Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 81


__ADS_3

Keisha menyeruput cappucinonya,


"gue herannya gitu.., kok tiba-tiba Yura gak masuk. Lu gak tau, Rin dia kemana?" tanya Keisha.


"apalagi gue..., sejak kejadian waktu itu, gue gak pernah lagi ngobrol sama Yura." kata Rin.


"makanya baikan...," celetuk Iskandar yang sedang sibuk main game di ponselnya bersama Juan.


Rin dan Keisha langsung menatapnya sinis,


"dasar cowok, gak ngerti banget, sih posisi cewek." bisik Keisha.


"gue denger, woy..," sindir Iskandar.


"udahlah, Iskandar.., fokus. Kayaknya gue bisa menang, nih..," kata Juan.


"tapi tadi gue sempet lihat Ori ngobrol sama Teguh dan gue gak sengaja denger kalo Ori mau ke rumah Yura." kata Rin lagi.


"Hem.., mungkinkah dia mau nembak Yura lagi?" tebak Keisha.


Juan dan Iskandar langsung berhenti menatap ponselnya dan menoleh ke arah Keisha,


"masa iya?" kata mereka berbarengan.


*


Ori duduk di ruang tamu. Ia memegang lututnya karena gugup. Yuga sedang mengambilkan air dan cemilan untuknya di dapur. Ia hanya bisa melihat ke sekeliling ruangan itu.


Tiba-tiba Yura muncul,


"Oriii !!! Kamu datang? Sendirian atau sama Kupung?"


"sendirian. Gue ke sini buat ngasih ini...," kata Ori sambil menunjukkan Tote bag nya.


"woah.., apa itu?" tanya Yura.


"ini catatan untuk ujian..,"


"ya ampun.., Ori.., ternyata kamu masih perhatian sama aku.., makasih...," kata Yura lalu memeluk Ori. Ori langsung membalas pelukannya sambil memejamkan matanya.


"ehm.., Ori, apa yang sedang kamu lakukan?" Tiba-tiba Yuga sudah datang sambil membawa nampan berisi jus jeruk dan sekaleng biskuit.


Ori langsung membuka matanya dan ia mendapati dirinya yang sedang memeluk tubuhnya sendiri,


"ah ., apa tadi itu hanya bayangan gue?" batin Ori.


Yuga duduk di samping Ori setelah meletakkan nampan tadi di atas meja,


"apa suhu di rumah ini dingin, sampai kamu memeluk dirimu sendiri? pft..," kata Yuga yang tak bisa menahan tawanya.


"Ah., ya.., saya merasa kedinginan...," kata Ori yang terpaksa berbohong karena malu.


Yuga tersenyum,


"jadi..., sebenarnya apa tujuan kamu datang ke sini?" Tanya Yuga.


Ori menelan ludahnya lagi.


"ohohoho...," Kini Yuga malah tertawa membuat Ori semakin bingung.

__ADS_1


"Ori.., kamu tidak perlu gugup denganku. Santai saja...," kata Yuga lalu bersender di Sofanya.


"uhm..," Ori duduk menghadap Yuga,


"se, sebenarnya saya.., saya ke sini untuk menemui__, bukan. Saya mau memberikan ini pada Yura..," kata Ori lalu menunjukkan Tote bag nya.


Yuga lalu tertawa lagi dan mengambil totebag itu,


"kalau memang mau bertemu, bilang saja...," kata Yuga lagi.


"uhm.., kakak.., apa aku boleh memanggilmu kakak?" tanya Ori.


"tidak, tidak..., panggil saja Yuga. Yura bahkan tidak pernah memanggilku kakak...," kata Yuga lagi.


"uhm.., apa Yuga tau saya ini siapa?" tanya Ori agak ragu. Bukankah ini sama saja bunuh diri. Bagaimana jika Yuga memang tahu kalau Ori adalah laki-laki yang sudah menyakiti adiknya.


"tau. Ori, mantan pacar Yura....," kata Yuga sambil menatap mata Ori.


Ori menelan ludah lagi,


"la,lalu kenapa Yuga mengizinkan saya masuk ke sini?"


"karena Yura juga tidak melarangnya. Lagipula aku memang ingin bicara denganmu untuk tahu apa yang harus aku sarankan pada adik kesayanganku itu. Mempertahankanmu atau meninggalkanmu?" Kata Yuga serius.


Ori tertegun, tak sanggup berkata apa-apa. Kata "meninggalkanmu" seolah menjadi sebuah peluru baginya.


