
Rin berjalan sendirian menuju taman sekolah. Tatapannya kosong. Memang ia tidak melawan Liska tadi, tapi hatinya benar-benar sakit mendengar tuduhan-tuduhan Liska. Harusnya ia memikirkan hal ini kemarin sebelum membuat rencana ini. Rasa persahabatannya pada seorang Keisha ternyata lebih besar daripada rasa persahabatannya pada Liska.
Rin lalu duduk di bangku taman sekolah untuk menenangkan diri.
"Woy, Rin..., kenapa lu cengo gitu?" Tiba-tiba ada seorang berkacamata bulat dengan rambut belah tengah menyapanya. Rin mencari asal suara,
"itu buku catatan gue lu dudukin, kalo lecek sampe gak bisa dibaca, lu tanggung jawab, ya !!!" kata orang itu lagi yang ternyata ada di hadapannya.
"Ori....," kata Rin sambil mewek.
"lah? kenapa lagi, nih anak mewek kayak bebek?"
Rin mengambil buku catatan Ori yang ia duduki,
"sorry, ya...," katanya sambil memberikannya pada Ori.
"fiuh..., selamat lu gak sampe lecek...," kata Ori sambil duduk di samping Rin.
"oh,iya, tapi, kok lu gak sama Yura? biasanya kalian lengket kayak amplop dan perangko."
"ck, jangan ngomongin tuh anak dulu Napa..., gue lagi bete !!!" kata Ori lalu menulis sesuatu di buku catatannya.
Rin langsung mengernyitkan dahinya ketika seorang Ori memanggil Yura dengan sebutan "tuh anak",
"gue gak salah denger??" kata Rin yang tiba-tiba lupa dengan kesedihannya barusan.
"emangnya lu denger apa?" tanya Ori yang sibuk mencoret-coret buku catatannya.
Rin mengubah posisi duduknya jadi menghadap Ori,
"lu lagi berantem sama Yura???" tanya Rin yang hasrat kekepoannya muncul.
"berisik lu !" kata Ori yang masalahnya tidak mau dibahas.
"ah, pasti lu kalah,kan sama siapa tuh kemaren yang SKSD (sok kenal, sok Deket) sama Yura...," kata Rin menggantung kalimatnya.
"jangan sebut namanya...," kata Ori kesal.
"Dion..., iya,kan.., jealous lu yaa..," ledek Rin.
"siapa juga yang jealous??" tanya Ori tak mau mengaku.
"lu mah.., kalo lu emang beneran suka sama Yura, jangan mau kalah,lah..., lu kan cowoknya...," kata Rin.
"justru Yura yang harusnya gak tebar pesona !!" kata Ori yang emosinya semakin naik.
"wes.., sorry, sorry..., gue gak bermaksud bikin lu kesel." kata Rin.
"gue lagi males tau, gak ngomongin Yura..., jadi jangan sebut namanya di depan gue !!" kata Ori.
"ya ampun.., gede ambeknya nih anak...," komentar Rin dalam hati.
"uhm.., oh iya, ngomong-ngomong lu lagi apa?" tanya Rin.
"lagi buat kerangka konsep bahasan Mading terakhir gue...," kata Ori.
__ADS_1
"Mading.., hiks!" kata Rin makin mewek.
"lah.., lah?? nih anak kenapa malah mewek...," kata Ori heran.
"huwaaa..., gue kangen jadi anak Mading !!" kata Rin tak bisa membendung kesedihannya.
"haduuh.., Rin, jangan mewek doong...," kata Ori.
"elu, sih yang bikin gue makin sedih !!" kata Rin.
Ori menghela napas, dengan ragu-ragu ia mengusap-usap pundak Rin agar Rin lebih tenang.
*
Keisha membatalkan rencana nge date ya dengan Juan karena Yura meminta mereka bertiga untuk berkumpul di rumah Keisha. Yura datang ke rumah Keisha sambil menangis sesenggukan.
"Yura....," kata Rin yang baru datang bersama Keisha.
"ya ampun..., Yura kamu kenapa??" tanya Keisha sambil memeluk Yura.
"mending kita masuk dulu, Kei..., tenanging Yura dulu...," kata Rin.
"iya,iya.., Rin bener. Yura, ayo masuk...," kata Keisha sambil membawa Yura masuk bersamanya.
