Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 65


__ADS_3

Author POV


Iskandar berjalan di belakang Rin sejauh satu meter. Rin masuk ke rumah Keisha duluan, tapi langsung berhenti ketika sampai di depan pintu masuk.


"kenapa, Rin?" tanya Iskandar.


"mereka udah kelar,kan?" tanya Rin.


"oh,iya..," kata Iskandar khawatir.


"lewat pintu belakang aja kali,ya...," kata Rin.


"ide bagus...," kata Iskandar.


Diam-diam Rin tertawa menyaksikan sikap Iskandar yang kikuk.


"apa aku berlebihan, ya memeluknya ? lagian itu reflek, sih..," batin Rin.


"Hey kalian berdua !!" belum sempat pergi ke pintu belakang, tiba-tiba pintu depan terbuka dan di sana sudah ada Keisha yang berkacak pinggang,


"eh, Hallo Kei...," kata Iskandar dengan sikap kikuknya.


"hai Kei...," kata Rin yang masih berusaha menahan tawa.


"kalian darimana?" tanya Juan yang datang dari belakang Keisha.


"abis olahraga...," kata Iskandar.


Juan memperhatikan baju Iskandar yang basah,


"ckck..., olahraga siang bolong?" tanya Juan.


"iya, biar beban di hati lepas segera...," kata Iskandar.


Rin langsung menutup mulutnya, ia benar-benar ingin tertawa,


"hey, Rin ! lu ngetawain gue,ya???" kata Iskandar malu.


"kalian abis ngapain, sih?" tanya Keisha penasaran.


"bukannya itu harusnya pertanyaan gue sama Rin?" kata Iskandar menohok Keisha dan Juan sekaligus.


"uhm.., itu..," Keisha dan Juan tak sanggup berkata-kata.


"udah, udah.., pft.., kita berdua mau masuk dulu..," kata Rin lalu menggandeng tangan Iskandar. Iskandar kaget bukan main, tapi senang juga. Ia heran, kenapa sikap Rin tiba-tiba berubah padanya.


"ayo masuk..," kata Rin sambil menarik tangan Iskandar,


"eh, Keisha lu ngutang pajak jadian looh...," kata Rin.


Keisha dan Juan saling pandang mendengar perkataan Rin,


"waduh.., kita ketawan, nih udah jadian...," kata Juan sambil tersenyum.


"itu dipikirin nanti aja...," kata Keisha lalu memeluk lengan Juan, tapi Juan melepasnya dan merangkulnya.


"My queen, kita pesen makanan, yuk. Aku laper, nih..," kata Juan manja.


Keisha tersenyum,


"apaan, sih..," kata Keisha malu. Mereka lalu masuk ke dalam rumah.


*


Sementara itu,

__ADS_1


Ori memandang kesal Dion yang tiba-tiba datang ke rumah Yura.


"Yura..., kenapa dia datang ke sini?" bisik Ori.


"uhm.., dia bilang ada yang mau dia bahas tentang tugas pendidikan moral...," kata Yura.


"diskusi tugas,ya? Oke, kalau emang beneran diskusi tugas...," kata Ori sambil membenarkan kacamatanya.


"ayo Dion, masuk...," kata Yura.


*


Juan berusaha menahan tangannya yang benar-benar ingin menyentuh pizza yang mereka pesan barusan.


PLAK!


Keisha memukul tangan Juan yang tanpa sadar hampir menyentuh Pizza-nya,


"makan itu harus bareng-bareng, Beib...," kata Keisha.


"ya ampun..., My queen..., Juan bisa mati kelaparan, nih...," kata Juan merajuk.


"woy, Rin, laki lu lama banget, sih mandinya?" protes Keisha pada Rin yang sedang mengeringkan rambutnya.


"sorry, sebenarnya gue yang lama, dia jadinya baru masuk...," kata Rin lalu memakai kacamatanya.


Rin dan Iskandar langsung menumpang mandi karena gerah setelah berlari keliling taman di siang bolong.


"kenapa juga kalian lari di siang bolong??" tanya Keisha.


"kenapa, sih? itu bisa melepaskan sedikit beban di hati, tau...," kata Rin.


"ya ampun.., kalo tunangan itu, kebiasaannya bisa langsung jadi sama, ya?" tanya Juan takjub.


"sorry guys, lama,ya?" tanya Iskandar dengan masih memakai handuk di kepalanya lalu duduk di samping Rin.


Rin segera berbalik menghadap Iskandar,


"Iskandar, keringin dulu rambut lu, baru boleh duduk!!!" kata Rin menggosok rambut Iskandar dengan handuk sedangkan Iskandar menurut saja.


Keisha dan Juan kaget melihat adegan seperti ini,


"ehem.., tau, deh yang mau belajar jadi pasutri baru...," sindir Keisha iseng.


Rin yang mendengarnya segera berhenti,


"ih, apaan, sih? gue ngelakuin itu karena risih !! Lu juga, Iskandar, kenapa gak tertib, keringin rambut dulu, baru duduk di meja makan..," omel Rin malu.


