Singa VS Kucing

Singa VS Kucing
Bagian 14


__ADS_3

Rin mengejar Iska dan Bella ke gedung Barat, tempat Kelas Bella berada.


"mampus, lu Iskandar, dengan begini reputasi lu hancur dan perjodohan gak akan terjadi, yes!" kata Rin bersemangat.


Tapi Rin menghentikan langkahnya saat menemukan Iska, Ia tidak hanya berdua dengan Bella, tetapi ada Juan di sana,


"Juan?" kata Rin tak percaya,


tiba-tiba Bella menoleh, "eh, ada siapa itu?" tanya Bella, membuat semua orang menoleh,


"ah, sial! gue kurang cepet!!" batin Rin setelah tertangkap basah oleh Bella,


"Rin?" kata Iska.


"wah, gadis manis yang di kantin, ya?" kata Juan.


"gadis manis? hey, kamu ada perlu apa di gedung barat?" tanya Bella sambil menghampiri Rin.


"uhmm..., enggak, gue gak ada perlu apa-apa." kata Rin lalu pergi.


"bego, bego!! lu bego banget, sih Rin!!!" kata Rin merutuki dirinya sendiri.


*


Bella kembali setelah Rin pergi,


"kok dia kayak kebingungan gitu,sih? anak IIS kan ramah-ramah semua." kata Bella.


"dia kayak ngintilin lu, Iska." kata Juan.


"seharusnya enggak." kata Iska tenang.


"hemm..., jangan-jangan dia stalkerin Iska." kata Bella.


"enggak,kok." kata Iska lagi.


"heh! lu positif thinking banget, daah! anak kayak gitu,tuh harus dikasih pelajaran!!" kata Juan kesal.


"gue kenal dia, kok. tenang aja."


"yah, elu mah emang kenal semua anak di sini." kata Juan.


"hemm..., jangan-jangan dia itu punya hubungan spesial sama Iska,yaa??" tebak Bella.


"jangan buat gossip!" kata Iska.


"atau jangan-jangan dia itu pacarnya Iska, tapi karena Iska itu komdis yang dibenci semua anak karena kelihatan sok__," kata Bella.


"Bella....," kata Iska menahan rasa kesalnya.


"ehehe..., itu,kan Fakta, Iska. ehem.., jadi akhirnya Iska menyembunyikan hubungan yang sebenarnya..," kata Bella, ia lalu melirik Iska yang tatapannya mulai menajsm karena kesal.


"waduh, jangan bikin singa ngamuk di sini, Bel..," kata Juan.


"Ups! sorry." kata Bella cengengesan.


"udah, lu, kan udah ada temennya, mending gue balik." kata Iska.


"oh,iya, Iska, sebelum balik, nih cookiesnya, jangan lupa bawa." kata Bella memberikan sebuah kotak kecil.


"iya, thanks, ya." kata Iska lalu pergi.


"haha..., digodain dikit langsung cemberut. lucu, deh..," kata Bella.


"emang, itu serunya temenan sama Iska, haha...," tambah Juan.


"ya udah, yuk Bella balik ke kelas." ajak Juan.


"ayo!" kata Bella sambil mengikuti Juan.


*


Rin kembali ke kelasnya,


"Rin? akhirnya ada temennya...," kata Yura yang sudah ada di kelas.

__ADS_1


"loh? Yura? lu udah Dateng...," kata Rin sambil meletakkan tasnya di tempat duduknya. Ia melirik ke meja Ori, di sana sudah ada tas Ori.


"Ori udah dateng__, oh,iya kalian kan pacaran, pasti berangkat bareng." kata Rin.


"hehe...," kata Yura malu.


"nih anaknya kemana? kok tasnya doang? bukannya nemenin ceweknya malah kelayapan!!" kata Rin.


"lagi ke toilet, kata Ori dia salah makan pagi ini." kata Yura.


"ya ampun."


"oh,iya, Rin, kamu lari ke sini? kok kayaknya keringetan banget?" tanya Yura.


"hah? ahaha.., iya, tadi gue lari." kata Rin yang tidak mau diintrogasi lebih jauh lagi.


Tiba-tiba Ori Datang,


"oh, udah ada Rin?" kata Ori sambil membawa sebuah kotak kecil.


"apa itu Ori?" tanya Yura.


"oh, ini?" kata Ori lalu meletakkan kotak itu di atas meja Yura,


"cookies dari Bella." kata Ori.


"Bella siapa?" tanya Yura.


"lu juga dapet???!" tanya Rin.


"umm....," Ori bingung harus mulai darimana, Yura sudah menatap tajam ke arahnya,


"umm.., Bella itu__,"


"dia itu PHO alias Penghancur Hubungan Orang." kata Rin.


