Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 75


__ADS_3

Rin berlari ke kelasnya sambil menangis. Pada akhirnya nasib tidak mendukungnya. Kenapa Iskandar harus menyatakan perasaannya pada Yura di saat Rin sudah menyadari perasaannya pada seorang Iskandar?? Kenapa masalahnya malah jadi rumit begini??


BUG !


Tiba-tiba Rin menabrak seseorang sampai terjatuh,


"Woy, Rin!! kalo jalan lihat-lihat, doong !!!" protes orang itu yang ternyata adalah Ori.


"hiks.., Ori...," rengeknya.


"eeh?? kok lu malah nangis?? waduh.., ini gimana?" kata Ori malah jadi bingung dan hanya bisa mengusap-usap pundak Rin.


"Ori...," kata Rin lalu malah menyenderkan kepalanya ke pundak Ori.


"Rin.., Rin..., lu gak boleh gini!!!" kata Ori bersusah mengangkat kepala Rin.


"bodo amat..., Gue lagi sedih..., hwaa..," rengeknya lagi. Ori jadi tidak bisa berbuat apa-apa.


Tanpa mereka sadari Iskandar bersembunyi di balik dinding, sialnya jalan menuju kelasnya harus melewati jalan dimana Rin dan Ori sedang terduduk.


"kenapa Rin nangis? Apa omongan Dion begitu mempengaruhinya? ck.., sial ! Gue bener-bener kesal ngeliat mereka begitu...," batin Iskandar sambil mengepalkan tangannya untuk menahan rasa kesalnya.


Tiba-tiba Yura lewat di depannya dan sayangnya Iskandar kalah cepat mencegah Yura melihat apa yang seharusnya tidak ia lihat.


Yura sempat terpaku saat melihat Rin yang sedang bersandar di bahu Ori.


"Rin....," kata Yura yang matanya mulai berkaca-kaca.


"Yura..," kata Ori lalu langsung melempar tubuh Rin begitu saja sampai Rin jatuh telentang.


"Rin jahat!!!" kata Yura.


Rin berusaha berdiri sambil mengucek matanya,


"kenapa gue jahat, Yura?" tanyanya yang tidak merasa bersalah.


"padahal..., padahal Yura berusaha untuk tidak mempercayai gossip abal-abal di grup angkatan..., tapi apa yang Yura lihat sepertinya menjelaskan semuanya..., hiks !" kata Yura berusaha menahan tangisannya.


"Yura..,"


"Ori..," kata Yura memotong omongan Ori,


"kalau Ori suka sama Rin, harusnya Ori bilang dari awal, harusnya Ori tolak aja Yura.., hiks ! harusnya Ori jangan memberikan harapan sama Yura.., hiks.., Ori benar-benar jahat...," kata Yura malah menangis.


"haduuh.., drama apa lagi ini.., huft.., gue benar-benar harus mengendalikan emosi gue di sini. jangan terpengaruh, Iskandar.., jangan terpengaruh..," batin Iskandar.


"Yura.., ini gak seperti__,"


"Rin juga.., harusnya Rin bilang aja kalo Rin suka sama Ori, jangan buat hubungan apapun dengan cowok lain !!!" kata Yura yang benar-benar menohok Rin.


"Gue gak suka sama Ori!!! Gue suka sama Iskandar!!!" teriak Rin dalam hati.


Yura lalu mendatangi Iskandar yang bersembunyi di balik tembok dan menggandengnya,


"ayo Iskandar !!" katanya sambil menarik Iskandar untuk keluar dari persembunyiannya,

__ADS_1


"kita tinggalkan orang-orang licik ini !!!" kata Yura lalu berjalan sambil memeluk lengan Iskandar.


"Yura, tapi...,"


"Yura !!" Rin memanggil nama Yura, membuat Iskandar tidak jadi bicara dan mereka menghentikan langkah mereka.


"asal lu tau !!! Kalo lu emang suka sama Ori, harusnya lu gak perlu deketin tunangan orang !!!! Gue kecewa punya temen kayak elu !!!" teriak Rin lalu berlari melewati Iskandar dan Yura.


Mata Iskandar tidak bisa lepas dari Rin, ia sangat ingin mengejarnya. Bukankah kalimatnya tadi seolah mengatakan "jangan rebut milikku?"


"hey..., gak seharusnya lu gandengan sama Iskandar..," kata Ori yang sudah berdiri di antara Yura dan Iskandar.


"Ori.., kamu...,"


Ori lalu melepaskan tangan Yura dari lengan Iskandar dan membawa Iskandar pergi bersamanya.


"loh? Kok jadi Yura yang ditinggal??"


