
Hari berjalan seperti biasa, tetapi bukan berarti kembali seperti semula. Sudah dua Minggu sejak UTS, tetapi Yura masih canggung untuk sekedar menyapa seorang Rin. Ia benar-benar merasa dirinya sangat bodoh waktu itu sampai-sampai mencurigai Rin menyukai Ori.
"selamat pagi, Yura..," sapa Ori begitu Yura sampai di tempat duduknya.
"Pagi..," kata Yura sambil tersenyum. Sejak UTS, entah apa yang terjadi pada Ori,.ia selalu menyapa Yura dengan ramah. Ini bukan seperti Ori yang dia kenal, yang selalu menjauhinya.
"Ori.., apa perasaan Ori mulai berubah pada Yura?" tanya Yura yang iseng.
Ori tertegun,
"uhm..,"
"tidak apa-apa,kok jika memang belum. Yura akan berusaha. Ori harus tahu, Yura itu pantang menyerah..," kata Yura. Yura sama sekali tidak tahu apa yang terjadi saat ia tidak ada di rumag. Yuga sekarang sudah kembali ke Jepang, ia sama sekali tidak menceritakan percakapannya dengan Ori saat Yura tidak ada.
"Yura.., Ori cuman mau Yura tidak bersedih dan tetap semangat. Jangan tidak masuk lagi seperti saat UTS kemarin. Jangan membuat orang-orang di sekitar Yura khawatir..," kata Ori.
"iya.., makasih, ya Ori...," kata Yura sambil tersenyum. Entah mengapa ia barusan merasa Ori memperhatikannya.
*
Rin menonton drama Korea di ponselnya sendirian di bangku depan kelasnya,
"ooh.., jadi dia itu anaknya siluman rubah,toh..," Tiba-tiba terdengar suara Iskandar di sampingnya, Rin langsung menoleh,
"Iskandar ???" kata Rin kaget.
"lu nonton apa, sih? serius amat?"
"nonton drama Korea. Gu Family Book...," kata Rin.
"emang seru apa?" tanya Iskandar yang jadinya ikut nonton.
"seru banget...," kata Rin.
"tapi bukannya ini udah tamat,ya?" tanya Iskandar.
"loh?" Rin menghentikan dramanya sejenak,
"kok lu tau? Hem.., diem-diem suka nonton drama juga,kan lu.., Hayoo ngaku !!" kata Rin.
"apaan? Gue gak suka nonton gitu-gituan.., mending nonton film dokumenter hewan..,"
"terus, tau darimana ini dramanya udah tamat??" tanya Rin.
"si Dita yang heboh gara-gara akhirnya gantung, meskipun siluman rubahnya ketemu sama kekasihnya di zaman sekarang...," kata Iskandar.
"ih, kok tau ceritanya juga??"
"diceritain sama Dita."
"yakin, bukan gak sengaja ikut nonton?"
__ADS_1
"emangnya gue Idho si maniak drama?" tanya Iskandar.
"yah.., siapa tahu ketularan...," kata Rin lalu memutar dramanya lagi.
"Oh,iya Rin.., gue mau ngomong sesuatu yang penting sama elu...," kata Iskandar mulai serius.
"penting ? Ngomong apa?" tanya Rin.
"apa dia mau nyatain perasaannya ke gue? ah, masa iya.., Rin, please jangan Ge-Er dulu.., dengerin apa yang mau dia omongin." batin Rin.
"matiin dulu hape lu.., Lu harus dengerin gue...,"
"Duh.., iya,iya.., nih gue matiin." kata Rin lalu mematikan ponselnya.
"Minggu depan lu tau,kan bakalan ada pemilihan ketua OSIS?" tanya Iskandar.
"iya.., tau."
"Ada pemilihan ketua OSIS, itu berarti bakalan jadi minggu-minggu tersibuk semua anak organisasi. Mungkin gue gak akan bisa pulang bareng elu...," kata Iskandar lagi.
"yah.., biasanya juga gak pulang bareng elu..," kata Rin agak kecewa.
"gue kira apaan.., dasar !" batinnya.
"bukan gitu,Rin.., yang mau gue bilang adalah, lu jangan pulang sendirian.., entah kenapa firasat gue mengatakan bakal terjadi sesuatu yang buruk sama elu..," kata Iskandar lagi.
