
Aku langsung terbangun karena kaget. Sejak naik bus, aku langsung terlelap di pundak Iskandar. Aku langsung menoleh ke samping,
rupanya Iskandar juga tertidur. Dia menyenderkan kepalanya ke bangku yang kami duduki. Wajahnya saat tidur benar-benar terlihat polos dan tampan. Aku menyingkirkan poni keritingnya yang menutupi matanya. Padahal kemarin rambutnya dipangkas habis, tapi tidak lama kemudian rambut keritingnya ini muncul lagi.
"Lu udah bangun Rin?" tanyanya yang membuat aku tersentak kaget.
"uhm.., i,iya..," kataku.
"masih mau tidur?" tanyanya lagi yang masih memejamkan matanya.
"uhm.., enggak..," kataku.
"kalau gitu bangunin gue kalo udah mau Deket,ya...," katanya. Padahal tadi dia mau membawa motor, bisa-bisa kecelakaan kalau dia menyetir sambil mengantuk.
Aku meliriknya lagi, sepertinya dia tidur lewat tengah malam juga. Ternyata dia juga manusia biasa yang bisa kelelahan. Aku mengambil kepalanya dan menyenderkannya di bahuku. Diam-diam aku tersenyum. Apa seperti ini,ya yang namanya jatuh cinta?
*
Saat istirahat Aku berkumpul dengan teman sekelompok Kimia yang baru saja terbentuk tadi di Kantin. Aku tidak pernah menyangkan kalau akan sekelompok dengan orang-orang ini. Pak Burhan benar-benar malas untuk mengocok nama muridnya.
"lu bengong aja, Rin?" tegur Roger.
"eh-heh..," kataku kikuk.
"makan tuh makanan lu, jangan alasan gak bisa mikir kalo diskusi udah mulai !!" kata Ori.
"memangnya apa yang sedang Rin pikirkan?" tanya Yura ramah.
"uhmm.., sebenarnya gue gak enak aja sekelompok sama Roger...," kataku jujur.
"lah? gue? kenapa emangnya?" tanya Roger sambil melahap kerupuknya.
"yah.., Apa Liska gak masalah lu sekelompok sama kita? uhm.., maksud gue di sini,kan ada gue dan Yura...," kataku.
"oh..," kata Roger santai lalu meminum es tehnya,
"tenang Rin. Liska juga orangnya gak gitu-gitu amat.., lu mah lebay..," kata Roger.
"gak, Jer..," kata Ori tiba-tiba membuat Roger tidak jadi melahap makanan yang hampir masuk ke mulutnya. Roger langsung meletakkan sendok yang berisi nasi dan lauknya,
"gak apaan maksudnya?" tanya Roger.
"dia yang waktu itu ngomporin gossip gue sama Rin di grup.., Gue rasa sebenarnya dia ada dendam tersendiri...," kata Ori.
Roger tersenyum miring,
"yah.., itu,kan kemaren. Eneng masih marah kali..," kata Roger lalu melahap makanannya yang tadi tidak jadi.
"terus sekarang udah gak marah?" tanyaku penasaran.
"entahlah..,"
"yah.., gak menjawab !" kataku kesal.
"tapi menurut Yura, Liska pasti juga kangen sama Rin karena sikap Roger sesantai ini. Lagipula pertemanan Rin-Liska,kan lebih lama dibanding Rin-Yura. Yura aja gak bisa lama-lama marah sama Rin...," ungkap Yura.
__ADS_1
"Yura..," kataku terharu.
"yah.., intinya mah lu yang paling kenal Liska, Rin. Dia itu tipe orang yang gak mudah berubah,kok. Ya meskipun agak sensi,sih..," kata Roger.
"gue selalu berharap bisa kayak dulu lagi...," kata Rin.
"hey.., udah Yee.., sesi curhatnya, sekarang habisin tuh makanan kalian dan langsung nentuin ketuanya." kata si culun satu ini malah merusak suasana.
"Roger !!" kataku bersemangat.
"eeh? kok gue???" kata Roger kaget.
"yah.., akhir-akhir ini gue perhatiin lu banyak peningkatan, gue rasa ini saatnya lu nyoba jadi ketua." kataku.
"Yura setuju !!" kata Yura bersemangat.
