayo Roger, kita pindah tempat!" kata Iskandar beranjak sambil merangkul Roger dan membawanya pergi.


Roger hanya bisa menatap mereka berdua dengan khawatir.


*


Iskandar membawa Roger sampai ke kelas XII MIA C.


"woy, Iskandar !! lepasin gue !!" kata Roger yang masih berusaha melepaskan Iskandar. Iskandar langsung melepasnya,


"lu ngapa, sih??? Lu gak tau, mereka itu..., mereka itu dua singa betina yang akan membuat kegaduhan !!! gimana kalo kantin diobrak-abrik, semua orang luka-luka..., Sumpah gue gak bisa bayangin !!" kata Roger sambil mengacak-acak rambutnya, bahkan jambulnya sudah tak berbentuk lagi.


Iskandar hanya menggeleng-gelengkan kepalanya,


"kok lu tenang-tenang aja, sih????"


"segala sesuatu itu harus dihadapi dengan kepala dingin, baru bisa dapet solusi..., lagian mereka itu butuh ngomong berdua." kata Iskandar lagi.


"masalahnya Iskandar, dua cewek itu belum tentu punya kepala dingin. Liska tadi itu udah mencak-mencak !! Duuh.., gimana kalo nanti Rin malah batalin pertunangannya sama elu?? gimana kalo dia benci sama elu ???"


"kenapa dia bisa benci sama gue?"


"soalnya pasti nanti dia tanya ke Liska dia tahu darimana tentang masalahnya sama Emalia, terus pasti nanti Liska jawab, dari Roger, terus Rin nanya ke gue dan mau gak mau gue akan jawab gue disuruh Iskandar, yah pokoknya gitu, deh...,"


"Rin udah tahu, kok gue yang ngelaporin ke pak Jamil...,"


"terus?"


"dia terima-terima aja..," kata Iskandar.


"hah? serius?" tanya Roger tak menyangka.


"serius." kata Iskandar tenang.


"gile..., secinta itu dia sama lu?" tanya Roger.


"cinta? Gak sampe cinta. Lagian dia gak suka sama gue. Kan lu tau, gue tunangan sama dia karena dijodohin sama orang tua..," kata Iskandar lagi.


"Serius?? Terus kenapa dia bisa gak marah?"

__ADS_1


Iskandar menelan suapan terakhir nya. akhirnya dia bisa menghabiskan bekal dari Rin.


"kata Pak Jamil dia sadar, kok kalo dia udah salah. Gue rasa, itu yang bikin dia gak marah. Dan itu juga yang bikin gue kagum sama dia...," kata Iskandar lagi.


"ehem.., ehem.., ehm.., gimana,ya komennya, tapi kayaknya cinta lu bertepuk sebelah tangan,ya?" ledek Roger.


Tatapan Iskandar langsung berubah menajam,


"haduh.., pake diingetin lagi !" kata Iskandar sambil meninju pundak Roger pelan.


"eits.., lu mau kemana?" tanya Roger yang melihat Iskandar keluar kelas.


"balik ke kelas gue." kata Iskandar lalu keluar kelas.


saat di luar kelas XII MIA C, matanya langsung menangkap keberadaan Emalia yang sedang duduk santai di depan kelasnya.


"dia denger obrolan gue sama Roger,gak, ya?" batin Iskandar khawatir.


"ah, tapi Rin bilang, dia,kan mau orang-orang tau gue sama dia itu udah tunangan..," kata Iskandar sambil tersenyum lalu pergi ke kelasnya.


Diam-diam Emalia tersenyum,


"thanks Iskandar karena udah ngasih ide buat ngancurin hidup tunangan lu...," kata Emalia.


*


Rin dan Liska terdiam. Rin menunggu Liska yang dengan beraninya datang dan menatap dirinya tajam,


"lu mau ngomong apa, Liska?" tanya Rin.


Liska mengernyitkan dahinya,


"lu gak merasa harus ngomong duluan ke gue? Apa sekarang lu mulai rahasia-rahasiaan sama gue? lu udah gak nganggep gue sahabat lu lagi??" tanya Liska.


Rin mengambil napasnya,


"Hem..., lu mau tau yang mana?" tanya Rin.


BRAKK !!


Liska berdiri sambil menggebrak meja,


"sumpah gue gak tahan lagi sama sikap lu yang gak merasa bersalah sama sekali !!!" kata Liska.


"maksudnya?"


"oh, iya.., sekarang temen lu itu,kan Keisha dan Yura. Gue emang gak pantes jadi temen lu lagi..," kata Liska.


Kali ini Rin yang mengernyitkan dahinya,


"Liska.., please.., jangan berbelit-belit...," kata Rin.


"lu yang rumit, Rin..., Bisa-bisanya lu manfaatin pertemanan gue sama Emalia buat menjebak dia !!! Lu itu gak tau diri tau, gak??? Lu udah berubah !!! Lu bukan Rin yang gue kenal !!!" kata Liska lalu meninggalkan Rin begitu saja.


Rin hanya mematung mendapatinya. Bahkan ia belum sempat menjelaskannya.

__ADS_1


"apa ini artinya pertemanan gue sama Liska selesai?" kata Rin bicara sendiri


__ADS_2