
Aku masuk ke sebuah cafe dimana Yura memintaku menemuinya. Pak Lukas memintaku untuk membujuk Yura masuk sekolah lagi. Ya, bahkan pak Lukas tahu alasan sebenarnya seorang Yura tidak masuk sekolah. Akhirnya aku terpaksa memintanya untuk bicara dengannya. Sulitnya jadi ketua komdis kalau begini.
Yura ternyata sudah menungguku duluan, aku memberikan senyumku saat duduk di meja yang dia pesan,
"udah lama Yura?" tanyaku.
Yura menggeleng sambil tersenyum, wajahnya tersenyum, tapi matanya yang sembab membuat wajahnya tidak terlihat baik.
"Iskandar gak pesen minuman dulu?" tanya Yura.
"enggak.., gue juga gak bisa lama-lama...," kataku.
"begitu,ya.., uhm..., Iska.., apakah Ori baik-baik saja?" tanya Yura.
"baik-baik saja.., tapi sebenarnya tidak begitu..," kataku membuat ia penasaran. Seharusnya aku tidak boleh memberi jalan pintas begini pada masalah mereka.
"tidak begitu? Apa artinya Ori tidak baik-baik saja?" tanya Yura.
"anggap saja begitu...,"
Yura terdiam lagi.
"kalau tidak baik-baik saja, kenapa dia malah memilih putus,sih?" lirihnya.
"Yura, gue tau lu sedih, tapi lu harus ingat.., lu juga punya kewajiban sebagai siswa. Lu itu udah kelas dua belas...," kataku menyampaikan pesan yang sudah jadi misiku dari pak Lukas.
"iya.., Yura tau...,"
"kalo lu mau bersedih, emang gak ada yang melarang, tapi bukan berarti pendidikan lu terbengkalai...," kataku lagi.
Yura tersenyum lagi, Sepertinya kalimatku tadi cukup membuatnya tertohok.
"iya..., Kakaknya Yura juga bilang gitu kemarin. Yura bertekad besok, Yura akan masuk sekolah...," kata Yura lagi.
Aku tersenyum lega,
"baguslah..,"
"tapi, Iskandar...," katanya lagi.
"kenapa?"
"menurut Iskandar, haruskah Yura melupakan Ori atau mempertahankan perasaan Yura?"
"melupakannya...," kataku.
"kok gitu??" ia mulai cemberut.
Sudah kuduga reaksinya akan begini,
"Yura.., mau melupakannya atau tidak itu adalah hak Yura. Hanya Yura yang tahu yang terbaik untuk Yura. Yura gak perlu cari pendukung buat menyetujui keputusan Yura." kataku.
"kamu benar...," katanya. Ia lalu tersenyum,
"kalau begitu sudah diputuskan!" katanya.
__ADS_1
"apa?"
"besok Yura akan masuk sekolah dan besok juga Yura akan berjuang sekali lagi untuk kembali bersama Ori!!" katanya bersemangat.
"nah, itu baru Yura yang gue kenal !!" kataku sambil tersenyum lega. Pasti dia sudah memikirkannya seharian ini. untunglah Yura baik-baik saja, tapi tunggu, apakah dia tidak membaca chat grup angkatan? haruskah aku tanya?
"Yura." panggilku.
"iya?" kata Yura sambil menatap layar ponselnya.
"lu udah sempet baca grup angkatan?" tanyaku.
"Rin?" sepertinya dia tidak mendengarkan aku.
"Iskandar, Rin dan Ori.., apa sebenarnya Ori itu suka sama Rin???" tanyanya dengan mata yang berkaca-kaca.
Rupanya dia baru membacanya. Pasti karena ada higlight di grup.
"itu...,"
"apa ini alasan sebenarnya Ori putus sama Yura?" air matanya mulai keluar.
Aku menghela napas. Aku juga berusaha untuk tidak berpikir ke arah sana, tapi aku juga tidak bisa memungkirinya. Bukankah Rin itu suka sama Ori?
*
Author POV
Dion mengejar Yura setelah kelas pendidikan moral selesai,
Yura menghentikan langkahnya menuju kelas,
"ada apa, sih Dion???" tanya Yura risih. Ia sudah memutuskan untuk tidak mendekati Dion lagi bahkan hanya sebagai teman.
