Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 42


__ADS_3

"gue gak suka kalo lu deket-deket sama Yura !!" kata Ori.


"APA??!!" kata Iskandar kaget.


Ori lalu menatap Iskandar tajam,


"kenapa reaksi lu kayak gitu?" tanya Ori.


Iskandar lalu tersenyum membuat Ori semakin heran,


"woy, jawab !" kata Ori.


"hahahaha....," Iskandar malah tertawa.


"lu kenapa, dah? ada yang lucu?" tanya Ori.


"enggak, enggak..., sumpah gue seneng banget." kata Iskandar sambil menghentikan tawanya.


"seneng? lu seneng deket-deket sama Yura?" tanya Ori.


"hahahaha....," tawa Iskandar makin kencang.


"oy..., lu sebenarnya kenapa, sih?" tanya Ori makin heran, mau marah tapi takut ia salah paham.


"lu jealous?" tanya Iskandar.


"Je,jealous? jealous kenapa lagi?" tanya Ori lalu menunduk.


"ya udah, terserah. Kalo lu gak suka gue Deket sama Yura. oke. Gue akan jaga jarak sama dia. pft...," Iskandar benar-benar tidak bisa berhenti tertawa.


"diem lu!" kata Ori malu. Wajah dan telinganya kini malah memerah.


"oke.., gue lagi berusaha..., pft...," kata Iskandar.


*


Rin dan Yura malam ini menginap di rumah Keisha. Mereka berdua merasa bersalah karena tadi meninggalkan Keisha sendirian di zona car free day. Sejak mereka datang tadi sore aura di sekeliling Keisha masih dingin, begitu juga ekspresi wajahnya. Kini mereka bertiga ada di ruang keluarga di rumah Keisha sambil menonton televisi yang bahkan tidak mereka tonton. Keisha duduk sendirian di sisi kiri sedangkan Rin dan Yura duduk berhimpitan di sisi kanan. Mereka benar-benar tidak bisa menembus aura dingin yang dikeluarkan oleh Keisha,


"duuh..., kenapa juga gue ngikut ajakan Yura datang ke sini? sumpah, canggung abis...," batin Rin.


"Rin...," bisik Yura.


"apa?"


"ajak ngobrol, gih Keisha..," kata Yura melempar tumbal.


"ih, ogah! coba lu duluan. Kalo gue terbunuh sama ketajaman pisau kata-katanya gimana?" tanya Rin.


"hmph.., sama Yura juga takut...,"


"kalo gitu kenapa lu ngajak ke sini?"


"kalian ngomongin apa?" tanya Keisha tiba-tiba membuat Rin dan Yura terpaku.


"ah.., uhmm, kita cuman lagi khawatir sama kamu, Keisha.., soalnya kamu muram terus, sih...," kata Yura.

__ADS_1


Keisha yang dari tadi hanya memandang televisi tiba-tiba terisak.


"eeh.., Keisha.., kamu kenapa?" tanya Yura lalu mulai mendekat dan memeluk Keisha. Keisha langsung menyenderkan kepalanya di bahu Yura, Rin juga mulai mendekat karena penasaran apa yang akan dikeluarkan dari mulut seorang Keisha.


"gue.., gue..., gue, kok sakit banget, ya dadanya gara-gara ngeliat Juan sama Emalia tadi. rasanya tuh sesak di sini..," ia menunjuk dadanya, air matanya mulai jatuh.


"gue benci banget sumpah, sama Emalia sok deket banget sama Juan, apalagi dia bilang dia sering olahraga bareng sama Juan..., gue benci banget, sumpah benci !!!" ungkap Keisha lalu menyembunyikan wajahnya yang sudah penuh dengan air mata ke bahu Yura.


"tenang, tenang, Kei..., kita bakalan ngelakuin apapun biar lu seneng__," Rin tiba-tiba sadar bahwa ia baru saja mengatakan kata-kata yang mendorongnya masuk ke lubang buaya.


"beneran, ya, lu berdua harus selamanya di pihak gue...," kata Keisha.


"uhm.., tapi__,"


"pokoknya gak boleh ralat !!!" kata Keisha yang sudah tau watak Rin.


"ah, sial, inilah kenapa ada pribahasa mulutmu adalah harimaumu...," batin Rin.


"iya.., Yura juga akan selalu berpihak sama Keisha..., Yura juga kesel tadi ngeliatnya, kayak cewe apa tuh namanya...,"


"cewek kegatelan...," kata Keisha memperjelas.


"iya.., ewh.., cewek kayak gitu gak pantes buat Juan...,"


"iya.., dasar cewek gak tau diri...," kata Keisha.


"ya ampun.., welcome to Julid Girl's World...," batin Rin membaca situasi sekarang.


