Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 72


__ADS_3

RIN POV


Aku tidak bisa berpikir. Aku tidak peduli lagi pada tugas tambahan pak Dwi. Aku langsung berlari ke kelas Iskandar. Pasti dia sudah melihat pembicaraan di grup chat angkatan itu. Meskipun dia tidak menyukaiku, setidaknya dia tidak boleh berpikir aku sedang menyukai orang lain. Tunggu, lalu bagaiman Yura? Apa dia juga sudah membacanya? Siapa juga yang memotret Ori yang sedang merangkulku dan mengatakan kalau Ori putus demi bersamaku??? Tidak, situasi sesungguhnya tidak seperti itu. Tunggu, bukankah Ori juga diserang karena ini? Apa dia akan baik-baik saja?


GEDUBRAK !


Tiba-tiba aku terjatuh. Kepalaku teralu sakit. Aku tidak bisa berpikir. Rasanya lebih mudah menyelesaikan soal-soal matrix pak Dwi dibandingkan menyelesaikan masalah ini.


"Rin?" Aku langsung mengangkat kepalaku untuk tahu siapa yang memanggil namaku dan ternyata dia adalah Ori.


Aku langsung berdiri dan membersihkan rokku,


"gue malah ketemu elu...," kataku.


"emangnya lu berharap ketemu siapa?" tanya Ori.


"ck.., Oh,iya.., lu udah baca grup angkatan?" tanyaku. Kalau sudah harusnya anak ini sudah pundung.


"iya.., udah." katanya dengan wajah khawatir tapi berusaha ia sembunyikan.


"makanya gue nyari elu...," katanya lagi.


"nyari gue? kenapa?"


"mending kita duduk dulu...," kata Ori lalu menarikku ke bangku yang tak jauh dari tempat kami berdiri.


"cepetan bilang, kenapa lu nyari gue!!" kataku tak sabar.


Ori menghela napas,


"soalnya.., meskipun banyak orang yang menghina gue di chat grup, entah kenapa.gue mikirnya malah elu pihak yang paling dirugikan...," kata Ori lagi.


"hah? maksudnya? Apa ini ada hubungannya sama Iskandar???" kataku panik. Bagaiman jika Iskandar jadi berpikir kalau aku dan Ori punya hubungan spesial???


Ori menggeleng,


"sekalipun dia berpikir begitu, dia udah siap mental untuk menerimanya__,"


"gak !! Dia gak boleh Nerima itu !!!" kataku panik.


Ori mengernyitkan dahinya,


"wait.., sebelum gue mau bahas apa yang gue tahu, kayaknya dari kalimat lu barusan lu menyatakan ke gue kalo lu itu suka sama Iskandar...," tebak Ori sangat tepat.

__ADS_1


Aku langsung menunduk malu.


"woah..., kayaknya dari reaksi lu bener,ya tebakan gue???" kata Ori takjub.


Aku lalu mengangkat kepalaku dan menatapnya heran,


"kok lu kayak excited banget???" tanyaku.


"ya excited lah..., hebat.., woah.., sumpah gue gak nyangka..., selamat,ya Rin!!" kata Ori malah menyalamiku.


Aku langsung melepaskan tanganku,


"ih, apaan, sih lu!!" kataku malu.


"yang pasti gue bersyukur karena hidup lu gak akan sulit karena suka sama tunangan lu sendiri...," kata Ori. Kenapa dia malah bahas ini ?


"wait.., Ori, itu gak usah dibahas dulu, sekarang gue mau tau, kenapa lu nyari gue?" kataku.


"oh, iya !" Ori lalu mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan chat di grup angkatan. Di chat itu ada yang mengatakan Ori dan Yura putus dan penyebabnya adalah aku sebagai orang ketiga dengan bukti foto Ori yang sedang merangkulku yang entah kapan diambil.


"jelas tuduhan ini bakalan merugikan diri lu, Rin. Keadaan Yura sekarang lagi gak karu-karuan, kalau dia baca ini, bukannya dia bakalan dendam sama lu?" kata Ori.


Aku lalu memandangnya,


"apa?" tanya Ori.


PLAK !


Aku memukul pahanya sekencang-kencangnya saking kesalnya,


"sakit, woy.., ssh..," rintihnya sambil mengusap-usap pahanya.


