
Wajah Yura terlihat pucat, padahal hari ini adalah hari perpisahan angkatan mereka yang akan dirayakan di pantai Anyer.
Ori memeriksa suhu tubuh Yura yang sedang bersender di bahunya.
"Yura masih demam.., sekarang gimana perasaannya?" tanya Ori.
"pusing..., mataku berat...," kata Yura.
"nih.., Minum obat dulu..," kata Teguh sambil menyodorkan obat kapsul pada Ori.
"makasih Teguh..," kata Ori.
"iya, sama-sama.., Yura gak mual,kan? soalnya ini di dalam bus..," kata Teguh lagi.
"enggak,kok.., cuman pusing aja..," kata Yura.
"minum obat dulu, nanti tidur abis itu..," kata Ori sambil memberikan kapsul tadi dan sebotol air minum.
Yura yang tadi bersender langsung mengangkat kepalanya dan meminum obat itu.
"kalo gitu istirahat aja, kalo butuh apa-apa, bilang gue, nanti gue yang bilang ke Pak Dwi di depan, gue duduk di belakang lu berdua,ya..," kata Teguh.
"iya..., makasih banyak Teguh..," kata Yura lalu kembali menyenderkan kepalanya di pundak Ori.
Teguh langsung duduk di bangku belakang, ia langsung disambut oleh Rin yang juga sedang mengkhawatirkan Yura,
"Teguh, sampai mau perpisahan pun masih berperan jadi ketua kelas. Bertanggung jawab sampai akhir,ya..," kata Rin.
"yah.., udah tanggung jawab gue. Lagian ini udah mau selesai. Tugas itu harus dikerjakan sampai tuntas." kata Teguh.
"makasih ya, udah perhatian sama Yura..," kata Rin.
"iya, sama-sama..,"
Rin melihat ke depan, di sana ada Idho, Odi dan Loli yang sedang asyik karaoke dengan lagu yang dipasang di dalam Bus,
"tuh, boyband dadakan jadi kekurangan personil, deh..," kata Rin.
"yah, gak apa-apa.., Di sini ada temen yang lagi sakit, biar mereka bertiga aja yang performance." kata Teguh, namun ia tidak bisa menghentikan hentakan kakinya yang menikmati musik.
"because you naughty, naughty, hey! Mr. Simple!"
"mulai, deh nge dancenya mereka bertiga..," kata Rin.
"Teguh...," tiba-tiba Anna muncul sambil membawa dua kotak makan,
__ADS_1
"Anna.., maaf, ya Teguh gak bisa duduk sama Anna, karena Yura lagi sakit, jadi..,"
"iya gak apa-apa.., Anna ke sini cuman mau ngasih ini...," kata Anna menyodorkan kotak makan pada Teguh,
"biasanya,kan Teguh lupa sarapan, itu onigiri buatan Anna, Teguh harus makan,ya, biar gak sakit dan bisa jagain anak kelas dua belas Mia C..," kata Anna.
Teguh memandang wajah Anna yang tersenyum padanya. Ia lalu membalas senyumnya dan menerima kotak itu,
"makasih,ya..," kata Teguh.
"iya.., uhm.., kalau gitu Anna mau bagi-bagi sama yang lain juga, oh,iya, Rin mau?" tawar Anna yang menyodorkan kotak yang berisi onigiri kecil-kecil,
"ah, enggak, Gue masih kenyang." kata Rin.
"oke, gak apa-apa.., uhm.., Teguh, Teguh harus habisin loh !!" kata Anna agak mengomel.
"iya, tenang aja. Pasti Teguh abisin, apalagi ini buatan Anna." kata Teguh.
Wajah Anna langsung memerah,
"ih, Teguh apaan,sih. Udah, ah ! Anna mau pergi aja." kata Anna lalu pergi.
Teguh masih senyum-senyum karena melihat reaksi Anna, ia lalu membuka kotak makan itu dan memakan isinya,
"ck,ck.., yang lain dikasih sekotak bareng-bareng, elu dikasih sekotak sendiri, apa ini namanya bukan kode keras?"
"eh, sorry, sorry, nih, ambil aja teh kotak gue..," kata Rin memberikan teh kemasannya pada Teguh.
Teguh langsung meminumnya,
"jangan bahas itu.., bikin gue sakit hati, tau..," kata Teguh.
