Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 77


__ADS_3

♥️♥️Kamu suka cerita ini? jangan lupa like, comment dan vote ya. Dukungan kalian sangat berharga bagi Author ♥️♥️


.


.


.


Tung


Tung


Tung


Iskandar mendribble bola basketnya sambil menatap mata Idho tajam, di hadapannya ada Idho yang dengan seksama memperhatikan kemana Iskandar akan membawa bolanya.


"kanan!" pikir Iskandar yang akhirnya lolos dari Idho yang hampir merebut bolanya dan langsung memasukkan bola basket ke dalam ring.


"pritt !! pritt !!! three point !" kata Odi selaku wasit di sana. Iskandar berhasil mencetak angka, namun skornya tidak lebih tinggi dari Idho.


Idho langsung melempar poninya yang mulai menutupi matanya,


"papah Iska.., sorry ..., perlu seratus tahun mengalahkan seorang Ace seperti Ridho Al-fatah Putra Azzam..," kata Idho menyombong.


Iskandar tersenyum miring,


"lu hari ini semangat banget...," kata Iskandar sambil berjalan menuju bangku di pinggir lapangan. Idho berlari mengikutinya,


"ya iyalah.., kalo soal basket, Idho selalu semangat..," kata Idho lagi lalu meminum air mineralnya.


"Bukan, Iskandar.., itu karena lusa dia mau nge-date sama gebetannya..," celetuk Odi.


"Uhuk! uhuk !!" Idho yang mendengarnya langsung terbatuk-batuk.


"hah? cowok playboy kayak Idho punya gebetan?? ngaco aja lu, Di !!" kata Iskandar lalu menenggak air mineralnya.


"woy, Di, jangan bikin gossip lu. Dia bukan gebetan gue. Gue mau nge-date sama dia sebagai permintaan maaf karena udah nuduh dia yang enggak-enggak..," kata Idho meluruskan.


"ooh..., jadi lu bertiga udah baikan?" tanya Iskandar lagi. Sudah dua Minggu Idho dan Odi melakukan perang dingin dengan Bella karena kesalahpahaman dengan adik kelas, sayangnya Bella lebih membela adik kelas itu dibandingkan Idho dan Odi.


"yah.., gimana,yah.., pada dasarnya gue gak bisa marah-marah sama Bella. Dia,kan my lovely sister.., belanja kalo gak sama dia, tuh gak seru..," kata Idho lagi


"oke.., paham-paham...," kata Iskandar lagi.

__ADS_1


"lah, lu sendiri, Iska, kok kayak ya gak semangat gitu? dengar-dengar gossip, Yura sama Rin berantem, ya gara-gara elu. Atau gara-gara Ori ? duuh, gue juga dengernya gak begitu jelas..," kata Odi.


"gak tau, gue juga bingung. Awalnya gossip di grup itu beredar, bikin Yura agak marah, tapi dia masih percaya sama Rin, dan entah kenapa momennya tuh jadi gue yang dituduh suka sama Yura gara-gara gue nolongin Yura dari Dion, terus Rin marah dan meluapkan emosinya pada Ori. Lalu Yura menyaksikan itu. Akhirnya dia sok-sokan gandeng gue, bikin Rin tambah marah sama gue sampe sekarang. Yura sama Rin juga belum baikan." kata Iskandar berusaha menjelaskan.


"Duuh.., dasar cewek, rumit banget, sih. Itulah kenapa gue gak mau menjalin hubungan sama siapa-siapa dulu. Masih labil..., duuh.., mending denger dongeng Bu Daisy deh..," kata Idho.


"parah lu, Dho..," kata Odi cengengesan.


"tapi, tapi.., bukannya di sini berarti Rin itu jealous sama lu, Iska?" tanya Idho.


"emang kelihatan,ya?"


"ya iyalah..., jelas banget dia jealous..., kayaknya cinta lu udah gak sepihak lagi, deh...," kata Idho.


"gue belum bisa mastiin, soalnya sampe sekarang Rin gak mau ngomong sama gue, dia kayak menjauh dari semua orang.., mungkin mau menyendiri dulu...," kata Iskandar.


"iya.., Odi juga ngeliat Rin sendirian terus. Eh, Keisah gimana? Gak berusaha deketin Rin?" tanya Odi.


Iskandar menggeleng,


"Keisha belum berani deketin Rin..., soalnya katanya auranya menyeramkan. Dia jadi canggung...," kata Iskandar menjelaskan.


