
Iskandar berjalan sambil sesekali melirik ke arah Ori. Ia menunggu Ori membuka mulutnya. Dari raut wajah Ori, Iskandar sudah bisa menebak kalau Ori juga sama hancurnya dengan Yura.
"kenapa lu milih putus sama Yura?" tanya Iskandar yang mulai gerah.
Ori terdiam. Ia masih berusaha menahan rasa sedihnya.
"bukannya lu kemaren bilang, kalo lu mau memilih jalan terbaik?" tanya Iskandar lagi.
"putus adalah jalan terbaik....," kata Ori lagi.
"dengan gue putus sama Yura, Yura jadi bebas dengan status sebagai pacar Ori. Yura bebas deket sama siapa aja yang dia mau..," kata Ori lagi.
Iskandar menghela napas,
"ckck.., Ori, kan udah gue bilang, yang lu perlu itu cuman percaya sama Yura dan percaya sama diri lu kalo Yura cuman suka sama elu...," kata Iskandar lagi.
"gak..., Gue gak mau bikin Yura terkekang karena gue..., Yura pasti terbebani karena gue..., Gue harus lepas Yura..., meskipun gue gak mau....," kata Ori yang akhirnya melepas tangisannya yang ia tahan.
Iskandar hanya memandangnya sedih. Sampai akhirnya seorang Ori hanya bisa menangis mengekspresikan perasaannya.
"Ori.., menurut gue, cuman elu yang tau perasaan elu. Cobalah jujur dan berani. Ori yang sekarang bukan Ori yang dulu. Ori yang sekarang gak mudah ditindas, Ori yang sekarang lebih percaya diri, Ori yang sekarang pasti bisa lebih berani menghadapi masalah apapun...," kata Iskandar yang akhirnya hanya bisa memberikan kata-kata motivasi.
Ori lalu berhenti, membuat Iskandar juga ikut berhenti,
"haruskah gue jalan satu langkah lagi?" tanya Ori masih dengan wajah yang basah.
Iskandar tersenyum,
"harus dan boleh. Sebanyak langkah yang lu mau." kata Iskandar.
Ori lalu tersenyum,
"perbaikilah masalah lu, bukan lari dari itu. Sebelum semuanya terlambat dan hanya jadi penyesalan." kata Iskandar lagi.
"ya, akan gue ingat itu...," kata Ori lalu berjalan melewati Iskandar.
"semoga lu segera bertindak supaya gak menyesali langkah bodoh lu yang sekarang, Ori..," kata Iskandar dalam hati lalu menyusul Ori yang mulai jauh.
*
Rin dan Keisha kaget ketika mereka disambut oleh seorang laki-laki berkulit putih yang tersenyum manis pada mereka.
"uhm.., Yura-nya ada?" tanya Keisha.
"kalian siapa?" tanya laki-laki itu masih dengan senyum manisnya.
"uhmm...,"
"biar aku tebak, yang pake kacamata pasti namanya Rin, dan yang bertanya barusan namanya Keisha...," kata Laki-laki itu lalu ia memandang dua laki-laki di belakang.
"kalo dua cowok di belakang ini siapa?" tanya laki-laki itu.
"saya Teguh, ketua kelas di kelas Yura, saya di sini mau mengantarkan catatan dan soal pre rest hari ini." kata Teguh lengkap dengan senyum manis khasnya. Dia selalu dipilih jadi ketua kelas karena bertanggung jawab dan ramah pada semua orang.
"ooh.., begitu.., boleh aku minta catatannya?" pinta laki-laki itu.
"oh,iya.., lu belum jawab pertanyaan kita.., lu itu siapa?" tanya Dion.
__ADS_1
"kamu siapa yang bertanya?" tanya Laki-laki itu lagi.
"gue.., gue Dion..,"
"Dion? lalu Ori dimana? Dia tidak ikut?" tanya Laki-laki itu lagi.
"Ori hanya menitipkan catatannya..," kata Rin. Teguh segera mengambil buku catatan dan soal yang dititipkan padanya lalu memberikannya pada laki-laki itu.
Alis laki-laki itu naik sebelah lalu tersenyum,
"Rin.., benar,kan?" tanya laki-laki itu memastikan,
"i,iya !" kata Rin.
