Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 35


__ADS_3

Author POV


Rin berjalan mengikuti langkah Iskandar yang cukup besar,


"Iska ! Lu jalan cepet banget, sih? Gue,kan gak tau Boutique nya dimana?" keluh Rin.


"gak jauh, kok. Lu lebay banget." kata Iska.


"atau.., lu mau gue gendong lagi?" tanyanya.


"No !!! Gak lagi !!' kata Rin panik.


Iskandar lalu menghentikan langkahnya dan pergi mendatangi Rin,


"kalo gitu gue gandeng elu aja." katanya lalu mengambil tangan kanan Rin dan menggandengnya. kok


*


Iskandar dan Rin masih bergandengan. Kini mereka berdua ada di dalam boutique,


"baiklah, sekarang kita cari Mami dan Bunda." kata Iskandar lalu melepas gandengannya, hal itu tak luput dari perhatian Rin.


"kayaknya itu__,"


"ISKAA !!!" tiba-tiba ada orang yang berlari ke arah Iska dan langsung loncat ke atas punggungnya.


"Aish !!!" kata Iska yang sigap langsung menggendongnya, sedangkan Rin terpaku dengan mata terbelalak saat melihat adegan yang barusan.


"Lu Dateng ke boutique nyokap gue. Haha..., gue bahagia banget...," katanya sambil menempelkan pipinya dengan pipi Iska.


"Idho !" tiba-tiba ada yang memanggil nama orang ekstrim tadi. Seorang wanita paruh baya berhijab dengan gaya yang modis dan elegan.


Orang itu alias Idho langsung cemberut dan turun dari punggung Iska.


"yah, Ibu, seneng-seneng sebentar masa gak boleh." keluh Idho.


"bukannya gak boleh, tapi tau tempat." Tegas Wanita yang dipanggil Ibu oleh Idho.


"ya ampun.., wanita ini lebih menyeramkan dibanding Mami dan Bunda." batin Rin.


"oke,oke..., Idho paham. Oh,iya congrats ya buat kalian, Gue seneng banget denger kalo kalian mau tunangan. Apalagi fitting bajunya di Boutique nyokap gue, Yeay !" kata Idho heboh.


"ya, ya.., makasih." kata Iskandar menimpalinya sambil menepuk-nepuk pundak Idho.


"Nah..., ini dia best couplenya !" kata Friska yang tiba-tiba muncul.


"Ayo, yuk, udah ada beberapa desain yang disiapkan. Iskandar pasti nanti langsung klepek-klepek." kata Friska mulai heboh.


"ih.., cucok ! setuju banget sama Mami." kata Idho.

__ADS_1


Tiba-tiba Idho langsung menggandeng lengan Rin dan lengan Iska,


"ayo best couple, capcuy...," kata Idho heboh.


Rin sampai kaget dengan kehebohan Idho, "Duuh.., nih anak heboh banget, sih.., eh? Tunggu, kalau dia tau tentang pertunangan ini bukannya malah bakalan kesebar ? Matilah aku !" batin Rin.


*


Iskandar duduk di samping Idho.


"udah dua dress, abis ini lu yang fitting." bisik Idho heboh.


"gue yang mau tunangan, kok lu yang heboh?" sindir Iska.


"ya ampun, Iska.., gini, ya gue sebagai temen lu bahagia lah temennya mau tunangan sama cewek yang disu___,"


Iska buru-buru menutup mulutnya,


"comel lu!" kata Iska.


Idho langsung melepas tangan Iska dari mulutnya, "aneh dah lu Iska, padahal dia udah di depan mata, masih aja main rahasia-rahasiaan." kata Idho sambil membenarkan poninya yang menutupi matanya.


"gue cuman belum bisa bilang. Tapi gue akan bilang di saat yang tepat." kata Iska lagi.


"kapan ? yang ada tau-tau direbut orang. Lagian lu aneh, kenapa gak langsung dinikahin aja, sih? bentar lagi lu pada juga delapan belas tahun. Lu juga aslinya,kan udah punya duit sendiri." kata Idho.


"Rin gak suka sama gue, Dho. Dia bahkan minta gue buat batalin perjodohan ini."