"Yura..., gue mau ngomong sama elu ! Penting !!" kata Dion langsung menarik tangan Yura.
Yura langsung melepaskannya,
"apa?? ngomong aja sekarang? gak usah narik-narik Yura!!!" kata Yura lagi.
"Yura, kenapa lu malah marah sama gue?" tanya Dion yang merasa dibentak oleh Yura barusan.
"karena Yura gak mau Deket sama Dion lagi !!" kata Yura.
"kenapa? karena Ori? lu,kan udah putus sama dia. Apa gue gak bisa menggantikan posisi dia, hah?" tanya Dion.
"enggak !! Dion gak pantes untuk itu!!" kata Yura lagi.
Dion langsung menarik tangan Yura,
"Yura.., please.., gue suka sama elu.., gue sayang sama elu...," kata Dion lagi.
"Dion..., lepasin ...," kata Yura yang berusaha melepas tangan Dion, namun tidak semudah tadi.
"gak.., sebelum lu Nerima gue !!!" kata Dion keras kepala.
__ADS_1
"Yura gak bisa, Dion..., lepasin...," kata Yura.
"gak !!" kata Dion malah mencengkram tangan Yura.
"Aawww....," tiba-tiba Dion merintih dan langsung melepas cengkramannya pada Yura.
"Iskandar...," kata Yura.
Rupanya Iskandar datang dan memukul pergelangan tangan Dion dengan tangannya.
"sakit b*go !!!" kata Dion mengumpat.
"Yura bilang gak mau, ya gak mau..., lu masih gak ngerti juga?" tanya Iskandar.
"lu ngapain, sih ikut campur???" tanya Dion geram, tapi pukulan Iskandar benar-benar membuat dirinya seperti tersetrum dan melemah.
"karena lu mulai gak bener, sekalipun Yura Nerima lu, hidupnya gak akan bahagia!!" tegas Iskandar.
"oh.., gitu? terus dia bakal bahagia kalo sama siapa? sama elu??" tanya Dion.
"apa?" Tiba-tiba Rin muncul.
"Rin???" kata Iskandar lebih kaget, akhirnya ia bisa bertemu dengan seorang Rin.
Dion tersenyum licik,
"gue kira lu gak punya hubungan apa-apa sama Yura, tapi kemaren gue ngeliat lu berduaan di cafe dan sekarang sikap lu sama Yura menandakan kalau lu suka,kan sama Yura???" teriak Dion. .
"hah?" Iskandar benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikir Dion.
"jangan sembarangan kalo ngomong!!!" kata Iskandar.
"Dion.., Iskandar gak mungkin__,"
"itu mungkin, Yura...," kata Rin memotong kata-kata Yura. Rin berusaha menahan air matanya. Kenapa malah begini? kenapa malah Iskandar yang menyampaikan perasaannya pada Yura??
"apa? Iskandar jelasin!!" kata Yura makin bingung.
"kalian ini, jangan menyambung-nyambungkan seenaknya!!" kata Iskandar lagi.
"gue gak nyangka, ternyata elu yang mau merebut cewek sahabat lu sendiri!!" kata Dion lalu pergi.
"hey__,ck, sial !" umpat Iskandar.
"Iskandar.., selamat, ya.., lu udah bisa nyatain perasaan lu..," kata Rin lalu berlari pergi meninggalkan Yura dan Iskandar.
"Iskandar, apa yang Yura denger barusan salah,kan?" tanya Yura.
"ya iyalah. Duuh.., dasar Dion !!" kata Iskandar.
"kalau gitu kejar Rin.., dia pasti salah paham..,"
"gak usah.., pikirannya udah terlanjur diracuni sama omongan Dion. Yang ada malah timbul masalah baru. Yura, mending lu ke kelas lu,ya..," kata Iskandar lalu pergi.
"sebenarnya ini fakta macam apa? Yura jadi bingung? bukankah di grup chat Ori yang suka sama Rin atau Rin yang suka sama Ori atau.., aah.., Yura jadi makin pusing. Yura akan tanya langsung sama Ori !!" kata Yura lalu menarik napas dalam-dalam.
__ADS_1
"Yura pasti berani !!!" kata Yura menyemangati dirinya sendiri.