Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 51


__ADS_3

Krriing....,


bel masuk berbunyi, anak-anak yang bermain di lapangan langsung bubar begitu mendengarnya, meskipun pertandingan sebenarnya belum usai.


"Emalia.., lu mau kemana?" tanya Liska sambil membawa es tehnya.


"gue mau ke kamar mandi dulu. lu duluan aja."


"beneran gak mau ditemenin?" tawar Liska.


"enggak beneran." kata Emalia. Ia langsung berlari ke kamar mandi karena urusannya tak bisa ditahan lagi. Ia tadi rela menahannya hanya untuk melihat aksi Juan di lapangan.


*


Emalia selesai dengan urusannya. Ia lalu hendak membuka pintu toilet, namun tiba-tiba pintunya macet. Emalia berusaha positive thinking, mungkin pintunya memang macet. Tapi pintunya masih tidak terbuka. Ia langsung melihat jam tangannya.


"waduh..., bisa-bisa kena poin dari komdis ini...," katanya panik.


"hello... hello..., ada orang??" katanya meminta pertolongan. tapi tidak ada yang menjawab. Emalia menghentakkan kakinya khawatir. Konyol sekali kalau ia harus dapat poin karena terkunci.


"hello !!!" teriak Emalia.


"ada orang??" terdengar suara dari luar.


"siapa di sana?"


"Keisha...," kata si pemilik suara.


"Keisha temannya Rin?" tanya Emalia.


"iya...,"


"Kei.., boleh minta tolong bantu aku bukain pintu toilet nomor dua...," pinta Emalia.


"ooh.., iya,iya...," kata Keisha lalu mendorong gagang pintu dari luar sedangkan Emalia menariknya.


"aah.., akhirnya..," kata Emalia saat pintu terbuka.


"ya ampun lu baik-baik aja...," kata Keisha.


"i,iya..., gue baik-baik aja.., uhm.., gue duluan, ya, Kei.., nanti gue dikasih poin...," kata Emalia lalu langsung pergi.


"oh,iya..," kata Keisha minggir, Emalia langsung mencuci tangannya.


"lu gak takut kena poin?"


"uhmm.., istirahat gue dituker," kata Keisha sambil tersenyum lalu masuk ke toilet dan Emalia berlari keluar.


*


Emalia melipat tangannya sambil cemberut.


"Woy.., cemberut aja lu..., nih kerjain soal matematika dari Pak Dwi...," kata Liska.


"males ah gue. udah bete duluan sama anak komdis !" kata Emalia malah memainkan ponselnya. Kebetulan pak Dwi sedang meninggalkan kelas dan menyuruh anak-anak mengerjakan soal review kelas sepuluh dan sebelas.


"salah sendiri di kamar mandi lama-lama...," kata Liska cengengesan.


"ck, lagian gue,kan emang kekunci di kamar mandi, bukannya sibuk dandan. Emang make up yang gue pake aja tahan lama, makanya masih oke sampe sekarang." kata Emalia emosi.


"untung aja ada Keisha yang tiba-tiba dateng dan nolongin gue." kata Emalia.


Liska hanya tersenyum menimpalinya.


"eh, Liska, entar gue lihat punya lu aja,ya? Sumpah gue gak mood banget, mau main tok-tok aja ah, gue..," kata Emalia lagi.


"yah, terserah lu deh...,"


*


Queen Keisha 👑

__ADS_1


Done


Rin 🧐


good job. kasih aja pemanasan dulu...,


Yura


kenapa, sih harus pelan-pelan ? Yura gereget tau, gak


Queen Keisha 👑


jangan langsung dijebak dengan kasus yang berat, pasti banyak yang belain dia, kita buat aja dia seolah-olah terlihat penurunan dari sikap dan prestasinya, jadi pada puncaknya gak akan ada yang percaya sama dia


Rin 🧐


Yura, sih wkt itu langsung ngibrit ke rumah Ori, wkwkwk,


Queen Keisha 👑


Ooh, tau, deh emang yang lagi lovey-dovey


Rin 🧐


ehem..,


ehem..,


Yura


loh ? kok jadi Yura, sih yang kena? udah, udah, nanti kalo ada yang harus Yura lakuin lagi, bilang aja, ya. Apapun untuk Keisha 😘


Queen Keisha 👑


@Rin lu gak ngasih kiss ke gue.


