Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 55


__ADS_3

Emalia mencari ke semua folder bahkan ke folder sampah, tapi presentasi yang sudah ia buat kemarin tidak ada.


"woy.., Emalia.., kan lu gak ngapa-ngapain..., cuman bikin ppt, jangan bilang lu gak kerjain juga?" tuduh Gilang.


"gue kerjain,kok...," kata Emalia panik.


"loh? kok gak mulai-mulai?" tanya pak Garry.


"uhmm.., pptnya kayaknya.., ada di flashdisk saya, deh pak...," kata Emalia.


"oh, ya udah.., mana flash disknya?" tanya Pak Garry.


"masalahnya saya tinggal, soalnya saya pikir udah ada semua di laptop...," kata Emalia.


Teman-teman satu kelompoknya langsung memandangnya tak menyangka, Pak Garry juga hanya bisa menghela napas,


"haduuh..., Bapak juga tau, dua tahun kemarin itu kalian santai-santai.., tapi, kan Bapak udah bilang, kelas dua belas ini, kalian gak bisa santai-santai lagi. Mentang-mentang kemarin bapak gak ngajar dan gak ngawasin kalian, terus kalian malah seenaknya." kata Pak Garry kesal. Semua anak terdiam.


"ck, ya udah, kelompok kalian presentasi di pertemuan berikutnya saja. Ini waktunya juga gak cukup kalo harus nunggu kalian bikin lagi. Tapi karena kecerobohan kalian, jangan harap bapak bisa kasih kalian nilai yang bagus,ya..," kata Pak Garry.


Akhirnya anak-anak kelompok tiga membereskan proyektor dan laptopnya, lalu kembali ke tempat duduk. Mereka semua memandang Emalia dengan sinis.


"kelompok empat, udah bikin presentasi nya?" tanya Pak Garry.


"belum pak..," kata Dion.


"ya udah..., kita bahas bab yang gak kalian jadikan presentasi saja." kata Pak Garry.


*


Rin buru-buru ke toilet setelah selesai rapat singkat untuk mengisi konten Mading.


"akhirnya...," katanya lega setelah menahan cukup lama karena rapat tadi.


CKLEK !


Pintu Bilik sebelah terbuka,


"Pasti kalian kan yang ngelakuin ini semua !!!"


Rin yang tadinya mau membuka pintu tidak jadi karena mendengar teriakan.


"Kalo iya, emangnya kenapa?" kini teriakan itu dibalas.


"sebenarnya salah gue apa, sih?? kita kan udah sekelas sama-sama dari kelas sebelas...,"


"kayaknya gue kenal suara ini...," gumam Rin.


"salah lu? karena lu To**l tapi ngajak-ngajak...,"


"maksud kalian apa, sih?? emangnya kalian berhak ngelakuin ini sama gue???"

__ADS_1


"*ya berhaklah.., pertama, gara-gara kecerobohan elu, nilai gue jadi dikurangin sama pak Garry, dan kedua, kita dimarahin abis-abisan sama pak Garry...,"


"Bu,bukannya itu udah biasa?"


"udah biasa bagi lu!"


"aww.., sakit* !!"


Tanganku reflek langsung membuka kunci, tapi aku tahan,


"ini jelas pembullyan..., tapi kalo gue keluar, gue bisa apa?" batin Rin.


"eh.., kayaknya ada orang...," Tiba-tiba suara lain menyadari aku yang mau membuka pintu.


"waduh.., gawat, kalo anak komdis, bisa-bisa dilaporin kita...," suara lain memperingatkan.


"ya udah, ayo kita pergi..., Heh, lu.., jangan harap bisa tenang hidup lu di sini!"


Rin keluar dari biliknya setelah memastikan orang-orang tadi pergi. Ia bisa mendengar dengan jelas kalau ada yang menagis sampai terisak.


"EMALIA !!!" kata Rin kaget.


Kini Emalia sudah terduduk di samping westafel dengan baju basah dan rambut yang berantakan, sepertinya orang tadi menjambaknya. Rin segera menghampirinya,


"Emalia.., lu...," Rin berhenti, bertanya tidak apa-apa sungguh tidak berguna.


