Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 30


__ADS_3

Rin membaca semua buku catatan milik Yura. Matanya terbelalak kagum dengan catatan yang dimiliki Yura.


"Daebak !!" kata Rin takjub.


"kenapa, sih lu Rin boncel? kalo mau belajar, cepet belajar !! jangan numpang duduk sama ngemil doang lu !" kata Keisha yang sibuk membaca novel.


"enak aja ! gue ini belajar. Nih buktinya yang gue baca itu buku catatan, emang elu, malah baca Novel !" kata Rin tak mau kalah.


"hei.., udah jangan ribut-ribut..," kata Liska si pemilik rumah.


"dia yang cari-cari masalah duluan sama gue!" kata Rin.


"gue ini cuman mengingatkan aja yaa...," kata Keisha tak mau disalahkan.


"huft...," Liska melirik ke arah Yura yang fokus mengerjakan soal latihan.


"kok lu bisa, sih Yura konsen di saat dua manusia ini ribut?" tanya Liska.


Merasa dirinya dipanggil, Yura mengangkat kepalanya,


"ooh.., Aku tidak perlu mendengarkan ocehan mereka,kan? Gak keluar di ujian." kata Yura enteng.


Liska tidak bisa berkata-kata dengan jawaban Yura yang tak terduga.


"nih anak bercanda atau serius, sih?" batin Liska.


"Rin.., Rin..., sejak gue pacaran, lu bertemen sama orang-orang aneh, ya?" batin Liska lagi.


Hari ini Rin berencana untuk belajar di rumah Liska. Namun tiba-tiba Keisha dan Yura muncul di depan rumah Rin dan ikut-ikutan pergi ke rumah Liska.


"oh, iya, si jambul dateng,gak sih?" tanya Rin.


"Dateng kayaknya. Tapi latihan dulu." kata Liska.


"si jambul siapa?" tanya Keisha.


"iya, si jambul siapa?" tanya Yura juga.


"Roger. cowoknya Liska !" kata Rin.


"Haah ??? Roger kapten tim futsal itu?? Dia punya cewek ???" tanya Keisha kaget.


"ooh, Roger alias Rohman. Dia pacar kamu, Liska???" kata Yura ikutan kaget.


Liska hanya tersenyum sambil mengangguk.


"iya.., gak kentara,ya? hahaha....,"


*


Ori membawa totebag yang dibawa oleh Nia tadi ke ruang tengah, tempat Ia dan Iska belajar tadi.


"agak lumayan berat." kata Ori sambil menimbang-nimbangnya. Ia lalu membuka totebag itu dan mengeluarkan isinya.


ada tumpukan-tumpukan kertas warna-warni yang dijilid jadi beberapa buku.


"colorful...," komentar Ori lalu membuka buku jilidan pertama,


*Ori ! Semangat ya Ujiannya.

__ADS_1


Ini semua adalah catatan dan kisi-kisi ujian waktu kamu gak masuk.


Maaf,ya, kamu pasti shock gara-gara Aku. mungkin kamu sekarang benci aku.


Aku emang bodoh banget. Padahal aku tahu perasaan aku ini cuman sepihak. Tapi aku maksa kamu buat suka sama aku.


Aku gak peduli hubungan kita sekarang apa, yang penting kamu segera masuk sekolah dan ikut ujian.


Aku pengen kamu sehat, baik-baik aja, tersenyum, dan kepo kayak sebelumnya. Aku kangen sama senyum licik kamu.


**Dari cewek bodoh yang teralu menyukai Mao Riyandi Rahyudi***


"aneh, jadi selama satu bulan ini, yang lu suka dari gue itu senyum licik gue??" kata Ori bicara sendiri.


"wow..., lagi baca surat cinta yaaa?" tebak Nia yang tiba-tiba datang sambil membawa cemilan.


Reflek Ori langsung menutup buku itu,


"Apaan, sih lu ! sok tau !" kata Ori.


"Haha.., udah, baikan sana !" kata Iska memprovokasi.


"eh ? baikan? jadi mereka bukan lagi pedekate?" tanya Nia.


"uhmm.., Ups, sorry Ori." kata Iska.


"ck, kerja lu kepoin gue Mulu, dasar !" kata Ori.


"yah.., Ori, kasih tau gue, lu udah punya cewe, ya? ayo cepetan kasih tau gue...," kata Nia heboh.


"ah, berisik Lu!" kata Ori ia lalu memeriksa buku jilidan lainnya.


"ya ampun..., beruntung banget, sih adek kecil gue yang satu ini, punya pacar yang perhatian. Tapi sayang, kayaknya adek gue gak perhatian sama pacarnya. Nanti yang ada diambil orang loh...," sindir Nia.