"bilang pada Ori, Aku Yuga kakak laki-laki Yura mau bertemu dengannya..., Dan kalian boleh pulang..., Yura akan baik-baik saja selama aku di sini. Terimakasih sudah mengkhawatirkannya...," kata Yuga agak membungkuk lalu masuk lagi ke dalam rumahnya.
Keisha dan Rin saling pandang.
"waw..., Sepertinya kakak laki-laki Yura mau minta Ori tanggung jawab..," kata Keisha.
"sial!" batin Dion lalu berbalik pergi.
"eh, Dion? lu mau kemana?" tanya Teguh.
"Gue mau balik duluan...," kata Dion.
"enyahlah PHO !!!" umpat Keisha.
"hey.., jangan begitu, Keisha..," kata Teguh.
"Teguh, lu pulang naik apa? mau bareng kita lagi?" tanya Rin.
Teguh menggeleng,
"enggak, Teguh bisa pulang sendiri,kok." kata Teguh sambil tersenyum.
"oke,deh.., kalo gitu hati-hati,ya...," kata Rin.
*
Keesokan harinya.
Rin kaget karena tiba-tiba teman sebangkunya berubah lagi jadi Ori.
"apa motivasi lu tiba-tiba duduk di sini?" tanya Rin.
Ori diam saja dan hanya menyimpan tasnya di meja.
"ooh.., mau mengenang Yura yang duduk di sini,yaa...," ledek Rin.
"diam!" kata Ori yang telinganya memerah.
"ckck..., oh,iya.., kemaren gue dapet pesen dari abangnya Yura...,"
Ori langsung duduk menghadap Rin,
"abangnya Yura?"
__ADS_1
"jangan bilang lu gak tau kalau Yura punya saudara laki-laki?" tanya Rin.
"tau,kok.., Yura itu anak bungsu.., dia punya kakak perempuan yang tinggal di Bandung dan kakak laki-lakinya itu tinggal dan bekerja di Tokyo..., kenapa bisa ada di sini?" tanya Ori.
"pasti karena seseorang...," kata Rin.
"oh,iya.., tadi lu mau bilang apa?" tanya Ori yang malah penasaran.
"dia mau ketemu sama elu, mau minta lu tanggung jawab gara-gara udah bikin Yura nangis !!" kata Rin.
"sini lu !!!" kata Ori merangkul Rin lalu menjitak kepalanya karena ia kesal.
"aaww...,"
"jangan asbun lu !!" kata Ori yang sebenarnya tertohok.
"iih.., beneran !!!" kata Rin membuat Ori berhenti menjitaknya.
"lu gak bercanda?" tanya Ori.
"ya enggaklah!"
"ini apaan lagi?" tanya Rin lalu melepaskan tangan Ori.
Ori lalu bergeser lebih jauh dari Rin. Ia lalu berpikir sambil bertopang dagu,
"menurut lu.., gue harus gimana?" tanya Ori.
"ya, kalo lu gentle, datangin lah !!!" kata Rin.
"begitu, ya?" tanya Ori.
"duuh.., terserah lu, deh. Lu yang tahu lu itu harus ngapain. Gak usah nanya-nanya untuk mengharapkan jawaban yang sebenarnya udah lu tahu. kesel gue jadinya...," kata Rin. lalu pergi keluar kelas.
*
Waktu istirahat pertama telah tiba, tapi sayangnya seorang Rin tidak bisa menikmatinya karena ia harus menyelesaikan tugas tambahan pemberian pak Dwi karena ia lupa mengerjakan PR seminggu yang lalu.
"Rin !!!" tiba-tiba Keisha datang dari laur kelas sambil teriak-teriak.
"ck.., tuh anak kenapa lagi??" keluh Rin yang mengabaikan Keisha.
"Rin ! ih, dipanggil juga !!" kata Keisha yang sekarang sudah duduk di bangku depan Rin.
"kenapa, sih lu, Kei? heboh banget. Gue sibuk, nih..," kata Rin yang berusaha menghitung soal matrix rumit yang diberikan Pak Dwi.
"Rin, Lu udah lihat grup belum??" tanya Keisha.
"grup? grup apaan ?"
"grup angkatan!!!" kata Keisha.
"kenapa lagi di grup angkatan?" kata Rin yang tidak mau ambil pusing.
Keisha lalu membuka ponselnya dan menunjukkan apa yang terjadi di grup angkatan,
"nih lihat sendiri !!!" kata Keisha.
__ADS_1