Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 28


__ADS_3

Iskandar datang ke kelas XI MIA C. Ia harus melihat keadaan Ori setelah apa yang terjadi kemarin. Iskandar agak khawatir karena Ori pulang cepat,


"Ori.., kamu beneran gak apa-apa,kan? gue khawatir banget sama elu." terdengar suara Rin yang panik dari depan kelas XI MIA C. Iskandar melongok sedikit ke dalam kelas,


"iya, gue baik-baik aja." kini terdengar suara Ori yang membuat hati Iskandar tenang.


"Ori.., please. jangan buat gue khawatir lagi..," kata Rin tiba-tiba. Iskandar yang tadinya mau masuk, tiba-tiba berhenti.


Ori mendekati Rin dan menyentuh kedua pipi Rin,


"iya.., gue gak akan bikin lu khawatir lagi...,"


"gue sayang sama lu, Ori."


"Gue juga...,"


GEDUBRAK !!


Iskandar terjatuh, Ia langsung membuka matanya, tiba-tiba dunia jadi gelap,


"lu kenapa, Iska?" tiba-tiba terdengar suara berat Ori. Iskandar langsung menoleh,


"ah, cuman mimpi...," batinnya sambil memegangi kepalanya,


" kenapa juga Gue bisa lupa kalo gue nginep di rumah Ori." batin Iskandar lagi. Iskandar lalu berdiri dan menyalakan lampu,


"woy.., silau, woy...," protes Ori.


"sorry, gue matiin lagi,ya." kata Iskandar.


"lu ngapa, dah? mimpi buruk? mimpi dibanting bokap lu?" tebak Ori.


"udah, tidur aja lu." kata Iskandar berjalan ke arah pintu.


"lu mau kemana?"


"ke dapur. mau minum." kata Iskandar lalu keluar kamar.


Iskandar langsung meneguk dua gelas sekaligus. Ia duduk di pantry sambil mengacak-acak rambut keritingnya yang sudah acak-acakan.


"bego, lu Iskandar !! kenapa juga lu bisa mimpi kayak gitu?" katanya malu.


"kalo emang Rin suka sama Ori, terus gimana nasib Yura? apa setelah ini mereka bakalan putus dan Rin bakalan merebut Ori? setelah itu perjodohan gue sama dia bakalan batal?" kata Iskandar berbicara sendiri.


"duuh.., Ini benar-benar berat karena gue harus milih salah satu dari mereka berdua." kata Iskandar.


*


Iskandar yang sedang memakai dasinya melirik ke arah Ori yang masih asyik main game di ponselnya,


"lu gak sekolah hari ini ?" tanya Iskandar.


"gue sakit." kata Ori cuek.

__ADS_1


"hadeeh.., dasar ! Lu bakalan rugi kalo gak masuk." kata Iskandar.


"gue nanti bisa minta kisi-kisi ujian ke Teguh. Gue masih takut untuk ketemu dia." kata Ori.


Iskandar memandangnya, "setidaknya kali ini lu cuman menghindar. tapi mau sampai kapan?" batin Iskandar.


"yah, quotes pagi ini adalah, satu-satunya cara menyelesaikan masalah adalah dengan menghadapinya. Kalo gitu gue berangkat dulu,ya." pamit Iskandar.


Ori berhenti, Ia lalu tersenyum, "iya, thanks quotes paginya." kata Ori.


*


Iskandar baru mau masuk kelasnya, namun tiba-tiba ia dicegat oleh seorang perempuan, kali ini bukan Keisha,


"Yura?" kata Iskandar.


"kamu..., kamu pasti tau dimana Ori? kenapa dia tiba-tiba hilang ?" tanya Yura sambil menatap tajam pada Iskandar dengan mata sembabnya.


"ya ampun.., dia pasti terpukul dengan sikap Ori. Tapi Ori juga shock dengan apa yang dia lakukan....,"


"Ori.., dia di rumahnya. Lagi istirahat. kemarin agak pusing, jadi langsung pulang." kata Iskandar.


Yura menangis lagi,


"aku.., aku benar-benar merasa bersalah. Aku.., aku bingung apa yang harus aku lakukan...," kata Yura.


Iskandar menghela napas, setelah Keisha yang curhat padanya hampir tiap hari, kini ada Yura,


"di saat seperti ini gue harus apa?"


"iya.., hiks!"


"lu.., beneran suka sama Ori?" tanya Iskandar.


"iya !! Yura suka banget sama Ori. hiks...," kata Yura tegas, meskipun sesenggukan karena menangis.


"uhmm.., lu tau,kan Minggu ini biasanya guru-guru ngasih kisi-kisi."