*


"kalau sakit, harusnya lu gak usah masuk." tiba-tiba ada seseorang yang mengambil tangannya dan menggandengnya. Rin menoleh,


"Iskandar ???" katanya langsung menarik tangannya. Matanya yang berat langsung terbuka lebar.


"si, siapa yang sakit?? gue sehat, kok, sehat, hahaha...," kata Rin sambil memutar-mutar tangannya dengan kencang.


Iskandar memandangnya heran, "ooh..., ba,baguslah kalau begitu. mau ke kelas bareng?" tanya Iskandar.


"Iskandar.....," tiba-tiba Keisha datang sambil merengek pada Iskandar.


"kenapa lagi nih anak satu, mewek Mulu kerjaan lu...," kata Iskandar.


"iih.., dasar lelaki berhati dingin..., Gue lagi sedih nih...,"


"yah, kalau sedih jangan Dateng ke gue. pusing gue dengerin lu...," kata Iskandar malas lalu menggandeng tangan Rin dan membawanya pergi.


"ugh.., dasar dia..., mentang-mentang udah punya tunangan jadi cuekin temennya..," kata Keisha sambil melipat tangannya.


"kalau gitu ayo kita ke kelas bareng." ajak Yura yang dari tadi ada di sampingnya.


"uunch.., Yura kamu memang teman terbaikku..," kata Keisha.


*


Rin berusaha melepaskan tangannya yang digandeng oleh Iskandar. Iskandar benar-benar menggandengnya dengan erat.

__ADS_1


"Iska.., tangan gue sakit..," kata Rin membuat Iskandar tiba-tiba berhenti. Kini mereka bahkan tidak pergi ke gedung dimana kelas mereka berada. Mereka malah ada di taman sekolah.


Iskandar melepas gandengannya,


"so,sorry...," kata Iskandar.


"lu kenapa, sih?"


"gue cuman gak mau lu lihat kalo gue Deket sama cewek lain selain elu !!!" teriak Iskandar dalam hati.


"ck.., tuh,kan diem. kalo gitu gue balik duluan ke kelas...," kata Rin.


"jangan menghindar dari gue." kata Iskandar membuat Rin tidak jadi pergi.


"tepat Minggu depan kita bakalan tunangan...," kata Iskandar lagi.


"iya,iya.., gue tau...," kata Rin lalu pergi begitu saja.


Iskandar memandang Rin,


"apa gue ngelakuin kesalahan lagi?" gumam Iskandar bingung.


*


Tiga hari kemudian...,


Keisha, Yura dan Rin berkumpul di rumah Yura. Keisha meminta Rin untuk mencari info tentang kedekatan Juan dan Emalia. Sedangkan Yura berusaha mendekati Emalia sebagai temannya.


"kalo berdasarkan info dari Liska, Emalia itu udah lama ngincer Juan, apalagi pas tau Juan putus dari ceweknya. Tapi Emalia itu gak berani deketin Juan, soalnya dia teralu populer." kata Rin.


"jadi ada kemungkinan kalo mereka itu baru Deket akhir-akhir ini?" tanya Keisha.


"iya, bener banget. Emalia itu mulai dikenal Juan gara-gara ikut lomba olimpiade kemarin. mereka itu setim. jadi sering diskusi gitu. awalnya dia malu deketin Juan, tapi karena Juan orangnya ramah lama-lama jadi nyaman...," kata Rin.


"Hu-uh !!" kata Keisha kesal.


"kebiasaan mereka olahraga bareng, itu juga awalanya Juan yang ngajak. gara-gara Emalia cerita kalo dia juga suka jogging." tambah Yura.


"tapi tenang, Kei.., mereka itu cuman sering jogging bareng, gak pernah berkembang sampe jalan bareng." kata Rin lagi.


"iya..., Kalian ini masih selevel, kok...," kata Yura.


"please.., jangan muncul ide busuk...," batin Rin sambil memandang wajah Keisha yang sedang berpikir serius.


"Rin..," kata Keisha.


"i,iya...,"


"gue mau rutinitas Emalia, siapa aja temen deketnya selain temen SMP lu itu. Gue bener-bener gak rela kalo ada yang sampe rebut Juan dari gue !!!" kata Keisha.


"o,oke..," kata Rin agak tidak yakin.


"Yura..., kamu temenan sama dia jangan teralu deket. Aku khawatir itu bakalan nyusahin kamu nantinya." kata Keisha.


"iya, Kei..., Yura tau, kok." kata Yura sambil tersenyum.

__ADS_1


"duuh.., Yura.., apa dia juga sering melakukan hal-hal begini?" batin Rin.


__ADS_2