Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 54


__ADS_3

Juan makan dengan malas sambil mendengarkan curhatan Emalia lewat video call,


"aku heran, deh Juan..., rasanya kayak waktu diulang, tapi sebenarnya gak diulang...," kata Emalia.


"maksudnya apa, sih? Gue jadi bingung lu ngomong apa? perasaan tadi ngomongin tentang sering telat ngumpulin tugas." komentar Juan.


"ya ampun Juanda Thomas Nasution, makanya kalo Emalia lagi curhat dengerin Doong.., bete ih...," kata Emalia manja.


"ehehe.., sorry-sorry..., jangan cemberut Doong.., jadi mirip bebek tau,gak..," kata Juan cengengesan.


"terus aku harus ngulang lagi gituh??"


"yah.., gue,kan gak ngerti, tapi palingan kalo dari yang tadi gue denger dan tangkep, kayaknya lu emang stress akhir-akhir ini karena takut menghadapi ujian Nasional...," kata Juan lagi.


"iya,sih.., aku selalu takut kalo udah tahun ketiga..," kata Emalia.


"yah.., lu mungkin butuh hiburan...," kata Juan lagi.


"makanya aku vcall kamu..., hihi...," kata Emalia malu sambil menunjukkan senyum lebarnya.


"apa ini yang namanya kode keras?ckck...," batin Juan.


"apa hubungannya vcall gue sama stress lu?" tanya Juan.


"ih, Juan dasar gak peka ! aku,kan udah pernah bilang kalo aku itu suka sama kamu !! suka banget !!!" kata Emalia lagi.


"ah.., iya,ya..," kata Juan.


"duh.., males deh kalo kayak gini,". batin Juan lagi.


"emangnya perasaan kamu buat si cewe itu belum berkurang?" tanya Emalia lagi. Saat liburan kenaikan kelas, Emalia sudah sempat menyatakan perasaannya pada Juan, tapi Juan menolaknya karena dia mengatakan kalau sudah menyukai cewek lain.


Juan tersenyum,


"sorry..," sambil nyengir.


"duuh.., aku harus usaha kayak apa lagi, sih?' kata Emalia.


"udah, udah..., lu gak usah usaha apa-apa dulu..., fokus aja sama sekolah lu, suka sama gue, kan bisa kapan aja..., ngumpulin tugas yang ada deadline-nya...," kata Juan.


"ya ampun ! Juan bener juga !!" kata Emalia yang merasa agak tertohok.


"ya udah.., fokus ngerjain tugas lu.., gue juga sibuk latihan di sini. Jadi kalo emang gue gak ngangkat, berarti gue lagi latihan." kata Juan.


"oke deh.., bye__," Juan langsung mengakhiri video call nya.


Juan lalu menghela napas,


"gak mau minum dulu lu...," kata Idho yang dari tadi duduk di sampingnya.


"bener." kata Juan lalu minum segelas air putih di samping platonya.


"capek sumpah gue ngeladenin nih anak...," kata Juan meluapkan isi hatinya.


"ya reject aja, sih.., susah amat lu..," kata Idho santai.


"yah.., lu sendiri emang ada cewek yang lu tolak kalo nelpon elu??" tanya Juan membalikkan pada Idho yang sering gonta-ganti temen nge-date.


"yah.., kalo cowok ganteng kayak gue,sih udah terbiasa.., lah kalo elu.., "


Juan lalu cemberut dan mengaduk-aduk sisa makanannya,

__ADS_1


"cewek yang gue suka malah belum gue lihat dari pertama masuk...," katanya sedih.


"siapa emang cewek yang lu suka?" tanya Idho sambil menyuap makanannya.


"Ratu Keisha...," kata Juan sambil membayangkan wajah Keisha.


"Ratu Keisha? eh???!! gila !! tinggi juga selera lu !!" kata Idho.


"makanya...,"


"gak lu tembak? dia juga jomblo,kan?"


"gue khawatir ditolak...," kata Juan lagi.


"ya udah.., ya udah...," Idho lalu melihat jam tangannya.


"mau gue vcall??" tawar Idho.


"hah?"


"mau,gak?"


"mau !! mau banget !! cepet vcall dia !!" kata Juan bersemangat.


"duuh.., dasar.., kehidupan percintaan lelaki pemalu macam elu emang sulit,ya...," kata Idho lalu mencari kontak Keisha.


Tut...,


Tut...,


Idho dan Juan menunggu Keisha mengangkat panggilan Idho,


"Dho.., jangan sampe gue kelihatan,ya...," kata Juan.