"Oke sudah ditetapkan ketuanya adalah Roger." kata Ori.
"lah? Dasar lu pada ye, kompakan..," kata Roger pasrah.
*
Saat pulang,
"Rin..., Pulang bareng, yuk...," ajak Yura.
"maaf Yura..., Rin udah janjian mau pulang bareng Iskandar..," kataku menolaknya. Aku benar-benar tidak sabar bertemu dengannya. Seharian ini dia sama sekali tidak terlihat, mungkin sibuk.
"oke, deg kalo gitu, Yura duluan,ya..," kata Yura.
"iya..," kataku sambil tersenyum.
.
.
"Eits !!" wajahku hampir saja tertabrak orang yang mau keluar. Aku langsung mendongak dan ternyata orang yang aku cari ada di hadapanku.
"Iskandar...," kataku sambil tersenyum.
"Untung lu ke sini Rin.., gue baru mau ke kelas elu..," kata Iskandar.
"gak perlu, sekarang, ayo kita pulang..," ajakku sambil menggandeng tangannya.
"uhm.., Rin..," Iskandar langsung melepas gandenganku.
Aku berbalik,
"ada apa?"
"gue ada rapat.., mungkin baru bisa pulang jam lima atau setengah enam, lu mau nunggu,gak?" tanyanya.
"apa?" kataku.
"gue ada rapat soalnya...," kata Iskandar.
__ADS_1
"tapi.., bukannya lu bilang sibuknya besok? Bukannya bilang hari ini masih bisa pulang bareng?" Entahlah, aku tidak mau tahu kalau dia sibuk sekarang. Aku benar-benar ingin bersamanya, tapi aku harus segera pulang karena tuntutan tugas Kimiaku yang banyak.
"gue juga gak nyangka bakalan harus rapat. Atau gak kalo lu emang mau pulang sekarang lu pulang sama Keisha atau Yura?" Iskandar malah mengoperku ke orang lain. Kenapa aku jadi kesal,ya?
"Yura udah pulang dan Keisha belum balik dari lomba Speech !!!" kataku marah.
"yah..., kalo gitu...,"
"Iskandar.., Rapat sudah mau dimulai...," tiba-tiba Zaskia wakil ketua komdis yang tiba-tiba muncul.
"iya.., sebentar, dua menit lagi." kata Iskandar.
"oke..," kata Zaskia lalu pergi.
Kini Iskandar memandangku,
"jadi...,"
"lu gak perlu dua menit bicara sama gue !!! cukup dua detik aja !!!"
"hah?" katanya.
"gue pulang aja sendiri !!!" kataku marah lalu berlari meninggalkannya.
*
*
*
Author POV
Iskandar hanya memandang punggung Rin yang lama-kelamaan menghilang dari pandangannya.
"ehm.., masalah rumah tangga, nih Yee..," kata Bobby, anak kelas sebelas yang juga anggota Komdis yang dari tadi ada di sana.
"berisik lu Bob..," kata Iskandar lalu pergi ke ruangan komdis.
2 jam kemudian...,
Rapat benar-benar sangat intens karena ada kasus pembullyan di kelas sepuluh. Kasus itu belum terselesaikan hingga kini dan akhirnya diputuskan untuk tidak dimasukkan ke laporan pertanggungjawaban.
Begitu Rapat selesai, Iskandar langsung menelpon nomor Rin karena khawatir. Ia tahu kalau Rin sudah biasa pulang sendiri, tetapi entah mengapa firasatnya mengatakan dia dalam bahaya. Masalahnya hampir semua firasatnya itu selalu benar.
"nomor yang anda panggil tidak aktif atau berada di luar jangkauan..," Iskandar langsung memutus telponnya dan mencoba menelpon Rin lagi.
"nomor yang anda panggil__," Iskandar langsung mematikannya dan beralih ke ruang chat. Ia langsung mengirim pesan pada Rin.
Iskandar
Rin..., gue minta maaf
Rin please jawab..,
Rin, lu udah dirumah,ya..,
__ADS_1
Pesan yang ditulis Iskandar tidak menunjukkan respon apapun. Rasa khawatir mulai menggerogoti dirinya.
"aah, sial !! harusnya gue gak ngebiarin dia pulang sendiri !!!" kata Iskandar. Perasaannya sekarang benar-benar kacau.