Iskandar kaget, tapi tidak marah,


"baik Bu Komdis...," ledeknya lalu mengeringkan rambutnya.


"oh,iya.., bener juga..., hahaha...," tawa Juan meledak mendengar ledekan Iskandar. Rin hanya cemberut mendengarnya.


"udah, udah.., kita makan pizzanya, Beib.., kamu laper tadi,kan?" tanya Keisha pada Juan yang masih tertawa tanpa suara.


"iya,iya.., tapi perut aku sekarang sakit gara-gara ketawa." katanya sambil memegangi perutnya.


"receh banget, sih lu, Juan..," ledek Iskandar lalu melirik Rin yang masih cemberut.


"Rin.., sorry, ya..," bisik Iskandar lembut sambil mengusap rambut Rin dari belakang.


"apaan, sih.., gue juga gak berhak marah sama lu..," kata Rin lalu mengambil pizzanya.


*

__ADS_1


Keesokan harinya,


Sekolah tiba-tiba heboh di hari Senin, bukan untuk menyambut upacara bendera, namun karena Seorang Ratu Keisha Evangeline datang bersama Juanda Thomas Nasution.


Mereka berlomba-lomba melihat kebersamaan mereka untuk memastikan gossip yang beredar benar kalau mereka benar-benar pacaran.


"jadi dia kah cewek yang disukain Juan?" kata Emalia.


"maksud lu apaan, Li?" tanya Liska yang masih belum tahu masalah yang terjadi antara teman-temannya.


"Liska.., lu pasti heran,kan kenapa gue bisa secepat ini selesai hukumannya?" tanya Emalia tak menjawab pertanyaan Liska.


"iya, sih? gue denger pak Jamil yang bebasin elu." kata Liska.


"gue dibebasin karena gue emang gak salah. Gue udah difitnah, difitnah sama Keisha, Rin dan Yura...," kata Emalia lagi.


"hah? wait, gue paham kalo Keisha atau Yura, tapi Rin? seriously?" tanya Liska tak percaya.


"iya, serius. Emangnya lu gak tau kalo Rin itu harus ikut pendidikan moral di gedung Utara setiap pagi?" tanya Emalia.


Liska menggeleng.


"kalo lu gak percaya, tanya aja orangnya langsung. Rin gak mungkin bohong dari elu,kan?" tanya Emalia.


Liska menelan ludahnya. Entah kenapa ia merasa khawatir kalau fakta tentang Rin itu benar.


*


Rin cemberut. Padahal ia sudah bangun jam tiga pagi untuk menyiapkan bekal makan siang untuk dirinya dan Iskandar, tapi kotak bekal itu malah dianggurkan begitu saja dan sekarang Iskandar sedang meladeni cewek-cewek kelas sepuluh yang keganjenan padanya. Menurut informasi dari Ori, para anak kelas sepuluh terpesona dengan karisma Iskandar saat muncul di MOS kemarin.


"Untuk lebih lanjutnya, kalian bisa baca dengan seksama dan dipahami, Gue gak akan toleransi kesalahan sekecil apapun !" tegas Iskandar.


"gak ngerti, kak kalo baca sendiri...," kata mereka genit.


Iskandar tersenyum,


"kalo gak ngerti, berusahalah mengerti, kalo masih gak ngerti, tanggung konsekuensi sendiri !" kata Iskandar kali ini agak menekankan.


"uhm.., oke, deh...," kata mereka yang merasa agak terintimidasi.


"sekarang, bisa,kan kalian pindah ke meja lain ? gue juga butuh waktu istirahat, mohon dimengerti,ya...," katanya berusaha menahan kekesalannya.


"i,iya, kak, silahkan...," kata mereka lalu langsung pergi.


Rin langsung mengipas-ngipaskan dirinya dengan kedua telapak tangannya,


"sumpah, gerah banget!!" sindirnya kesal. Jujur, ia sangat cemburu melihat kejadian tadi.


"Gue gak pernah nyangka bakalan menghadapai hal kayak tadi. Kenapa juga harus gue?" kata Iskandar lalu membuka kotak bekal Rin yang dari tadi sudah menunggunya. Diam-diam Rin tersenyum karena Iskandar tidak menikmatinya.


"oh,iya.., bilang sama Bunda, makasih, ya Rin..," katanya lalu menyuap makanan dari kota bekal itu.


"i,iya..," kata Rin yang agak kecewa, salahnya sendiri yang bilang itu bekal dari Bunda.


"oh,iya Iskandar...," kata Rin tiba-tiba membuat Iskandar berhenti.


"apa?"


"mu,mulai sekarang.., bilang sama orang-orang kalau..., uhm.., kalau..,"


"kalau apa?" tanya Iskandar.


"kalau kita tunangan !!" kata Rin.


"hah? serius?"

__ADS_1


__ADS_2