"gini aja...," Juan mengambil ponsel Idho dan memindahkan kameranya jadi kamera belakang,


"gue yang megang ini.., lu yang ada di sisi tangkapan kamera belakang...," kata Juan.


"hemm.., dasar .., cerdik juga lu...," kata Idho.


" Woy.., Napa lu, Dho !!" Tiba-tiba di layar sudah berubah menjadi seorang Rin. Juan menyebut nama Rin dengan mulutnya tanpa bersuara. Idho mengernyitkan dahi,


"kok bisa?" tanya Idho.


Juan hanya mengangkat bahunya.


"woy.., Dho.., ngapain lu vcall Keisha? caper lu ke dia?" tanya Rin lagi karena merasa diabaikan.


"woy, Rin boncel..., ngapain lu ngangkat vcall dari hape Keisha??" tanya Idho.


"gue ngangkat soalnya elu yang nelpon !" kata Rin.


"hah? emangnya kenapa kalo gue yang nelpon?? Keishanya mana lagi??? kok hapenya bisa di elu??"


"Keisha lagi mandi, dan sekarang dia ada di rumah gue karena mau latihan speech, terus nanti gue kasih komentar. Dan kenapa gue harus ngangkat kalo lu yang nelpon karena Keisha harus dijauhi dari cowok kayak elu !!"


"cowok kayak gue? emang gue cowok apaan? lagian, Yang ada kalian yang rugi ngejauhin cowok tampan kayak gue...," kata Idho malah menyombong.


"iya.., lu cowok tampan.., tapi tukang PHPin cewek alias pemberi harapan palsu !!" kata Rin tegas.


"ya ampun.., bukan gue yang PHP, tapi cewek-cewek itu yang teralu berharap sama gue..," kata Idho.

__ADS_1


"uugh.., gue tutup aja..., bikin emosi tau, gak lu !!"


"eits.., jangan__,"


"Rin.., lu telponan sama siapa?" tanya Keisha dari belakang.


"suara Keisha !!" kata Juan.


"eh? lu sama siapa, Dho?" tanya Rin dan Keisha yang baru datang juga sehingga wajahnya juga ada di layar ponsel. Wajah Juan langsung memerah dengan senyum yang sumringah.


"my energy...," katanya tanpa suara.


"eeh? ini pake kamera belakang,ya?" tanya Keisha.


"eh?" Idho dan Juan tertohok.


"ngapain lu vcall pake kamera belakang?" tanya Rin.


"uhmm.., soalnya.., soalnya gue lagi makan.., tangan gue masih kotor..," kata Idho.


"ooh..., ngapain vcall gue kalo lagi makan. makan aja dulu...," kata Keisha yang kini hanya sendiri di layar ponsel karena Rin barusan pergi.


"soalnya.., ini darurat...," kata Idho.


"darurat? ada apa?" tanya Keisha.


"uhmm..., gue.., gue mau bilang kalo...,"


"bilang apa??" tanya Keisha.


"bilang kalo lu baik-baik aja,kan?" tanya Idho.


"yaelah..., dikira apa.., males banget, sih...," kata Keisha.


"hehe...,"


"lu isengin gue ya? habis lu, kalo balik..," kata Keisha kesal.


"Oh,iya, Keisha.., udahan dulu, ya.., istirahat gue udah kelar.., habisin guenya kapan-kapan lagi,ya..., daah." Juan langsung menutup panggilan itu.


"udah puas lu?" tanya Idho.


Juan mengangguk sambil tersenyum lebar.


"udah dapet energi?"


"udah." kata Juan dengan wajah sumringahnya.


"ya udah..., ayo latihan. nanti yang ada kita tidur kemaleman gara-gara dihukum karena telat." kata Idho.


*


"baiklah.., silahkan beri tepuk tangan untuk kelompok dua...," kata pak Garry. Anak-anak sekelas langsung bertepuk tangan.


"baiklah.., silahkan berikutnya kelompok tiga." kata Pak Garry setelah anak-anak kelompok dua duduk.


Kelompok tiga langsung maju dan menyiapkan laptop dan Proyektor.


"eh, Emalia.., pptnya dimana?" tanya Gilang.


"ih.., udah gue taro desktop kok..," kata Emalia.

__ADS_1


"gak ada, ini...," kata Gilang.


"masa gak ada??" kata Emalia lalu mencari file presentasinya di laptopnya itu.


__ADS_2