"aku harus ngasih catatan dan kisi-kisi ujian buat Ori." kata Yura yang tangisannya mulai mereda.


Iskandar tersenyum,


"Dan.., Ori itu tinggal sendirian. Mungkin lu bisa melakukan sesuatu." kata Iskandar.


"melakukan sesuatu ?"


"yah.., cuman lu yang tau. uhm.., ngomong-ngomong gue mau lewat." kata Iskandar.


"eh, i,iya..," kata Yura lalu memberikan jalan pada Iskandar.


"Iskandar !" panggil Yura.


"hm?"

__ADS_1


"ma, makasih,ya." kata Yura lalu kembali ke kelasnya.


Iskandar hanya membalasnya dengan senyum,


"semoga apa yang gue lakuin barusan udah bener." kata Iskandar lalu masuk ke kelasnya.


*


Rin melirik ke arah Yura yang bersemangat mencatat catatan yang ada di papan tulis, bahkan Yura menghiasnya dengan pulpen warna-warni.


"semangat amat, sih Yura. Apa ini karena ujian pertama kamu setelah pindah ke sekolah ini?" tanya Rin.


"enggak, Rin, abis ini aku mau fotokopi berwarna semua catatan aku dan aku kasih ke Ori. Dia gak masuk hari ini. kemarin dia juga pulang setelah jam istirahat pertama. Kan kasihan...,"


"ya ampun, lu bener juga. si culun pasti bakalan ketinggalan banyak banget, ckck...,"


"tapi, Rin, kata Iskandar Ori lagi istirahat di rumahnya, menurut kamu, apa dia sakit?" tanya Yura.


"uhm.., itu.., kalo kata Iskandar di saat Ori merasa cemas atau shock, dia bisa sakit, Yura...,"


"bener ya.., dia sakit. Dia bilang, dia tinggal sendiri, Iskandar juga bilang gitu, tapi kadang kakak dan kakak iparnya ke rumahnya buat memeriksa keadaan dia. Kira-kira kalo aku kesana....,"


"jangan! itu bakalan memperburuk keadaan dia !" kata Rin.


"apa aku sekarang bahkan jadi traumanya? duuh.., pacar macam apa, sih aku ini...," kata Yura kecewa.


"uhmm.., maksud gue bukan begitu.., mungkin lu bisa nunggu besok dulu, biarkan dia menenangkan dirinya supaya dia bisa menghadapi lu lagi." kata Rin.


"begitu,ya.., kamu bener juga...," kata Yura.


Rin tersenyum karena Yura mau mengerti,


"tapi Rin.., ini pertama kalinya buat aku.., punya pacar yang shock pas dicium. Tapi aku gak mau menyerah. Aku suka banget sama Ori. Awalnya aku juga bingung sama perasaan aku ini. Tapi menurut aku, cuman Ori yang bisa memahami rasa kesendirianku. Aku rasa perasaan aku ini bukan cuman rasa suka sama dia, tapi kagum, merasa dihargai dan punya seseorang yang senasib juga bisa memahamiku...,"


"maksudnya?" tanya Rin bingung. Ia bingung, kenapa Yura bisa merasakan kesendirian? setau dia, Yura itu punya dua saudara dan dia cukup ceria.


"hehe..., Aku belum pernah cerita ke Rin, ya?" kata Yura yang masih asyik menghias catatannya.


Rin diam saja.


"sebenernya aku ini juga tinggal sendirian di sini. Mama dan abangku ada di Jepang. Kakak perempuanku udah nikah, jadi tinggal sama suaminya dan Papaku, dia sangat sibuk. Meskipun ada di Indonesia, tapi jarang pulang." kata Yura lalu menghentikan kegiatan menghias bukunya.


"waktu aku baru masuk juga, meskipun Ori selalu ngedumel kalo aku minta dikenalin sama lokasi-lokasi sekolah ini, dia selalu bantu aku. Dia juga yang suka nemenin aku kalo akhir Minggu. sama siapa itu, namanya.., uhmm.., Kupung ! kucing Oren kesayangannya. manja banget. hihi...," kata Yura tertawa.


"gara-gara itu aku jadi gak mau kehilangan dia. Dia teman pertama dan orang pertama yang peduli sama aku sejak aku pindah. Kata dia, Sendiri itu menakutkan, dan dia gak mau aku juga merasa sendirian." kata Yura.


"ternyata Yura bukan cuman asal jatuh cinta sama Ori. Daebak banget dah tuh si culun. Gue gak nyangka." batin Rin.


"eh, tapi bukannya Iskandar juga deket,ya sama Yura?" batin Rin.


"uhm.., Yura?'


"hm?"

__ADS_1


"kalo Iskandar deket gak, sih sebenarnya sama elu?"


__ADS_2