"elu, sih.., pake putus!! pokoknya gue gak mau tau, balikan sana !!!" kataku.


"apaan, sih? kenapa juga harus balikan??" kata Ori. Tunggu, bukankah itu berarti dia gak berencana balikan?


"lu gak berencana balikan ???" tanyaku.


"Gue belum bisa mastiin perasaan gue ke Yura.., Gue gak mau kehilangan dia, tapi di sisi lain gue ngerasa hubungan gue sama dia itu gak bener. Gue gak bisa mencintai dia dengan benar...," kata Ori. Aku tidak mengerti tentang mencintai Yura dengan benar, tapi yang aku tangkap, Ori benar-benar mencintai Yura.


"semoga lu segera tahu cara mencintai Yura dengan benar sebelum dia jadi milik orang lain...," kataku.


Mendengar itu membuat Ori terpaku, seolah ia menyadari sesuatu.

__ADS_1


"oh.., jadi gossip di grup chat itu emang bener,ya?" Tiba-tiba ada suara beberapa perempuan terdengar dan aku langsung bisa mengenalinya, mereka adalah anak kelas XII IIS B.


"Padahal awalnya gue gak mau percaya...," kata Sinta, salah satu dari gerombolan cewek itu. Entah kenapa mataku ini tiba-tiba menangkap keberadaan seseorang yang paling tidak ingin aku temukan, Liska.


"gue gak nyangka, Rin..., ternyata lu PHO !!" kata Liska dengan entengnya. Sepertinya hubunganku dengannya memang benar-benar btidak bisa diperbaiki.


"yang gak gue habis pikir, cowok culun kayak dia, kok bisa-bisanya sepopuler itu sampe diperebutkan dua cewe??" kata Sinta lagi.


"tapi menurut gue, Ori itu lebih cocok sama Rin..," kata Gisel, anak perempuan yang pertama bicara tadi.


"maksudnya?" tanya Sinta lagi.


"ya iyalah.., cowok culun kayak Ori itu lebih cocok sama cewek culun kayak anak satu ini...," kata Gisel sambil menoyor kepalaku. Benar-benar anak kurang ajar.


"hahaha...," mereka malah tertawa, bahkan Liska.


"eh.., eh.., udah, udah, stop ketawanya...., kasihan.., nanti mereka nangis lagi.., uuw.., kacian...," kata Gisel lagi.


Aku hanya bisa diam, anak sepertiku ini tidak punya power apa-apa untuk melawan mereka. Mau pakai keahlian stalkerku untuk menjelek-jelekkan mereka, nanti aku kena hukuman lebih berat lagi.


"eh, guys, mending kita balik aja, deh.., eneg gue ngeliat mereka, ewh..," kata Gisel lagi lalu berbalik dan diikuti yang lainnya.


"waah..., gila !!!" kataku kesal.


"jadi gini rasanya kalo di bully lewat verbal?" tanya Ori malah excited lagi.


"lu mah..., malah excited.., aneh!!" kataku kesal.


"Rin, soalnya dulu waktu SD gue itu pernah di bully, tapi mereka bully gue pake kekerasan, kayak suka palakin gue, kalo gue gak mau ngasih duit, nanti mereka mukul gue rame-rame..., tapi gue gak pernah dibully pake verbal, emang nyebelin, sih.., tapi,kan tuduhan mereka gak bener.., jadi gue gak teralu tersakiti,tuh..," kata Ori.


Aku mengerjap-ngerjapkan mata, entah kenapa aku melihat sosok Ori yang percaya diri sekarang,


"Ori.., kalau gitu, buat mereka percaya kalau tuduhan ini gak bener...," kataku.


"balikan lagi sama Yura? lu mau bilang itu,kan?"


"ehehe..,"


"kalaupun gue ngelakuin itu untuk solusi, menurut gue gak sekarang.., gue gak mau mereka menganggap Yura cewek bodoh yang mau balikan sama cowok yang udah putusin dia." kata Ori. Bukankah kalimatnya barusan menunjukkan bahwa rasa sayangnya pada Yura begitu besar.


"terus kalian gak akan balikan selamanya? Lu mau kehilangan Yura begitu aja??" tanyaku lagi.


"biar gue yang mikirin itu. Sekarang mending lu pikirin, gimana caranya supaya hubungan Lu sama Yura baik-baik aja...," kata Ori.

__ADS_1


__ADS_2