"ya elah.., Iskandar, itu,kan cuman firasat. Belum tentu bener. Lagian kemampuan seorang Rin adalah tidak disadari keberadaannya. Jadi tenang aja." kata Rin.
"yah.., gue cuman mau bilang itu aja. Jangan pulang sendiri. Ajak Keisha kalo lu mau pulang." kata Iskandar lagi.
Iskandar menghela napas,
"ya udah.., kalo gitu gue balik dulu ke kelas." kata Iskandar.
"iya..,eh?" Iskandar sudah pergi sebelum Rin bisa melanjutkan kata-katanya.
"ih.., dasar. Dikira apa kata-kata pentingnya. Kalau cuman gitu doang, gue juga tau kali. Hemm.., kalau gini caranya kapan perasaan gue bisa dirasain sama dia? Duuh.., konyol banget, sih.., padahal udah tunangan. Tapi mau ngungkapin suka aja kok susah banget !!" keluh Rin.
*
Rin meminum teh kotak sendirian di kantin. Ia kira setelah berbaikan dengan Keisha, hidupnya mungkin akan kembali seperti semula, tetapi nyatanya tidak. Keisha lagi-lagi disibukkan oleh Mr. Andrew untuk berlatih speech. Sekalinya Keisha punya waktu luang, dia selalu memberikannya pada pacarnya. Namanya juga lagi kasmaran. Apalah dirinya, padahal punya tunangan, tetapi tunangannya itu malah super sibuk dengan kegiatan organisasinya.
"uhmm.., apa aku boleh duduk di sini?" tiba-tiba suara seorang gadis yang mungkin sangat ia rindukan itu terdengar, Rin langsung mendongakkan kepalanya,
"Yura...," katanya.
"uhm.., gak ada tempat yang kosong..., jadi...,"
Rin langsung memegang tangan Yura,
"boleh.., Yura boleh duduk di sini...," kata Rin dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Rin...," kata Yura dengan mata yang berkaca-kaca.
.
.
.
Yura dan Rin berpelukan,
"Rin..., maafin Yura..., hwaa..., padahal Rin itu teman pertama Yura di sini.., tapi bisa-bisanya Yura mencurigai Rin, hwaa..." kata Yura yang akhirnya menangis.
"enggak, Yura.., gue yang salah. Gue yang bikin lu salah paham.., gue yang harusnya minta maaf.., hwaa...," kata Rin yang juga tidak bisa membendung air matanya lagi.
"Yura harusnya jangan sampai terpengaruh. Sampai kapanpun Iskandar itu milik Rin..., Yura bahkan gak berhak menyentuhnya.., hwaa...," kata Yura lagi.
"Sorry.., Yura, waktu itu di saat gue sedih, malah Ori yang dateng.., gue jadi terlanjur mengekspresikan kesedihan gue sama dia..., Padahal Lu suka banget sama Ori.., Gue gak berhak bersender apalagi sekedar curhat sama dia, hwaaa....," kata Rin lagi.
Yura melepas pelukannya,
"Rin.., kamu sama Ori,kan temen. Ya gak apa-apa..," kata Yura.
"enggak.., gak boleh.., Yura, jangan goyah, kalo menurut kamu Ori itu punya kamu, ya dia memang punya kamu !!" kata Rin memberi nasihat.
"begitukah?" tanya Yura.
Rin mengangguk,
"pokoknya mulai sekarang kalo gue mau berinteraksi sama Ori, gue akan izin sama elu..," kata Rin.
Yura menggeleng,
"gak perlu segitunya.., lagian sekarang Yura sama Ori,kan udah putus.., Yura gak berhak apa-apa."
Rin memeluk Yura lagi
"uugh.., tenang, Yura.., Ori pasti kembali sama Yura. Yura jangan sedih lagi,ya..," kata Rin sambil menyeka air mata Yura.
Yura mengangguk,
"Rin.., Rin masih mau temenan sama Yura,kan?" tanya Yura.
Rin mengangguk,
"ya maulah.., Rin kesepian tau tanpa Yura...," kata Rin lalu memeluk Yura semakin erat.
"Yura juga kesepian tanpa Rin, hwaa..,"
"udah-udah.., jangan nangis lagi.., nanti kecapean...," kata Rin.
"Rin juga jangan nangis lagi...," kata Yura.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari ada yang memperhatikan mereka berdua dari jauh,
"kok gue iri,ya ngeliat mereka berpelukan gitu?" kata Liska berbicara sendiri.