*
Tung
Tung
Tung
"Hallo my twin...," sapa Odi pada Ori yang tidak ikut bermain.
Ori menoleh,
"gue bukan kembaran lu. Ogah gue jadi kembaran lu..," kata Ori jutek sambil asyik memainkan game di ponselnya.
"ya ampun.., Ori.., galak banget..., lagi berantem sama Yura,ya...," tebak Odi.
"berisik lu !"
"Woy tangkep !!!" teriak Idho yang melempar bola basket ke arah Ori dan Odi. Ori hanya melindungi wajahnya dengan kedua tangannya,
"Hap! Berhasil Odi tangkep,kok..," kata Odi dengan senyum khasnya.
Ori menghela napasnya,
"apaan, sih lu, Dho !!!" kata Ori kesal.
Idho lalu mendatangi Ori dan Odi,
"lagian muka lu kusut banget, sih...," kata Idho lalu mengambil air mineral di tasnya.
"cepet-cepet baikan lu sama cewek lu...," kata Juan yang langsung merebut air mineral Idho dan meminumnya.
__ADS_1
"sok tau banget, sih kalian...," kata Ori sok cuek.
"tau lah.., cewek gue,kan temennya cewek lu." kata Juan.
"hah??" kata Idho dan Odi.
"apa?" tanya Juan.
"wait.., jangan bilang cewek lu itu Ratu Keisha!" kata Idho.
"gossip yang beredar, sih gitu...," kata Odi.
"emang fakta.., bukan gossip...," kata Juan.
"WHAT?? ARE YOU SERIOUS??!!" tanya Idho dan Odi kompak.
"udah.., berisik lu berdua.., sini, gue mau main basket aja !" kata Ori merebut bola basket dari tangan Odi dan memainkannya sendirian di lapangan.
"sebenarnya masalah dia apa, sih sama Yura?" tanya Odi.
"gossipnya ada orang ketiga. Idho punya firasat buruk tentang ini...," kata Idho.
"firasat buruk?" tanya Odi dan Juan.
*
Yura langsung menghabiskan segelas air putih untuk menghentikan sesenggukannya.
Rin mengusap-usap punggung Yura, berusaha agar Yura merasa lebih baik.
"uugh.., sini Keisha peluk.., Keisha gak tega, deh., kalo gini..," kata Keisha lalu memeluk Yura yang masih menangis.
"kelarin dulu ya nangisnya, nanti kalo udah enakkan, baru cerita sama kita...," kata Rin.
"padahal gue mau cerita tentang masalah gue sama Liska.., tapi kayaknya masalah Yura lebih besar, dia sampe nangis sesenggukan gini..," batin Rin.
"Kei..., Rin...," kata Yura yang tangisannya mulai mereda.
"iya?" tanya Keisha.
"hari ini..., hari ini..., Ori diemin Yura..., hiks! Padahal biasanya Ori gak gini. Ini lebih parah dari pas awal-awal Yura sama Ori jadian..., Yura takut.., Yura takut Ori mutusin Yura....,hwaa....," kata Yura.
"ya ampun..., gak.., gak.., mana berani tuh anak mutusin kamu, sih...," kata Keisha lalu memeluk Yura lagi.
"segitunya Yura suka sama Ori.., enggak, tapi kalo gue ada di posisi dia, gue pasti juga akan merasakan hal yang sama. Gue gak mau pisah dari Iskandar...," batin Rin.
"iya.., nanti biar gue yang marahin dia, kalo dia berani-beraninya mutusin Yura !!" kata Rin bersemangat.
"lagian kenapa juga Ori bisa sampe mutusin kamu, Yura? kalo berdasarkan penglihatan Keisha, Ori itu suka banget, kok sama Yura." kata Keisha berusaha menghibur.
"iya...," Yura lalu melepaskan pelukan Keisha,
"Yura juga merasa begitu. kayaknya Yura itu satu-satunya cewek bagi Ori...," kata Yura.
"tapi sejak hari ulang tahun Yura, sikap Ori berubah..., dia jadi sering jutekin Yura, apalagi pagi ini...," kata Yura menghentikan ceritanya.
__ADS_1
"pagi ini? Emang kenapa pagi ini?" tanya Keisha dan Rin bersamaan.
"jadi gini ceritanya...,"