"ayo, gue bawa lu ke UKS...," kata Rin.


*


"jelas-jelas tujuan di sini untuk membuat Emalia sadar kalau dirinya gak pantas buat deketin Juan sehingga dia menyerah. Tapi kenapa efeknya malah jadi kayak gini? bukannya ini keteraluan?" katanya berbicara sendiri.


"lu serius amat, sih Rin...," kata Keisha yang baru saja dari minimarket.


"Kei.., berhenti aja yuk...," kata Rin tiba-tiba.


"berhenti apaan?"


"berhenti ngelakuin rencana kita? Tadi gue lihat Emalia diguyur dan dijambak__,"


"sama siapa?" tanya Keisha sambil membuka bungkus cemilannya.


"gak tau, tapi kayaknya temen sekelasnya..,"


"ngaco aja.., lu kan tau sendiri anak-anak kelas Emalia itu solidnya kayak apa? Mungkin dia punya masalah sama orang lain kali." kata Keisha.


"terus?"


"ya bukan salah kita lah. Lagian masa berhenti sebelum pestanya dimulai. kalau nulis artikel, ini baru pembukaan, belum sampai isinya." kata Keisha.


"begitu,ya...,"

__ADS_1


"iyalah.., udah, mending lu nonton gue speech lagi,ya..," pinta Keisha.


Rin tersenyum, meskipun sebenarnya hatinya tidak begitu setuju dengan Keisha.


"bukannya nanti kalo ketahuan, Keisha yang malah dibenci Juan?" batin Rin.


Rin menggelengkan kepalanya,


"ya.., kalo gitu jangan sampe ketawanlah, Rin...," kata Rin dalam hati.


"eh, Rin..., Yura Minggu ini ulang tahun,ya?" tanya Keisha tiba-tiba membuat lamunan Rin terpecah.


"eh, iya...,"


"abis ini, beli kado buat dia yuuk...," ajak Keisha.


"uhm.., bo,boleh...," kata Rin berusaha tersenyum.


"semangat dong cantik..., biar gue juga semangat !!" kata Keisha tersenyum.


*


Iskandar memutar-mutar benang wol dan Marble mengikutinya,


"hihi...," ia tertawa geli sendiri melihat kelakuan-kelakuan kucingnya itu.


TING !


Tiba-tiba ada notifikasi masuk dari ponselnya,


Iskandar melirik layar ponselnya, alisnya naik sebelah ketika membaca ada notifikasi pesan dari Roger,


"apa kecurigaan gue bener?" katanya bicara sendiri. Ia lalu membuka pesan dari Roger.


Alisnya naik sebelah ketika melihat video yang dikirim Roger. Roger merekam sampul Jurnal dengan Nama Rin di pojok kirinya. Iskandar kenal betul dengan jurnal itu, karena dia yang memberikannya, lalu di video itu Roger membuka sebuah halaman berisi kerangka konsep dengan tulisan di atasnya


"MISI TANPA TANGAN KOTOR B"


Roger


Gue Nemu ini masa di bukunya Rin. Gue gak tau ini maksudnya apa, tapi gue rasa, gue harus ngasih tau elu.


Iskandar menghela napas.


Ting !


lagi-lagi ada pesan masuk, namun kali ini dari Ori. Iskandar langsung beralih ruang chat. Bukan video yang dikirim Ori, melainkan beberapa tangkapan layar ruang chat sebuah grup. Iskandar bisa membaca dengan jelas nama-nama anggota grup itu.


Mao Riyandi


Pas lagi mainin hape Yura, gue gak sengaja buka ini. Menurut gue ada yang aneh sama ruang chat ini, makanya gue kasih elu.

__ADS_1


"Emalia...," Iskandar membaca nama yang jadi objek mereka. Iskandar langsung teringat gadis yang pernah datang bersama Juan waktu itu.


"kenapa, sih insting gue selalu bener...,"


__ADS_2