
Rin melirik Iskandar tajam yang masih asyik menjilat es krimnya.
"muka gue bisa bolong lu liatin begitu...," sindir Iskandar.
Rin menghela napas,
"lu gak sadar udah melanggar aturan? ck,ck.., jadi gini kelakuan ketua komdis kalo lagi di luar...," sindir Rin sambil menjilat es krimnya.
Iskandar tersenyum miring,
"lagi cari-cari keburukan gue,ya?" kata Iskandar balik sindir.
Rin yang tadinya senderan di mobil langsung berbalik menghadap Iskandar,
"gini, ya Iskandar Radjamuda Utama..., aturannya itu elu harusnya anterin gue langsung ke rumah, gak perlu mampir-mampir..., ini malah mampir beli es krim...,"
"apa salahnya? kan lu abis belajar berjam-jam.., otak lu juga butuh asupan glukosa dari es krim ini, kan? harusnya lu berterimakasih sama gue...,"
"ah, sial... . bener juga...," umpat Rin.
"dari tadi muka lu murung Mulu, sih..., siapa tau, eskrim bisa menghibur elu.., meskipun sedikit...,"
Deg !!
"duuh.., jantung lagi-lagi deg-degan semena-mena...," batin Rin sambil memonyongkan bibirnya,
Iskandar tersenyum, ia lalu mendorong siku Rin,
"Iskandar !!!!" kata Rin marah karena es krimnya mengenai hidung dan bibirnya.
"lu teralu imut, sih, kucing kecil..," katanya.
"hah? apa?" kata Rin heran,
"lagi-lagi kucing kecil? maksudnya gue?" batin Rin. ia bingung harus membersihkan hidungnya dengan apa.
Iskandar langsung melahap habis es krimnya,
"udah yuk, pulang...,"
"duuh.., hidung gue gimana?"
"di mobil gue juga ada tissue kok." kata Iskandar lalu membuka pintu mobilnya.
"tapi...," kata-kata Rin membuat Iskandar berhenti,
"apa lagi?"
"es krim gue?"
"habisin aja di dalem. Lu sebenarnya mau cepet-cepet pulang,gak sih?" tanya Iskandar.
"iya,iya..," kata Rin hanya mengikutinya saja.
*
Emalia mengunyah batagornya sambil memandang Iskandar yang sedang menikmati rujak dengan santai di hadapannya.
"kalo makan itu, fokus sama makanannya, jangan sama gue...," sindir Iskandar yang merasa risih.
"gue heran.., udah dua hari ini lu nemenin gue makan. Emang, gue tau kalo gue ini sendirian..., tapi gue gak butuh, tuh dikasihani sama elu..," kata Emalia.
Iskandar menelan rujaknya lalu menatap Emalia,
"gue gak kasihanin elu."
"terus?"
__ADS_1
"gimana akhir-akhir ini.., lu gak teledor lagi,kan?" tanya Iskandar.
"lu khawatirin gue? jangan-jangan diam-diam lu suka sama gue,ya?" kata Emalia asal.
"jangan berpikiran teralu jauh." kata Iskandar lagi.
"ehehe.., jangan marah, dong. Bercanda kali."
"gue cuman mau saranin elu. Lu siapin aja mental yang kuat."
"mental yang kuat? buat apa?"
"buat UN lah. Biar gak teledor lagi !" kata Iskandar lalu beranjak.
"eh, lu mau kemana?"
"gue udah selesai makan. Jadi gue gak ada keperluan di kantin lagi." kata Iskandar lalu pergi.
"aneh..., Haduh.., Emalia.., bukannya lu udah terbiasa sama temen-temen lu yang aneh?" kata Emalia berbicara sendiri.
*
Hari Minggu
Rin menunggu Steamboat yang sedang di rebus untuk perayaan ulang tahun Yura.
Yura lalu datang dari dapur sambil membawa sepiring sawi putih yang sudah dipotong,
"maaf, ya teman-teman.., aku gak nyangka kalau kalian bakalan ingat dan datang di hari ulang tahunku. jadi cuman bisa menghidangkan ini doang...," kata Yura.