"gak gitu...,"


"lu belain dia, Ori??" tanya Rin.


"kamu..., mau main di belakang aku?" tanya Yura.


"enggak gitu..," kata Ori.


"tunggu, kenapa gue harus jelasin sesuatu sama Yura? bukannya ini bikin gue bisa cepet putus sama dia?" batin Ori.


"terus apa?" tanya Yura kini menatap Ori dengan mata yang berkaca-kaca.


"Bella cuman temen gue, umm.., jadi gini, dia itu sahabatnya Idho, Idho itu temennya Iska, gue sama Iska jadi sahabatan, jadi gue kenal Bella itu karena Bella juga deket sama Iska. lagian banyak yang dikasih ini sama dia." kata Ori.


"bego! kenapa juga lu jelasin???!" batin Ori.


"beneran, Ori?" tanya Yura.


"terserah lu mau nganggepnya apa." kata Ori cuek lalu keluar lagi.


Rin hanya bengong melihat apa yang terjadi,


"apa barusan mereka berantem??" batin Rin.


Yura terduduk sedih di bangkunya. Rin jadi bingung harus melakukan apa.


Yura menarik napas panjang.


"Rin!" panggil Yura, Rin yang tadinya mau pergi, terhenti karena panggilan Yura.


"i,iya Yura?" tanya Rin.


"menurut kamu, aku harus percaya Ori?" tanya Yura.


"yah.., dia gak mungkin main belakang, sih..," kata Rin.


"dia itu..., udah pernah punya cewe belum, sih Rin?" tanya Yura.


"seharusnya belum. kamu cewe pertamanya." kata Rin.

__ADS_1


"ce,cewe pertamanya...," Yura malah tersipu.


"ya ampun.., mudah banget dia luluh. Apa yang gue lakuin udah bener?" batin Rin.


"berarti aku yang harus minta maaf sama Ori karena udah curiga sama dia..," kata Yura lagi.


"ya ampun..., kenapa si Ori licik itu bisa dapet cewe sebaik ini??" batin Rin.


"udah, gak usah sedih lagi, Yura..," kata Rin lalu memeluk Yura.


*


Rin POV


Saat istirahat,


Aku kini duduk di kantin bersama dua sejoli yang tadi pagi sempat bersitegang. Haduuh, cepetan, kek baikannya, gak enak kalo jadi nyamuk gini. kenapa juga mereka maksa buat aku ikut bareng mereka.


Ori dan Yura dari tadi sama-sama diam, mereka hanya menikmati makanan mereka masing-masing.


"Kalian mau diem-dieman sampai kapan?" tanyaku yang mulai gerah.


"umm.., Ori__,"


"Yura__,"


mereka malah bicara berbarengan,


"kamu dulu." kata Yura.


"enggak, lu aja." kata Ori.


"aku__,"


"Yura!"


ya ampun, yang seharusnya gak datang, malah datang.


"masa aku ketagihan sama anime yang kamu kasih, mau lagi, Doong...," Si Keisha ini gak bisa baca situasi apa?


Aku langsung menatapnya tajam dan membuat kode kalau Yura sedang berada dalam masalah.


"ooh.., kalian mau berduaan, ya, duuh, Rin kok kamu di sini, ya? mending ikut gue aja yaa...," kata Keisha lalu menarikku.


"uhm, tapi__,"


"ya udah, kalian pergi aja, gue mau ngomong berdua sama Yura." kata Ori memutus perkataan Yura.


"ya udah, cepetan akur, ya...," kata Keisha lalu menarikku.


*


Keisha menarikku ke meja lain yang sudah di tempati oleh Iskandar?


"Iska, lu tau, gak? Yura sama siapa itu.., lagi ada masalah gitu...," kata Keisha menerjemahkan kodeku tadi.


Iskandar yang tadinya tidak peduli dengan kehadiran kami, langsung teralihkan,


"masalah apa?" tanyanya khawatir.


"entahlah__,"


"Rin, lu tau sesuatu,kan?" tiba-tiba Iska bertanya padaku.


Aku mengernyitkan dahi, kenapa dia harus sampai segitunya,


"ya, Yura jealous gitu gara-gara Ori dapet cookies dari Bella.., tapi gak tau,tuh si Ori baper gitu...," kataku bicara seadanya.


"Bella? anak IIS A itu?" tanya Keisha.


"maksudnya ini?" tanya Iska sambil menunjuk sebuah kotak kecil yang sudah ada di atas meja.


"dia juga dapet?" batinku


"kok lu dapet Iska??" tanya Keisha.

__ADS_1


__ADS_2