*


Iskandar duduk di mejanya dengan wajah yang bingung,


"woy.., lu ngapa? napas ngos-ngosan, muka merah.., lu lari lagi ke sekolah?" tanya Rhama yang sebenarnya agak terganggu.


Iskandar lalu menoleh ke arah Rhama,


"muka gue merah?" tanyanya.


Rhama lalu mengangguk.


"apa jangan-jangan abis ditembak Rin, hahaha...," canda Rhama iseng.


"Iskandar !!!" Tiba-tiba Keisha datang sambil teriak-teriak.


"haduh.., Ratu cerewet mulai tiba...," keluh Rhama lalu beranjak dari bangkunya,


"Rham.., lu mau kemana?" tanya Iskandar.


"menghindari keributan...," kata Rhama lalu pergi keluar kelas.


"eh, Rhama kok pergi?" tanya Keisha lalu dengan enaknya duduk di bangku Rhama.


"gara-gara elu !" kata Iskandar lalu melepas tas yang dari tadi bertengger di punggungnya.


"gue? hm.., gak apa-apa, deh bagus. Gue jadi bisa ngobrol sama elu...," kata Keisha.


"ngobrol apaan lagi?" tanya Iskandar.


"Iskandar.., ini itu penting !!!" kata Keisha.


"emangnya apa?"


"gue denger desas-desus tadi, katanya Rin sama Yura berantem?? kok bisa??"


"bisalah..," kata Iskandar lalu bersender ke bangkunya. Di otaknya sekarang masih terngiang-ngiang kalimat Rin tadi dan malah membuatnya senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


PLAK !!!


Keisha memukul lengan Iskandar karena merasa diabaikan,


"kok lu malah senyum-senyum sendiri, sih?? Aneh, deh.., bininya lagi kena masalah malah bahagia...," kata Keisha.


"Rin maksud lu bini gue?" tanya Iskandar masih dengan senyumnya.


"ya iyalah, siapa lagi?" tanya Keisha.


"iya,ya.., dia harusnya jadi istri gue..," kata Iskandar malah terbuai dengan angan-angannya.


"ih, Iskandar.., lu kenapa, sih?" kata Keisha bingung, tapi pertanyaannya itu membuatnya tersadar akan tingkah anehnya,


"ehm..," Iskandar berdehem,


"Gue.., gue baik-baik aja,kok..," kata Iskandar.


"duh.., akhirnya Iskandar yang gue kenal sudah kembali...," kata Keisha bersyukur.


"Oh, iya lu tadi bilang apa?" tanya Iskandar.


"hmph...," Keisha menghembuskan napasnya kasar,


"haduh.., gue, tuh mau Konsul sama elu, gimana caranya bikin mereka baikan...," kata Keisha.


"biarkan aja. Mereka pasti perlu berpikir....," kata Iskandar.


"Iskandar.., tapi gimana kalo mereka gak baikan?? Duuh.., posisi Keisha yang bakal sulit...," kata Keisha.


"tunggu.., posisi gue juga sulit..., Rin kira-kira mau bicara,gak ya sama gue?" kata Iskandar malah sibuk dengan masalahnya sendiri.


"kenapa emangnya? Pertengkaran antara Yura dan Rin melibatkan elu?"


"kok lu tau?" tanya Iskandar.


"wait..., biar gue tebak, dari gossip Ori dan Rin, jangan-jangan Yura balas dendam dengan menjadikan elu pelampiasan alhasil Rin cemburu__,"


"lu juga mikir gitu? menurut lu kenapa Rin cemburu? Dia suka sama gue?" tanya Iskandar penuh harap.


"ya ampun.., Iskandar yang seperti ini baru pertama kali gue lihat...," kata Keisha.


"ah, nyesel gue nanya sama lu...," kata Iskandar kesal.


"ahaha.., jangan ngambek, dong Iskandar..," bujuk Keisha.


Iskandar menghela napas,


"entah kenapa gue ngerasa Rin suka sama gue, tapi gue masih belum yakin..., Kalo dia suka sama gue, kenapa dia malah nangis dan melampiaskan kesedihannya sama Ori? Padahal gue sangat bersedia untuk jadi pelampiasannya...," kata Iskandar.


Keisha lalu menggeleng-gelengkan kepalanya,


"ya ampun.., ternyata lu agak bucin juga,ya...," komentar Keisha.


"Kei.., coba kita tunggu sehari, biarkan mereka memikirkan tindakan mereka. Apakah salah atau benar. Kalau mereka masih berantem besok, maka kita baru bertindak...," kata Iskandar.

__ADS_1


"jadi gue gak perlu mengusik mereka berdua dulu, nih?" tanya Keisha.


"iya.., gak perlu. Gue harap Rin bisa menghadapi masalah ini seperti dia menghadapi masalah-masalahnya selama ini...," kata Iskandar.


__ADS_2