Yuga lalu tersenyum,


"oh,iya.., sekedar informasi, kalau kamu mau memberikan totebag ini pada Yura akan aku sampaikan.., tapi kalau kamu ingin bertemu dengannya, dia sungguh tidak ada di rumah sekarang__,"


"dia ada dimana?" tanya Ori.


"tidak mungkin,kan mereka berusaha menyembunyikan Yura dari gue?" batin Ori.


Ori terdiam.


"Yura sedang ada di rumah kakak perempuan kami. Yuna ngotot meminta Yura menginap di rumahnya untuk menanyainya. Oh,iya.., Ayah kami juga sudah mengetahui tentang dirimu, tapi Yura membelamu habis-habisan...,"


"A,ayahnya Yura? Bukankah dia yang memaksa Yura putus dengan mantan sebelumnya?" batin Ori.


"Ayah kami ingin sekali bertemu denganmu untuk main catur dan berbincang-bincang. Tapi sayang Ayah sedang sangat sibuk, aku bahkan dipanggil ke sini untuk membantunya." kata Yuga.


"ya ampun.., sebenarnya apa yang Yura bilang tentang gue sampai semua keluarganya mau ketemu sama gue? Apa setelah ini kami akan menikah?" batin Ori tak habis pikir.


"oh,iya.., kamu belum menjawab pertanyaanku..., kenapa kamu berpisah dengannya?" tanya Yuga lagi.


"oh, itu..., sebelumnya apa Yuga benar-benar mau mendengar jawaban saya?" tanya Ori.


"yah.., silahkan jawablah dengan sejujur-jujurnya...," kata Yuga.


*


"nomor yang anda panggil sedang sibuk atau berada di luar jangkauan...,"


Iskandar mematikan teleponnya lagi,


"hapenya gak aktif?" tanya Juan.


Iskandar menggeleng.

__ADS_1


"waw.., kalau dia beneran ke rumah Yura.., bukannya dia bakalan ketemu sama Yuga, abangnya Yura???" tanya Keisha.


"Yuga? Abangnya Yura??" tanya Juan dan Iskandar berbarengan.


"iya.., saat kita ke sana kemarin, Ada seorang laki-laki yang menyambut kita, terus dia bilang, dia mau ketemu Ori." kata Rin.


"bukannya dia mau dilabrak?? Iskandar, gimana kalau terjadi pertarungan di antara mereka??" tanya Juan.


"Ori.., dia bisa berantem,kok..," kata Iskandar.


"yah.., sebisa-bisanya dia, apa dia Sejago elu? apa dia bisa menghindari serangan?? dia,kan baru mulai latihan pas masuk SMA." tanya Juan.


"apa bisa sampe berentem?? Kayaknya kakaknya Yura mau ngomong baik-baik, deh..," kata Rin.


"gimana kalo cuman awalnya doang baik-baik??"


"percuma juga kalau kita ke sana, belum tentu dibukain pintunya." kata Iskandar.


"tapi setidaknya kita udah stay di sana." kata Keisha.


"jadi, mendingan kita ke sana?" tanya Rin.


"gue setuju sama cewek gue !" kata Juan.


Iskandar lalu menghela napas,


"oke.., kita ke sana." kata Iskandar.


*


Tin


Tin


Tin


Juan mengklakson mobil di depannya,


"Beib.., sabar, ini jalanan,kan emang macet..," kata Keisha yang sebenarnya stress karena bunyi klakson mobil.


"abis dari pertigaan ini, harusnya rumah Yura,kan?" tanya Juan memastikan.


"harusnya iya...," kata Keisha.


"nah ! akhirnya...," kata Juan langsung berbelok dengan lihainya.


"rumah Yura yang mana?" tanya Juan yang sudah mulai masuk perumahan.


"belok kiri setelah rumah pagar putih." kata Keisha memberi instruksi. Juan langsung berbelok ke kiri setelah melewati rumah pagar putih,


"rumah kedua...," Keisha berhenti ketika melihat seorang laki-laki di depan rumah Yura.


"apa dia kakak laki-lakinya Yura?" tanya Juan. Laki-laki itu langsung menyadari kedatangan Juan, Keisha, Iskandar dan Rin dan menatap mereka dari luar sambil tersenyum,


"apa senyumnya juga selalu semenyeramkan ini?" tanya Juan.


.


.

__ADS_1


.


♥️♥️Kalian suka cerita ini? jangan lupa like, comment dan vote ya. Dukungan kalian sangat berharga bagi Author ♥️♥️


__ADS_2