Rin 🧐


🤮🤮


Queen Keisha 👑


Rin 🧐


kalo jahat, gue berkhianat sama lu, Kei, wkwkwk


Queen Keisha 👑


jangan dong, Rin.., lu kan temen TERBAYYIQQ gue


Yura


@Queen Keisha Kalo Rin TERBAYYIQQ, Yura apa ?


Rin 🧐.


mampuyy lu Kei, ditanya sama yang ngasih kiss, wkwk


Queen Keisha 👑


kalo Yura itu temen TERSAYANGKUUH


@Rin sorry, gue gak mudah mampuyy, tuh, wkwk


Diam-diam Roger melirik Rin yang senyum-senyum sendiri sambil memandang layar ponselnya,


"geli amat lu..., lagi chattingan sama Babang tersayang,yah??" ledek Roger langsung mendekatkan kepalanya ke layar ponsel Rin, tapi berhasil Rin matikan ponselnya sebelum Roger berhasil melihatnya.


"idiih.., sok tau aja lu. kepo !!" kata Rin.


"ya iyalah.., lagian girang sendirian aja...," sindir Roger.

__ADS_1


"heh, gak usah mau tau, deh urusan cewek-cewek..., lagian tumben lu anteng banget di bangku lu, biasanya juga keliling kayak orang gila." kata Rin.


"karena Roger mau menjadi lebih baik di kelas dua belas ini...," kata Roger sambil meletakkan kedua telapak tangannya di dada.


"omdo lu !"


"gak apa-apa omdo (omong doang), yang penting cinta Abang Roger ke neneng Liska gak omdo..., ADAAW...," Rin langsung mencubit pinngang Roger.


"Jan bahas-bahas cinta sama gue !! eneg dengernya !!"


"lah, lu kan gak jomblo juga, Rin. hihi...," ledek Roger.


"anggap aja gue jomblo ngenes, jadi jangan ngomong-ngomong cinta-cintaan sama gue...," kata Rin.


"pft.., jones, jones...," kata Roger.


BLETAK !


Rin langsung menjitaknya,


"ish.., sakit woy !!" kata Roger.


BLETAK


BLETAK


Rin dan Roger dijitak dari belakang,


"siapa niih??!!" kata mereka kompak dengan muka sangar sambil menghadap belakang. Yura kaget dengan reaksi kompak mereka berdua,


"gue ! kenapa?" tanya Ori santai.


"sakit woy !!!" kata mereka kompak.


Ori hanya memejamkan matanya,


"siapa yang sakit?" tiba-tiba Bu Emi, guru yang baru masuk mendengar teriakan mereka berdua.


"uhm.., gak ada Bu..," kata Roger cengengesan.


Bu Eni tersenyum,


"baiklah, kalau begitu kita mulai pelajarannya." kata Bu Emi.


*


Saat istirahat kedua, Rin langsung pergi ke kantin karena perutnya keroncongan. Ia tidak peduli pada Yura yang memintanya pergi bersama. Palingan nanti Yura menggandeng Ori untuk menemaninya.


Ia memandang makanannya yang terlihat lezat dan langsung melahapnya.


"uhuk.., uhuk..," ia keselek karena terlalu lapar dan memasukkan semua makanan berlebihan. Bodohnya ia lupa membeli minuman,


Tiba-tiba di hadapannya ada segelas es teh,


"minum aja itu dulu, nanti gue bisa minta anak-anak beliin yang baru buat gue." Rin sangat mengenal si pemilik suara ini.


Rin meminum es teh itu sampai ia bisa menelan makanannya,


"harusnya kalo jadi cewek itu makan yang anggun." kata Iskandar sambil memakan makan siangnya.


Rin meniup poninya,


"ugh.., gue tau lu tunangan gue, tapi bukan berarti lu bisa ngatur hidup gue..,"


"gak ngatur, ngingetin aja...," kata Iskandar tenang. Diam-diam Iskandar tersenyum.


"gue gak butuh diingetin...," kata Rin jutek.


"kakak Iskandar....," Tiba-tiba ada segerombolan cewek mendatangi mereka, wajah mereka sama sekali tidak dikenali oleh Rin. Rin menatap Iskandar,


"mereka siapa?" bisik Rin.

__ADS_1


Iskandar hanya menaikkan bahunya.


"bisa dipastikan mereka siswa baru. Haruskah aku beri pelajaran seperti Emalia?" batin Rin.


__ADS_2