"hellow..., papah Iska, kalo gak suka bisa aja kali lu maksa dia buat nikah sama lu. toh yang gak setuju cuman Rin doang,kan?" kata Idho.


"Gak segampang itu, Dho. Gue gak akan ngebuat Rin ngerasa terpaksa buat jatuh cinta sama gue. Lagian dipaksa itu gak enak. Gue juga gak mau Rin merasakan gak enaknya dipaksa." kata Iska.


Idho tersenyum, "duuh.., Lu sukanya sama Rin, tapi kok gue, ya yang deg-degan. Duuh.., lu sayang banget, ya sama dia?"


"Apaan, sih lu ??" kata Iska sambil menutup setengah wajahnya karena malu.


Melihat itu Idho malah terkekeh, "kayaknya kalo ortu lu gak kenal sama ortunya Rin, lu bakalan lajang sampe mati, ya hahaha....," ledek Idho.


Iska langsung menempeleng kepala Idho, "sialan lu !!" kata Iska kesal.


"aw.., sakit bego !" kata Idho sambil mengusap kepalanya.


Iskandar melipat tangannya sambil mendengus kasar,


Idho lalu tersenyum, "yah..., saran gue, setelah ini adalah perjuangan lu buat bikin si Rin balas perasaan lu." kata Idho.


"iya, gue juga tau. Kalaupun sampe dia gak balas perasaan gue, amunisi terakhir adalah menyatakan perasaan gue." kata Iska.


Idho langsung memukul punggung Iska, "nah, gitu, jangan kalah dong lu sama gue, haha..,"

__ADS_1


"apaan lu? Ampe sekarang juga masih jomblo. Emang si nenek sihir mau lu akui?" kata Iska membuka kenangan lama Idho.


"jangan bawa-bawa cewek sialan itu lah....," kata Idho.


Tiba-tiba tirai dibuka, membuat dua lelaki itu menoleh, Mata Iskandar langsung terbelalak, wajahnya bersemu merah melihat Rin dengan gaun putih selutut. Tiba-tiba telapak tangan Idho membasuh wajah Iskandar,


"biasa aja kali ngeliatnya..,hihihi...," kata Idho cekikikan. Baru kali ini seorang Iskandar, yang ia kenal sangat ganas bisa seperti ini. Ia benar-benar puas sekarang.


Iskandar mengambil tangan Idho, "Lu mulai banyak bertingkah, ya??" kata Iska berusaha menahan rasa kesalnya.


"Iska, Rinnya cantik, gak?" tanya Amanda dan Friska yang heboh, sedangkan Rin hanya cemberut.


Iska yang merasa dipanggil langsung menoleh, "ca,cantik, kok, ini yang paling cantik." kata Iska.


Blush !


"ih, apaan sih??" batin Rin yang berusaha menahan rasa malunya.


"ciee.., papah Iska...," ledek Idho sambil menarik tangannya yang dipegang Iska.


"diem lu mulut ember!" kata Iska lalu melipat tangannya.


"Iska bilang paling cantik sampe terpesona gitu. Oke, kalo gitu fix yang ini, ya..., menurut Bunda kamu emang cantik kalo pake dress yang ini." kata Amanda melihat putrinya itu.


"abis ini tinggal Iskandar. Kalo gitu Rinnya mau ganti baju dulu." kata Friska.


Setelah ketiga wanita itu pergi Idho langsung menyenggolnya,


"ehm.., ehm...,"


"bacot lu." kata Iska yang masih kesal karena diledek dari tadi.


*


Akhirnya acara fitting baju selesai. Kini Rin sudah ada di rumahnya. Ia duduk di bangku sofa ruang tengah sambil membuka ponselnya.


"akhirnya gue agak lega, meskipun besok udah mulai pekan remedial." kata Rin sambil membuka media sosialnya untuk mengetahui kegiatan teman-temannya.


"Rin...," tiba-tiba Amanda memanggilnya.


"ya, Bunda?" tanya Rin yang masih asyik berselancar di media sosialnya.


Amanda lalu datang sambil membawa sesuatu di tangannya,


"Rin, ini handuk siapa,ya?" tanya Amanda.


Rin yang tadinya bersandar segera berdiri untuk melihat handuk yang dipegang oleh Amanda,


"itu.., bukannya___,"

__ADS_1


__ADS_2