
Setelah menghadapi 10 hari Ujian, akhirnya semuanya selesai.
Wajah Rin benar-benar kusut karena ujian terakhir adalah ujian Kimia. Ia adalah murid terkahir yang keluar dari ruang ujian. Sekolah mungkin sudah hampir sepi. Ia keluar kelas dengan lesu, namun terhenti karena hampir menabrak seseorang. Ia menoleh,
"Rin ?" kata Orang itu memanggil namanya duluan.
"Iska?" kata Rin.
"udah lama gak ketemu. Tiba-tiba malah ketemu di sini. Komdis kalo ujian gak bertugas,ya...," batin Rin.
"lu___," kata mereka bersamaan,
"uhmm..," kata mereka bersamaan lagi,
"lu duluan." kata Rin.
"lu mau lewat?" tanya Iska lalu mundur satu langkah.
"i,iya...," kata Rin sambil menunduk.
"duuh.., canggung...," batin Rin.
"Ori !" tiba-tiba terdengar suara Yura yang memanggil Ori dengan lantang, membuat dua orang itu menoleh,
"oow...," kata mereka kompak lalu saling memandang.
"ehm.., uhmm.., gue cuman khawatir..," ungkap Iska tiba-tiba.
"Iska, ayo kita ikutin mereka !" kata Rin lalu mengambil tangan Iska.
"apa?!!" kata Iska kaget.
Rin lalu menariknya untuk mengejar Yura dan Ori.
*
Ori menghentikan langkahnya di taman sekolah. Di sana hanya ada mereka karena sekolah sudah mulai sepi.
"cepet. Mau ngomong apa?" tanya Ori tanpa menoleh ke arah Yura.
"Yu,Yura harap, Ori udah lihat buku catatan__,"
"udah, kok." potong Ori.
"Ka,kalau gitu.., Yura mau minta maaf..," kata Yura lagi.
"atas?" tanya Ori.
"karena udah nyium Ori tiba-tiba...," kata Yura.
Ori mengambil napas lalu berbalik, kini ia memandang Yura yang masih menunduk.
"kalo mau nangis, nangis aja." kata Ori.
Yura lalu mengangkat kepalanya, rupanya dari tadi ia sudah bercucuran air mata,
Mata Ori sampai terbelalak, ia tidak menyangka akan melihat seorang Yura menangis seperti ini di hadapannya.
"mungkin ia tertawa, tapi hatinya menangis keras."
tiba-tiba kata-kata Bella malah terngiang di kepalanya.
__ADS_1
"udah.., udah dari tadi..., hiks..," katanya sesenggukan.
Ori lalu mengambil sesuatu di tasnya dan berjalan mendekati Yura,
"nih, tissue." katanya sambil menyodorkan 1 pack tissue pada Yura.
"ma,makasih...," kata Yura menerimanya lalu mengelap air matanya sendiri.
"lalu..," kata Yura lagi.
"lalu apa?" tanya Ori.
"apa aku masih cewek kamu?" tanya Yura.
Ori terdiam, ini adalah kesempatan emasnya untuk memutuskan hubungan sepihak ini.
*
Rin masih menggandeng tangan Iska, Ia berdiri agak jauh dari tempat Ori dan Yura berbicara, tapi masih bisa mendengar apa yang mereka katakan.
Rin menggandeng tangan Iska erat karena gugup dengan apa yang Yura dan Ori katakan,
"kira-kira mereka akan baikan, gak ya?" tanya Rin.
"entahlah. Ori masih belum bisa menegaskan perasaannya untuk siapa." kata Iska.
"hah? maksudnya Ori punya cewek yang dia suka?" tanya Rin mulai kepo.
"iya, tapi sebenarnya dia gak punya harapan lagi sama perempuan itu." kata Iska.
"apa aku masih cewek kamu ??" tanya Yura.
"ngapain, sih nanya pertanyaan begitu?" tanya Ori.
Iska menggigit bibir bawahnya, menahan rasa sakit, "cengkraman nya kuat juga ..., padahal tangan kiri." batin Iska.