"jadi lu juga engeh?" tanya Rin.
"engeh, lah.., tapi apa boleh buat, sekalipun gue bisa bales perasaannya, gue gak bisa melakukan itu...,"
"Kenapa?"
Teguh tersenyum,
"gue ini,kan cuman anak sopir angkot, Rin.., bisa ikut perpisahan ke Anyer aja gue bersyukur, kalo kemaren anak-anak milihnya ke Bali, mungkin gue gak ikut. Makanya, mana ada muka gue buat nyatain perasaan gue ke Anna yang notabenenya anak pengusaha logistik?" tanya Teguh.
"Guh.., lu itu bukan cuman anak sopir angkot, lu itu kebanggan sekolah, lu anak berprestasi..,"
"Rin, lu pernah denger gak kata orang yang kayak gini, mencapai itu mudah, namun mempertahankan yang sulit?"
__ADS_1
"uhm.., pernah..,"
"nah, sekarang mungkin gue anak berprestasi, tapi apa gue mampu setelah lulus ini tetap menjadi anak yang berprestasi? apakah prestasi gue nantinya bakalan bikin gue sukses? atau malah sebaliknya, gue bakal putus asa di tengah jalan dan kehilangan arah? Itu yang sekarang lagi gue pikirin, Rin..,"
Rin tidak bisa berkomentar apa-apa. Ia merasa takjub dengan Teguh, mungkin keadaannya yang memaksanya begitu,
"eh, Rin.., lu jangan jadi merasa terbebani. Itu,kan gue.., kalo lu,ya tinggal berusaha sedikit lagi untuk tetap mempertahankan posisi elu..,"
"Enggak.., gue rasa ada benernya juga kata-kata lu.., Gue aja untuk bertahan di tim Mading gak bisa.., gue jadi kepikiran aja..," kata Rin.
"ahaha.., tuh lu udah nemu bakat lu, tinggal lu salurin, gak perlu jadi tim Mading sekolah,kan?"
"ahaha.., iya-iya..," kata Rin.
"kalo sama elu, obrolan gue jadi bermutu,ya?" kata Rin.
"Ah, elu bisa aja..,"
"Padahal jelas sekali kalau Teguh menyukai Anna dan Anna juga menyukai Teguh, tapi mereka memilih untuk tidak saling mengungkapkannya, mungkin alasan Teguh. bisa diterima, tapi pasti Anna juga punya alasannya sendiri. Namun bagaimana denganku? Bahkan Iskandar sudah menyatakan perasaannya padaku, kami sudab bertunangan lalu kenapa sampai sekarang aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku? Sebenarnya apalagi yang menghalangiku? pokoknya aku harus segera mengungkapkannya, tidak segera, tapi sekarang!" kata Rin dalam hati bertekad.
*
Guru-guru sudah merencanakan berbagai kegiatan untuk membuat acara perpisahan ini semakin seru. Sayangnya hal itu malah membuat Rin jadi sulit bertemu dengan Iskandar.
Semua anak-anak sibuk dengan permainan yang direncanakan para guru, namun tidak dengan Rin, entah kenapa ia merasa bosan dan memilih untuk mengasingkan diri. Kini ia duduk sendirian di pinggir pantai sambil menulis-nulis di pasir menggunakan kayu yang ia temukan,
"Rin love Iskandar...," ia menyebutkan apa yang ia gambar.
"ungkapanlah Rin.., lu harus ungkapin perasaan lu ke Iskandar..," gumam Rin.
Ia memandang tulisan yang ia buat di atas pasir yang lama-kelamaan hilang juga.
"masa hilang, sih.., apa cinta gue gak akan bertahan lama?"
"Rin !!" tiba-tiba ada seseorang yang berdiri di sampingnya, Rin mendongakkan kepalanya sampai hampir terjatuh karena saking tingginya orang itu,
"akhirnya ketemu.. ," katanya.
"Iskandar...," kata Rin dengan wajah yang sumringah.
.
.
.
__ADS_1
maaf para pembaca🙏 harusnya episode ini update di hari Sabtu, tapi malah di hari Minggu karena beberapa kendala. Jadinya hari Minggu akan update dua episode.
selamat membaca dan ikuti terus sampai akhir ya♥️♥️