"gak apa-apa, kok cantik..., rencananya,kan kita mau ngasih surprise.., tapi gagal,nih gara-gara cowok culun kamu!" kata Keisha.
"hah?" kata Ori tak terima.
"makanya, harusnya keberadaan gue itu lu perhitungkan."
"ahaha.., soalnya emang rencanya aku mau ngerayain berdua doang sama Ori..., tapi gak apa-apa, kalian semua Dateng, aku jadi tambah senang."
"oh,iya..., Iskandar gak datang?" tanya Rin tiba-tiba.
"Iska? Mana mungkin? dia pasti lagi di rumah Isabel dan bermanja-manja di sana." kata Ori.
"Isabel??? siapa itu?" tanya Keisha kaget
"kucingnya. Jangan salah paham." kata Rin.
"kenapa Iska gak datang? bukannya dia suka sama Yura? Bisa-bisanya dia melewatkan hari penting begini...," batin Rin.
"eh, Steamboat nya udah Mateng...," kata Yura.
*
Emalia menatap Iskandar yang tiba-tiba ada di rumahnya.
"lagi-lagi elu.., sebenarnya kalo bukan lu suka sama gue, alasan apa lagi yang bisa menjelaskan kalo lu sering ngintilin gue?" tanya Emalia.
"emangnya aneh kalo gue di sini?" tanya Iskandar.
"aneh,lah..,"
"halo ketua..," sapa Liska yang juga baru datang. Ia lalu berhenti dan berjalan mundur,
"eh, kok ada ketua?" tanya Liska heran.
"gue mau belajar bareng sama kalian. Boleh,kan?" tanya Iskandar.
"ngapain ketua belajar? kan kita anak IIS."
__ADS_1
"gue mau berbagi ilmu aja. Misalnya matematika?"
"hemm..., bener juga...," kata Liska dan Emalia kompak.
*
Kini Emalia, Liska dan Iskandar duduk bersama di ruang tamu rumah Emalia. Emalia dan Liska ternganga melihat buku tebal yang dikeluarkan Iskandar dari tasnya.
"ini soal matematika semua isinya?" tanya Liska.
"iya." kata Iskandar
"udah lu cicipin soalnya?" tanya Emalia.
"udah setengah." kata Iskandar.
"woah...," kata Liska dan Emalia lalu bertepuk tangan bersama.
"mau nyicipin gak?" tanya Iskandar.
Liska menelan ludah,
"bo, boleh, deh ..," kata Liska.
*
Iskandar menunggu dua gadis di hadapannya selesai mengerjakan soal matematika pemberiannya,
"kalian lama banget, sih nyelesainnya." kata Iskandar yang sudah menyelesaikan soal di buku lainnya.
"Iskandar, jangan sombong lu !" kata Liska.
"iya.., denger suara lu, jadi ngeblank gue...," kata Emalia.
Iskandar menghela napas
"kalian haus,gak?" tanya Iskandar lagi.
"kalo lu haus, ambil sana di dapur sendiri...," kata Emalia kesal.
"gue mau beli Boba. Kalian mau ?" kata Iskandar menawarkan.
Emalia dan Liska langsung mengangkat kepala,
"Mau !!!!" kata mereka heboh.
"ya udah.., mau rasa apa?" kata Iskandar sambil tersenyum.
*
Emalia langsung tiduran,
"woy.., lu udah berapa soal??"
"lima.., istirahat dulu otak gue sambil menunggu kedatangan Boba dari Iskandar...," kata Emalia.
"ih, dasar!" kata Liska lalu ikut tiduran di samping Emalia.
"Liska...," kata Emalia tiba-tiba.
"hm?"
"lu ngerasa, gak sih kalo sebenernya Iskandar suka sama gue?" kata Emalia.
Liska langsung menoleh,
"Hah???"
__ADS_1