"oh,ya ampun.., kalo udah bawa perasaan emang jadi rumit segalanya...," kata Idho lagi.


*


Hari-hariku sejak kejadian waktu itu sangat berat. Yura tidak lagi duduk bersamaku, tapi anehnya Yura dengan nekatnya duduk di samping Ori. Anehnya lagi mereka bersikap seperti tidak terjadi apa-apa. Meskipun tempat duduk kami dekat, tapi kami tidak lagi saling menyapa. Selain itu aku sekarang jadi canggung pada Iskandar karena kejadian waktu itu. Aku masih malu jika mengingat diriku yang konyol saat itu. Aku bahkan tidak berani tatap muka dengannya. Keisha juga tidak menyapaku, ia juga bersikap canggung padaku. Aku merasa kesepian sekarang. Tunggu.., Bukankah seorang Arini Kalista sudah terbiasa sendirian dan kesepian?


"Rin.., gue liat tugas lu, Doong...," Lelaki berjambul cetar membahana ini alias Roger tiba-tiba memecahkan lamunanku.


"tugas? Emang ada tugas apa dari Bu Emi?" tanyaku.


"lah.., nih anak ngelamun lagi,ya? Minggu depan,kan udah UTS, Rin.., lu parah dah !!" kata Roger lalu mengambil buku tugasku yang masih kosong.


"gile lu..., Rin.., fokus !! Fokus !!" kata Roger ngomel-ngomel. Anak ini sepertinya semakin ke sini semakin bersemangat untuk jadi anak teladan.


"hmph..," aku menghela napas lalu merebut bukuku,


"tugas apaan, sih?" kataku.


"Tuh, buka website di papan tulis dan tulis jawaban dan caranya di buku tugas..," kata Roger sambil menunjuk papan tulis.


"ada berapa soal?"

__ADS_1


"cepe (100)."


"ah, yang bener lu !!" kataku lalu langsung membuka ponsel dan masuk ke alamat website di papan tulis. Mataku langsung melotot ketika melihat jumlah soalnya.


"masih Minggu depan, sih dikumpulinnya, sebelum jadwal UTS-nya...," kata Roger lagi.


"huft.., tetep aja harus dicicil.., duuh.., tugas kelas dua belas bikin otak gue mau meledak tau, gak !!" keluhku.


"udah.., jangan mengeluh terus.., kerjain aja...," katanya. Entah kenapa mendengarnya berkata seperti itu membuatku termotivasi,


"makasih,ya Jer..," kataku lalu segera membuka buku tugasku dan mengerjakan soalnya.


"makasih buat apa?" katanya yang mulai serius dengan soal-soal di ponselnya.


"makasih aja.., gara-gara kata-kata lu, gue jadi ngerasa gak sendirian...," kataku.


"hah?" kata Roger bingung, tapi matanya tetap fokus pada buku tugasnya.


"padahal lu,kan cowoknya Liska, tapi lu masih mau nyapa gue...," kataku agak baper (bawa perasaan).


"yeeh.., nih anak, baper bet, dah.., yang berantem,kan elu sama Liska, bukan gue." kata Roger.


"emangnya Liska gak protes kalo lu tetep temenan sama gue?" tanyaku.


"Au, dah ! Gak pernah gue tanya. Paling ngomel-ngomel manja, hihi...,"


"Jer.., kalo di depan Liska, jangan sok deket sama gue,ya.., nanti lu malah diputusin lagi..," kataku mengingatkan.


"ya elah.., hubungan gue sama Eneng, mah bukan lagi hubungan yang kayak gitu. Slow aja kali...," kata Roger lagi.


"awas lu, jangan salahin gue kalo tiba-tiba lu diputusin!!" ancamku.


"siap, Bos!!" kata Roger.


Diam-diam aku tersenyum, orang yang paling tidak aku sukai malah sekarang menghiburku. benar-benar nasib dan takdir sulit ditebak.


*


Akhir Minggu.


Bunda memaksaku untuk pergi ke rumah Iskandar. Padahal belum berani menemuinya. Sampai akhirnya aku menyerah, setidaknya aku bersama Bunda ke sana.


Tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depan rumah kami. Aku kenal sekali, ini adalah salah satu mobil yang pernah dikendarai oleh Iskandar. Mungkinkah dia datang untuk menjemput kami? Lalu tiba-tiba kaca mobil terbuka.

__ADS_1


"Hallo Bunda...,"


__ADS_2