
"gue sayang sama lu, Rin...,"
Tiba-tiba Rin membuka matanya setelah kalimat itu terngiang jelas di telinganya.
"Iskandar...," katanya menyebut si pemilik suara yang berhasil menguasai kepalanya sekarang.
Namun rasanya ia terusik dengan rambut keriting yang selalu menjadi favoritnya, Rin langsung menoleh dan matanya langsung melotot,
"Iskandar tidur di sini???!!!!" teriaknya dalam hati, ia langsung melihat tangannya yang masih menggandeng tangan Iskandar.
"ya ampun.., pasti gue yang bikin dia gak bisa pergi..," batinnya merasa bersalah. Rin lalu perlahan-lahan melepas gandengan tangannya,
"Rin...," hal itu malah membuat Iskandar tersadar.
"eh..., uhm..," Rin langsung terduduk dan malah jadi kikuk.
Iskandar lalu terbangun, ia masih berusaha mengumpulkan nyawanya,
"jam berapa sekarang?" tanya Iskandar yang sudah berhasil mengumpulkan nyawanya.
"uhm..," Rin langsung melihat ke arah jam dinding,
"jam.., jam setengah dua pagi??" ia malah lebih kaget karena bisa bangun sepagi ini.
"oh.., lu bisa tidur sendiri,kan? semalem lu mengigau, kayaknya mimpi buruk, jadi gue nemenin lu sebentar..," kata Iskandar.
"gue? mengigau? jadi semaleman dia nemenin gue? Apa semalem juga dia bilang sayang sama gue? atau itu cuman mimpi gue yang berasal dari angan-angan gue ?" batin Rin.
"Rin?" Iskandar memanggil Rin sekali lagi membuat lamunan Rin terpecah.
"eh,iya.., bisa, kok." kata Rin.
"ya udah.., gue balik ke kamar gue dulu...," kata Iskandar beranjak.
"oh,iya.., tugas lu udah gue kirim ke Yura. Jadi gak usah khawatir. Dan..," Iskandar berhenti, seolah sedang berpikir,
"dan apa?"
"lain kali lu gak boleh mengabaikan tugas lu lagi, harusnya lu kerjain Samapi tuntas. Untungnya gue berbaik hati mau tuntasin tugas lu. Itu aja. Selamat tidur." kata Iskandar lalu keluar dari kamar.
"ck.., kayaknya ungkapan dia sayang sama gue emang cuman angan-angan doang, deh..," kata Rin lalu memeluk gulingnya,
"dasar galak ! Untung suka gue sama dia !! jadi dimaafin, deh..," kata Rin lalu berusaha tidur lagi.
*
Rin turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan. Sayangnya saat ia sampai Iskandar sudah duduk di kursinya sambil meminum jus Mangga buatannya.
"Rin? Ayo sarapan." ajaknya.
"padahal gue mau nyiapin sarapan, tapi dia udah duluan. Cepet banget, sih..." batinnya kecewa.
Rin duduk dengan malas di kursinya.
"sarapan dulu, supaya mukanya gak cemberut terus..," sindir Iskandar.
"ck, gue bete tau sama lu..," ungkap Rin sambil mengambil sandwich ke piringnya.
"bete sama gue? kenapa?" tanya Iskandar tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"bete aja. Udah ! jangan tanya-tanya lagi !!" kata Rin.
"oke." kata Iskandar yang sama sekali tidak penasaran.
"ugh.., gue kenapa, sih? kok jadi nyebelin gini sikapnya??" batin Rin.
"oh,iya.., nanti sore Mami udah ada di rumah. Jadi lu gak perlu khawatir karena lu gak sendirian di sini." kata Iskandar.
"gue mungkin bakalan pulang malem hari ini..," katanya lagi.
"iya.., gue tau." kata Rin.
__ADS_1
Iskandar memandang wajah Rin yang masih cemberut, ia lalu tersenyum,
"masih pagi,kali.., cemberut terus. nanti jadi gampang keriput mukanya..," ledek Iskandar.
Rin melirik Iskandar, padahal tadinya ia sempat merasa bersalah padanya karena marah-marah gak jelas, tapi tidak jadi,
"terus kenapa kalo keriput? jelek gitu, hu-uh!" kata Rin.
Iskandar hanya menggeleng-gelengkan kepalanya,
"kalo udah selesai, gue tunggu lu di mobil,ya..," kata Iskandar lalu beranjak.
"eh.., Iskandar...," Iskandar sudah keburu pergi sebelum Rin berhasil menyelesaikan kalimatnya.
*
Selama di sekolah Rin tidak bertemu dengan Iskandar bahkan hanya sekedar berpapasan. Sekarang saat pulang pun ia tidak bertemu dengannya. Rin berjalan menuju gerbang dan,
"Mamah Rin !!!" Tiba-tiba Idho datang dengan hebohnya.
"shuut !!!" kata Rin panik.
"kenapa, sih Mamah Rin, takut amat.., kemarin kata Iskandar, kakak ipar mau mengumumkan pertunangannya...," kata Idho sambil cemberut.
"ih.., lu tuh mulutnya ember banget." kata Rin.
"ih, Mamah Rin, tuh galak banget. Mulai sama kegalakannya Papah,ya.., Gimana coba hidup anak Idho kalo punya papah sama mamah galak? ini kalo FTV azab judulnya jadi azab bagi mamah papah yang durhaka sama anaknya karena hobinya galak-galak sama anaknya!!"