"apa?" Yura juga tidak kalah kaget dengan apa yang keluar dari mulut Ori. matanya mulai berkaca-kaca. Sepertinya ia benar-benar sudah pupus harapan.
Yura berjongkok lalu menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Ori lalu mendengus kasar,
"perempuan itu ternyata merepotkan...," batinnya, ia lalu berjongkok di hadapan Yura dan membantunya berdiri.
Yura masih menunduk, ia tidak berani menatap wajah Ori.
"lu itu cewek gue. Jadi gak usah sia-siakan air mata lu buat hal yang ga berguna." kata Ori.
Mendengar itu tangisan Yura berhenti seketika,
"a,apa?"
"sorry, gue juga yang salah. Gak seharusnya gue bereaksi kayak kemaren, tapi gue bener-bener shock, karena baru pertama kali, bahkan gue belum pernah berpikir untuk ngelakuin apa yang kemaren lu lakuin ke orang yang gue suka...,"
"orang yang kamu suka .., siapa?"
"hmph.., ralat, orang yang pernah gue suka." kata Ori.
mendengar itu wajah Iska langsung mengernyitkan dahinya, hal itu tak luput dari perhatian Rin.
"apa akhirnya Ori mengikhlaskan kak Nia?" batin Iska.
"kenapa Iska kelihatan gak senang? bukannya harusnya dia senang karena Ori dan Yura baikan? Apa cinta segitiga ini masih berlanjut?" batin Rin.
__ADS_1
Yura menatap wajah Ori,
"orang yang pernah Ori suka..., Haruskah aku tanya lebih lanjut? tidak, ini bukan saat yang tepat." batin Yura.
"udah, kan. Jangan sedih lagi. Ayo pulang." kata Ori.
"Ori!" panggil Yura.
"apa lagi?"
"boleh Yura peluk Ori?" tanya Yura.
Ori menghembuskan nafasnya kasar, "ya boleh__," Yura langsung memeluknya sebelum Ori sempat menyelesaikan kalimatnya.
"terimaksih Ori." kata Yura.
Iskandar yang melihatnya dari jauh malah kaget, "me,mereka pelukan??" kata Iska tak menyangka.
Rin langsung menoleh, "emangnya kenapa?" tanya Rin.
Ori lalu melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah Iska dan Rin berdiri,
"Woy !! udah selesai nontonnya?" tanya Ori pada Iska dan Rin.
"eeh??" kata Iska dan Rin kaget.
"sejak kapan kalian di situ?" tanya Yura.
"uhm.., " kata Rin dan Iska kebingungan.
Ori lalu tersenyum dan menggandeng tangan Yura, "hei, pasangan yang mau tunangan, gak usah sok-sokan kepoin gue sama cewek gue,ya." kata Ori.
"eeh?" Yura malah kaget.
"ayo Yura kita pulang." kata Ori lalu pergi sambil menggandeng tangan Yura.
Iska dan Rin hanya terdiam, bahkan mereka tidak bisa berkutik.
"Sialan Ori !!" kata mereka kompak.
"jangan mengikuti kata-kata gue !!" kata Rin.
"gue gak tau kalo lu mau ngomong itu !!' kata Iska tak mau kalah.
"ugh !!!" kata Rin lalu berjalan melewati Iska.
"lu mau kemana?" tanya Iska buru-buru.
Rin terhenti, "mau pulanglah !!" kata Rin.
"mau gue anter?" tawar Iska.
*
Rin akhirnya memutuskan untuk pulang dengan seorang Iskandar. Untungnya kali ini ia tidak naik kendaraan umum. Iskandar membawa mobil. Rin benar-benar hanya bisa memandang ke luar jendela untuk menikmati kemacetan ini sambil ditemani lagu yang diputar di radio. Tidak ada pembicaraan apapun di antara mereka berdua.
"Rin..," tiba-tiba suara berat Iskandar menyebut namanya.
"dia seneng banget, sih manggil-manggil gue, ugh...," batin Rin berusaha mengabaikan.
"Rin, gue manggil elu !" katanya lagi dingin.
__ADS_1
"apa..," kata Rin tanpa menoleh.
"lu suka sama Ori,ya?" tebak Iska.