DEG !


Flashback on


Ori yang saat itu masih kelas 5 SD keluar dari kamarnya karena mendengar suara pintu masuk terbuka,


"Mas.., Lu udah pulang?" tanya Ori sambil berjalan ke ruang tengah.


saat sampai di ruang tengah ia kaget, seorang gadis dengan seragam SMA yang sama dengan abangnya sedang duduk sendirian,


"lu.., lu siapa???" kata Ori kaget.


Gadis itu menoleh lalu tersenyum, "gue.., gue Nia." kata gadis itu.


"ke,kenapa lu bisa di sini? mana Mas Wandi??" tanya Ori panik. Di kepalanya gadis itu sekarang adalah orang jahat yang berniat buruk pada abang satu-satunya itu.


"dia itu anggota OSIS yang lagi magang, anak kelas sepuluh. kita mau diskusi tentang raker baru, bentar lagi anak lainnya juga pada Dateng,kok." kata Wandi yang Dateng dari dapur sambil membawa minuman.


Ori diam saja sambil terus memperhatikan Nia.


"lu boleh ke kamar lagi, nanti gue beliin makan malam buat lu. nanti lu bosen di sini." kata Wandi. Ori yang was-was hanya bisa mengikuti perintah Wandi dan berjalan ke kamar sambil mundur*.


*


Nia datang ke rumah Ori untuk menemui Wandi, kakak kelasnya yang jadi mentornya. saat sampai di depan pintu ia kaget, kenapa pintu pagar tidak dikunci. Ia pun masuk begitu saja. Bahkan pintu rumah tidak tertutup dan ada bercak darah di gagang pintu. Perasaannya langsung tidak enak. Tanpa pikir panjang ia langsung masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"AAARRRRGHHH....!!!!" teriaknya saat menemukan Ori pingsan dengan babak belur dan penuh luka.


*


Nia menghentakkan kakinya, tidak sabar menunggu Ori sadar. Tidak lama kemudian Wandi datang sambil berlari ke ruang UGD.


"Nia.., Ori dimana?? gue harus ketemu dia..," kata Wandi panik.


"tenang dulu, Kak, dia lagi ditangani dokter. kakak yang sabar, ya..," kata Nia.


Wandi lalu terduduk lemas, "gue benar-benar bukan Abang yang becus!!" kata Wandi merutuki dirinya sendiri.


*


Ori membuka matanya, Di depannya sudah ada Nia yang tersenyum padanya, melihat itu seketika hatinya tenang.


"cantiknya...," batin Ori.


"Kak, Ori udah sadar." kata Nia melapor pada Wandi.


Wandi segera mendatangi Ori dan memastikannya, "Ori.., Ori.., maafin Mas, ya.., harusnya Mas jemput elu..," kata Wandi sambil memeluk adiknya.


"iya, mas.., gak apa-apa...," kata Ori sambil membalas pelukan Abangnya itu dengan lemah.


*


"Ori kecil !!!" kata Nia heboh yang datang ke rumahnya,


"kak Nia?" kata Ori kaget, diam-diam ia tersenyum mendapati kehadiran Nia di rumahnya. Sejak insiden waktu itu Nia jadi sering datang ke rumahnya dan jadi dekat dengannya.


"ini, gue bawa oleh-oleh buat elu. Gue baik,kan?" kata Nia bangga.


"apa ini,kak?" tanya Ori lalu membuka hadiah dari Nia,


"jurnal. Kata Kak Wandi kamu suka merangkum buku-buku yanga kamu baca dan kamu simpan. Jadi aku beli itu di toko antik."


"ah, iya, kak Nia ikut liburan perpisahan angkatan Mas Wandi buat pengisi acara." batin Ori.


"oh, iya.., Ori.., ada kabar gembira, nih."


"kabar gembira apa?" tanya Ori yang memeriksa buku jurnal itu.


"gue sama Kak Wandi, udah jadian, horee !! sekarang gue juga bisa jadi kakak lu, yes !" kata Nia bangga.


Ori langsung mengangkat kepalanya kaget,


"ja,jadian?" katanya.


"iya Doong.., duuh, jangan kecewa gitu, dong. lu kecewa ya gue jadi kakak lu juga, hahaha...,"


flashback off


Ori membaca catatan dari Yura. Semua materi yang ditulis di situ membuat ia mudah memahaminya.


"...,Tapi sayang, kayaknya adek gue gak perhatian sama pacarnya. Nanti yang ada diambil orang loh...,"


tiba-tiba ia malah teringat kata-kata Nia tadi,


"Yura.., diambil orang. Terus masalahnya buat gue apa?" kata Ori.

__ADS_1


__ADS_2