Rin memutar bola matanya,
"asal aja lu ngomong, yee!" kata Rin kesal.
"Rin.., jangan kesel-kesel,ya..," kata Bella yang datang bersama Odi. Trio ini akhirnya berkumpul.
"wait..., kenapa kalian tiba-tiba datengin gue?" tanya Rin.
"Iskandar bilang lu sekarang lu nginap di rumah dia, tapi sekarang lusendirian di rumah karena Iskandar ada rapat." kata Idho.
"sendirian? enggak, tuh. Mami udah pulang,kok." kata Rin.
Odi lalu merangkul Idho dan tersenyum pada Rin,
"jadi kita yang akan mengantar Rin dan menemaninya sampai Iskandar datang...," kata Odi dengan senyum khasnya.
"Yee.., mari habiskan sisa hari ini bersama Rin !!!" kata Bella heboh.
"Beruntunglah dirimu Rin, gue bawa hardisk berisikan drakor-drakor ter-epic koleksi gue !!!"
"serius lu, Dho ?!!!!" tanya Rin yang mulai terpancing dengan drama Korea.
"ya iyalah..., anak Idho adalah anak yang berbakti,kan?" tanya Idho sombong.
"meskipun gue gak mau punya anak kayak lu, tapi gak apa-apa lah kalo kayak gini..," kata Rin.
"kalau gitu, ayo kita pulang !!!" kata Bella.
"eh, tapi naik apa?" tanya Rin.
"mobil Bella." kata Idho.
"oke, let's go !!!" kata Rin bersemangat.
*
Jam menunjukkan pukul 19.30. Idho menghentakkan kakinya karena menunggu.
"kayaknya ide buruk, deh kalo nyuruh Odi dan Bella belanja. Mereka pasti cuci mata dulu di minimarket...," kata Idho.
"tadi, sih gak sekalian...," kata Rin yang baru datang sambil membawa jus Mangga tadi pagi yang dibuat Iskandar.
"gue udah pengen nonton banget, nih.., mumpung besok akhir Sabtu, tapi entar Bella ngamuk kalo kita gak tungguin..," kata Idho tak sabar.
__ADS_1
"emangnya anak Mading LPJ udah kelar?" tanya Rin lagi.
Idho langsung meliriknya dengan tatapan meledek,
"UPS, sorry, yang kemaren dikeluarin mah gak tau apa-apa, ya?" ledek Idho.
"ih, dasar !!" kata Rin kesal.
"hehe.., bercanda, Rin...," kata Idho.
"ck, lu gak ada persiapan buat besok, emangnya? kan semua organisasi,kan?" tanya Rin.
"iya, udah kelar semua. Anak Mading,kan tugasnya gak serumit anak komdis, jadi udah kelar dari kemaren. Yah, lu tau,kan Ridwan sama galaknya kayak Iskandar kalo udah soal deadline." kata Idho.
"yah enaklah..," kata Rin lalu meminum jus mangganya lagi.
"iya dongs.., gue jadi bisa refreshing sejenak hari Minggu nanti..., Yeay!"
"refreshing kemana lu?"
"nonton bioskop dongs sama kesayangan gue..," kata Idho.
"kesayangan lu? Ooh.., adek kelas itu ya ?" selidik Rin.
"Idih ! enak aja !! Adek gue, Istiqomah !!!" kata Idho buru-buru klarifikasi.
"yeh.., gue kira cewek elu yang anak sebelas MIA B itu...," kata Rin berusaha memancing.
"sebela MIA B apaan?? siapa lagi? Sherin?" tanya Idho akhirnya menyebut nama adik kelas itu.
"Oh.., Sherin namanya..., Dia cewek lu,kan?"
"Bu,bukan !!' kata Idho lagi.
"oh.., Bukan. Soalnya kemaren gue denger dia ditembak sama cowok__,"
"siapa???!!" tanya Idho antusias.
"hemm.., kepo...,"
"ih, kok gue gak tau?? Diterima gak sama dia?"
"kenapa? Jealous?" tanya Rin.
"enggak. kenapa juga Jealous?" kata Idho sambil melipat tangannya.
"yah.., gue.., uhm.., dia pernah bilang cintanya udah mentok sama gue.., jadi gak mungkin lah dia Nerima." kata Idho menyombong.
"dia apa elu yang cintanya udah mentok?"
"dia lah !!!" kata Idho menegaskan.
"kasihan dong dia.., Senasib sama gue..," kata Rin jadi terbawa emosi.
"lah lu emangnya kenapa?" tanya Idho.
"gue suka sama Iskandar.., tapi kayaknya gue doang__,"
"OH EM JIIH !!!!" kata Idho dengan wajah excitednya.
"sial ! kenapa gue bilang sama nih mulut ember???!"
"Woaah !!! ini kabar baik !!!" kata Idho langsung memeluk Rin.
"akhirnya Mamah aku suka sama Papah aku !!!" kata Idho yang masih memeluk Rin.
"Idho.., lepas.., Idho...," kata Rin.
"uhm.., selebrasi dulu lah !!"
"Hello guys !! kita kemba__," Bella yang tiba-tiba datang terhenti melihat Idho yang memeluk Rin.
__ADS_1
"gue bawain cappucino cincau_," tiba-tiba Iskandar datang dan melihat apa yang dilihat Bella. Seketika tatapannya langsung menajam,
"bisa lu jelasin ini ke gue?" Tanya Iskandar dingin.